Tag: halal tourism

JAWA BARAT SABET PENGHARGAAN SEBAGAI DESTINASI WISATA RAMAH MUSLIM PALING MENJANJIKAN 2026 DI AJANG GMTI AWARDS

JAWA BARAT SABET PENGHARGAAN SEBAGAI DESTINASI WISATA RAMAH MUSLIM PALING MENJANJIKAN 2026 DI AJANG GMTI AWARDS

Tourism for Us – Provinsi Jawa Barat belum lama ini memenangkan penghargaan prestisius Most Promising Muslim-Friendly Region of the Year Award 2026 dalam Halal In Travel – Global Summit 2026 yang berlangsung di Singapura. Penghargaan ini diberikan dalam rangka Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards [more]

GMTI 2026: INDONESIA PERINGKAT KE-2 DESTINASI WISATA RAMAH MUSLIM TERBAIK DUNIA

GMTI 2026: INDONESIA PERINGKAT KE-2 DESTINASI WISATA RAMAH MUSLIM TERBAIK DUNIA

Tourism for Us – Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai ‘’Muslim-Friendly Destination of The Year’’ dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 yang diselenggarakan oleh CrescentRating dan Mastercard. Pemeringkatan GMTI yang dilaksanakan setiap tahun oleh CrescentRating menggunakan [more]

TREN WISATAWAN MUSLIM GEN Z YANG HARUS DIKETAHUI

TREN WISATAWAN MUSLIM GEN Z YANG HARUS DIKETAHUI

Tourism for Us – Generasi Z (Gen Z) kini masuk menjadi segmen utama dalam pasar wisatawan muslim. Seperti wisatawan lainnya, mereka mencari pengalaman yang otentik di setiap destinasi yang dikunjungi. Sebagai generasi yang tumbuh dengan internet dan sangat terampil dalam teknologi, mereka tetap tertarik untuk beraktivitas di alam dan terlibat dalam tradisi lokal. Pada umumnya, mereka baru memasuki dunia kerja dan memiliki keterbatasan finansial dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Namun, mereka bersedia membayar lebih asalkan nilai yang ditawarkan sebanding dengan pengeluaran mereka.

Pemandangan teluk di Labuan Bajo,salah satu destinasi super prioritas dan destinasi premium.(Foto:Kemenparekraf)

Tawfiq Salam Ikhtianto, Research and Capacity Building Manager di CrescentRating, mengungkapkan profil pasar wisatawan muslim Gen Z terbaru pada seminar daring ‘’How to Target the New Wave of Young Muslim Travelers’’, Rabu (12/11/2025), melalui Zoom. Dalam paparannya juga terungkap pendekatan untuk memahami pasar ini bagi destinasi dan pelaku industri.

Gen Z muslim yang melakukan perjalanan kini mencari pengalaman yang otentik, sumber informasi yang dapat dipercaya, dan pengalaman yang mendalam. Mereka memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi, sehingga mudah menyesuaikan diri. Selain itu, berkat keterampilan teknologi yang dimilikinya, mereka sangat mudah mengakses informasi dan menjadi generasi yang paling terhubung daripada generasi sebelumnya. Namun, mereka juga sangat memperhatikan anggaran, menjadikan mereka wisatawan yang ekonomis dan cemat dalam pengeluaran.

Tawfiq menerangkan bahwa keterjangkauan bagi Gen Z berarti mendapatkan nilai yang sepadan dengan uang yang dibayarkan, bukan sekadar murah. Kondisi keuangan Gen Z tidak dapat dibandingkan dengan generasi yang lebih tua, karena mereka baru memulai karir dan memiliki pendapatan yang lebih terbatas. Meskipun demikian, Gen Z bersedia membayar lebih asalkan produk atau layanan tersebut memberikan nilai yang sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Lebih lanjut, dia menyarankan agar pelaku industri bisa memberi nilai tambah pada produk misalnya, menawarkan spa dan kolam renang khusus wanita. Selain itu, informasi detinasi juga harus disampaikan secara akurat dan ringkas di media sosial.

