Tag: kementerian perhubungan

PENTINGNYA PENGATURAN DAN STANDARDISASI STUDY TOUR UNTUK PEMBELAJARAN EFEKTIF

PENTINGNYA PENGATURAN DAN STANDARDISASI STUDY TOUR UNTUK PEMBELAJARAN EFEKTIF

Tourism for Us – Pembelajaran di luar ruang merupakan kebutuhan dalam pendidikan anak yang tidak terlepas dari pembelajaran di dalam kelas. Menanggapi polemik ‘’study tour’’ akhir-akhir ini, pemerintah, pendidik, dan pelaku pariwisata sepakat bahwa kegiatan study tour sebagai bentuk pembelajaran luar ruang perlu diatur dan [more]

DPD ASITA JAWA BARAT MINTA LARANGAN STUDY TOUR DIPERTIMBANGKAN, INI ALASAN DAN SOLUSI KREATIFNYA

DPD ASITA JAWA BARAT MINTA LARANGAN STUDY TOUR DIPERTIMBANGKAN, INI ALASAN DAN SOLUSI KREATIFNYA

Tourism for Us – Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang study tour oleh sekolah mendapat reaksi beragam dari orang tua dan pelaku industri pariwisata. Pernyataan yang menganggap study tour sama dengan kegiatan piknik tidak sepenuhnya akurat. Study tour seharusnya diatur dengan ketat dan [more]

LANGKAH STRATEGIS JAWA BARAT MEMPROMOSIKAN PARIWISATA DAN MENGHADAPI ISU KESELAMATAN BERWISATA DI DESTINASI

LANGKAH STRATEGIS JAWA BARAT MEMPROMOSIKAN PARIWISATA DAN MENGHADAPI ISU KESELAMATAN BERWISATA DI DESTINASI

Tourism for Us – Pemangku kepentingan pariwisata di Jawa Barat mengambil langkah strategis untuk kembali mempromosikan destinasi. Dan pada saat yang sama provinsi ini menghadapi isu keselamatan berwisata di destinasi.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur menggelar West Java Sales Mission di Kota Surabaya pada 22-23 Mei 2024.

Foto; Disbudpar Jawa Barat

West Java Sales Mission telah selesai dilaksanakan sehari penuh pada hari Rabu, 22 Mei 2024, di Hotel Platinum, Surabaya. Program utamanya terdiri dari table top sehari dan ditutup dengan Gala Dinner.

Sebanyak 30 sellers terdiri dari operator tur/agen perjalanan, hotel, daya tarik wisata, restoran/kafe, dan asosiasi-asosiasi pariwisata dari berbagai daerah di Jawa Barat berpartisipasi dalam gelaran West Java Sales Mission 2024.

Sellers yang berpartisipasi cukup menggembirakan karena pelaku pariwisata tidak hanya dari Bandung. Nama-nama baru seperti Pankrea.id dari Sumedang; Kawan Lokal dan Yopi Tour dari Tasikmalaya yang masing-masing mengusung tema ‘Tasik Hidden Gem’ dan ‘Tasik Village Tour’; Offroad Galunggung dan PT Zigra Aptha Nirbhaya dari Garut; DPC Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Cirebon yang menawarkan Cirebon Heritage Tour dan Cirebon City Tour; serta Aldama yang menawarkan Karawang Edu Tour meremajakan dan menyegarkan produk-produk wisata dari Jawa Barat.

Bandung Raya termasuk Subang juga tidak ketinggalan membawa nama-nama beken dan legendaris seperti Sari Ater, Saung Angklung Udjo, The Lodge Maribaya, serta sejumlah daya tarik di kawasan Ciwidey, beberapa operator petualangan di daerah Lembang dan Bandung city tour.

Bandung sebagai trend setter perkulineran nasional, tidak afdol jikalau Disparbud Jawa Barat tidak membawa daya tarik wisata kulinernya. Untuk itu, misi penjualan kali ini juga melibatkan Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat yang diwakili oleh Asstro Highland. Dan daya tarik wisata kuliner lainnya yaitu Bumi Melati.

Sales Mission Jawa Barat mengundang 90 perusahaan agen perjalanan di Jawa Timur. Selain itu, hadir juga buyers lainnya yang datang dari 12 provinsi yang dibawa oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebelum mereka mengikuti Bursa Pariwisata Jawa Timur 2024. 

Kehadiran sellers dari wilayah Priangan timur tersebut mendukung kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang ada di Kabupaten Majalengka. Bandara ini akan memudahkan akses wisatawan mengunjungi Jawa Barat melalui udara. Sedangkan Tol Trans Jawa sangat membantu wisatawan dari Surabaya dan sekitarnya menuju Jawa Barat melalui darat dengan waktu tempuh perjalanan selama 7 sampai 8 jam.

