Tourism for Us – Praktik pariwisata berkelanjutan menjadi penting di tengah menguatnya tantangan yang dihadapi negara-negara di dunia akibat perubahan iklim. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pentingnya praktik pariwisata bekelanjutan saat menghadiri ‘’121st Session of [more]
Tourism for Us – Para pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo khususnya dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada umumnya merasa senang dan optimis atas respon para buyers dari luar NTT yang hadir di Komodo Travel Mart (KTM) V. Komodo Travel Mart V berlangsung pada 6 [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama kementerian/lembaga terkait membentuk Tim Profesional Pariwisata Nasional (TPPN) periode 2024-2025. Tim ini guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata unggul dan berdaya saing global sesuai dengan standar kompetensi profesional pariwisata yang ditetapkan dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professsionals (ASEAN MRA-TP).
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
ASEAN MRA-TP merupakan sumber rujukan yang disepakati untuk memfasilitasi pergerakan tenaga kerja profesional di sektor pariwisata kawasan ASEAN. Kurikulum ASEAN MRA-TP telah disepakati bersama para Menteri Pariwisata se-ASEAN sejak 2012 di Thailand. Kesepakatan tersebut ditujukan agar negara di kawasan ASEAN mendapatkan pengakuan atas standar kompetensi tenaga profesional di bidang pariwisata.
Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf, dalam ‘’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (10/6/2024), di Jakarta, mengatakan, TPPN nantinya memastikan penerapan ASEAN MRA-TP dapat dilaksanakan dengan baik. Mulai dari lembaga pendidikan, pelatihan juga sertifikasi.
‘’Jangan sampai kita menjadi pasar tapi harus menjadi player. Apalagi, kita sudah dikenal dengan hospitality yang baik,’’ ujar Nia.
Direktur Standardisasi Kompetensi Kemenparekraf yang juga Ketua Pelaksana TPPN Faisal, mengatakan, salah satu hal yang akan dilakukan TTPN dalam upaya mempercepat implementasi ASEAN MRA-TP adalah dengan penguatan dan integrasi SATU DATA ASEAN.
‘’Karena saat ini datanya masih parsial di masing-masing kementerian atau asosiasi. Ini yang perlu kita konsolidasikan sehingga ketika kita melaporkan dalam pertemuan ASEAN, kita punya satu dasar untuk implementasi ASEAN MRA-TP,’’ ujar Faisal.
Selanjutnya adalah penambahan okupasi dari 230 di ASEAN, saat ini Indonesia baru memiliki 32 skema okupasi masih tersisa 198 sehingga perlu akselerasi.
‘’Kita masih fokus pada (standar) bidang hotel dan travel, padahal sudah ada bidang MICE, event dan spa yang sudah disepakati di ASEAN. Karenanya kita tentu mencoba untuk menambah bidangnya,’’ ujar Faisal.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Penjaminan mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar) Kemdikbud Nana Halim mengatakan, Kemendikbud khususya di kurikulum untuk SMK, telah mengembangkan kurikulum berstandar ASEAN sejak tahun 2019. Mulai dari keahlian tata boga, tata busana, dan usaha perjalanan wisata.
‘’Pilot project diterapkan di 21 SMK dan kami talah mengirim sekitar 80 guru untuk menjadi master trainer di Indonesia. Tahun ini kita juga melatih lima kelas masing-masing kelas 100 guru usaha perjalanan wisata untuk diperkenalkan tentang kurikulum ASEAN,’’ kata Nana.
Sementara Direktur Standardisasi Kompetensi Program Pelatihan Kemenaker Muh. Amir Syarifudin, mengatakan, kolaborasi melalui kehadiran TPPN sangat penting untuk dapat bersama-sama mengakselarasi penciptan SDM Indonesia yang kompeten.
‘’Ketika standar sudah ada pengakuan antarnegara maka masing-masing negara harus menyiapkan. Tentunya kalau kita lebih siap, kita tentu bisa menang. Kita bisa mengisi tenaga kerja kita di luar,’’ ujar Amir.
Anggota Komisaris BNSP Miftakul Azis mengatakan, BNSP penjaminan mutu dari proses pendidikan dan pelatihan vokasi telah mengembangkan skema-skema sertifikasi dan kualifikasi dengan standar ASEAN.
‘’Dengan kebijakan yang ada di Kemenpar maka sudah tersedia skema sertifikasi kualifikasi ASEAN dan sebentar lagi kita juga akan merilis Skema Okupasi ASEAN. Ini adalah skema bersama yang bisa tinggal dipakai teman-teman lembaga sertifikasi profesi,’’ kata Azis.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Salah satu capaian yang berhasil dibuat di Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 adalah penandatanganan lima nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai investasi sebesar Rp 862 miliar. ‘’Ini total investasinya Rp 862 miliar, dan kalau total investasi dari kuartal pertama 2024 [more]
Tourism for Us – Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat di Provinsi Kalimantan Tengah, adalah pintu gerbang ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang ternama. Dan pasca pandemi COVID-19, kota ini melihat diversifikasi bisnis di luar perkebunan. Melihat potensi kota Pangkalan Bun yang besar, Accor, [more]
Tourism for Us – Sektor ekonomi kreatif Indonesia juga mendapat perhatian serius dari para investor yang hadir di Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024. Salah satunya adalah penandatanganan kerja sama antara JTA Internasional Investment Holding dengan Hanung Bramantyo, salah seorang sutradara film kenamaan Indonesia, untuk mengembangkan Studio Alam Film Gamplong di Sleman, D.I. Yogyakarta.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Investment & Portofolio Manager JTA International Investment Holding Ali Hadji dan Hanung Bramantyo di sela-sela kegiatan ITIF 2024, Rabu (5/6/2024), di Swissotel PIK Avenue, Jakarta.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kerja sama antara JTA International Investment Holding yang akan menanamkan investasinya dalam pengembangan Studio Alam Film Gamplong milik sutradara film Hanung Bramantyo di Sleman, D.I.Y.
Usai menyaksikan penandatanganan kerja sama, Menparekraf Sandiaga mengungkapkan, melalui kerja sama ini Desa Gamplong akan mendapatkan modal investasi senilai 4 miliar dollar AS untuk pengembangan Studio Alam Film Gamplong.
‘’Saya senang sekali Mas Hanung bisa menarik itu karena dekat dengan Borobudur, salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP). Selain dari inovasi dan adaptasi, kolaborasi semua pihak penting untuk dilakukan. Dan momen ini adalah bentuk memperkuat kolaborasi sehingga kita bisa mencapai target-target yang lebih baik, untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas,’’ kata Menparekraf Sandiaga.
Hanung Bramantyo mengungkapkan, kerja sama ini adalah kerja sama yang telah dinantikan sejak beberapa tahun lalu.
‘’Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, kami membutuhkan sekali partners untuk mengembangkan dalam rangka membuat studio film. Karenanya kerja sama ini tentu akan menjadi kabar baik buat warga Desa Gamplong dan akan menjadi semacam spirit dan semangat baru buat mereka,’’ kata Hanung.
Hanung bersama masyarakat Desa Gamplong, Sleman, menginisiasi sebuah studio film untuk pengembangan pariwisata dan penumbuhan ekonomi kreatif daerah tersebut. Studio Alam Film Gamplong awalnya dibangun untuk keperluan shooting film. Kemudian itu dijadikan daya tarik wisata yang menawarkan pengalaman berbeda dan Instagramable.
Perubahan fungsi tersebut nyatanya manarik animo para wisatawan. Jumlah pengunjung kian meningkat dari yang sebelumnya 100-200 pengunjung per hari, sekarang bisa mencapai 3.000-4.000 orang per hari. Dan jumlah ini akan bertambah seiring dengan peak season.
Karenanya, investasi yang terjalin diyakini dapat mengakselerasi potensi Studio Alam Film Gamplong menuju destinasi berkualitas di Tanah Air.
‘’Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari Kemenparekraf dan bisa dikoneksikan dengan beberapa pihak investor. Harapannya kita bisa bekerja sama berkelanjutan, khususnya dengan warga Desa Gamplong,’’ tambah Hanung.
Selain perjanjian kerja sama antara JTA International Investment Holding dengan Hanung Bramantyo, sejumlah kerja sama juga dijalin dalam ITIF 2024. Berikut daftarnya:
Perjanjian kerja sama investasi penyediaan tenaga listrik untuk wilayah Parapuar, Labuan Bajo, senilai Rp 18 miliar antara Labuan Bajo Flores Tourism Authority (LBFTA) dan PT PLN (Persero) UIW NTT.
