Author: admin

MENPAR TAWARKAN PELUANG INVESTASI WISATA PELAYARAN INDONESIA DI MONAKO

MENPAR TAWARKAN PELUANG INVESTASI WISATA PELAYARAN INDONESIA DI MONAKO

Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 lebih dari separuh atau 52,6 persen wisatawan mancanegara (wisman) melakukan aktivitas wisata bahari selama berada di Indonesia. Data ini menunjukkan besarnya peluang pengembangan produk dan layanan wisata berbasis kelautan, diantaranya wisata pelayaran. Indonesia [more]

WAMENPAR: MICE SALAH SATU KUNCI PENDORONG NILAI BARU PARIWISATA INDONESIA 2027

WAMENPAR: MICE SALAH SATU KUNCI PENDORONG NILAI BARU PARIWISATA INDONESIA 2027

Tourism for Us – Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 mengidentifikasi Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) dan bleisure, perpaduan perjalanan bisnis dan rekreasi, merupakan salah satu dari enam tren utama pariwisata Indonesia. Tren ini menujukkan bahwa perjalanan bisnis semakin erat dengan aktivitas rekreasi dan pencarian pengalaman [more]

WONDERFUL INDONESIA GASTRONOMY 2026: KULINER LOKAL MENUJU PENGAKUAN DUNIA

WONDERFUL INDONESIA GASTRONOMY 2026: KULINER LOKAL MENUJU PENGAKUAN DUNIA

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) kembali menghadirkan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 sebagai upaya memperkuat posisi kekayaan gastronomi Indonesia untuk daya tarik pariwisata di pasar global. WIG 2026 mengusung tema ‘’From Local Roots to Global Recognition’’ dan akan berlangsung di Solo dan Yogyakarta pada 26 September sampai dengan 4 Oktober 2026.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)

Rangkaian program utama WIG 2026 akan dibuka secara resmi pada 26 September 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo. Pembukaan ini sekaligus menjadi awal dari berbagai agenda gastronomi yang berlangsung hingga bulan Desember 2026. Rangkaian kegiatan utama dipusatkan di kota Solo dan Yogyakarta dengan sejumlah kegiatan pendukung di kota-kota lain seperti Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya dan lainnya.

Cakupan program WIG 2026 lebih luas daripada WIG 2025 yang lebih banyak memperkenalkan gourmet dining scene di Indonesia. WIG tahun ini menghadirkan spektrum gastronomi Indonesia secara lebih utuh, mulai dari asal-usul bahan dan hidangan, kearifan lokal, tradisi, serta filosofi di balik makanan, hingga bagaimana seluruh kekayaan tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman gastronomi masa kini.

‘’Melalui Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, kami mengajak dunia untuk melihat lebih dekat dan menemukan bahwa perjalanan dari akar budaya lokal menuju pengakuan global bermula di sini, di Indonesia,’’ ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Gedung Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki ragam kuliner dengan identitas yang terbentuk dari tradisi lokal, hasil pertanian, serta budaya yang berkembang selama berabad-abad. Dalam perspektif gastronomi, kuliner mencakup ekosistem yang luas, mulai dari petani, peternak, nelayan, produsen, juru masak, pelaku usaha, hingga masyarakat yang menjaga dan meneruskan tradisi pangan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

‘’Inilah salah satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat. Karena itu, melalui Wonderful Indonesia Gastronomy, kami ingin terus memberikan ruang bagi pelestarian, pengembangan, dan promosi kekayaan tersebut dari tahun ke tahun,’’ kata Menpar Widiyanti.

Upaya memperkuat eksposur gastronomi Indonesia melalui WIG 2025 turut membangun momentum positif di tingkat internasional. Pada 2025, Indonesia meraih New Destination Champion Award 2026 dari La Liste, salah satu panduan dan pemeringkat restoran internasional asal Prancis. Penghargaan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi gastronomi yang semakin mendapat perhatian di panggung global.

