4 LANGKAH DPD ASITA JAWA BARAT MENGEMBALIKAN PAMOR PARIWISATA

Tourism for Us – Jawa Barat pernah menjadi destinasi pariwisata top setelah Yogyakarta karena mempunyai alam yang indah, masyarakat yang ramah dan murah senyum, dan kuliner lezat. Sayang, pamor pariwisatanya justru meredup di kala infrastruktur aksesibilitas semakin baik. Provinsi dengan populasi penduduk terpadat di Indonesia malah menjadi target utama sumber wisatawan domestik bagi daerah-daerah lain.

Daniel G. Nugraha, Ketua DPD ASITA Jawa Barat yang baru saja terpilih, mengungkapkan bahwa dirinya akan fokus pada aktivasi program-program yang dapat meningkatkan transaksi bisnis anggota dan business interest, serta memperluas jaringan bisnis dan membangun jejaring baru.  

Program pertama yang menjadi prioritasnya adalah mengadakan roadshow di dalam provinsi. Roadshow ini menjadi penting agar antarpelaku pariwisata di kota dan kabupaten dalam Provinsi Jawa Barat saling mengenal. Setelah saling mengenal, industri perjalanan di Jawa Barat bisa dihidupkan lagi.

‘’Semoga melalui roadshow dapat mengkonsolidasi multi-stakeholders pariwisata Jawa Barat agar berada di dalam satu gerbong yang sama dengan ASITA sebagai lokomotifnya,’’ ujar Daniel.  

Program itu berkaitan dengan program berikutnya yang sekaligus menjadi misinya, yakni mengembalikan Jawa Barat menjadi destinasi utama bukan sebagai pasar utama.

‘’Dengan memperkuat pariwisata di Jawa Barat, dapat membantu mempromosikan destinasi ini ke daerah-daerah lain juga ke luar negeri,’’ katanya.

Program berikutnya adalah roadshow keluar negeri. Pariwisata inbound Jawa Barat sebenarnya sudah punya pangsa pasar seperti Belanda, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Arab Saudi. Pangsa pasarnya mulai dari wisatawan leisure hingga sekolah-sekolah dari Singapura yang melakukan field trip (semacam study tour di Indonesia, red.).

Program keempat adalah mengadakan pelatihan (workshop, training) yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota seperti pelatihan terkait digitalisasi. Program ini fokus pada peningkatan kapabilitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri operator tur dan agen perjalanan di Jawa Barat.

Dalam menjalankan kegiatan-kegiatan asosiasi, Ketua DPD ASITA Jawa Barat tidak ingin bergantung pada anggaran dari pemerintah. Sebagai asosiasi yang menaungi perusahaan perjalanan, DPD ASITA Jawa Barat mesti mampu berdikari dengan program-programnya. Kendati begitu, hasil dari kegiatan yang dilakukan akan kembali ke masyarakat dan menyumbangkan pendapatan bagi daerah, sehingga tetap memerlukan dukungan dari pemerintah daerah. ***(Yun Damayanti)  



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *