Author: admin

PERUBAHAN EKSPETASI PENGALAMAN PERJALANAN PELANGGAN HADAPI DENGAN STRATEGI PENDEKATAN WISATAWAN-SENTRIS

PERUBAHAN EKSPETASI PENGALAMAN PERJALANAN PELANGGAN HADAPI DENGAN STRATEGI PENDEKATAN WISATAWAN-SENTRIS

Tourism for Us – Pascapandemi COVID-19, pelaku industri perjalanan dan pariwisata tidak hanya menghadapi disrupsi teknologi tetapi juga perubahan ekspetasi pengalaman perjalanan wisatawan. Usaha-usaha pariwisata, termasuk industri operator tur dan agen perjalanan, dituntut untuk beradaptasi atau mengubah strategi-strateginya agar bisnis dapat beroperasi kembali. Dari pengalaman [more]

KEMENPAREKRAF PERKUAT KOLABORASI TINGKATKAN ATRAKSI DAN AMENITAS DI DESTINASI WISATA

KEMENPAREKRAF PERKUAT KOLABORASI TINGKATKAN ATRAKSI DAN AMENITAS DI DESTINASI WISATA

Tourism for Us – Untuk meningkatkan atraksi dan amenitas di destinasi wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti P.T. Bank Central Asia Tbk. (BCA), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Grab. Nia Niscaya, Adyatama [more]

LION GROUP JALIN CODE SHARE DENGAN JEJU AIR, TAWARKAN MULTI CITY FLIGHT BAGI WISATAWAN KOREA SELATAN DAN INDONESIA

LION GROUP JALIN CODE SHARE DENGAN JEJU AIR, TAWARKAN MULTI CITY FLIGHT BAGI WISATAWAN KOREA SELATAN DAN INDONESIA

Tourism for Us – Lion Group dan Jeju Air menawarkan konsep penerbangan multi city bagi wisatawan Korea Selatan dan Indonesia dengan disepakatinya code share di antara kedua maskapai penerbangan tersebut. Dengan adanya code share ini menawarkan solusi perjalanan semakin praktis, ekonomis, dan menarik bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi dunia dengan cara lebih fleksibel dan efisien. Selain itu, kerja sama strategis tersebut diharapkan dapat mendukung program Pemerintah Indonesia untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke berbagai destinasi di Tanah Air.

(Foto: wikipedia)

Lion Group dan Jeju Air mengumumkan kerja sama strategis (code share) yang akan mempermudah wisatawan dalam menjelajahi destinasi internasional. Kesepakatan ini telah ditandatangani pada awal bulan Juni lalu. Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi dan Presiden Direktur Jeju Air Kim E-Bae di Jakarta.

Penandatangan itu disaksikan oleh Consular Embassy of the Republic of Korea in Indonesia Cho Sung-Tae, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Perekonomian dan Keuangan RI Otto Hardianto, Direktur Angkutan Udara Kemeterian Perhubungan Putu Eka Cahyadi, Direktur Utama Lion Air Rudy Lumingkewas, Presiden Direktur Bandara Internasional Batam Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Keselamatan, Keamanan dan Kualitas (Safety, Security, and Quality) Lion Air Capt. Wamildan Tsani Panjaitan serta Aero Group Head Angkasa Pura Indonesia Muhammad Thamrin.

Dikutip dari berita yang dipublikasikan di situs Lion Air, dengan layanan penerbangan melalui Bali (DPS) dan Batam (BTH), wisatawan dari berbagai kota di Indonesia kini memiliki pilihan terbaik untuk melanjutkan penerbangan menuju Incheon, Korea Selatan. Setelah tiba di Incheon, Jeju Air menawarkan kemudahan melanjutkan perjalanan ke total 36 rute internasional, termasuk 8 rute ke Jepang dan 11 rute ke Cina.