Penyelenggaraan WIG 2025 berhasil memberikan dampak yang cukup luas. Salah satunya, program Gastro Tour yang diikuti oleh 13 media dan KOL dari sembilan negara menghasilkan pemberitaan di 38 media internasional. Program ini memperluas eksposur gastronomi Indonesia dengan total media value sebesar Rp 16,5 miliar.

Program lainnya, WIG Talks di Bali menghadirkan 24 pembicara dan diikuti lebih dari 200 peserta. Sementara, Artisan Food Market melibatkan 25 tenant makanan dan minuman lokal dan dikunjungi lebih dari 600 orang. Total peluang bisnis di  Artisan Food Market mencapai Rp 1,01 miliar. 

Kemenpar juga berkolaborasi dengan Priceless by Mastercard melalui program Restaurant Week. Sebanyak 78 restoran pilihan berpartisipasi dalam program ini, dan menghasilkan transaksi lebih dari Rp 16 miliar selama tiga bulan program berlangsung.

Rangkaian kegiatan WIG 2026

Rangkaian kegiatan WIG 2026 akan diisi program-program yang telah terbukti berhasil tahun lalu.

Tahun ini, Kemenpar kembali menyelenggarakan ‘’Tastemaker Gastronomy Trip’’ dengan mengundang perwakilan media dan KOL dari luar dan dalam negeri. Menurut rencana, sebanyak 18 perwakilan media dan tastemakers akan mengikuti perjalanan gastronomi di Solo dan Yogyakarta. Mereka terdiri dari 13 peserta internasional dan lima media nasional. Peserta internasional di antaranya adalah Forbes Travel Guide, La Liste, The World’s 50 Best, dan CNN International.

Program perjalanan gastronomi di Solo dan Yogyakarta meliputi kunjungan ke berbagai rumah makan dan ruang kuliner di kedua kota. Selain itu, peserta akan diajak menikmati destinasi unggulan seperti pengenalan warisan batik di Kampung Laweyan; menikmati suasana pagi di Pasar Gede; pengalaman sensorik di Rumah Atsiri; mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan; merasakan pengalaman wellness khas Solo dan Yogyakarta; dan menikmati budaya minum teh di Keraton Yogyakarta bersama GKR Bendara. 

Pengalaman perjalanan gastronomi tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pelaku industri pariwisata menjadi paket wisata gastronomi yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

Selain itu, penyelengaraan WIG Talks 2026 akan mengahadirkan 22 pembicara dalam lima sesi seminar dan satu sesi book review. Sebagai forum diskusi publik, WIG Talks tahun ini mengangkat lima topik utama seputar gastronomi serta industri makanan dan minuman. Para panelis dari berbagai bidang akan membahas masa depan gastronomi Indonesia dan peluangnya untuk mendorong perluasan nilai ekonomi di sektor ini. Panitia menargetkan 300 peserta hadir di forum ini.

‘’Artisan Market’’ dihadirkan lagi pada 2-4 September 2026 bertempat di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. Sebanyak 21 artisan dari wilayah Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar) serta Jakarta akan memamerkan produk gastronomi lokal dan beragam sajian ikonik, mulai dari keju artisanal, madu murni, teh, hingga berbagai produk lainnya. Program ini pun melibatkan 13 kolaborator dalam berbagai kegiatan, termasuk workshop dan food tasting. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan ditargetkan dapat menarik hingga 1.300 pengunjung.

Program lain yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan WIG 2026 adalah ‘’Chef Collaboration’’ yang berlangsung sepanjang Oktober 2026. Program ini mempertemukan chef, hotel, restoran, dan pelaku industri kreatif untuk menghadirkan pengalaman gastronomi khusus bagi masyarakat, sekaligus mendorong kunjungan dan transaksi di sektor pariwisata.

