Tag: kementerian perhubungan

INACA APRESIASI KEBIJAKAN PEMERINTAH HADAPI KENAIKAN HARGA AVTUR, HARGA TIKET PESAWAT NAIK MAKSIMAL 13 PERSEN

INACA APRESIASI KEBIJAKAN PEMERINTAH HADAPI KENAIKAN HARGA AVTUR, HARGA TIKET PESAWAT NAIK MAKSIMAL 13 PERSEN

Tourism for Us – Asosiasi maskapai penerbangan nasional INACA (Indonesia National Air Carriers Association) mengapresiasi kebijakan Pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga avtur yang sangat tinggi imbas krisis geopolitik di Timur Tengah. Kebijakan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meliputi: 1. Fuel Surcharge ditetapkan [more]

PENTINGNYA PENGATURAN DAN STANDARDISASI STUDY TOUR UNTUK PEMBELAJARAN EFEKTIF

PENTINGNYA PENGATURAN DAN STANDARDISASI STUDY TOUR UNTUK PEMBELAJARAN EFEKTIF

Tourism for Us – Pembelajaran di luar ruang merupakan kebutuhan dalam pendidikan anak yang tidak terlepas dari pembelajaran di dalam kelas. Menanggapi polemik ‘’study tour’’ akhir-akhir ini, pemerintah, pendidik, dan pelaku pariwisata sepakat bahwa kegiatan study tour sebagai bentuk pembelajaran luar ruang perlu diatur dan [more]

DPD ASITA JAWA BARAT MINTA LARANGAN STUDY TOUR DIPERTIMBANGKAN, INI ALASAN DAN SOLUSI KREATIFNYA

DPD ASITA JAWA BARAT MINTA LARANGAN STUDY TOUR DIPERTIMBANGKAN, INI ALASAN DAN SOLUSI KREATIFNYA

Tourism for Us – Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang study tour oleh sekolah mendapat reaksi beragam dari orang tua dan pelaku industri pariwisata. Pernyataan yang menganggap study tour sama dengan kegiatan piknik tidak sepenuhnya akurat. Study tour seharusnya diatur dengan ketat dan mengikuti standar nasional.

Study tour yang semestinya mendukung pembelajaran di dalam kelas dan memberikan pengalaman nyata kepada siswa, dinilai memberatkan orang tua siswa karena memerlukan pengeluaran tambahan. Kemudian, study tour seringkali dianggap sebagai upaya segelintir pendidik untuk meraih keuntungan finansial pribadi.

Sekolah mungkin kurang terorganisir dalam merencanakan perjalanannya sehingga materi study tour tidak sejalan dengan kurikulum yang ada. Sekolah pun memilih vendor atau penyedia jasa dengan harga rendah demi menekan pengeluaran.

Lalu, apakah dengan melarang study tour akan menyelesaikan permasalahannya?

Demi masa depan anak-anak, kita semua mesti mengerti bahwa pembelajaran di luar kelas sangat penting untuk memperkaya pengalaman belajarnya. Metode ini menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan aplikatif, sehingga materi lebih mudah dipahami oleh siswa. Dan yang tidak kalah penting adalah mereka dapat mengembangkan berbagai keterampilan.

Pembelajaran di luar kelas lebih dari sekadar hiburan. Melalui pengalaman langsung, siswa dapat mengembangkan pengetahuan yang mendalam, keterampilan sosial yang lebih baik, serta sikap kreatif dan mandiri. Oleh karena itu, pembelajaran di luar kelas sebaiknya menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan di sekolah.

Belajar di luar ruang kelas juga dapat membatu pendidikan karakter. Gubernur Dedi Mulyadi, dalam hal ini, menegaskan kembali pentingnya pendidikan yang berkarakter kesundaan (local wisdom) kepada siswa. Karena krisis identitas lokal di kalangan generasi muda semakin mengkhawatirkannya.

Kegiatan study tour sangat bisa dilakukan di dalam provinsi. Karena Jawa Barat memiliki beragam obyek dan aktivitas untuk kegiatan pembelajaran di luar ruang kelas. Kualitasnya pun tidak kalah bagus dibandingkan provinsi-provinsi lain. Para pemimpin daerah sebaiknya mendorong sekolah-sekolah untuk memperkenalkan siswa pada lingkungan di sekitar mereka sebelum melakukan kunjungan ke daerah lain.

