Tourism for Us – Restoran Sederhana resmi menggantikan peran Warung Pariaman dalam menyajikan kuliner khas Minangkabau di Singapura. Warung Pariaman telah berdiri hampir delapan dekade di Kampong Glam dan telah menjadi salah satu ikon di kawasan heritage ini. Posisinya hanya 70 meter dari Masjid Sultan [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Misi Penjualan (Sales Mission) di Singapura dan Johor Bahru, Malaysia, pada akhir September 2023. Pemerintah menargetkan 917.000 wisatawan Singapura dan 656.300 wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia pada tahun 2023. Misi [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar Sales Mission di Singapura untuk memperbaharui informasi kebijakan perjalanan dan wisata ke Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan Singapura ke Indonesia selama Januari-Juli 2022 baru mencapai 153.006 wisatawan.
Kemenparekraf kembali menggelar Sales Mission di Singapura.(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
’’Wonderful Indonesia Sales Mission in Singapore’’ berlangsung pada Jumat (30/9/2022) di Singapore Marriott Tang Plaza Hotel dan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Sales Mission diikuti oleh lebih dari 50 pelaku industri pariwisata di Singapura yang terdiri dari maskapai penerbangan, operator kapal pesiar, operator kapal feri, agen-agen perjalanan dan travel media.
Sales Mission kembali digelar mengingat Singapura merupakan salah satu pintu gerbang dunia untuk masuk ke kawasan Asia Tenggara termasuk ke Indonesia. Selain itu, sekitar 1,2 hingga 2 juta dari total 5,4 juta masyarakat Singapura ialah ekspatriat. Ini merupakan pasar yang sangat potensial mendatangkan wisatawan dari seluruh dunia ke Indonesia.
Pada Sales Mission itu, Menparekraf memaparkan upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mempercepat pemulihan pariwisata. Dan memperkenalkan desa wisata sebagai salah satu produk pariwisata andalan pasca pandemi di mana wisatawan bisa mengalami budaya, alam dan berinteraksi sosial dengan masyarakat lokal.
Menparekraf juga menyampaikan kepada forum di Sales Mission bahwa Indonesia ingin mereaktivasi pariwisata kapal pesiar. Dalam paparannya, empat pelabuhan siap menerima kembali kapal-kapal pesiar yakni Pelabuhan Benoa, Bali; Pelabuhan Tanjung Emas, Surabaya; Pelabuhan Tanjung Perak, Semarang; dan Pelabuhan Lembar, Lombok.
‘’Sasaran kami adalah meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dari kapal pesiar. Sebab potensinya masih sangat besar,’’ ujar Menparekraf Sandiaga.
Terkait kebijakan visa, Menparekraf menerangkan, digital nomad bisa masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa sosio-kultural jenis B211. Lebih lanjut, Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempermudah memperoleh visa Indonesia baik untuk digital nomad maupun wisatawan yang akan datang dengan kapal pesiar.
VITO Singapura menjelaskan, kegiatan kali ini masih fokus pada update informasi dan kebijakan perjalanan ke Indonesia bagi pelaku industi perjalanan dan pariwisata di Singapura. Tidak ada sesi table top antara sellers Indonesia dan buyers Singapura dalam Sales Mission.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pelaku industri pariwisata di Singapura senang memperoleh beberapa informasi baru dari misi penjualan Indonesia. Namun mereka berharap dapat memperoleh informasi terbaru dan ekspos destinasi-destinasi lain di luar Batam, Bintan dan Bali. Karena mereka sudah memiliki target menyelenggarakan berbagai program wisata ke [more]
Tourism for Us – Untuk mendukung mobilitas manusia yang aman, pemerintah sedang memfinalisasi pengakuan kerja sama vaksin, penyelarasan interabilitas platform pelacakan dan perlindungan yang dimiliki Indonesia dan Singapura. Kedua negara juga tengah mendiskusikan membuka akses mobilitas ke lebih banyak destinasi selain Pulau Batam dan Bintan, [more]
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berencana membuka kembali perbatasan dengan Singapura melalui SAFE TRAVEL ARRANGEMENT mulai dari 21 April 2021. Kali ini cakupannya lebih luas tidak hanya bagi pejalan bisnis tetapi juga dibuka bagi wisatawan (leisuretravelers) baik warga negara Singapura maupun orang asing yang tinggal dan bekerja (residents) di negara itu.