Sejumlah kolaborasi yang akan dihadirkan antara lain: The Dharmawangsa Jakarta bersama Chef Emmanuel Julio dan Chef Ragil Imam Wibowo yang mengangkat kekayaan bahari Indonesia melalui tema Blue Food; Fairmont Jakarta bersama Chef Petty Elliot, penulis buku The Indonesian Vegetarian Table; Park Hyatt Jakarta bersama Indonesian Pastry Bakery Society; ROSO at The Meru Bali bersama Chef Degan Septoadji; dan Hotel Indonesia Kempinski Jakarta bersama Chef Jovan Koraag dari Mata Keranjang.

Sementara itu, di Yogyakarta, ROSO at Grand Hotel De Djokja akan menghadirkan Chef Philip Walasary dalam dua kolaborasi bersama Chef Agus Hermawan, Culinary Ambassador Indonesia dari Ron Gastrobar Belanda, dan Chef Glenaldy Adrian Erari dari SEMAJA. Program ini juga melibatkan Alice at The Langham Jakarta di mana Chef Mauricio Bombini dari MAURI Restaurant Bali, Capella Ubud berkolaborasi bersama Chef Ade Putri, serta special brunch di Obin House.

Untuk meningkatkan kepedulian terhadap warisan kuliner Indonesia di masyarakat, WIG 2026 menghadirkan ‘’Culinary Festival’’ yang berlangsung pada 7 Oktober – 1 November 2026. Program ini merupakan kolaborasi bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Festival kuliner ini akan hadir di 32 pusat perbelanjaan di 14 kota yakni Jakarta, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Surakarta, Sukoharjo, Bandung, Semarang, Magelang, Pontianak, Palembang, Denpasar, dan Kendari. Beragam program menarik serta promosi kuliner telah disiapkan untuk masyarakat.

Melanjutkan keberhasilan program yang sama tahun sebelumnya, Kemenpar kembali berkolaborasi dengan Priceless by Mastercard menghadirkan Indonesia Restaurant Months bertema ‘’Beyond the Plate’’. Program ini melibatkan 150 restoran terkurasi yang tersebar di berbagai kota antara lain, Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo. Selama program berlangsung pada 7 Oktober sampai 31 Desember 2026, pemegang kartu Mastercard dapat menikmati berbagai penawaran dan manfaat khusus yang tersedia di masing-masing restoran peserta.

Wakil Presiden Senior Pemasaran dan Komunikasi Asia Tenggara Mastercard Dheeraj Prasad mengatakan bahwa pengalaman perjalanan yang bermakna, salah satunya, tercipta ketika wisatawan dapat terhubung dengan suatu tempat melalui pengalaman yang tidak terduga. Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan tersebut karena setiap hidangan dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal cerita, masyarakat, dan budaya yang membentuk suatu daerah.

Melalui Indonesia Restaurant Months, Mastercard ingin mengajak para pemegang kartu Mastercard untuk tidak sekadar menikmati hidangan, tetapi juga mengenal lebih dekat orang-orang, kisah, bahan-bahan, serta tradisi yang berada di balik setiap pengalaman bersantap.

‘’Kolaborasi kami dengan WIG 2026 mencerminkan keyakinan tersebut. Melalui Indonesia Restaurant Months, kami berharap dapat memberikan sesuatu yang lebih dari yang tersaji di piring makan, ‘Beyond the Plate’, kepada para pemegang kartu Mastercard, sebuah undangan untuk menjelajahi Indonesia melalui makanannya, masyarakatnya, dan tradisi kulinernya yang terus hidup,’’ kata Dheeraj.

Dia pun menambahkan, ’’Di Mastercard, kami selalui percaya bahwa pengalaman yang paling bermakna adalah pengalaman yang mampu mendekatkan seseorang dengan suatu destinasi. Indonesia telah lama menawarkan pengalaman semacam itu, ketika makanan menjadi pintu untuk mengenal lebih jauh budaya, komunitas, dan tradisi lokal.’’

Rempah-rempah Nusantara yang membumbui kuliner Indonesia. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)

Sebagai bagian dari rangkaian WIG 2026, Kemenpar meluncurkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries pada September 2026. Kedua publikasi ini menjadi panduan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia melalui perspektif yang berbeda namun saling melengkapi.