Dari sudut pandang pariwisata, ASITA sebagai wadah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata, berkewajiban menyampaikan keluhan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh anggotanya. Implementasi dari Peraturan Gubernur Jawa Barat mengenai larangan study tour dinilai dapat mengancam masa depan bisnis perjalanan wisata.

Pernyataan tidak diperbolehkannya lagi kegiatan study tour juga merupakan ‘tamparan keras’ kepada para pelaku usaha perjalanan. Itu berarti, pelayanan perjalanan wisata harus lebih bertanggung jawab dan menjaga kualitas layanan yang telah dijanjikan sesuai biaya yang dikeluarkan oleh konsumen.

‘’Kewajiban kita sebagai orang tua memperkenalkan akar budaya kita. Sekolah dan penyelenggara study tour bisa memperkenalkan akar budaya melalui pariwisata,’’ ujar Daniel Guna Nugraha, Ketua DPD ASITA Jawa Barat.  

Dia mencontohkan, banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh siswa di Kampung Naga, Tasikmalaya. Di situ mereka bisa belajar menganyam bambu, pergi ke sawah untuk ikut bercocok tanam dan memanen dengan beradab dan berbudaya, serta memasak dan makan bersama keluarga tuan rumah.

Untuk memperkenalkan warisan budaya tak benda Indonesia seperti batik, yang sudah diakui oleh UNESCO, sekolah dapat mengatur perjalanan ke sentra-sentra batik Jawa Barat seperti Kampung Trusmi di Cirebon. Di situ siswa bisa praktik membatik di bawah bimbingan pebatik, mengenal motif-motif batik dan mengetahui makna dan filosofinya dari keluarga pengusaha batik dan lain-lain.

‘’Kegiatan pariwisata seperti di atas jarang dilakukan oleh sekolah-sekolah di Jawa Barat. Padahal, penekanan mengenal potensi dan citra diri di wilayah kita sangatlah penting dengan kemajuan dan perkembangan zaman seperti sekarang,’’ tutur Daniel.

Dari pengalamannya menangani field trip dari Singapura, di sana sekolah memilih vendor kegiatan melalui lelang. Tour operator yang mengikuti lelang wajib mengisi assesment. Materi assesment sudah diatur dan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Singapura. Vendor yang menjalakan kegiatan tidak sesuai dengan standar akan mendapat sanksi. Menurut Daniel, sistem semacam ini sangat mungkin untuk diterapkan di Jawa Barat. 

Materi assesment meliputi: pemilihan tema study tour yang wajib berkorelasi dengan mata pelajaran di sekolah; penginapan/hotel harus memenuhi syarat minimal akomodasi yakni bersertifikat CHSE/PHRI dan verifikasi dari Dinas Kesehatan setempat dengan memperlihatkan bukti sertifikat kelayakannya; restoran dan menu makanan yang akan disajikan sesuai dengan kebutuhan gizi sehat yang diperlukan siswa/peserta dan dibuktikan dengan uji kalayakan dari Dinas Kesehatan dan PHRI; kendaraan pariwisata yang digunakan laik jalan, memiliki perizinan dari Kementerian Perhubungan RI berupa Izin Operasional dan Kartu Pengawasan, KIR dari DISHUB, dan STNK yang masih berlaku; rombongan siswa wajib ditemami pemandu wisata atau penerjemah yang berpengalaman dan tersertifikasi dari BNSP dan berafiliasi dengan Himpunan Pemandu Wisata resmi di Indonesia; travel agent/tour operator wajib memiliki izin usaha, berlisensi, dan berafiliasi dengan Asosiasi Perjalanan Wisata resmi di Indonesia dengan menunjukan NIA, NIB dan NPWP; perusahaan travel agent/tour operator juga wajib mempunyai Travel Consultant/Tour Manager berpengalaman dan tersertifikasi dari BNSP; jaminan asuransi perjalanan wisata; dan wajib mencantumkan alamat dan nomor layanan Kepolisian di sepanjang rute perjalanan.

‘’Prinsip dari assesment itu adalah untuk melindungi siswa. Dan tour operator wajib memberikan pelayanan prima sesuai dengan yang telah ditentukan oleh sekolah dan peraturan pemerintah di negara itu,’’ tambahnya.

