Tourism for Us – Hasil dari Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyatakan bahwa pemerintah akan mempercepat penguatan konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing [more]
Tourism for Us – International Women’s Coffee Alliance France (IWCA France) akan resmi diluncurkan pada 12 September 2026 bersamaan dengan Village International de la Gastronomie 2026 di Place de la Concorde di Paris, Perancis. Blanca Castro, Presiden Internasional IWCA, akan melakukan perjalanan ke Paris untuk [more]
Tourism for Us – Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai ‘’Muslim-Friendly Destination of The Year’’ dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 yang diselenggarakan oleh CrescentRating dan Mastercard.
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Pemeringkatan GMTI yang dilaksanakan setiap tahun oleh CrescentRating menggunakan kerangka penilaian ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator. Pada aspek Access, penilaian meliputi konektivitas, kemudahan persyaratan visa, dan infrastruktur transportasi.
Pada aspek Communication, penilaian mencakup kemampuan bahasa, promosi destinasi, serta tingkat kesadaran para pemangku kepentingan terhadap wisata ramah Muslim. Sementara itu, aspek Environment menilai utilitas dasar, keamanan, keberlanjutan, dan faktor pendukung lainnya.
Sementara pada aspek Services, indikator yang dinilai meliputi ketersediaan tempat ibadah atau masjid, pilihan makanan halal, fasilitas ramah Muslim di bandara, akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, hingga pengalaman wisata dan atraksi berbasis warisan budaya Islam.
Secara keseluruhan, Indonesia memperoleh skor 79. Ini merupakan capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam GMTI. Peningkatan ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.
Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang telah dijalankan Kementerian Pariwisata antara lain, penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata, pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang bekerja sama dengan Bank Indonesia, penguatan promosi destinasi melalui Indonesia.travel, penyusunan pedoman layanan dasar pariwisata ramah Muslim, dan penyusunan petunjuk teknis pengembangan destinasi pariwisata ramah Muslim.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji dalam sambutannya saat menerima penghargaan di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026), mengatakan, “Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025.”
Dia optimistis bahwa Indonesia mampu terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing sehingga dapat kembali menempati posisi teratas pada pemeringkatan GMTI tahun mendatang.
Prestasi ini diharapkan bisa mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi menghadirkan destinasi yang nyaman, inklusif, dan berkualitas bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Perekonomian nasional Indonesia berharap sektor pariwisata dapat menjadi pilar utama pada 2027. Pemerintah menetapkan target ambisius terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus), belanja wisatawan, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang hampir mencapai 5 persen. [more]
Tourism for Us – Restoran Sederhana resmi menggantikan peran Warung Pariaman dalam menyajikan kuliner khas Minangkabau di Singapura. Warung Pariaman telah berdiri hampir delapan dekade di Kampong Glam dan telah menjadi salah satu ikon di kawasan heritage ini. Posisinya hanya 70 meter dari Masjid Sultan [more]
Tourism for Us – Pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026-2031 di bawah kepemimpinan Ketua Umum BaliCEB periode 2026-2031 Ketut Jaman akan fokus pada lima agenda utama. Kelima agenda itu meliputi penguatan posisi Bali sebagai destinasi MICE global berbasis budaya dan keberlanjutan, peningkatan promosi internasional dan jejaring global, penguatan strategi bidding event internasional secara aktif dan terstruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia MICE, serta penguatan standar layanan, pemanfaatan teknologi, keamanan, dan praktik keberlanjutan.
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Pelantikan pengurus baru BaliCEB dilakukan pada hari Jumat (5/6/2026) malam, di The Meru, Sanur, dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa dan Gubernur Bali Wayan Koster.
Dalam sambutannya, Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan bahwa kehadiran BaliCEB harus menjadi instrumen baru, semangat baru, dan kekuatan baru untuk mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia. Selain itu, keberadaan biro MICE ini diharapkan dapat menjaga kekuatan Bali dan mendorong terciptanya pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Menurut data International Congress and Convention Association (ICCA), Bali menempati peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional. Pada 2024, Bali berhasil menyelenggarakan 54 pertemuan internasional yang memenuhi kriteria ICCA, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 34 pertemuan internasional.
Wamenpar menilai bahwa MICE memiliki nilai strategis karena mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan wisata konvensional. Kehadiran peserta pertemuan dan konvensi mendorong tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, konsumsi produk UMKM, hingga aktivitas ekonomi kreatif dan jasa pendukung lainnya.
Lebih lanjut, Wamenpar mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan bersama untuk memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi MICE dunia. Beberapa di antaranya adalah peningkatan kualitas infrstruktur, pengelolaan lingkungan, penanganan sampah, serta penguatan berbagai aspek pendukung lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnnya BaliCEB bekerja secara terukur dan memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali melalui progam-program konkret selama lima tahun ke depan.
‘’Sehingga BaliCEB benar-benar dapat memainkan peran strategis dalam pengembangan pariwisata, khususnya sektor MICE di Bali,’’ ujar Koster.
Sementara itu, Ketua Umum BaliCEB periode 2026-2031 Ketut Jaman mengatakan bahwa selain fokus pada lima agenda utama, BaliCEB juga berkomitmen memperluas manfaat industri MICE bagi masyarakat Bali, termasuk pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas lokal, seniman, dan pekerja pariwisata.