Indonesia Gourmet Guide, tahun ini memasuki edisi kedua, mengulas berbagai restoran terkurasi di sejumlah kota yang menjadi bagian dari penyelenggaraan program. Sementara itu, Indonesia Local Eateries memperluas cakupan hingga ke rumah makan, kedai, pasar, dan pusat kuliner yang merepresentasikan  budaya makan sehari-hari masyarakat Indonesia serta kekayan kuliner yang tumbuh dan hidup di berbagai daerah.

Ketua Indonesia Gastronomy Network Vita Datau mengatakan bahwa WIG tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan lansekap kuliner Indonesia, tetapi juga untuk membangun ekosistem, termasuk mendorong peningkatan ekonomi para pelaku industri yang dapat menopang masa depan gastronomi nasional. Menurutnya, perjalanan tersebut terus berkembang dengan mengahadirkan cerita, pelaku, serta peluang baru pada setiap penyelenggaraan.

‘’Bagi kami, gastronomi bukan semata tentang apa yang tersaji di atas piring. Gastronomi adalah sebuah cara untuk memahami dari mana kita berasal, bagaimana masyarakat kita menjalani kehidupan, serta apa yang menjadikan setiap daerah di Indonesia begitu khas dan berbeda,’’ ucap Vita Datau.

Menurutnya, Indonesia Gastronomy Network berdiri atas keyakinan bahwa kekayaan budaya kuliner Indonesia layak dirasakan secara langsung, bukan sekadar dibicarakan. Dari seluruh penjuru Nusantara, setiap daerah memiliki bahan pangan, rempah, tradisi memasak, dan kisahnya sendiri yang terbentuk oleh bentang alam,sejarah, serta budaya masyarakat.

Deputi Pemasaran Kemenpar mengungkapkan, penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomy tidak hanya mengeksplorasi destinasi gastronomi yang sudah terkenal dan mapan, tetapi juga akan diselenggarakan di daerah-daerah lain. VIG 2025 diselenggarakan di Bali dan Jakarta yang menjadi melting pot kuliner Indonesia, kemudian tahun ini digelar di Yogyakarta dan Solo. VIG tahun depan, menurut rencana, mengeksplorasi destinasi gastronomi di Sumatera.

Rendez-Vuos Rasa: France-Indonesia Gastronomy Week 2026

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Fabien Penone menyambut baik sinergi antara WIG 2026 dan Rendez-Vuos Rasa: France-Indonesia Gastronomy Week 2026. Kerja sama ini merupakan salah satu wujud penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis, sejalan dengan komitmen yang telah dibangun oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

‘’Kerja sama antara Prancis dan Indonesia di bidang gastronomi tidak semata-mata bertujuan memperkenalkan kekayaan kuliner masing-masing negara. Lebih dari itu, kerja sama ini membangun hubungan jangka panjang antara tradisi kuliner, para profesional, dan generasi muda kedua negara, sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian dan pengembangan warisan gastronomi kita,’’ ujar Fabien.

Salah satu bentuk kerja sama tersebut akan hadir dalam Six-Hands Dinner pada pembukaan WIG 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo, pada 26 September 2026. Jamuan ini mempertemukan dua chef Indonesia, Chef Degan Septoadji dan Chef Wayan Ari Wibowo, dengan Chef Stephane Carrade dari Prancis, chef peraih dua bintang Michelin.

‘’Kehadiran para chef ini akan menciptakan pertemuan istimewa antara tradisi kuliner kedua negara. Bersama-sama, kita merayakan kekayaan dan keberagaman warisan gastronomi, sekaligus mempertemukan talenta dan kreativitas untuk semakin mempererat hubungan antara Prancis dan Indonesia,’’ ujar Fabien.

Semangat tersebut juga akan hadir dalam WIG Talks dengan keterlibatan perwakilan dari Prancis sebagai pembicara.

Selain itu, kerja sama dengan Institut Francais d’Indonesie(IFI) mencakup cooking demo workshop di Politeknik Pariwisata Bali pada 25 September 2026, dan Politeknik Pariwisata Medan pada 29 September 2026, dengan menghadirkan chef dari Prancis.