Selain itu, kerja sama ini juga untuk mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia. Dengan layanan penerbangan yang lebih terintegrasi, wisatawan dari Korea Selatan dan negara-negara lain dapat dengan mudah mengunjungi kota-kota di Indonesia melalui Batam (BTH) dan Bali (DPS). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kujungan wisatawan asing dan memberikan kontribusi positif bagi pariwisata Indonesia.

Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, ‘’Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi Lion Group dalam memberikan kemudahan bagi wisatawan Indonesia untuk menjelajahi lebih banyak destinasi internasional. Kami memahami bahwa kenyamanan dan fleksibilitas adalah hal yang sangat penting bagi wisatawan. Dan dengan konsep multi city ini kami dapat menyediakan pilihan rute yang lebih luas dan efisien.’’

‘’Kami juga bangga dapat mendukung program pemerintah dalam mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia. Dengan tersedianya lebih banyak pilihan penerbangan, kami berharap semakin banyak wisatawan dari berbagai negara akan tertarik untuk mengunjungi keindahan dan keragaman budaya yang ditawarkan oleh kota-kota di Indonesia,’’ jelas Capt. Daniel.

Kim E-Bae, Presiden Direktur Jeju Air, mengungkapkan, ‘’Melalui kolaborasi ini, Jeju Air berkomitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan menyenangkan bagi wisatawan. Kami yakin bahwa dengan menggabungkan jaringan penerbangan kami dengan Lion Group, wisatawan akan merasakan manfaat besar dari peningkatan aksesibilitas dan fleksibilitas dalam merencanakan perjalanan mereka.’’

‘’Selain itu, layanan code share Lion Group dan Jeju Air bersemangat untuk memperkenalkan lebih banyak wisatawan asing ke Indonesia. Kami percaya bahwa kemitraan ini tidak hanya akan memperkuat hubungan bilateral antara Korea Selatan dan Indonesia tetapi juga akan membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata di kedua negara. Kami sangat menantikan dampak positif dari kerja sama ini bagi wisatawan dan industri pariwisata,’’ papar Kim.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur P.T. Bandara Internasional Batam (BIB) Pikri Ilham Kurniansyah menyatakan, ‘’Kerja sama ini adalah implementasi dari kolaborasi strategis antara bandar udara dan maskapai penerbangan nasional serta asing. PT BIB telah bertransformasi dari entitas tunggal menjadi bagian dari ekosisitem yang lebih besar dengan peran sebagai orchestrator dalam mewujudkan rute penerbangan internasional. Batam adalah kunci utama strategi Indonesia untuk memperbaharui hak lalu lintas udara, sehingga rute penerbangan Batam-Incheon dan sebaliknya dapat diwujudkan dengan memanfaatkan kekuatan Lion Group di pasar domestik. Penerbangan Incheon- Batam akan terhubung dengan penerbangan domestik Lion Group melalui Batam.’’

Dan kerja sama code share di rute Incheon-Bali dan sebaliknya, dengan menggunakan armada Lion Group, kembali menegaskan posisi Lion Group sebagai penghubung antara pasar internasional dan domestik.***(Yun Damayanti) 

JEJU AIR DAN LION GROUP SIAP TAMBAH PENERBANGAN INTERNASIONAL KE SEJUMLAH DESTINASI DI INDONESIA

JEJU AIR DAN LION GROUP SIAP TAMBAH PENERBANGAN INTERNASIONAL KE SEJUMLAH DESTINASI DI INDONESIA

Tourism for Us – Jeju Air, Batik Air Malaysia dan Super Air Jet yang tergabung dalam Lion Group, memastikan akan menambah penerbangan internasional ke beberapa destinasi di Indonesia. Batik Air Malaysia akan membuka rute penerbangan dari Kuala Lumpur ke Surabaya, Lombok, Padang, dan Pekanbaru. Kapasitas [more]

INDEKS KHUSUS EMITEN PAREKRAF UNTUK MENARIK INVESTOR POTENSIAL

INDEKS KHUSUS EMITEN PAREKRAF UNTUK MENARIK INVESTOR POTENSIAL

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong penguatan indeks saham di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) Tanah Air. Salah satunya melalui pembentukan indeks khusus emiten sektor parekraf. Pembentukan emiten khusus ini diharapkan dapat menarik lebih banyak [more]

