Tag: table top

FTTI: TABLE TOP PERTAMA UNTUK PEMASARAN PRODUK PARIWISATA WELLNESS, BAHARI, DAN GASTRONOMI

FTTI: TABLE TOP PERTAMA UNTUK PEMASARAN PRODUK PARIWISATA WELLNESS, BAHARI, DAN GASTRONOMI

Tourism for Us – Setiap sub sektor dalam industri pariwisata di Indonesia telah mengembangkan produk-produk uniknya sendiri. Namun, produk-produk ini belum sepenuhnya terintegrasi satu sama lain. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan kolaborasi dalam penyusunan paket perjalanan agar potensi masing-masing sub [more]

GARUT DAN BANDUNG TUAN RUMAH WJTM 2025

GARUT DAN BANDUNG TUAN RUMAH WJTM 2025

Tourism for Us – Pelaku industri pariwisata Jawa Barat yang dimotori oleh DPD ASITA Jawa Barat akan menggelar West Java Travel Mart (WJTM) 2025 pada 21-24 September 2025. Pada penyelenggaraan tahun ini, WJTM akan berlangsung di Kabupaten Garut dan Kota Bandung.  

(Sumber: DPD ASITA Jawa Barat)

Syaiful Wathan, Ketua Panitia WJTM 2025, mengatakan bahwa panitia menargetkan dapat menarik 60 sellers dan mendatangkan 120 buyers pada WJTM tahun ini.   

‘’Table top digelar di Aryaduta Hotel, Kota Bandung, tetapi tahun ini kami akan ajak peserta buyers mengunjungi Garut dahulu sebelum table top. Jadi kita akan pre-tour, bukan post-tour seperti sebelumnya,’’ ujar Wathan.  

Garut dipilih karena memiliki banyak tujuan wisata yang menarik. Selain alam yang indah, kabupaten ini juga memiliki sejumlah sumber air panas alami, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuat berbagai macam produk seperti kerajinan kulit dan kuliner yang terus berkembang.

Di sisi akomodasi, jumlah ketersediaan kamar dan tingkat layanan semakin bertambah. Kini, Garut mempunyai akomodasi bintang 4 di tengah kota sejak Mercure Garut City Center beroperasi awal tahun 2025.    

Sejalan dengan infrastruktur aksesibilitas darat yang terus dikembangkan di Jawa Barat, konektivitas antardestinasi pun turut meningkat. Salah satunya adalah akses menuju Garut sehingga perjalanan wisatawan semakin mudah. Konektivitas antara Bandung dan Garut ini membuka peluang untuk menciptakan produk wisata baru multidestinasi.

Melalui WJTM 2025, ASITA Jawa Barat bersama dengan pelaku industri pariwisata lainnya mengajak pelaku industri pariwisata dari daerah lain dan mancanegara untuk memperbarui pengetahuan destinasi Jawa Barat dan produk-produknya. Bandung dan Garut adalah dua wilayah yang bertetangga dengan segudang kuliner lezat, beragam pilihan tempat belanja murah dan aktivitas, dan hawa sejuk sepanjang tahun. 

Panitia masih membuka kesempatan bagi pelaku pariwisata maupun pelaku dari sektor usaha lain terkait perjalanan yang mau berpartisipasi di WJTM 2025. ‘’Pendaftaran untuk sellers dan buyers dibuka sampai 5 September 2025,’’ kata Wathan. ***(Yun Damayanti) 

TABLE TOP 2025 KOTA KINABALU, PROMOSI PARIWISATA INDONESIA PERTAMA DALAM LIMA TAHUN DI SABAH

TABLE TOP 2025 KOTA KINABALU, PROMOSI PARIWISATA INDONESIA PERTAMA DALAM LIMA TAHUN DI SABAH

Tourism for Us – Lima tahun berlalu sejak Indonesia terakhir kali menggelar misi penjualan pariwisata di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Selama itu telah terjadi perubahan-perubahan, di antaranya penerbangan langsung dari Kinabalu ke Denpasar, Bali dan Jakarta. Ketersediaan penerbangan langsung tersebut membuat akses wisatawan dari Sabah [more]