‘’Karena itu, saya sangat mengapresiasi kolaborasi antara WIG dan Rendez-Vous Rasa tahun ini. Kolaborasi ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa gastronomi akan semakin bermakna ketika menjadi ruang bagi dialog, pertukaran, dan inspirasi antara kedua negara,’’ kata Fabien. ***(Yun Damayanti)

KEMENPAR PETAKAN EKOSISTEM WISATA WELLNESS UNTUK PERKUAT DAYA SAING PARIWISATA

KEMENPAR PETAKAN EKOSISTEM WISATA WELLNESS UNTUK PERKUAT DAYA SAING PARIWISATA

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memetakan potensi dan ekosistem wisata kebugaran (wellness) sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain [more]

‘WONDERFUL INDONESIA SALES MISSION’ TAIPEI: SINERGI PEMANGKU KEPENTINGAN UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN TAIWAN

‘WONDERFUL INDONESIA SALES MISSION’ TAIPEI: SINERGI PEMANGKU KEPENTINGAN UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN TAIWAN

Tourism for Us – Taiwan merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia pada Januari-Juni 2026 mencapai 108.989 kunjungan dan menempatkan Taiwan pada urutan ke-13 negara penyumbang wisatawan ke Indonesia. Potensi pasar tersebut masih [more]

LA MAISON DE L’INDONESIE DUKUNG PROMOSI DESTINASI INDONESIA DI PARIS SELAMA 8 HARI

LA MAISON DE L’INDONESIE DUKUNG PROMOSI DESTINASI INDONESIA DI PARIS SELAMA 8 HARI

Tourism for Us – Promosi destinasi Indonesia akan berlangsung tanpa henti selama delapan hari di Paris, dimulai pada 10 September 2026. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pelaku industri pariwisata, diaspora Indonesia di Prancis, serta komunitas internasional. Kegiatan promosi ini sejalan dengan beberapa event besar yang berpengaruh di Prancis, seperti Village International de la Gastronomie (VIG), Festival Kopi, dan IFTM Top Resa.

(Sumber: LMDI)

La Maison De L’Indonesie (LMDI) siap membawa Indonesia dalam rangkaian promosi intensif di Paris mulai dari 10 hingga 17 September 2026 di mana Indonesia akan mengambil panggung dalam rangkaian promosi terpadu di Prancis selama delapan hari berturut-turut. Promosi secara estafet dan tanpa henti ini dihadirkan melalui tiga sektor strategis yakni gastronomi, kopi, dan pariwisata.

Kegiatan promosi dimulai dari Village International de la Gastronomie (VIG) pada 10-13 September 2026, dilanjutkan dengan Paris Coffee Festival pada 14 September 2026, dan IFTM Top Resa pada 15-17 September 2026. Untuk ketiga event itu, LMDI membawa kekayaan Indonesia langsung kepada publik Prancis, para profesional gastronomi, pecinta kopi, buyers, serta pelaku industri pariwisata dan jaringan internasional.

Village International de la Gastronomie 2026

Keikutsertaan LMDI di Village International de la Gastronomie (VIG) 2026 semakin memperkuat eksistensi Indonesia di sektor gastronomi global. VIG merupakan salah satu perhelatan gastronomi internasioal yang berlangsung di Paris setiap tahun. Indonesia akan hadir dengan sebuah stand yang dikelola oleh LMDI, menghadirkan berbagai makanan, minuman, serta produk khas Indonesia kepada pengunjung internasional.

Pengunjung dapat menemukan dan mencicipi kekayaan kuliner Nusantara sekaligus mengenal berbagai produk Indonesia, mulai dari kopi, rempah-rempah, jamu hingga produk gastronomi dan artisan lainnya. Kehadiran Indonesia tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan kuliner Indonesia, tetapi juga membawa pesan bahwa gastronomi merupakan salah satu pintu utama untuk mengenal budaya, tradisi, dan identitas Indonesia.