Crystal Lagoon, Treasure Bay, kolam renang air asin terbesar di Asia Tenggara, salah satu satu daya tarik di Bintan. [Foto; Kemenparekraf]
Destinasi SAFE TRAVEL ARRANGEMENT di Kepri ditentukan di kawasan pariwisata terpadu ekslusif Nongsa Batam dan Bintan Lagoi Resort. Pemilihan kedua destinasi tersebut karena memiliki aksesibilitas langsung dari Singapura, amenitas dan atraksi lengkap dalam satu kluster, dan standar protokol kesehatan (CHSE) sudah dijalankan secara ketat dan disiplin.
Pintu masuk ditentukan di Nongsapura Ferry Terminal di Pulau Batam dan Bandar Bentan Telani Terminal di Pulau Bintan. Kedua terminal ferry tersebut terhubung langsung dengan terminal ferry di Singapura.
Dikutip dari siaran pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, wisatawan mancanegara (wisman) yang datang dari Singapura ke kedua destinasi SAFE TRAVEL ARRANGEMENT di Kepri telah melakukan tes PCR terlebih dahulu dan membawa hasil tesnya sebagai bagian dari dokumen perjalanan. Pada saat kedatangan, wisatawan akan melalui tes lagi dengan menggunakan alat deteksi Genose Covid19 di pintu masuk. Selain itu, ada aplikasi khusus yang mesti diunduh oleh wisatawan.
Salah satu persiapan jelang travel corridor arrangement kedua di Kepri dilakukan percepatan vaksinasi kepada pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) serta penduduk di sekitar kawasan Nongsa, Batam dan Bintan Lagoi. Pemprov Kepri menargetkan jumlahnya sebanyak 1500 orang di Batam dan 2000 orang di Bintan Lagoi. Vaksinasi perdana bagi pelaku parekraf di Batam dilaksanakan di Batam View Beach Resort, Sabtu (20/3/2021). Vaksinasi diharapkan sudah bisa selesai sebelum 21 April 2021.
Area marina di kawasan Nongsa, Batam. [Foto; Kemenparekraf]
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, vaksinasi hanya salah satu pilar untuk mengatasi pandemi COVID19.
“Setelah vaksin tetap harus melaksanakan 3M, 3T, dan evaluasi terus. Di Bintan dan Nongsa, Batam angka penyebaran COVID19 sudah nol. Tapi, kita jangan jumawa, harus tetap dipantau dengan ketat,“ ujar Menparekraf.
Edi Sutrisno, Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board, menjelaskan, jelang travel corridor arrangement kedua di Kepri ada langkah-langkah yang sedang dilakukan yaitu:
Vaksinasi terhadap seluruh front liners dan karyawan di back office di restoran, hotel, terminal ferry dan lain-lain. Ini juga merupakan salah satu syarat agar bisa menerima wisman.
Memperkuat kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan di Batam dan Bintan.
Setiap atraksi di Batam dan Bintan wajib mempunyai sertifikat CHSE sebagai jaminan kepada wisatawan bahwa pengelola atraksi telah memenuhi dan melaksanakan standar protokol kesehatan.
“Langkah keempat, ini yang kami harapkan, bisa dilakukan promosi mengenai Batam dan Bintan di media di Singapura,“ kata Edi.
Sampai dengan saat ini, pemerintah Indonesia masih melakukan pembicaraan intensif dengan pemerintah Singapura terkait pembukaan safe travel corridor antar kedua negara. Selain itu, kebijakan pemberian akses bebas visa kunjungan dan visa kunjungan bagi warga negara asing masih dalam proses konsolidasi dengan Kementerian Hukum dan HAM.
Menurut catatan Batam Tourism and Promotion Board, jumlah kunjungan wisman ke Batam saja rata-rata mencapai 150.000 orang per bulan. Itu sebelum pandemi COVID19. Pada tahun 2020 jumlah kunjungan wisman rata-rata kurang dari 2.000 orang per bulan. Dan mulai 2021 jumlah kunjungan menukik tajam jadi kurang dari 500 wisman per bulan.*** (Yun Damayanti)