Tourism for Us – Menjelang ajang Indofood Bintan Trithlon 2026 yang akan segera berlangsung dari tanggal 2 sampai dengan 4 Oktober 2026, persiapan terlihat di kawasn Bintan Resorts. Registrasi yang ditutup pada 17 September 2026 mencatat sebanyak 583 peserta dari 32 negara di dunia akan [more]
Tourism for Us – Pilihan akomodasi bintang di Batam semakin beragam dengan hadirnya Grand Mercure Batam Center, yang menawarkan layanan dan keramahan premium. Grand Mercure, brand dari Accor, dikenal dengan pengalaman budaya yang mendalam dan perayaan warisan nasional dalam sentuhan modern, resmi dibuka, Minggu (25/5/2025). [more]
Tourism for Us – Performa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menunjukkan tren positif selama separuh pertama tahun 2024. Kunjungan wisman secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2024 mencapai 9,09 juta atau atau naik 20,38 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dermaga Kedatangan di Terminal Feri Internasional Nongsapura Batam. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2024), menerangkan, Kemenparekraf menetapkan dua skenario yakni target bawah dan target atas. Target bawah sebesar 10,41 juta wisman dan target atas sebesar 14,3 juta wisman.
“Capaian Januari hingga Agustus sudah mencapai 87,35 persen untuk target bawah. Sementara, target atas kita telah mencapai 63,59 persen,” ujar Nia.
Saat ini, kontribusi penyumbang wisman periode Januari – Agustus 2024, secara berurutan, berasal dari Malaysia, Australia, Tiongkok, Singapura, dan Timor Leste. Adapun salah satu pintu masuk utama yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, wisman yang melewati pintu masuk ini mendekati 2,95 juta wisatawan.
“Yang menjadi pekerjaan rumah terbesar adalah pintu di Batam-Bintan atau Kepulauan Riau (Kepri). Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup jauh dari target per pintu atau masih berkisar di bawah 700 ribu wisatawan yang masuk,” kata Nia.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan target ketersediaan kursi penerbangan untuk mendatangkan wisman. Menilik data dari Amadeus Travel Intelligence, proyeksi perbandingan penggunaan seat capacity penerbangan pada periode Januari – Desember 2024 sebesar 67 persen atau 15,8 juta digunakan untuk wisman dan 33 persen atau 7,7 juta digunakan untuk wisnas.
“Kalau kita lihat di data Amadeus dari Januari sampai Agustus komposisinya kurang lebih sama. Lebih didominasi oleh orang yang masuk atau wisatawan mancanegara yang mencapai 9,09 juta. Ini pertanda yang bagus sesungguhnya dari sisi aksesibilitas. Dan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan yang sudah banyak memberikan jalan keluar untuk penambahan aksesibilitas,” tutur Nia.
Masih menurut data dari Amadeus Travel Intelligence, jumlah pencarian destinasi Indonesia pada tahun 2024 mencapai 858 juta. Tetapi, jumlah pemesanan atau book return hanya mencapai 1,54 juta.
“Konversi booking return ternyata cukup rendah. Kalau dilihat secara presentase cuma 0,2 persen. Data ini menunjukkan masih ada ruang untuk tumbuh. Sehingga memang banyak hal yang harus dilakukan. Dalam artian, untuk menjaga top of mind tetap tinggi dan konversinya pun menjadi tinggi. Ini memang menjadi PR kita bersama,” ditambahkannya lagi.
Ekspor-impor pariwisata masih aman
Nia kemudian menyoroti, perbandingan antara wisatawan nasional (wisnas) yakni wisatawan Indonesia yang ke luar negeri dengan dan wisman yang masuk ke Indonesia masih menunjukan surplus. Secara kumulatif pada periode Januari – Agustus 2024 jumlah wisatawan Indonesia yang berpelesir keluar negeri sebanyak 5,99 juta.
“Masih ada surplus sebesar 3,10 juta kunjungan. Tetapi harapan kita wismannya semakin besar dan wisnasnya semakin kecil. Memang secara year-on-year ada peningkatan tetapi month-to-month untuk wisnas menurun. Ini mungkin terkait berakhirnya masa liburan sekolah,” tambahnya.
Berdasarkan destinasi tujuan wisnas, Malaysia masih mendominasi. Kemudian disusul Arab Saudi, Singapura, Thailand, dan Timor Leste. Adapun pintu utama yang dilalui wisnas meliputi Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional Hang Nadim, Bandara Internasional Kualanamu, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Sementara perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada periode Januari hingga Agustus 2024 secara kumulatif mencapai 674,60 juta atau meningkat 19,20 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 565,93 juta. Jumlah perjalanan wisnus pada separuh tahun 2024 baru mencapai 53,97 persen dari 1,25 miliar perjalanan target bawah atau 44,97 persen dari 1,5 miliar perjalanan target batas atas. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada semester I tahun 2024 naik 21,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Secara akumulatif, kunjungan wisman selama Januari-Juni 2024 mencapai 6.413.201. Pada periode yang sama tahun lalu jumlahnya 5,299 juta wisman. Kunjungan wisman [more]
Tourism for Us – Setelah lebih dari satu bulan bertahan sebagai hotel nomor 1 di Batam dan Kepulauan Riau (Kepri) berdasarkan penilaian wisatawan, Hotel Santika Batam mendapatkan Tripadivsor’s® Travellers’ Choice® Awards untuk tahun 2024. Hotel dari grup Santika Indonesia Hotels & Resorts yang dikenal lewat [more]
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berencana membuka kembali perbatasan dengan Singapura melalui SAFE TRAVEL ARRANGEMENT mulai dari 21 April 2021. Kali ini cakupannya lebih luas tidak hanya bagi pejalan bisnis tetapi juga dibuka bagi wisatawan (leisuretravelers) baik warga negara Singapura maupun orang asing yang tinggal dan bekerja (residents) di negara itu.
Crystal Lagoon, Treasure Bay, kolam renang air asin terbesar di Asia Tenggara, salah satu satu daya tarik di Bintan. [Foto; Kemenparekraf]
Destinasi SAFE TRAVEL ARRANGEMENT di Kepri ditentukan di kawasan pariwisata terpadu ekslusif Nongsa Batam dan Bintan Lagoi Resort. Pemilihan kedua destinasi tersebut karena memiliki aksesibilitas langsung dari Singapura, amenitas dan atraksi lengkap dalam satu kluster, dan standar protokol kesehatan (CHSE) sudah dijalankan secara ketat dan disiplin.
Pintu masuk ditentukan di Nongsapura Ferry Terminal di Pulau Batam dan Bandar Bentan Telani Terminal di Pulau Bintan. Kedua terminal ferry tersebut terhubung langsung dengan terminal ferry di Singapura.
Dikutip dari siaran pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, wisatawan mancanegara (wisman) yang datang dari Singapura ke kedua destinasi SAFE TRAVEL ARRANGEMENT di Kepri telah melakukan tes PCR terlebih dahulu dan membawa hasil tesnya sebagai bagian dari dokumen perjalanan. Pada saat kedatangan, wisatawan akan melalui tes lagi dengan menggunakan alat deteksi Genose Covid19 di pintu masuk. Selain itu, ada aplikasi khusus yang mesti diunduh oleh wisatawan.
Salah satu persiapan jelang travel corridor arrangement kedua di Kepri dilakukan percepatan vaksinasi kepada pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) serta penduduk di sekitar kawasan Nongsa, Batam dan Bintan Lagoi. Pemprov Kepri menargetkan jumlahnya sebanyak 1500 orang di Batam dan 2000 orang di Bintan Lagoi. Vaksinasi perdana bagi pelaku parekraf di Batam dilaksanakan di Batam View Beach Resort, Sabtu (20/3/2021). Vaksinasi diharapkan sudah bisa selesai sebelum 21 April 2021.
Area marina di kawasan Nongsa, Batam. [Foto; Kemenparekraf]
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, vaksinasi hanya salah satu pilar untuk mengatasi pandemi COVID19.
“Setelah vaksin tetap harus melaksanakan 3M, 3T, dan evaluasi terus. Di Bintan dan Nongsa, Batam angka penyebaran COVID19 sudah nol. Tapi, kita jangan jumawa, harus tetap dipantau dengan ketat,“ ujar Menparekraf.
Edi Sutrisno, Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board, menjelaskan, jelang travel corridor arrangement kedua di Kepri ada langkah-langkah yang sedang dilakukan yaitu:
Vaksinasi terhadap seluruh front liners dan karyawan di back office di restoran, hotel, terminal ferry dan lain-lain. Ini juga merupakan salah satu syarat agar bisa menerima wisman.
Memperkuat kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan di Batam dan Bintan.
Setiap atraksi di Batam dan Bintan wajib mempunyai sertifikat CHSE sebagai jaminan kepada wisatawan bahwa pengelola atraksi telah memenuhi dan melaksanakan standar protokol kesehatan.
“Langkah keempat, ini yang kami harapkan, bisa dilakukan promosi mengenai Batam dan Bintan di media di Singapura,“ kata Edi.
Sampai dengan saat ini, pemerintah Indonesia masih melakukan pembicaraan intensif dengan pemerintah Singapura terkait pembukaan safe travel corridor antar kedua negara. Selain itu, kebijakan pemberian akses bebas visa kunjungan dan visa kunjungan bagi warga negara asing masih dalam proses konsolidasi dengan Kementerian Hukum dan HAM.
Menurut catatan Batam Tourism and Promotion Board, jumlah kunjungan wisman ke Batam saja rata-rata mencapai 150.000 orang per bulan. Itu sebelum pandemi COVID19. Pada tahun 2020 jumlah kunjungan wisman rata-rata kurang dari 2.000 orang per bulan. Dan mulai 2021 jumlah kunjungan menukik tajam jadi kurang dari 500 wisman per bulan.*** (Yun Damayanti)