PATA PRAKIRAKAN PERJALANAN INTERNASIONAL DI KAWASAN ASIA PASIFIK MENGUAT PADA 2024, SUMBER PASAR ASIA TIMUR PENGUNGKIT KEBANGKITAN PARIWISATA DI KAWASAN

PATA PRAKIRAKAN PERJALANAN INTERNASIONAL DI KAWASAN ASIA PASIFIK MENGUAT PADA 2024, SUMBER PASAR ASIA TIMUR PENGUNGKIT KEBANGKITAN PARIWISATA DI KAWASAN

Tourism for Us – Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) baru saja merilis Laporan Tengah Tahun ‘’Prakiraan Pengunjung Asia Pasifik 2024-2026’’. Dalam laporan itu   memprediksi kenaikan tajam dalam kedatangan pengunjung internasional di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2024. Ini memperkuat angka prakiraan awalnya yang dirilis pada awal tahun ini.

Sumber; PATA

Pembaruan ini, yang dirilis pada awal Juli, mendukung prediksi laporan sebelumnya tentang pertumbuhan tahunan yang kuat dalam kedatangan pengunjung internasional (international visitor arrivals/IVA) ke dan di seluruh Asia Pasifik, melampaui level pra-pandemi 2019 untuk pertama kalinya pada tahun 2024 di bawah skenario ringan, dan pada tahun 2025 di bawah skenario sedang. Namun, tantangan tetap ada karena skenario parah memprediksi kedatangan pada tahun 2024 akan tetap 31% di bawah level 2019, dan 13% di bawah tolok ukur pada tahun 2026.

Selain itu, PATA juga telah menerbitkan 39 laporan individual dari seri ‘’Prakiraan Destinasi Asia Pasifik 2024-2026’’ yang disponsori oleh Visa dan menampilkan wawasan dan data terkini dari Euromonitor International dan Visa.

CEO PATA Noor Ahmad Hamid dalam keterangan tertulis mengatakan, prakiraan skenario yang parah mengingatkan bahwa meskipun keadaan saat ini positif, dengan proyeksi pertumbuhan yang umumnya optimis, bahaya masih membayangi.

“Ketegangan geopolitik, dampak perubahan iklim, dan ketidakpastian ekonomi terbukti menjadi sumber hambatan bagi pertumbuhan pariwisata Asia Pasifik, yang menyoroti kebutuhan kritis akan upaya berkelanjutan untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat secara efektif mengatasi tantangan tersebut,” kata Hamid.

Meskipun terdapat tingkat pemulihan yang tidak merata di setiap kawasan dan subkawasan di Asia Pasifik, angka IVA di Asia, Amerika, dan Pasifik diprediksi akan melampaui level tahun 2019 pada tahun 2024, dalam skenario ringan. Momentum ini diprediksi akan berlanjut hingga tahun 2025 dan 2026, dengan angka IVA di ketiga kawasan tujuan diperkirakan akan melampaui angka tahun 2019.

Sebagaimana yang diharapkan, prakiraan skenario parah jauh lebih lemah dan meskipun angka IVA diprediksi akan terus meningkat ke level 2019 pada akhir 2026, namun peningkatan tersebut terjadi pada laju yang jauh lebih lambat.

Pada tingkat subwilayah tujuan, beberapa tingkat pertumbuhan tahunan IVA yang sangat kuat diperkirakan terjadi pada tahun 2024 berdasarkan skenario sedang, dengan delapan dari 11 subwilayah diprediksi memiliki tingkat pertumbuhan tahunan di atas 10%, dipimpin oleh Mikronesia, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara dengan peningkatan masing-masing sebesar 77,8%, 47,0%, dan 36,0%.

