Tag: wisata selam

KEMENPAR DAN KATEMBE INDONESIA PERKENALKAN DESTINASI RAJA AMPAT KEPADA DIVE OPERATOR AUSTRALIA

KEMENPAR DAN KATEMBE INDONESIA PERKENALKAN DESTINASI RAJA AMPAT KEPADA DIVE OPERATOR AUSTRALIA

Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, lebih dari 49 persen atau sekitar 820 ribu wisatawan Australia datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bahari. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Katembe Indonesia menyelenggarakan kegiatan familiarization trip (famtrip) bertema [more]

KEMENPAR, DAN, PADI GELAR PELATIHAN KESELAMATAN WISATA SELAM DI RAJA AMPAT

KEMENPAR, DAN, PADI GELAR PELATIHAN KESELAMATAN WISATA SELAM DI RAJA AMPAT

Tourism for Us – Raja Ampat, Papua Barat Daya, adalah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) di mana aktivitas wisata selam menjadi salah satu daya tarik utamanya. Pelatihan “Diving Safety 1000 Initiatives” yang diselenggarakan di awal bulan Agustus 2025 merupakan bagian dari langkah menuju [more]

PERTAMA DI INDONESIA! DEEP EXTREME INDONESIA 2023 TAWARKAN ‘MENCOBA EXTREME SPORT’ DI PAMERAN

PERTAMA DI INDONESIA! DEEP EXTREME INDONESIA 2023 TAWARKAN ‘MENCOBA EXTREME SPORT’ DI PAMERAN

Tourism for Us – Deep and Extreme Indonesia 2023 (DXI), pameran selam, bahari dan petualangan terbesar di Asia, menawarkan pengalaman untuk mencoba extreme sport di venue pameran. Pengunjung tidak hanya dapat melihat-lihat dan membeli beragam produk untuk kegiatan selam dan kegiatan petualangan lainnya, tetapi juga dapat merasakan seperti apa surfing dan mountain bike. Jangan khawatir. Semua kegiatan itu dipandu dan diawasi oleh pelaku-pelaku extreme sport berpengalaman.

Dharmawan Sutanto, Founder DXI, President Director PT Exhibition Network Indonesia (kedua dari kiri), Michael Bayu Sumarijanto, President Director PT Fasen Creative Quality (Grup Quad) (kedua dari kanan), didampingi Ganesha Tanzil, MTB content creator (kiri) dan Gemalla Carissa, surfer dan content creator Wet Traveller, (kanan) menjelaskan keseruan yang akan menanti di Deep and Extreme Indonesia 2023. (Foto: Yun Damayanti)

Deep and Extreme Indonesia telah memasuki edisi penyelenggaraan ke-15 tahun ini. Pameran akan berlangsug pada 1-4 Juni 2023 di Hall B Jakarta Convention Center Jakarta. Tahun ini mengangkat tema ‘The Ultimate Thrill’.

Di pameran disediakan surfskate park untuk para peselancar (surfer), indoor MTB park untuk komunitas sepeda gunung (mountain bike/MTB), dan scubex (scuba experience).

Seperti scubex yakni sebuah tanki raksasa yang dibuat untuk pengunjung yang ingin merasakan sensasi menyelam untuk pertama kalinya, surfskate park dan indoor MTB park dirancang untuk menghadirkan pengalaman berselancar dan bersepeda gunung. Pengunjung yang ingin tahu rasanya berselancar dan main sepeda gunung untuk pertama kali dapat menjajalnya di sini.

Selain itu juga ada beragam program menarik lainnya seperti talk show, underwater photo talks, lomba kostum bertema laut untuk anak-anak, dan lomba fotografi bertema adventure. Pengunjung DXI 2023 juga berkesempatan memenangkan grand doorprize dengan hadiah menarik.

DXI 2023 akan diisi 100 tenan. Dan menurut rencana, 13 pemerintah daerah hadir untuk memperkenalkan destinasinya di pameran ini.

Dharmawan Sutanto, Founder DXI, President Director PT Exhibition Network Indonesia, yang juga seorang penyelam, menerangkan, pameran ini dibuat tidak hanya untuk memperkenalkan wisata selam, wisata bahari, extreme sport dan wisata petualangan saja tetapi juga sekaligus industri-industri yang menunjang kegiatan-kegiatan itu. Dan kegiatan dan industrinya pun harus selaras dengan lingkungan hidup.

‘’Setelah tahun 2007, pemerintah sudah punya komitmen untuk pengembangan wisata bahari. Dari Kementerian Pariwisata sudah punya komitmen itu. Kami menyambut komitmen tersebut. Kami berharap dapat bekerja beriringan bersama pemerintah. Sehingga pengembangannya lebih tepat,’’ ujar Dhar, sapaan hangatnya di kalangan komunitas penyelam pada jumpa pers Deep and Extreme Indonesia 2023, Selasa (23/5/2023), di Jakarta.

‘’Wisata selam, dulunya, kita hanya kenal di Bali dan Manado. Sekarang, kita tahu ada di Raja Ampat dan tempat-tempat baru pun bermunculan. Itu semua tidak kalah bagusnya. Peran dari masyarakat sangat penting.  Peran pemda juga penting,’’ lanjutnya.