Efek larangan study tour telah menimbulkan kekhawatiran, bukan hanya di kalangan pelaku industri pariwisata di Jawa Barat saja tetapi juga menjalar ke provinsi lain di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Bali. Karena dampak industri pariwisata terhadap perekonomian suatu wilayah mencakup pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah perlu segera menetapkan standar penyelenggaraan study tour. Kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan, serta asosiasi komite sekolah dan pelaku industri pariwisata sangat penting untuk menemukan solusi dan menetapkan standar yang jelas. ***(Yun Damayanti)

LANGKAH STRATEGIS JAWA BARAT MEMPROMOSIKAN PARIWISATA DAN MENGHADAPI ISU KESELAMATAN BERWISATA DI DESTINASI

LANGKAH STRATEGIS JAWA BARAT MEMPROMOSIKAN PARIWISATA DAN MENGHADAPI ISU KESELAMATAN BERWISATA DI DESTINASI

Tourism for Us – Pemangku kepentingan pariwisata di Jawa Barat mengambil langkah strategis untuk kembali mempromosikan destinasi. Dan pada saat yang sama provinsi ini menghadapi isu keselamatan berwisata di destinasi. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata [more]

PERAMPINGAN JUMLAH BANDARA INTERNASIONAL TIDAK BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP BISNIS PARIWISATA INBOUND INDONESIA

PERAMPINGAN JUMLAH BANDARA INTERNASIONAL TIDAK BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP BISNIS PARIWISATA INBOUND INDONESIA

Tourism for Us – Kebijakan pemerintah ‘merampingkan’ jumlah bandara internasional dari 34 bandara menjadi 17 bandara tidak berpengaruh signifikan terhadap bisnis pariwisata inbound Indonesia. Karena bandara-bandara internasional yang paling banyak dilalui atau pintu utama wisatawan mancanegara (wisman) seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara [more]

MEMAHAMI PROFIL WISNUS PADA PERIODE LIBUR LEBARAN 2024

MEMAHAMI PROFIL WISNUS PADA PERIODE LIBUR LEBARAN 2024

Tourism for Us – Pergerakan masyarakat secara nasional pada periode libur Lebaran 2024 berpotensi mencapai 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan pergerakan masyarakat pada masa libur Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang. Demikian menurut hasil survey yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

(Foto: BKIP Kemenhub) 

Dikutip dari situs Kementerian Perhubungan, Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta melibatkan para pakar dan akademisi di bidang transportasi telah mengadakan survei potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024 (Idul Fitri 1445 H).

Hasil survei menunjukkan, daerah asal perjalanan terbanyak yaitu Jawa Timur sebesar 16,2% (31,3 juta orang), disusul Jabodetabek sebesar 14,7% (28,43 juta orang), dan Jawa Tengah sebesar 13,5% (26,11 juta orang).

Sementara itu, daerah tujuan terbanyak yaitu Jawa Tengah sebesar 31,8% (61,6 juta orang), Jawa Timur sebesar 19,4% (37,6 juta orang), dan Jawa Barat sebesar 16,6% (32,1 juta orang).

Sedangkan minat masyarakat terhadap pemilihan penggunaan angkutan untuk mudik lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3% (39,32 juta), bus 19,4% (37,51 juta), mobil pribadi 18,3% (35,42 juta), dan sepeda motor sebesar 16,07% (31,12 juta).

Menurut hasil survey tersebut, minat masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pandemi COVID-19 sudah berakhir, ekonomi keluarga, cuti bersama, liburan anak sekolah, peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana transportasi, serta kondisi cuaca.

Wisatawan domestik mulai mengalir ke Yogyakarta sejak level PPKM di Jawa Bali diturunkan. (Foto: Yun Damayanti)

Sedangkan hasil kajian strategis Kemenparekraf menunjukkan, pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) akan mengikuti tujuan mudik masyarakat. Karena mudik sekarang juga dimaknai sebagai waktunya berwisata.

Merujuk pada hasil survey Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub, destinasi-destinasi di Jawa Tengah berpotensi dikunjungi 61,6 juta orang. Begitupun destinasi-destinasi di Jawa Timur berpotensi akan dikunjungi 37,6 juta orang dan Jawa Barat 32,1 juta orang.

Pelaku perjalanan atau wisnus berasal dari daerah Jawa Timur 16,2 persen, Jabodetabek 14,7 persen, dan Jawa Tengah 13,5 persen.

Para pemudik yang sekaligus calon wisnus itu akan melihat kemungkinan berwisata yang dapat dijangkau dengan menggunakan moda transportasi yang digunakannya untuk mudik. Maka destinasi dan daya tarik yang terjangkau dengan keempat moda transportasi paling banyak dipilih pemudik tersebut berpeluang untuk dikunjungi.