Perjanjian kerja sama penanaman modal untuk pengelolaan Taman Parapuar, Labuan Bajo, senilai Rp 20 miliar antara LBFTA dan PT Eigerindo Multi Produk Industri.
Perjanjian kerja sama pengembangan digitalisasi di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo Flores antara LBFTA dan PT Telkom Indonesia, Tbk.
Perjanjian kerja sama investasi pemanfaatan aset Exotic Lake View Resort SR-08 Toba Caldera Resort, Danau Toba, senilai Rp 60 miliar antara Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan PT Agung Toba Nauli.
Perjanjian kerja sama investasi pembangunan kereta gantung wisata di kawasan pariwisata terpadu Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat senilai Rp 700 milar antara PT Kamara Citra Destinasi Indonesia, perwakilan POMA dan PT Sari Buni Mas (Sari Ater Group).
Tourism for Us – Penyelenggaraan Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 untuk kedua kalinya di Indonesia menjadi platform untuk menghubungkan para pemangku kepentingan terkait peluang dan tantangan dalam penerapan investasi hijau. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali bekerja sama dengan [more]
Tourism for Us – Penyelenggaraan World Water Forum (WWF) 2024 pada 18-25 Mei 2024 lalu mampu menggerakan aktivitas perekonomian secara nasional, baik Bali sebagai tuan rumah maupun aktivitas ekonomi secara nasional. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama Pusat Riset Ekonomi [more]
Tourism for Us – Smart city (kota pintar) dan smart tourism berjalan beriringan dan saling berkaitan di Indonesia. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman digital dan layanan yang modern bagi wisatawan. Namun di sisi lain tetap memberikan pengalaman berwisata yang otentik. Dalam pengembangan pariwisata selalu mengedepankan penerapan teknologi seperti di hotel, restoran, operator tur, desa wisata juga komunitas lokal.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat menjadi pembicara kunci di salah satu diskusi pleno ‘’World Cities Summit (WCT) 2024’’, Selasa (4/6/2024), di Singapore Convention Exhibition, Singapura, mengatakan, pariwisata memilliki keterkaitan yang erat dalam pengembangan konsep smart city (kota pintar) yang bisa menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan untuk berkunjung (smart tourism destination) dan begitu pula sebaliknya.
‘’Konsep kota cerdas telah memberikan peluang bagi tourism untuk berkembang menjadi smart tourism,’’ kata Menparekraf Sandiaga.
‘’Karenanya dalam pengembangan kota masa depan dalam konsep smart cities harus dapat membangun spot-spot pariwisata. Bagaimana kota dapat menghadirkan kesejahteraan bagi populasinya berbekal kekuatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,’’ kata Sandiaga.
Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga mengatakan, sebuah smart city harus juga mengedepankan kreativitas. Kota cerdas juga harus tumbuh sebagai kota kreatif.
Indonesia saat ini telah memiliki 5 kota kreatif kelas dunia dan telah masuk dalam dafar jaringan kota kreatif UNESCO. Kelima kota tersebut adalah Bandung, Jakarta, Pekalongan, Ambon dan Solo.
‘’Kota-kota yang ke depannya menghadapi tantangan beragam harus mampu menampilkan kreativitas dari masyarakatnya beserta seluruh pemangku kepentingan. Bagaimana kita menyiapkan kota-kota ini untuk menjadi kota-kota kreatif,’’ lanjut Menparekraf Sandiaga.
‘’Smart tourism adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan kompetitif di era digital. Namun diperlukan penguatan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan dalam proses pembangunan smart tourism juga smart city,’’ tutur Menparekraf.
World Cities Summit merupakan ajang pertemuan dua tahunan bagi para pemimpin pemerintah dan pakar industri untuk mengatasi tantangan menjadi kota layak huni, berkelanjutan dan berketahanan.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia kembali meraih predikat ‘’Top Muslim Friendly Destination of the Year 2024’’ dalam MasterCard Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) yang berlangsung di Singapura, Kamis (30/5/2024). Prestasi ini mengantarkan Indonesia mendapatkan predikat tersebut selama dua kali berturut-turut yakni pada tahun [more]