KV SURYA SIOSAR HIDUP BERSAMA GUNUNG SINABUNG
Bahkan ketika Gunung Sinabung tengah bergeliat, kita bisa memandanginya dari radius jarak aman.

Dari lokasi kafe KV Surya Siosar di puncak Siosar (1.491 mdpl) kita bisa memandang Gunung Sinabung cukup jelas meski dari kejauhan. Begitupun asap yang membumbung tinggi dari kawahnya ketika gunung itu sedang bergeliat. Pengunjung dapat menikmati atraksi alam khas negeri Cincin Api sembari menyeruput kopi atau teh, ditambah gula aren atau madu, dan camilan keripik pisang goreng, yangmana semua bahan-bahannya merupakan produk lokal dari daerah sekitar kafe.
Tidak hanya itu keistimewaan puncak Siosar di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Dari puncak ini pengunjung bisa menikmati saat-saat matahari terbit maupun terbenam berlatar belakang Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Dari KV Surya Siosar keindahan pemandangan tersebut tidak terhalang apapun.
Bangunan KV Surya Siosar memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti kayu yang ada di sekitarnya. Meskipun bangunannya tampak sederhana namun tertata cukup rapi. Gunung Sinabung terbingkai apik dalam frame jendela saat memandang keluar dari ruang di dalam kafe.
Puncak Siosar berjarak 20,3 kilometer atau 40 menit dari Kabanjahe. Dari Medan bisa ditempuh sekitar 3 jam perjalanan darat. Jalan raya menuju puncak beraspal dan dalam kondisi baik. Jalan ini melintasi pusat relokasi tahap I pengungsi Gunung Sinabung di Siosar.
Beberapa warga melihat dan memanfaatkan peluang usaha di daerah relokasi tempat tinggalnya sekarang. Kebetulan daerah relokasi dilalui jalan raya menuju tujuan wisata yang telah lebih dikenal sebelumnya. Masyarakat yang dahulu terdampak langsung dari erupsi Gunung Sinabung perlahan namun pasti mulai menata hidupnya kembali. Salah satu contoh adalah kafe KV Surya Siosar yang didirikan oleh warga di relokasi.
Sampai saat ini lebih kurang 900 rumah beserta sarana failitas umum seperti gereja, mesjid, sekolah dan lain-lain telah dibangun di kawasan relokasi Siosar.***(Yun Damayanti)