Ada empat strategi pemasaran dalam menggarap pasar Gen Z, yakni:

  1. Jual pengalaman, bukan menjual produk. Sampaikan pengalaman otentik dan lokal yang akan didapat selagi menyajikan Instagramable moments.
  2. Tempatkan pemasaran di Tiktok dan Instagram, dua kanal yang paling banyak diakses dan dipercaya oleh mereka.
  3. Merek yang transparan di mana menempatkan dirinya pada keadilan sosial akan menambah nilai merek di mata mereka.
  4. Dengan karakter yang fleksibel, mereka mengharapkan para penyedia jasa juga dapat beradaptasi, seperti menawarkan waktu pemesanan yang lebih singkat atau memungkinkan perubahan dan pemesanan mendadak.

Hasil studi CrescentRating menunjukkan bahwa sebanyak 78 persen wisatawan muslim Gen Z ingin mengunjungi restoran yang menyajikan makanan lokal. Kemudian, sebanyak 65 persen mencari pengalaman mendalam dengan turut berpartisipasi pada tradisi lokal, mencicipi makanan lokal, dan sebagainya. Selain itu, minat untuk mengikuti ekskursi budaya dan belanja masing-masing sebanyak 53 persen

Masih menurut hasil studi tersebut, sumber informasi wisatawan muslim Gen Z adalah informasi dari mulut-ke-mulut yang berasal dari teman dan keluarga serta media sosial, masing-masing sebanyak 65 persen.

’The Gen Z muslim travelers want to experience the authenticity of the destination as much as possible. They want to go to old buildings, heritage, and the nature. They want to be treated like general travelers, but they expect the destination can cater their needs for halal food and being able to pray,’’ ujar Tawfiq.

Terkait kebutuhan dasar wisatawan muslim tersebut, Tawfiq menyarankan, terutama kepada pelaku UMKM, restoran ataupun tempat-tempat makan lainnya untuk mendapatkan sertfikasi halal di tempat mereka dan memajangnya di posisi yang mudah dilihat oleh pengunjung. Selain itu, menurutnya, penting untuk melakukan pemasaran yang tepat mengenai makanan otentik yang ditawarkan, sehingga dapat menarik lebih banyak pengunjung yang mencari kuliner yang sesuai dengan nilai-nilai mereka.   

Destinasi yang seperti apa yang dicari oleh wisatawan muslim Gen Z? Sebanyak 65 persen responden menjawab bahwa di destinasi harus tersedia makanan halal dan sertifikasi halal. Kemudian, sebanyak 60 persen responden mengatakan tertarik dengan destinasi yang kaya heritage islami, dan 58 persen lainnya menginginkan tersedia amenitas yang ramah muslim.

Selama berada di destinasi, lebih dari 50 persen mengatakan tertarik untuk terlibat dalam aktivitas sosial di komunitas lokal, dan 75 persen dari mereka mengakui terpengaruh oleh budaya lokal.

Sementara itu, wisatawan muslim Gen Z akan menghindari bepergian ke destinasi dengan sentimen Islamophobia yang tinggi (57%).  

Tawfiq menegaskan bahwa pariwisata halal tidak menuntut destinasi harus berubah menjadi islami atau Islamisasi. Destinasi harus menunjukkan dan menginformasikan bahwa destinasinya aman bagi wisatawan muslim. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa setiap negara memiliki potensi sebagai sumber pasar wisatawan muslim Gen Z. ***(Yun Damayanti)  

‘WONDERFUL INDONESIA’ KEMBALI HADIR DI IFTM TOP RESA 2024 PERANCIS, KOLABORASI DIASPORA INDONESIA DI PARIS DAN PELAKU INDUSTRI PARIWISATA TANAH AIR

‘WONDERFUL INDONESIA’ KEMBALI HADIR DI IFTM TOP RESA 2024 PERANCIS, KOLABORASI DIASPORA INDONESIA DI PARIS DAN PELAKU INDUSTRI PARIWISATA TANAH AIR

Tourism for Us – ‘Wonderful Indonesia’ akan kembali hadir di IFTM Top Resa 2024. IFTM adalah pameran pariwisata B-to-B terbesar di Perancis. Pameran akan berlangsung pada 17-19 September 2024 di Parc des Expositions Porte de Versailles, Paris. Kehadiran stand ‘Wonderful Indonesia’ di IFTM 2024 merupakan [more]