Selain itu, International Women’s Coffee Alliance (IWCA) France akan diluncurkan secara resmi pada 12 September 2026 di tengah perhelatan VIG. Eka Moncarre, Owner dan Director La Maison De L’Indonesie, yang dipercaya untuk menjabat sebagai President IWCA France, membuat keikutsertaan Indonesia pada VIG 2026 terasa lebih spesial daripada tahun-tahun sebelumnya.

IWCA France merupakan bagian dari jaringan International Women’s Coffee Alliance yang hadir di lebih dari 40 negara, dengan misi memperkuat peran, kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan dalam seluruh rantai nilai kopi. Peluncuran IWCA France di Paris menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara negara-negara penghasil kopi dan negara konsumen, sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi perempuan di sektor kopi, mulai dari petani, roasters, barista, entrepereneur hingga profesional industri kopi.

Di VIG 2026, LMDI juga menyelenggarakan demo masak kuliner Indonesia di stand Disciples Escoffier International pada 13 September 2026. Menu yang akan diperkenalkan adalah Slada Bangka, salad khas Bangka yang memadukan lobak/navet dan udang dengan cita rasa khas Indonesia.

Demo ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa masakan Indonesia memiliki keragaman bahan, teknik pengolahan dan karakter rasa yang unik, sekaligus menunjukkan bagaimana kuliner tradisional Indonesia dapat hadir dalam lingkungan gastronomi internasional.

Paris Coffee Festival 2026

Setelah empat hari mempromosikan gastronomi Indonesia, promosi destinasi Indonesia berlanjut ke dunia kopi di Paris Coffee Festival pada 14 September 2026. Kopi Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama dalam diplomasi gastronomi Indonesia. Dengan kekayaan kopi dari berbagai daerah seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, Bali hingga Papua, kopi Indonesia memiliki identitas dan karakter yang sangat beragam. Kehadiran LMDI di festival ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan dan mempromosikan specialty coffee Indonesia kepada pasar dan komunitas kopi di Perancis.

IFTM Top Resa 2026

Indonesia absen cukup lama dari pameran pariwisata B-to-B terbesar di Prancis IFTM Top Resa. Pameran pariwisata internasional ini akan berlangsung pada 15-17 September 2026 di Paris.  

Partipasi Indonesia di IFTM Top Resa 2026 merupakan kolaborasi dari pelaku industri pariwisata yang dimotori oleh Panorama Destination dan Kementerian Pariwisata. Panorama Destination bekerja sama dengan Werkudara Group, Bali Tropic Resort and Spa, Champlung Hotels and Resorts, Paradisus Bali, Jambuluwuk Hotels and Resorts, dan La Maison De L’Indonesie.

Dalam kesempatan ini, LMDI akan menyelenggarakan Coffee Workshop dan Jamu Workshop, memperkenalkan dua kekayaan Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai bagian dari pengalaman wisata Nusantara. Melalui workshop, LMDI membawakan pengalaman gastronomi dan budaya Indonesia kepada para profesional industri pariwisata internasional yang hadir di IFTM Top Resa.

Bagi Eka Moncarre, pendiri LMDI dan President IWCA France, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjadikan Indonesia semakin dikenal, tidak hanya melalui destinasi wisata, tetapi juga melalui makanan, kopi, jamu, produk lokal, budaya dan kreativitas masyarakatnya.

Gastronomi, kopi, dan pariwisata merupakan tiga sektor yang saling terhubung untuk memperkenalkan Indonesia dari berbagai perspektif kepada masyarakat dan profesional di Prancis. Kopi dan jamu bukan hanya produk, tetapi juga bagian dari gaya hidup, budaya, dan warisan Indonesia yang dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan internasional.