Namun, jika menyangkut peningkatan tahunan dalam jumlah absolut IVA, subwilayah tujuan Asia Timur Laut, Asia Tenggara, dan Amerika Utara memimpin, dengan peningkatan masing-masing sebesar 44,6 juta, 36,2 juta, dan 12,7 juta.

Pendorong sebagian besar perluasan jumlah IVA antara tahun 2023 dan 2024 sebagian besar adalah sumber pasar Asia Timur Laut dengan Tiongkok, Makau, dan Korea Selatan (ROK) masing-masing menambahkan 35,9 juta, 8,5 juta, dan 7,6 juta IVA tambahan ke jumlah IVA Asia Pasifik.

Selama periode 2023 hingga 2026, Asia Timur Laut masih mendominasi, dengan lima sumber pasar teratas berdasarkan IVA tambahan yang dihasilkan semuanya berasal dari subwilayah tersebut. Secara khusus, tujuh sumber pasar diperkirakan akan menambahkan lebih dari 111 juta IVA masing-masing ke jumlah pengunjung internasional di Asia Pasifik dengan AS menjadi satu-satunya sumber pasar di luar Asia Timur Laut dalam daftar peringkat tersebut.

Cara lain untuk mengenali kekuatan Asia Timur Laut sebagai pembangkit IVA di seluruh Asia Pasifik antara tahun 2023 dan 2026 adalah dengan memahami bahwa dari 258,3 juta IVA tambahan yang diprediksi untuk Asia Pasifik selama periode tersebut, 60% diperkirakan berasal dari sumber pasar Asia Timur Laut.

Prakiraan terkini untuk 39 destinasi di Asia Pasifik dikembangkan secara terperinci melalui serangkaian laporan individual yang juga telah dirilis oleh PATA. Dalam laporan individual ini, perhatian diberikan pada kriteria penting tambahan termasuk wilayah sumber IVA, musim, dan perubahan kapasitas angkutan udara.

Hamid berkomentar, “Laporan pertengahan tahun ini merupakan indikator positif bahwa kawasan ini sedang mengalami kemajuan menuju pertumbuhan, bahkan dengan kemungkinan skenario yang parah. Selain itu, peningkatan IVA yang diproyeksikan siap memberikan kontribusi substansial terhadap Kelengkapan dari Ekonomi Pengunjung. Namun, kita tidak boleh kembali memprioritaskan jumlah kedatangan saja ketika menyangkut pemulihan dan pertumbuhan industri kita. Sangat penting bagi para pemangku kepentingan industri pariwisata untuk memfokuskan diri pada metode promosi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam mengelola pertumbuhan volume sebagai cara untuk mendorong tren positif ini, dengan berfokus pada pengalaman pariwisata yang berkualitas, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan masyarakat.”

Rangkaian laporan yang diperbarui oleh PATA telah dirancang khusus untuk dapat digunakan oleh Badan-badan Pariwisata Nasional, dengan masing-masing laporan memiliki penerapan langsung bagi operator yang datang dan pergi serta pemasok ke dan di dalam destinasi. Laporan meliputi 39 destinasi berbeda di kawasan Asia Pasifik. Setiap laporan memberikan wawasan yang dapat diukur tentang arus perjalanan masuk yang sebenarnya dan yang diproyeksikan, prospek dan tren ekonomi, dan analisis PEST dengan penerapan langsung dalam proses perencanaan strategis dan pemasaran. ***(Yun Damayanti) 

PROMOSI POTENSI KEKAYAAN INTELEKTUAL INDONESIA DI PERTEMUAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA WIPO DI SWISS

PROMOSI POTENSI KEKAYAAN INTELEKTUAL INDONESIA DI PERTEMUAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA WIPO DI SWISS

Tourism for Us – Indonesia sebagai anggota World Intellectual Property Organization (WIPO) mempromosikan potensi kekayaan intelektual Indonesia kepada perwakilan negara-negara anggota WIPO yang sedang mengikuti The 65th Series of Meetings of The Assemblies of the Member States of WIPO, di Jenewa, Swiss. Menteri Pariwisata dan [more]