‘’Acara ini tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarwilayah, tetapi juga sebagai platform yang berharga bagi kami dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Jawa Barat kepada para pemangku kepentingan di Jawa Timur,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat Benny Bachtiar, dalam keterangan tertulisnya.

Salah seorang seller di misi penjualan ini Joseph Sugeng Irianto, Direktur Rex Tours & Travel, Bandung, mengungkapkan,’’Disparbud Jawa Barat sangat tepat memilih Jawa Timur (Surabaya) sebagai sasaran sales mission. Karena berdasarkan data di travel agent, jumlah kunjungan wisatawan asal Jawa Timur cukup tinggi.’’

Menurut Joseph, banyak faktor mempengaruhi jumlah kunjungan antara lain, infrastruktur, moda transportasi, daya tarik alam, budaya, kuliner, obyek wisata, dan keramahan khas Jawa Barat. Dan dia juga mengapresiasi pelaksanaan sales mission ini didekatkan pada kegiatan Bursa Pariwisata Jawa Timur.

‘’Jadi, peserta sales mission Jawa Barat juga diundang untuk menjadi buyers di Bursa Pariwisata Jawa Timur 2024,’’ kata Joseph.

‘’Melanjutkan kesuksesan pelaksanaan Bursa Pariwasata tahun 2023, Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan Bursa Pariwisata 2024 yang pada kali ini bekerja sama dengan Jawa Barat. Dengan harapan, kegiatan ini akan menjadi brand nasional dalam event B-to-C dan B-to-B dalam mendapatkan harga penawaran yang menarik,’’ ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Jawa Timur Evy Afianasari.

Ketua Kerja Misi Penjualan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Bulqis Chairina turut hadir di West Java Sales Mission 2024 di Surabaya, Jawa Timur.

Study Tour, pasar besar minim pengawasan

Pada kesempatan yang berbeda, DPD ASITA Jawa Barat menerima kunjungan Asosiasi Komite Sekolah Jawa Barat. Pertemuan itu berlangsung di kantor DPD ASITA Jawa Barat di Bandung, Selasa (21/5/2024).

DPD ASITA Jawa Barat menerima kunjungan Asosiasi Komite Sekolah Jawa Barat. Pertemuan itu berlangsung di kantor DPD ASITA Jawa Barat di Bandung, Selasa (21/5/2024). (Photo Courtesy of DPD ASITA Jawa Barat)

Hasil dari pertemuan tersebut adalah DPD ASITA Jawa Barat dan Asosiasi Komite Sekolah akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan study tour. Kemudian, akan memberikan edukasi kepada guru-guru terutama agar memperhatikan aspek keselamatan dengan memilih transportasi yang direkomendasikan oleh ASITA dan Asosiasi Komite Sekolah.

Budijanto Ardiansyah, Ketua DPD ASITA Jawa Barat, mengatakan, edukasi harus dilakukan terutama kepada para kepala sekolah dan guru-guru.

‘’Selanjutnya, kami juga akan meminta rekomendasi gubernur agar tidak membatasi kegiatan study tour tapi menekankan pada pentingnya mekanisme pelaksanaan yang baik,’’ ujar Budijanto.

Menanggapi musibah kecelakaan bus di Ciater, Subang yang ditumpangi siswa dan guru SMK Lingga Kencana Depok, DPD ASITA Jawa Barat menyatakan dalam akun media sosial Facebook:

‘’Study tour merupakan bagian hak anak untuk mendapatkan pendidikan dengan metode pembelajaran luar kelas melalui rekreasi edukatif. Musibah tersebut tidak bisa jadi alasan melarang study tour. Yang harus dilakukan adalah pengawasan dari semua pihak, terutama pemda dan sekolah yang harus selektif dalam memilih jasa bis pariwisata.

Kecelakaan tersebut merupakan akibat dari kelalaian sejumlah pihak. Sehingga berimbas pada larangan study tour oleh pemerintah.’’

Dikutip dari laman kemendikbud.go.id, Komite Sekolah adalah lembaga mandiri beranggotakan wali murid (50%) yang anaknya masih belajar di sekolah tersebut, komunitas sekolah, dan tokoh masyarakat.

Komite Sekolah diatur dalam Permendikbud No.75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Dalam pasal 3 ayat 1 Permendikbud tersebut dinyatakan, tugas Komite Sekolah adalah mengawasi pelayanan pendidikan di sekolah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Komite Sekolah juga memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan terkait kebijakan dan program sekolah, fasilitas pendidikan di sekolah, kriteria kerja sama sekolah dengan pihak lain dan lain-lain.

Study tour merupakan bagian dari incentive tour dalam sektor MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition). Study tour adalah salah satu pangsa pasar besar dalam perjalanan domestik tetapi pengawasannya masih minim.

Indonesia juga menjadi destinasi field trip bagi sekolah-sekolah di Singapura. Hal ini mungkin belum banyak diketahui. Jadi, destinasi-destinasi di sini tidak hanya diminati oleh sekolah-sekolah di dalam negeri tetapi juga hingga sekolah-sekolah di negara tetangga.

Batam, Kepulauan Riau; Bandung, Jawa Barat; Yogyakarta dan Bali merupakan beberapa destinasi pilihan tujuan field trip sekolah-sekolah di Singapura. Khususnya Jawa Barat, selalu ada operator tur/agen perjalanan Singapura yang fokus usahanya melayani perjalanan edukatif sekolah-sekolah hadir di setiap perhelatan pasar pariwisata di provinsi ini, mulai dari era Jawa Barat Travel Exchange (JTX) sampai ASITA West Java Travel Mart (AWJTM).

Tour operators/travel agents Singapura yang melayani perjalanan edukatif (field trip) mulai dari murid-murid sekolah hingga mahasiswa di perguruan tinggi wajib memenuhi persyaratan yang telah diatur oleh kementerian yang mengurusi pendidikan. Mereka mencari agen-agen perjalanan lokal di berbagai destinasi di Indonesia yang bisa dipercaya dan mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan. Bila terjadi pelanggaran, mereka akan dikenai sanksi yang berat.

Agar kecelakaan fatal tidak terus berulang, sudah saatnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Perhubungan bersama-sama dengan ekosistem sekolah serta pelaku industri pariwisata dan transportasi merumuskan standar perjalanan edukatif, apapun bentuknya, yang aman, nyaman dan menyenangkan.

Bagaimanapun, study tour adalah bagian dari kenangan tak terlupakan semasa di sekolah. Dan itu tidak akan pernah terulang kembali. ***(Yun Damayanti) 

PERAMPINGAN JUMLAH BANDARA INTERNASIONAL TIDAK BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP BISNIS PARIWISATA INBOUND INDONESIA

PERAMPINGAN JUMLAH BANDARA INTERNASIONAL TIDAK BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP BISNIS PARIWISATA INBOUND INDONESIA

Tourism for Us – Kebijakan pemerintah ‘merampingkan’ jumlah bandara internasional dari 34 bandara menjadi 17 bandara tidak berpengaruh signifikan terhadap bisnis pariwisata inbound Indonesia. Karena bandara-bandara internasional yang paling banyak dilalui atau pintu utama wisatawan mancanegara (wisman) seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara [more]

MEMAHAMI PROFIL WISNUS PADA PERIODE LIBUR LEBARAN 2024

MEMAHAMI PROFIL WISNUS PADA PERIODE LIBUR LEBARAN 2024

Tourism for Us – Pergerakan masyarakat secara nasional pada periode libur Lebaran 2024 berpotensi mencapai 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan pergerakan masyarakat pada masa libur Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang. Demikian menurut hasil survey yang [more]

PEMERINTAH AKAN TERBITKAN DAFTAR BIS PARIWISATA LAYAK DIGUNAKAN

PEMERINTAH AKAN TERBITKAN DAFTAR BIS PARIWISATA LAYAK DIGUNAKAN

Tourism for Us – Pemerintah akan memperketat pengawasan seiring dengan semakin meningkatnya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bis pariwisata. Menjelang mudik Lebaran 2023, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan ramp check terhadap 16.000 bis pariwisata dan sidak di luar pengecekan tersebut. Selain itu, daftar bis pariwisata yang layak digunakan juga akan diterbitkan. Dan masyarakat dapat mengakses informasi tersebut.

Ilustrasi: Bis Pariwisata (Ist.)

Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Danto Restyawan menjelaskan, sebagai  upaya memastikan keamanan dan keselamatan berkendara, pihaknya secara rutin melaksanakan ramp check bagi angkutan-angkutan umum khususnya bis pariwisata. Dalam persiapan mudik Lebaran 2023, Ramp check dilakukan dari 27 Februari sampai 13 April 2023. Tahun ini Kemenhub menargetkan 30.000 kendaraan di mana 16.000 di antaranya adalah bis pariwisata.

‘’Ramp check hanya meliputi bagian-bagian saja. Kami berharap, para operator bis dapat melakukan sendiri sisa bagian yang belum dicek. Kami juga akan diam-diam mengadakan sidak di luar ramp check yang dilakukan sekarang. Kami harap, kecelakaan bis pariwisata tahun ini lebih turun daripada tahun-tahun sebelumnya. Atau, bahkan kalau bisa hilang,’’ ujar Danto.

Ditambahkannya, di akhir ramp check tahun ini, Kemenhub akan menerbitkan bis-bis mana saja yang laik dan layak digunakan. Masyarakat bisa melihatnya di spionam.dephub.go.id.

Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), ada dua karakteristik utama bis pariwisata yang menjadi titik masuk terjadinya kecelakaan. Pertama, rute bis pariwisata tidak diatur. Kedua, waktunya pun tidak diatur.

‘’Pola dan penyebab kecelakaan yang melibatkan bis pariwisata selalu sama dan berulang. Hampir semua penyebab kecelakaannya, kalau tidak pengemudinya mengantuk karena kelelahan karena selama tiga hari dua malam dia terjaga. Atau, dia tidak mengerti jalan, remya blong, masuk jurang,’’ diterangkan oleh Achmad Wildan, Plt. Sub Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT.

Dalam rangka mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas dengan moda bis pariwisata, KNKT dan P.T. Jasa Raharja berinisiatif membuat video tentang kiat-kiat memilih bis pariwisata yang layak jalan. Peluncuran video itu dilaksanakan bersamaan dengan ‘’The Weekly Brief With Sandi Uno’’ di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2023). Peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Staf Ahli Kemenparekraf Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo.

‘’Video ini berisi sosialisasi bagaimana memilih bis pariwisata yang layak jalan,’’ ujar Fadjar.

‘’Kami membuat video ini karena ternyata masyarakat juga tidak paham bagaimana memilih bis pariwisata yang bagus, bagaimana berwisata yang bijak dengan bis wisata,’’ tambah Wildan.

Berikut rekomendasi dari institusi yang menangani transportasi dan keselamatan transportasi:

  1. Susun rencana perjalanan dengan baik.
  2. Jangan memaksa pengemudi menyetir lebih dari 12 jam.
  3. Jangan biarkan pengemudi tidur di dalam bis. Siapkan ruangan atau kamar bagi pengemudi untuk beristirahat.

Di penghujung weekly press briefing, Menparekraf menegaskan, ‘’Saya menginstruksikan, mohon diperhatikan oleh industri pariwisata, biro perjalanan, tour operator, penyelenggara mudik gratis dan wisatawan untuk memilih bis pariwisata yang telah lulus uji kelaikan, salah satunya melalui ramp check dan itu bisa dicek di spionam.dephub.go.id. Pastikan kendaraan yang akan digunakan dalam kondisi prima untuk mengangkut penumpang.’’

Siapa yang bertanggung jawab mengatur kendaraan wisata?

Selain bis pariwisata, Wildan pun mengingatkan, kendaraan-kendaraan lain yang digunakan di tempat-tempat wisata seperti jip-jip di Merapi tidak ada standarnya.

‘’Kendaraan wisata jip di Merapi tidak ada standarnya. Kami bingung. Kalau ke Kemenhub, katanya bukan. Jip wisata ini kita harus pastikan kendaraannya bagus. Pengemudinya paham. Lintasannya sudah kita audit dan pastikan aman. Muatannya harus pakai apa supaya aman. Jadi ini siapa yang mestinya menetapkan. Kita belum punya ini,’’ kata Wildan.  

Jenis-jenis kendaraan wisata darat di Indonesia sudah berkembang lebih cepat melampaui peraturannya. Perlu dipahami, salah satu keunggulan Indonesia sebagai destinasi adalah hampir semua produk perjalanan wisata yang ada di dunia bisa dilakukan di sini. Termasuk pengalaman wisata dengan kendaraan yang ditujukan khusus atau dimanfaaatkan untuk kegiatan rekreasional.   

Pelaku industri pariwisata dan yang terkait sudah sangat gercep meng-ATM-kan produk-produk itu. Namun, dalam proses ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) tersebut, ketiadaan peraturan yang jelas membuat para operator kendaraan wisata, perusahaan-perusahaan karoseri dan bengkel-bengkel (workshop) merasa kurang nyaman. Baik dalam mengoperasikannya maupun berinovasi untuk mengembangkan ataupun mendiversifikasi produk. Pada saat yang sama, mereka tidak mungkin menolak permintaan dan tren perjalanan yang sedang terjadi.

Dalam hal ini pemerintah harus lebih cepat tanggap melihat dan mengikuti perkembangan produk-produk perjalanan yang terjadi di dalam negeri maupun di mancanegara agar dapat segera mengaturnya. Satu di antara sekian banyak komponen membangun destinasi berkualitas adalah tersedia peraturan yang jelas dan dipatuhi serta mengikat seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya.***(Yun Damayanti) 

GERAK CEPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN KONEKTIVITAS DI 5 DESTINASI SUPER PRIORITAS

GERAK CEPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN KONEKTIVITAS DI 5 DESTINASI SUPER PRIORITAS

Tourism for Us – Pariwisata, ekonomi kreatif, dan perhubungan memiliki hubungan timbal balik yang erat. Ketiganya saling membutuhkan dan mendukung antara satu dengan yang lain. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi [more]