‘’Promosi Indonesia tidak boleh berhenti pada satu acara. Kami ingin membuat sebuah estafet promosi yang terus bergerak, dari gastronomi, kopi hingga pariwisata. Selama delapan hari, Indonesia akan hadir di Paris secara non-stop, membawa rasa, aroma, budaya dan cerita Indonesia kepada publik Prancis dan dunia,’’ kata Eka. ***( Yun Damayanti)

APGI DORONG PENGUATAN EKOSISTEM KESELAMATAN PENDAKIAN GUNUNG

APGI DORONG PENGUATAN EKOSISTEM KESELAMATAN PENDAKIAN GUNUNG

Tourism for Us – Kecelakaan fatal saat pendakian gunung di Indonesia menunjukkan peningkatan yang mulai mengkhawatirkan, terutama di kalangan generasi muda berusia 17-25 tahun. Hal ini seharusnya menjadi sinyal bagi semua pemangku kepentingan untuk lebih serius memperkuat ekosistem keselamatan dalam aktivitas pendakian sebelum lebih banyak [more]

PARIWISATA LABUAN BAJO KEMBALI NORMAL PASCAGEMPA, WISATAWAN DAN PELAKU USAHA DIHIMBAU UTAMAKAN KESELAMATAN

PARIWISATA LABUAN BAJO KEMBALI NORMAL PASCAGEMPA, WISATAWAN DAN PELAKU USAHA DIHIMBAU UTAMAKAN KESELAMATAN

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo kembali berjalan normal pascagempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pemantauan dan pendataan dampak di wilayah Floratama [more]

INSA YACHT FESTIVAL 2026 TAMPILKAN GAYA HIDUP MARITIM INDONESIA

INSA YACHT FESTIVAL 2026 TAMPILKAN GAYA HIDUP MARITIM INDONESIA

Tourism for Us – Indonesian National Shipowners Associatioin (INSA) kembalil menyelenggarakan INSA Yacht Festival (IYF) 2026 dan telah berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 di Benoa Marina, Bali. Event dua tahunan ini memasuki edisi penyelenggaraan ketiga tahun ini.

Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung disuguhkan berbagai program, mulai dari eksibisi yacht, education tour, yacht viewing, yacht joyride, peluncuran kapal terbaru, dan talk show yang mengangkat isu-isu strategis di sektor wisata pelayaran Indonesia. Selain itu, beragam program pendukung menarik mulai dari pilates on yacht, peragaan busana jenama lokal di atas kapal pinisi, dan sunset dinner cruise menyampaikan pesan bahwa wisata pelayaran telah menjadi gaya hidup baru di Indonesia.

Serangkaian talk show yang menarik, membahas topik-topik penting yang akan membentuk masa depan pariwisata maritim dan kepemilikan yacht di Indonesia, dimanfaatkan oleh para profesional industri untuk mendapatkan informasi terbaru. Diskusi mencakup pengaruh geopolitik terhadap destinasi yacht, regulasi impor yacht dan konversi bendera, manajemen limbah marina yang berkelanjutan, serta strategi pemasaraan pengalaman luxury yachting. 

Pembicara yang dihadirkan berasal dari berbagai instansi, asosiasi hingga pelaku industri, seperti Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Pelindo, Kadin Bali, serta tokoh-tokoh terkemuka dari industri yachting, termasuk Prilly Latuconsina, CMO Salaya Yacht, yang membahas cara memasarkan pengalaman luxury yachting.  

Peserta pameran pada festival tahun ini cukup lengkap, mulai dari kapal, agensi kapal, yacht service management, pembuat dan galangan kapal serta industri terkait lainnya. Selain itu juga hadir eksibitor yang menawarkan produk gaya hidup, penunjang wisata mewah yacht.

Eksibitor kapal di antaranya: Salaya Yacht, Sea Safari Cruises, La Merry Yacht, Phinisi Cruise, MOONOCEAN Asia Group, Rascal Voyages, Freedom Yacht, dan The Hespera yang menampilkan kapal Phinisi Signature 2 dan Shivana Yacht yang berkolaborasi dengan studio SAIA Pilates menggelar pilates di atas phinisi.