INDONESIA RAIH PREDIKAT ‘’TOP MUSLIM FRIENDLY DESTINATION OF THE YEAR 2024’’ DALAM GMTI

INDONESIA RAIH PREDIKAT ‘’TOP MUSLIM FRIENDLY DESTINATION OF THE YEAR 2024’’ DALAM GMTI

Tourism for Us – Indonesia kembali meraih predikat ‘’Top Muslim Friendly Destination of the Year 2024’’ dalam MasterCard Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) yang berlangsung di Singapura, Kamis (30/5/2024). Prestasi ini mengantarkan Indonesia mendapatkan predikat tersebut selama dua kali berturut-turut yakni pada tahun [more]

WIES 2023 MOMENTUM BAGI INDONESIA PERKUAT PENGEMBANGAN WIRAUSAHA HALAL

WIES 2023 MOMENTUM BAGI INDONESIA PERKUAT PENGEMBANGAN WIRAUSAHA HALAL

Tourism for Us – World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2023 baru saja usai dihelat pada 6-9 September 2023, di Padang, Sumatera Barat. Konferensi ini merupakan wadah yang mempertemukan para pengusaha muslim dari 24 negara di dunia untuk saling bertukar informasi, membuka peluang-peluang usaha, wawasan, dan lapangan kerja baru. Selain itu, WIES yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat citra Sumatera Barat sebagai salah satu titik pengembangan ekosistem wirausaha halal di dunia.

(Foto: Kemenparekraf)

WIES 2023 dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Di depan peserta konferensi, Wapres menyampaikan, WIES 2023 menjadi momentum yang tepat untuk pembentukan wirausaha berkarakter dalam upaya mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

‘’Wirausaha yang berkarakter, sekaligus jeli melihat peluang, dan gigih mengatasi tantangan, akan menggerakkan pembangunan ekonomi yang inklusif, adil dan berkelanjutan,’’ kata Wapres Ma’ruf.

 Dalam pembukaan WIES 2023 di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat (8/9/2023), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, rangkaian kegiatan yang digelar selama empat hari diharapkan bisa menjadi momentum pengembangan wirausaha halal di Indonesia, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sandiaga mengungkapkan, Sumatera Barat telah memiliki citra yang kuat sebagai destinasi wisata halal di Indonesia bahkan dunia.

‘’Sumatera Barat telah dipilih sebagai world’s best halal culinary destination. Oleh karena itu,WIES 2023 digelar untuk memperkuat ekosistem bisnis dunia, jaringan pariwisata dan pengembangan UMKM halal,’’ katanya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan, WIES 2023 merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menggerakkan perekonomian daerah pascapandemi COVID-19.

Salah satu dari rangkaian kegiatan adalah Ministerial Dialogue yang menghadirkan Menteri Pariwisata, Perdagangan dan Industri Timor Leste Filipus Nino Pereira, Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan, Konsulat Jenderal Malaysia di Pekanbaru Mohammad Hosnie Shahiran  bin Ismail, dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy.***(Yun Damayanti)

PERUBAHAN DI PASAR WISATAWAN TIMUR TENGAH YANG PERLU DICERMATI PELAKU INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA

PERUBAHAN DI PASAR WISATAWAN TIMUR TENGAH YANG PERLU DICERMATI PELAKU INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA

Tourism for Us – Minat wisatawan dari kawasan Timur Tengah (Timteng) berlibur ke Indonesia tinggi. Terutama setelah kebijakan pelonggaran masuk ke sini, jumlah kunjungan wisatawan dari kawasan itu terus bertambah walaupun belum mencapai tingkat sebelum pandemi COVID-19. Dan pemerintah optimis menargetkan total 124.800 wisatawan dari [more]

WISATAWAN MUSLIM AS NIKMATI WISATA HALAL DI JAKARTA DAN BOGOR

WISATAWAN MUSLIM AS NIKMATI WISATA HALAL DI JAKARTA DAN BOGOR

Tourism for Us – Sekelompok wisatawan muslim asal Amerika Serikat (AS) mengikuti grand tour ke Arab Saudi dan Asia Tenggara di awal tahun 2023. Dengan mengikuti grand tour ini, mereka tidak hanya menapaktilasi asal-usulnya tetapi juga menikmati perjalanan halal dan mengalami kehidupan komunitas Muslim di [more]