JAKARTA AKAN TETAP JADI DESTINASI PARIWISATA DAN MICE TERPENTING DI INDONESIA

JAKARTA AKAN TETAP JADI DESTINASI PARIWISATA DAN MICE TERPENTING DI INDONESIA

Tourism for Us – Jakarta akan tetap menjadi destinasi pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) terpenting di Indonesia. Sejarah panjang dan infrastruktur serta geliat bisnis tidak akan menghentikan daya tariknya. Walaupun kota megapolitan ini tidak lagi menyandang status ibukota negara Republik Indonesia. Penyelenggaraan ASITA [more]

IINTOA GELAR TABLE TOP DI BANGKOK, TTAA APRESIASI UPAYA ‘JEMPUT BOLA’ PELAKU PARIWISATA INDONESIA

IINTOA GELAR TABLE TOP DI BANGKOK, TTAA APRESIASI UPAYA ‘JEMPUT BOLA’ PELAKU PARIWISATA INDONESIA

Tourism for Us – Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) bekerja sama dengan Thai Travel Agents Association (TTAA), asosiasi agen perjalanan outbound Thailand, baru saja menyelenggarakan IINTOA Table Top 2023, Senin (28/8/2023), di Mandarin Hotel by Centre Point, Bangkok. Pertemuan business-to-business (B-to-B) yang diinisiasi dan diorganisasikan oleh asosiasi operator tur inbound Indonesia itu mendapat apresiasi pelaku-pelaku industri pariwisata Thailand karena mendatangi pasar dan menyampaikan informasi terkini mengenai keadaan destinasi-destinasi di Indonesia setelah pandemi Covid-19.

IINTOA dan non-anggota asosiasi kompak mempromosikan pariwisata Indonesia ke pasar Thailand. (Foto: IINTOA)

Sebanyak 83 buyers menghadiri IINTOA Table Top 2023. Mereka bertemu dengan 37 sellers dari Indonesia terdiri dari 20 anggota IINTOA dan 17 sellers di luar anggota asosiasi. IINTOA juga terbuka dan mengajak pelaku pariwisata dari seluruh Indonesia ikut berpartisipasi dalam misi table top.

Pertemuan bisnis tidak selesai sampai di table top. Pada hari kedua, sellers dari Indonesia melanjutkannya dengan sales call ke 15 travel agent yang tidak hadir di acara IINTOA Table Top 2023.

Candi Borobudur dan Bali masih menjadi highlight destinasi di pasar Thailand. Dari IINTOA Table Top 2023 diketahui, ada banyak permintaan dari wisatawan Thailand mau mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan air terjun Tumpak Sewu di Jawa Timur.

Selain itu, buyers sudah mendengar perihal destinasi Labuan Bajo. Tetapi, mereka masih memperhitungkan akses menuju destinasi dari Thailand. Mereka masih mempertimbangkan sebelum mengirimkan tamu-tamunya ke sana.

Ketua Umum IINTOA Paul Edmundus Talo mengatakan, respon buyers dari Bangkok sangat positif. Pasar Thailand besar. Namun, penerbangan dari Thailand hanya tersedia menuju Bali, Jakarta, dan Medan. Sampai saat ini, belum ada penerbangan ke Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Palembang, Padang dan kota-kota lainnya.

‘’Yang kurang adalah konektivitas. Bagaimanapun, kami dihargai karena mendatangi pasar, menceritakan keadaan Indonesia setelah pandemi Covid-19. Kami datang, ketuk pintunya. Kami menawarkan layanan dan memberikan informasi terbaru,’’ ujar Paul.

Senada dengan Ketum IINTOA, Monas Tjahjono, Ketua Panitia IINTOA Table Top 2023 di Bangkok, juga mengatakan, respon sangat positif datang dari buyers. Mereka mau menjual paket-paket perjalanan ke Indonesia dengan akomodasi hotel bintang 4.   

‘’Karena tamu-tamu mereka maunya hotel bintang 4. Jadi mereka juga tidak pernah kasih ke tamunya hotel bintang 3. Mereka menganggap, tamu-tamunya ialah VIP. Maka yang dipakai oleh agen-agen di Thailand minimal hotel bintang 4. Tidak mau bintang 3,’’ tutur Monas.  

Sukses menggelar IINTOA Table Top 2023 di Bangkok, IINTOA berencana untuk menggelar table top di Vietnam, Laos, Filipina dan lain-lain. Sementara, sasaran dititikberatkan pada menggarap pasar terdekat yakni regional ASEAN. Event yang akan dilaksanakan sama yakni mempertemukan anggota IINTOA dengan tour operators/travel agents dari negara asal wisatawan.***(Yun Damayanti)