Tag: PATA

PATA: PARIWISATA ASIA PASIFIK HAMPIR PULIH SEPENUHNNYA, MENCAPAI 295,7 JUTA PADA PARUH PERTAMA TAHUN 2025

PATA: PARIWISATA ASIA PASIFIK HAMPIR PULIH SEPENUHNNYA, MENCAPAI 295,7 JUTA PADA PARUH PERTAMA TAHUN 2025

Tourism for Us – Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) baru saja merilis Laporan Pariwisata Tahunan 2025, yang menyoroti pemulihan luar biasa dalam jumlah kedatangan wisatawan internasional (international visitors arrival/IVA) di kawasan Asia Pasifik. Menurut laporan tersebut, IVA pada tahun 2024 mencapai 647,9 juta di 46 [more]

PATA: PERGERAKKAN WISATAWAN INTERNASIONAL AKAN MENCAPAI HAMPIR 800 JUTA DI KAWASAN ASIA PASIFIK PADA TAHUN 2027 DI TENGAH KONDISI GLOBAL YANG TIDAK MENENTU

PATA: PERGERAKKAN WISATAWAN INTERNASIONAL AKAN MENCAPAI HAMPIR 800 JUTA DI KAWASAN ASIA PASIFIK PADA TAHUN 2027 DI TENGAH KONDISI GLOBAL YANG TIDAK MENENTU

Tourism for Us – Pergerakan perjalanan internasional di kawasan Asia Pasifik akan mencapai hampir 800 juta wisatawan pada tahun 2027. Meskipun terdapat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, kawasan ini tetap menjadi kawasan pariwisata yang tangguh dan menarik. Pacific Asia Travel Association (PATA) merilis Laporan Terkini [more]

PATA PRAKIRAKAN PERJALANAN INTERNASIONAL DI KAWASAN ASIA PASIFIK MENGUAT PADA 2024, SUMBER PASAR ASIA TIMUR PENGUNGKIT KEBANGKITAN PARIWISATA DI KAWASAN

PATA PRAKIRAKAN PERJALANAN INTERNASIONAL DI KAWASAN ASIA PASIFIK MENGUAT PADA 2024, SUMBER PASAR ASIA TIMUR PENGUNGKIT KEBANGKITAN PARIWISATA DI KAWASAN

Tourism for Us – Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) baru saja merilis Laporan Tengah Tahun ‘’Prakiraan Pengunjung Asia Pasifik 2024-2026’’. Dalam laporan itu   memprediksi kenaikan tajam dalam kedatangan pengunjung internasional di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2024. Ini memperkuat angka prakiraan awalnya yang dirilis pada awal tahun ini.

Sumber; PATA

Pembaruan ini, yang dirilis pada awal Juli, mendukung prediksi laporan sebelumnya tentang pertumbuhan tahunan yang kuat dalam kedatangan pengunjung internasional (international visitor arrivals/IVA) ke dan di seluruh Asia Pasifik, melampaui level pra-pandemi 2019 untuk pertama kalinya pada tahun 2024 di bawah skenario ringan, dan pada tahun 2025 di bawah skenario sedang. Namun, tantangan tetap ada karena skenario parah memprediksi kedatangan pada tahun 2024 akan tetap 31% di bawah level 2019, dan 13% di bawah tolok ukur pada tahun 2026.

Selain itu, PATA juga telah menerbitkan 39 laporan individual dari seri ‘’Prakiraan Destinasi Asia Pasifik 2024-2026’’ yang disponsori oleh Visa dan menampilkan wawasan dan data terkini dari Euromonitor International dan Visa.

CEO PATA Noor Ahmad Hamid dalam keterangan tertulis mengatakan, prakiraan skenario yang parah mengingatkan bahwa meskipun keadaan saat ini positif, dengan proyeksi pertumbuhan yang umumnya optimis, bahaya masih membayangi.

“Ketegangan geopolitik, dampak perubahan iklim, dan ketidakpastian ekonomi terbukti menjadi sumber hambatan bagi pertumbuhan pariwisata Asia Pasifik, yang menyoroti kebutuhan kritis akan upaya berkelanjutan untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat secara efektif mengatasi tantangan tersebut,” kata Hamid.