Sedangkan untuk aktivitas luar ruang yang tergolong ekstrim, DXI menggandeng pegiat-pegiat dari beberapa aktivitas di luar dari selam dan wisata bahari.

‘’Tahun ini kami mulai dengan komunitas-komunitas yang tergabung dalam MTB dan komunitas surfing. Ke depannya, kami berharap dapat menggandeng komunitas mancing, motor, surfskate, skydiving dan lain sebagainya. Itu memang pekerjaan rumah yang tidak mudah dilaksanakan,’’ kata Dhar.

Indonesia sekarang mulai memasuki leisure economy. Generasi yang lebih muda tampaknya lebih memilih berinvestasi jalan-jalan, leisure, daripada berinvestasi di properti. Sekitar 45 juta dari 285 juta penduduk Indonesia yang konsumtif, alokasi konsumsi untuk leisure terus meningkat.

Menurut McKenzie, nilai dari sektor food and leisure dunia pada 2011-2030 tumbuh mencapai USD 26 miliar hingga USD 105 miliar. Melihat tren tersebut, industri perjalanan dan pariwisata, termasuk di dalamnya wisata selam, petualangan dan extrem sports, juga tampaknya akan terus berlanjut dan berkembang. Itu sudah menjadi alasan kuat setiap pameran perjalanan, termasuk pameran yang berakar pada hobi, akan selalu menarik antusiasme pengunjung. Bagaimanapun, hobi dan minat tidak bisa dipisahkan ketika seseorang melakukan perjalanan.

Michael Bayu Sumarijanto, President Director PT Fasen Creative Quality (Grup Quad), juga seorang penyelam, mengatakan, Grup Quad yang merupakan bagian dari Grup Dyandra, mau menjadikan DXI sebagai extreme sport melting pot di Indonesia. Dia yang hobi mancing di laut hingga akhirnya sekarang menggeluti selam karena penasaran susahnya waktu menangkap ikan, merasakan, yang ada di dalam kepala para pelaku extreme sport adalah ingin berada di satu tempat yang sama. Mereka semua menyukai tantangan.

‘’Jadi, ekosistem ini yang ingin kita bentuk sehingga industrinya juga bisa terbentuk. Karena dari kegiatan-kegiatan itu sudah terbentuk nih kantong-kantongnya. Kami tidak hanya ingin mengajak komunitas-komunitas untuk saling mengisi, tetapi juga mengajak produsen-produsen lokal yang membuat beragam produk bisa saling mengisi dan mendukung,’’ kata Bayu.

Tenan yang mengisi DXI 2023 masih didominasi wisata selam dan industri pendukungnya. ‘’Mudah-mudahan tahun depan merek-merek lokal yang mendukung kegiatan mancing bisa hadir. Produk-produk mancing buatan lokal sekarang juga tidak kalah dari buatan Jepang. Begitupun dengan produsen-produsen papan selancar lokal juga bisa ikut,’’ tambah Bayu.

Dari kegiatan hobi dan extreme sport yang kemudian berkembang menjadi kegiatan pariwisata dan akhirnya menjadi industri multisektor, telah menghidupkan supply and demand dan gaya hidup. Dan pada akhirnya menggerakan perekonomian masyarakat hingga menetes ke akar rumput.

‘’Di sini kami mau mengajak semua pemangku kepentingan untuk berbicara, ayo, bagaimana kita diberi lahan bermain, ekonominya jalan, konservasinya juga dijaga. Sehingga olahraga ini tidak merusak lingkungan. Beberapa kali insiden rusaknya lingkungan karena aktivitas hobi dan extreme sport yang viral di media sosial, itu karena kita semua belum mengerti bagaimana melakukannya dengan baik. Kita akan mulai hal ini dari tahun 2024,’’ kata Bayu.

Ke depannya, DXI akan menjadi melting point berbagai komunitas, menjadi tempat berekspresi, menciptakan pasar-pasar baru dan generasi-generasi berikutnya.

‘’Tahun ini DXI lebih menguatkan olahraga ekstrim sebagai bagian dari industri petualangan outdoor berbasis laut dan darat di Indonesia. Oleh karena itu, DXI akan menghadirkan surfskate park dan indoor mountainbike park yang belum pernah ada di pameran lain di Indonesia,’’ pungkasnya.

Tiket DXI 2023 bisa dibeli secara online melalui website www.deepextremeindonesia.com dan secara langsung di tempat dengan harga Rp 50.000 per orang per kedatangan, dan Rp 150.000 untuk tiket terusan selama empat hari.

Secara keseluruhan, pameran khusus diving dan extreme outdoor activity di Indonesia ini telah berlangsung sebanyak 17 kali. Selama pandemi Covid-19, DXI dilaksanakan secara daring (online) dua kali. Sejak tahun lalu, pameran kembali digelar secara offline. Dan pameran tahun ini menargetkan 28 ribu pengunjung.***(Yun Damayanti)