Selain itu juga hadir Wisata Biru Indonesia x Samudera yang memperkenalkan agensi kapal yacht, boat builder and maintainance; Aruna Yacht Service, Yacht Sourcing, PT Sentra Marindo, PT Jayaditya Aswani Mandiri, dan kolaborasi Elok Jaya Perkasa x Jotun.

Jetbay Indonesia, Columbia, Risata Bali Resort & Spa, dan East Pier Benoa Marina merupakan beberapa eksibitor gaya hidup yang hadir di IYF 2026. 

INSA Yacht Festival hadir sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem wisata bahari, khususnya wisata pelayaran dengan yacht, sekaligus mendorong berkembangnya gaya hidup maritim sebagai bagian dari wajah baru pariwisata Indonesia.

‘’Acara ini merupakan etalase yang menunjukkan kesiapan ekosistem marine tourism Indonesia. Wisata yacht menjadi bagian dari tiga pilar utama pengembangan wisata bahari berkualitas, bersama dengan wisata cruise dan diving,’’ ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di acara INSA Yacht Festival 2026, Sabtu (8/8/2026).

INSA Yacht Festival menjadi momentum strategis yang mempertemukan pelaku industri, investor, komunitas, pemerintah, dan pelaku pariwisata untuk membangun ekosistem industri yacht tourism yang semakin kompetitif serta mendorong posisi Indonesia sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

‘’Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan industri pelayaran, marina, galangan kapal, hingga UMKM, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir,’’ ujar Menteri Pariwisata.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, asosiasi, serta seluruh pemangku kepentingan agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi sektor pariwsata sekaligus perekonomian nasional.

Carmelita menilai, pengembangan wisata bahari memiliki nilai strategis karena tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi industri pelayaran, marina, galangan kapal, UMKM, dan masyarakat di kawasan pesisir.

 ‘’Melalui INSA Yacht Festival, kami ingin ikut mendukung pengembangan quality tourism di Indonesia melalui berbagai kegiatan yang kami hadirkan, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan wisata bahari yang berkualitas,’’ kata Carmelita.

Sementara  itu, Wakil Ketua Umum DPP INSA sekaligus Ketua Penyelenggara INSA Yacht Festival 2026 Nova Y. Mugijanto menjelaskan bahwa penyelenggaraan IYF tahun ini mengangkat tiga tema utama yaitu Wellness Tourism, Marine Tourism, dan Gastonomy. Menurutnya, wisata bahari saat ini telah mengalami transformasi, tidak lagi hanya identik dengan menikmati pemandangan laut, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup maritim yang memadukan kesehatan, olahraga, rekreasi, budaya, kuliner, dan pengalaman berlayar.

Nova mengatakan bahwa pengembangan wisata bahari tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kebersihan laut, marina, dan kawasan pesisir agar tetap lestari. Hal ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor pariwisata.

‘’Laut yang indah adalah modal utama pariwisata Indonesia. Karena itu, menjaga marina dan kawasan pesisir tetap bersih adalah tanggung jawab bersama. Itulah mengapa ‘Clean Harbour’ menjadi salah satu pembahasan penting pada IYF 2026,’’ tutur Nova.

Sektor wisata bahari memiliki nilai strategis sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional yang mampu menghasilkan devisa, terlebih Indonesia memiliki kekayaan alam yang menjadi modal besar untuk pembangunan pariwisata nasional. ***( Yun Damayanti)

PEMINAT PELATIHAN DAN SERTIFIKASI TRAVEL CONSULTANT DI JAKARTA MELEBIHI EKSPETASI, SINYAL KEBUTUHAN PENINGKATAN KOMPETENSI MASIH TINGGI

PEMINAT PELATIHAN DAN SERTIFIKASI TRAVEL CONSULTANT DI JAKARTA MELEBIHI EKSPETASI, SINYAL KEBUTUHAN PENINGKATAN KOMPETENSI MASIH TINGGI

Tourism for Us – Keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memberikan pelayanan kepada wisatawan. SDM yang kompeten merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengalaman berwisata yang berkualitas dan berkesan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi [more]