‘’Pariwisata industri MICE tidak hanya tentang mendatangkan event internasional tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Bali,’’ kata Ketut. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar gawai mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma, mulai dari rekomendasi di media sosial hingga hasil pencarian. Teknologi perlahan mengubah cara orang menemukan, mempertimbangkan hingga memilih tempat untuk berwisata. Di tengah [more]
Tourism for Us – Masyarakat adat Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya menutup kunjungan ke kampung mulai dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2026. Selama masa penutupan akan digunakan untuk memulihkan kondisi kampung. Selama tiga bulan ini, kampung adat akan menata ulang area parkir yang berada [more]
Tourism for Us – Dari area camping yang terletak antara tiga dan empat kilometer dari kawah Gunung Dukono di Halmahera Utara, wisatawan dapat merasakan langsung pengalaman unik berada di dekat gunung berapi yang sedang erupsi. Semburan lava pijar berwarna merah yang menyala di bawah langit malam yang dipenuhi bintang menciptakan pemandangan yang sangat menakjubkan. Keindahan ini menjadi daya tarik utama bagi salah satu gunung berapi paling aktif di Provinsi Maluku Utara.
Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara. (Foto: Aleksius Djangu)
Aleksius Djangu, seorang Ecotourism Guide bersertifikat nasional, pemandu lokal untuk pendakian Gunung Dukono, mengatakan bahwa momen saat gunung ini erupsi dan mengeluarkan semburan lava yang berpijar menjadi daya tarik utama, khususnya bagi wisatawan Eropa.
Namun, dia mengingatkan bahwa untuk menikmati pengalaman seperti itu wisatawan harus:
Mematuhi jarak aman yang direkomendasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Mengikuti arahan pemandu.
Tidak boleh bertindak sesuai keinginan sediri atau terpengaruh konten-konten dari media sosial yang memperlihatkan posisi pendaki di bibir kawah.
Sejak tahun 1996, Gunung Dukono telah menarik perhatian wisatawan asing, bahkan mungkin sudah lebih lama lagi. Meskipun banyak pengunjung yang datang, sayangnya belum ada fasilitas pendakian yang tersedia di sepanjang jalur hingga saat ini. Oleh karena itu, bagi para pendaki yang ingin menjelajahi gunung ini, penting untuk mempersiapkan segala kebutuhan logistik mulai dari makanan, air minum, tenda, alat masak, masker gas, helm, dan kotak obat dengan baik dan cermat.
‘’Sejak saya jadi tour guide tahun 1996, saat itu sudah ada wisatawan Eropa yang sering mendaki Gunung Dukono. Tapi, di sini tidak ada fasilitas di sepanjang jalur pendakian. Ini mungkin karena Dukono bukan taman nasional. Ada guide dan porter setelah sering dikunjungi wisatawan,’’ tutur Aleksius.
Di Gunung Dukono terdapat dua jalur pendakian yaitu jalur timur yang bermula dari Desa Ruko. Jalur ini aman dari aliran lahar panas dan lahar dingin. Sementara, jalur utara dari Desa Mamuya beresiko tinggi terkena aliran lahar panas dan lahar dingin karena bukaan kawah mengarah ke utara.
Dari pengalaman memandu pendakian di Gunung Dukono selama 30 tahun, Aleksius merekomendasikan untuk berkemah di area camping di sebelah timur. Di sini terdapat dua area camping, satu berada di tiga kilometer dari kawah, dan yang lainnya terletak di empat kilometer dari kawah. Di kedua area camping ini terdapat tameng alami untuk berlindung dari semburan material vulkanik yang bisa terjadi kapanpun.
Kunci pendakian ke Gunung Dukono adalah memastikan status gunung dengan mengecek informasi yang dikeluarkan oleh PVMBG. Gunung ini aman untuk didaki selama berada di level II dan pendaki boleh mendekat dalam radius empat kilometer dari kawah. ‘’Kalau status gunung di level III, apalagi di level IV, tidak boleh didaki,’’ kata Aleksius.
Gunung Dukono bukan kawasan konservasi. Kawasan gunung berapi ini hanya diatur oleh tiga institusi yakni PVMBG, melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), yang bertugas mengawasi dan memberi informasi status gunung api; pemerintah daerah melalui Sekretariat Daerah (Sekda) yang mengeluarkan surat buka-tutup pendakian ke Gunung Dukono dengan merujuk pada informasi resmi dari PGA Gunung Dukono; dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mengkoordinasi evakuasi dan pendataan warga/pendaki terdampak.
Sebelum mendaki, pendaki wajib melaporkan diri dan mengisi buku tamu di Pos PGA Gunung Dukono di Desa Mamuya. Pendaki mesti memberikan data diri, rencana pendakian, dan jumlah rombongan. Beberapa tahun belakangan, pendaki juga diharuskan untuk menggunakan pemandu lokal karena jalur pendakian yang rawan dan status gunung berapi yang terus aktif.
Administrasi dan pengawasan di Gunung Dukono relatif tidak seketat seperti di gunung berapi yang berada di dalam kawasan konservasi taman nasional/wisata alam. Di kawasan konservasi, para pendaki diwajibkan untuk mendaftar secara daring (online) dan membayar tiket masuk. Namun, hal ini tidak berarti bahwa pendaki di Gunung Dukono bisa bertindak sembarangan dan mengabaikan keselamatan mereka.
Setelah insiden tragis di awal Mei 2026 yang mengakibatkan dua wisatawan Singapura dan seorang warga negara Indonesia kehilangan nyawa, pemerintah daerah Halmahera Utara memutuskan untuk menutup semua aktivitas pendakian di Gunung Dukono. Sementara, menyusul kejadian tersebut, para pegiat pendakian di Halmahera Utara mengungkapkan bahwa jalur pendakian di gunung ini sedang dalam proses penataan ulang. Rencananya, Gunung Dukono akan dibuka kembali sepenuhnya dengan peraturan yang lebih jelas, yang akan disusun berdasarkan pedoman peraturan pendakian yang berlaku di Pulau Jawa pada umumnya. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Selama ini, Malaysia memang menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara (wisman) bagi Indonesia. Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bahkan tercatat sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara asal Malaysia terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) tahun 2025, [more]