TRAVEL MEET ASIA 2024 TUMBUH 80% DARIPADA SEBELUMNYA, PELAKU INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA PERLU MEMPERHATIKANNYA

TRAVEL MEET ASIA 2024 TUMBUH 80% DARIPADA SEBELUMNYA, PELAKU INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA PERLU MEMPERHATIKANNYA

Tourism for Us – Travel Meet Asia 2024 telah berkembang menjadi pameran dagang perjalanan dan konvensi selama dua hari yang komprehensif, menghubungkan pasar perjalanan Asia Tenggara yang sedang berkembang dengan peluang global. Acara B-to-B yang tiketnya terjual habis ini bertujuan untuk menyediakan platform yang kuat [more]

KUNJUNGAN WISMAN JANUARI-MEI 2024 NAIK 23,78% YoY DARI TAHUN 2023

KUNJUNGAN WISMAN JANUARI-MEI 2024 NAIK 23,78% YoY DARI TAHUN 2023

Tourism for Us – Perkembangan sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sudah mencapai 5.244.213 pada periode Januari-Mei 2024 atau naik 23,78 persen daripada periode yang sama tahun 2023. Pada bulan April 2024 kunjungan mencapai 1.145.499 wisman atau meningkat 7,36 persen daripada bulan April 2023.

Wisman rindu menikmati alam,budaya dan hospitality Bali.(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)

Sementara pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) selama bulan Mei 2024 mencapai 626.668 perjalanan atau turun 17,74 persen dibandingkan bulan April 2024. Meskipun tren penurunan ini sudah bisa diprediksi.

‘’Alhamdulillah. Performa kunjungan wisman tahun ini bagus. Jadi tren inilah yang harus kita jaga supaya tren positif terus berlanjut. Karena jumlah wisman akan membawa dampak terhadap jumlah devisa. Dan devisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja,’’ kata Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf dalam ‘’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (8/7/2024), di Jakarta.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), lima negara penyumbang wisman terbanyak adalah Malaysia 17,47 persen, Australia 11,98 persen, Singapura 9,69 persen, Tiongkok 8,61 persen, dan India 7,08 persen. Dan rata-rata lama tinggalnya sekitar 7,58 malam.

Kenaikan jumlah wisman tersebut tidak lepas dari sederet kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di pasar-pasar utama. Kegiatan-kegiatan tersebut guna menjaga agar Indonesia tetap menjadi top of mind dan pilihan wisatawan.

Di antara kegiatan-kegitan tersebut seperti Sales Mission Australia bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo dan Flores (BPOLBF), perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) bagi wholesalers dari Australia dan Selandia Baru, edutravel bagi teacher/lecturer dari Australia, serta inovasi mega famtrip dan table top untuk travel agents/tour operators (TA/TO) untuk pasar Asia Selatan dan Tengah.

‘’Dan tentu event-event juga dikreasikan untuk mendatangkan wisman dan wisnus sebagai atraksi,’’ Nia menambahkan.

Sedangkan terkait wisnus Nia mengatakan, ‘’Apakah orang sudah mulai cinta dengan program #DiIndonesiaAja? Mudah-mudahan. Ini adalah tren yang harus kita jaga supaya ekspor itu surplus karena kita perlu devisa. Dan wisnus juga tentu harus ditingkatkan karena dia menggerakan perekonomian kita,’’ pungkas Nia. ***(Yun Damayanti) 

KENAIKAN PERINGKAT TTDI INDONESIA JADI BASIS PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN SEKTOR PAREKRAF

KENAIKAN PERINGKAT TTDI INDONESIA JADI BASIS PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN SEKTOR PAREKRAF

Tourism for Us – Kenaikan peringkat Travel & Tourism Index (TTDI) Indonesia yang cukup signifikan menjadi basis pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) Indonesia. Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf dalam ‘’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (1/7/2024), di [more]