Meskipun terdapat tingkat pemulihan yang tidak merata di setiap kawasan dan subkawasan di Asia Pasifik, angka IVA di Asia, Amerika, dan Pasifik diprediksi akan melampaui level tahun 2019 pada tahun 2024, dalam skenario ringan. Momentum ini diprediksi akan berlanjut hingga tahun 2025 dan 2026, dengan angka IVA di ketiga kawasan tujuan diperkirakan akan melampaui angka tahun 2019.

Sebagaimana yang diharapkan, prakiraan skenario parah jauh lebih lemah dan meskipun angka IVA diprediksi akan terus meningkat ke level 2019 pada akhir 2026, namun peningkatan tersebut terjadi pada laju yang jauh lebih lambat.

Pada tingkat subwilayah tujuan, beberapa tingkat pertumbuhan tahunan IVA yang sangat kuat diperkirakan terjadi pada tahun 2024 berdasarkan skenario sedang, dengan delapan dari 11 subwilayah diprediksi memiliki tingkat pertumbuhan tahunan di atas 10%, dipimpin oleh Mikronesia, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara dengan peningkatan masing-masing sebesar 77,8%, 47,0%, dan 36,0%.

Namun, jika menyangkut peningkatan tahunan dalam jumlah absolut IVA, subwilayah tujuan Asia Timur Laut, Asia Tenggara, dan Amerika Utara memimpin, dengan peningkatan masing-masing sebesar 44,6 juta, 36,2 juta, dan 12,7 juta.

Pendorong sebagian besar perluasan jumlah IVA antara tahun 2023 dan 2024 sebagian besar adalah sumber pasar Asia Timur Laut dengan Tiongkok, Makau, dan Korea Selatan (ROK) masing-masing menambahkan 35,9 juta, 8,5 juta, dan 7,6 juta IVA tambahan ke jumlah IVA Asia Pasifik.

Selama periode 2023 hingga 2026, Asia Timur Laut masih mendominasi, dengan lima sumber pasar teratas berdasarkan IVA tambahan yang dihasilkan semuanya berasal dari subwilayah tersebut. Secara khusus, tujuh sumber pasar diperkirakan akan menambahkan lebih dari 111 juta IVA masing-masing ke jumlah pengunjung internasional di Asia Pasifik dengan AS menjadi satu-satunya sumber pasar di luar Asia Timur Laut dalam daftar peringkat tersebut.

Cara lain untuk mengenali kekuatan Asia Timur Laut sebagai pembangkit IVA di seluruh Asia Pasifik antara tahun 2023 dan 2026 adalah dengan memahami bahwa dari 258,3 juta IVA tambahan yang diprediksi untuk Asia Pasifik selama periode tersebut, 60% diperkirakan berasal dari sumber pasar Asia Timur Laut.

Prakiraan terkini untuk 39 destinasi di Asia Pasifik dikembangkan secara terperinci melalui serangkaian laporan individual yang juga telah dirilis oleh PATA. Dalam laporan individual ini, perhatian diberikan pada kriteria penting tambahan termasuk wilayah sumber IVA, musim, dan perubahan kapasitas angkutan udara.

Hamid berkomentar, “Laporan pertengahan tahun ini merupakan indikator positif bahwa kawasan ini sedang mengalami kemajuan menuju pertumbuhan, bahkan dengan kemungkinan skenario yang parah. Selain itu, peningkatan IVA yang diproyeksikan siap memberikan kontribusi substansial terhadap Kelengkapan dari Ekonomi Pengunjung. Namun, kita tidak boleh kembali memprioritaskan jumlah kedatangan saja ketika menyangkut pemulihan dan pertumbuhan industri kita. Sangat penting bagi para pemangku kepentingan industri pariwisata untuk memfokuskan diri pada metode promosi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam mengelola pertumbuhan volume sebagai cara untuk mendorong tren positif ini, dengan berfokus pada pengalaman pariwisata yang berkualitas, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan masyarakat.”

Rangkaian laporan yang diperbarui oleh PATA telah dirancang khusus untuk dapat digunakan oleh Badan-badan Pariwisata Nasional, dengan masing-masing laporan memiliki penerapan langsung bagi operator yang datang dan pergi serta pemasok ke dan di dalam destinasi. Laporan meliputi 39 destinasi berbeda di kawasan Asia Pasifik. Setiap laporan memberikan wawasan yang dapat diukur tentang arus perjalanan masuk yang sebenarnya dan yang diproyeksikan, prospek dan tren ekonomi, dan analisis PEST dengan penerapan langsung dalam proses perencanaan strategis dan pemasaran. ***(Yun Damayanti)