Tourism for Us – Pacific Asia Travel Association (PATA) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan TOP25 Restaurants, sebuah sistem pemeringkatan perjalanan berbasis kecerdasan buatan yang menyediakan panduan perjalanan untuk berbagai atraksi wisata. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Noor Ahmad Hamid, CEO PATA, dan Bernard Metzger, Pendiri dan [more]
Tourism for Us – Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) baru saja merilis Laporan Pariwisata Tahunan 2025, yang menyoroti pemulihan luar biasa dalam jumlah kedatangan wisatawan internasional (international visitors arrival/IVA) di kawasan Asia Pasifik. Menurut laporan tersebut, IVA pada tahun 2024 mencapai 647,9 juta di 46 [more]
Tourism for Us – Pergerakan perjalanan internasional di kawasan Asia Pasifik akan mencapai hampir 800 juta wisatawan pada tahun 2027. Meskipun terdapat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, kawasan ini tetap menjadi kawasan pariwisata yang tangguh dan menarik.
(Sumber: PATA)
Pacific Asia Travel Association (PATA) merilis Laporan Terkini Pertengahan Tahun (Mid-year Update) ’’Asia Pacific Visitor Forecasts 2025–2027’’, yang telah diterbitkan sebelumnya pada bulan Maret. Laporan terkini ini berdasarkan data tentang pemulihan dan pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik, yang memproyeksikan lalu lintas wisatawan internasional di 39 destinasi dalam tiga skenario berbeda – yang sangat penting bagi para pemangku kepentingan pariwisata dalam mengarungi lanskap global yang terus berubah saat ini.
Di tengah meningkatnya tantangan global – termasuk konflik geopolitik yang sedang berlangsung, ketidakpastian ekonomi, volatilitas mata uang, dan meningkatnya sentimen negatif penduduk setempat terhadap pariwisata massal – pembaruan ini menawarkan wawasan berharga tentang bagaimana industri pariwisata Asia Pasifik dapat tetap kompetitif, tangguh, dan berwawasan ke depan.
“Pembaruan pertengahan tahun ini lebih dari sekadar perkiraan – ini adalah panduan strategis bagi para pemimpin pariwisata di seluruh kawasan,” kata CEO PATA Noor Ahmad Hamid dalam pernyataan tertulis.
Lebih lanjut diterangkannya, “Seiring industri bergulat dengan kekuatan yang tidak dapat diprediksi mulai dari geopolitik hingga inflasi global, tetap mendapatkan informasi melalui wawasan yang tepat waktu dan berbasis bukti menjadi lebih penting dari sebelumnya. Dengan enam bulan terakhir yang membawa gelombang perkembangan yang berdampak langsung pada industri kami, laporan ini memberdayakan destinasi dan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi pergeseran pasar, bersiap menghadapi disrupsi, dan mengungkap peluang yang muncul – mulai dari wisata kebugaran dan pengaruh digital, hingga geografi sumber pasar yang berubah.”
Wawasan Utama dari Prakiraan Pengunjung Asia Pasifik 2025–2027: Pembaruan Pertengahan Tahun adalah sebagai berikut:
• Lintasan Pertumbuhan Pengunjung: Berdasarkan skenario sedang, kedatangan pengunjung internasional (IVA) ke Asia Pasifik diperkirakan mencapai 801 juta pada tahun 2027, naik dari 692 juta pada tahun 2025.
• Destinasi Pemulihan yang Kuat: Tiongkok tetap menjadi pasar inbound teratas, diperkirakan akan menyambut hingga 148 juta pengunjung pada tahun 2027. Amerika Serikat (AS) dan Turki menyusul dengan ketat. Khususnya, Turki dan Mongolia siap untuk pemulihan yang paling kuat, melampaui level sebelum pandemi.
• Sumber Pasar yang Berkembang: Tiongkok terus memimpin perjalanan keluar (outbound), dengan AS, Korea Selatan (ROK), dan Jepang menunjukkan stabilitas. Sementara itu, India, Inggris, dan Federasi Rusia menjadi sumber pasar yang semakin signifikan, yang mencerminkan diversifikasi yang lebih luas dalam permintaan perjalanan regional.
• Kebijakan dan Perubahan Mata Uang Mengubah Perjalanan: Perubahan seperti hari libur umum Tiongkok yang diperpanjang, nilai tukar mata uang yang terus berkembang, dan konflik tarif mengubah pola perjalanan keluar dan membuka koridor regional baru untuk perjalanan.
• Meningkatnya Pariwisata Kesehatan: Dengan populasi yang menua di banyak sumber pasar, minat terhadap perjalanan kesehatan preventif dan kesehatan meningkat pesat – sebuah peluang bagi destinasi untuk mengembangkan penawaran yang lebih inklusif dan berfokus pada kesehatan.
• Pengaruh Digital Mendorong Permintaan: Media sosial, terutama konten yang dibuat pengguna, dengan cepat memengaruhi wisatawan yang lebih muda, mendorong permintaan akan momen perjalanan yang autentik, berdasarkan pengalaman, dan dapat dibagikan.
Prakiraan tersebut mengakui lingkungan yang tidak stabil dan memberikan panduan penting untuk pemulihan dan perencanaan strategis jangka panjang. Pembaruan pertengahan tahun yang komprehensif ini dikembangkan bekerja sama dengan Pusat Penelitian Perhotelan dan Pariwisata di Sekolah Manajemen Perhotelan dan Pariwisata di Universitas Politeknik Hong Kong, dengan kontribusi dari anggota destinasi PATA dan mitra data regional. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) baru saja merilis Laporan Tengah Tahun ‘’Prakiraan Pengunjung Asia Pasifik 2024-2026’’. Dalam laporan itu memprediksi kenaikan tajam dalam kedatangan pengunjung internasional di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2024. Ini memperkuat angka prakiraan awalnya yang dirilis pada [more]