Preferensi daya tarik wisata di musim libur Lebaran 2024 menurut hasil analisis sementara dan survei yang dilakukan oleh Kemenparekraf adalah pantai/danau, pusat kuliner, pegunungan/agrowisata, taman rekreasi/kebun binatang, dan pusat perbelanjaan.

Destinasi-destinasi wisata favorit masyarakat di musim libur Lebaran tahun ini belum menunjukkan pergeseran daripada tahun-tahun sebelumnya. Di D.I. Yogyakarta, kawasan Malioboro dan pantai Parangtritis masih menjadi tujuan wisata favorit. Di Jawa Tengah, Candi Borobudur juga masih menjadi primadona. Melihat matahari terbit di Bromo merupakan pengalaman paling diinginkan di Jawa Timur. Sedangkan di Jawa Barat, kawasan Ciwidey dan Lembang di Bandung, kawasan pantai Pangandaran, serta kawasan Puncak, Bogor-Cianjur dan Kebun Binatang Ragunan Jakarta akan diserbu lagi oleh wisatawan dari Jabodetabek.  

Masih menurut hasil kajian strategis Kemenparekraf, rata-rata durasi berwisata wisnus di musim libur Lebaran 2024 mulai dari perjalanan satu hari (daytrip)  hingga menginap antara 2 hingga 4 hari.

Kemenparekraf bekerja sama dengan Jasa Marga dan PT KAI untuk mengamplifikasi ajakan liburan #DiIndonesiaAja. (Foto: Yun Damayanti)

Melihat pola perjalanan dan preferensi moda transportasi yang dipilih oleh pemudik, Kemenparekraf bekerja sama dengan Jasa Marga dan PT KAI untuk mengamplifikasi ajakan liburan #DiIndonesiaAja.

‘’Dalam rangka menggelorakan lebaran, kami bekerja sama dengan mitra yakni Jasa Marga, Kereta Api Indonesia dan Damri. Bersama Jasa Marga kami menyediakan banner di rest area jalan tol yang memuat informasi destinasi wisata serta paket wisata Nusantara (Pakwisnu),’’ ujar Direktur Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Yohanes De Britto Titus Haridjati pada ‘’The Extended Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (1/4/2024), di Manhattan Hotel, Jakarta.

Merujuk pada pengalaman tahun lalu, Kemenparekraf telah memperbaharui E-Katalog Mudik Jelajah Masjid. E-Katalog tahun lalu memuat informasi 27 masjid di empat jalur utama mudik. E-Katalog tahun ini memuat lebih banyak informasi. E-Katalog Mudik Jelajah Masjid adalah sebuah panduan berisi daftar masjid yang terletak di sekitar jalur mudik juga memiliki potensi sebagai destinasi pariwisata.

Proyeksi perputaran ekonomi  tidak lepas dari potensi pergerakan masyarakat selama periode libur Lebaran 2024. Dari 193,6 juta orang yang melakukan mobilitas selama libur lebaran, Kemenparekraf memproyeksikan perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan mencapai Rp 276,11 triliun. Jumlah ini meningkat 15 persen dibandingkan dengan perputaran ekonomi pada libur lebaran tahun sebelumnya sebesar Rp 240,01 triliun. ***(Yun Damayanti) 

PEMERINTAH AKAN TERBITKAN DAFTAR BIS PARIWISATA LAYAK DIGUNAKAN

PEMERINTAH AKAN TERBITKAN DAFTAR BIS PARIWISATA LAYAK DIGUNAKAN

Tourism for Us – Pemerintah akan memperketat pengawasan seiring dengan semakin meningkatnya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bis pariwisata. Menjelang mudik Lebaran 2023, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan ramp check terhadap 16.000 bis pariwisata dan sidak di luar pengecekan tersebut. Selain itu, daftar bis pariwisata yang [more]

GERAK CEPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN KONEKTIVITAS DI 5 DESTINASI SUPER PRIORITAS

GERAK CEPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN KONEKTIVITAS DI 5 DESTINASI SUPER PRIORITAS

Tourism for Us – Pariwisata, ekonomi kreatif, dan perhubungan memiliki hubungan timbal balik yang erat. Ketiganya saling membutuhkan dan mendukung antara satu dengan yang lain. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi [more]