Author: admin

VISTARA LAYANI RUTE DELHI-DENPASAR, KUNJUNGAN WISATAWAN INDIA DITARGETKAN NAIK HINGGA 25 PERSEN

VISTARA LAYANI RUTE DELHI-DENPASAR, KUNJUNGAN WISATAWAN INDIA DITARGETKAN NAIK HINGGA 25 PERSEN

Tourism for Us – Penerbangan langsung dari India ke Indonesia akan segera bertambah lagi. Vistara secara resmi mengumumkan akan melayani rute New Delhi-Denpasar, Bali, mulai 1 Desember 2023. Dengan tambahan penerbangan langsung, kunjungan wisatawan dari India ditargetkan bisa meningkat hingga 25 persen. Vistara, maskapai penerbangan [more]

DORNA SPORTS BERHARAP LEBIH BANYAK PENERBANGAN INTERNASIONAL DAN AKOMODASI DI LOMBOK UNTUK GP INDONESIA TAHUN DEPAN

DORNA SPORTS BERHARAP LEBIH BANYAK PENERBANGAN INTERNASIONAL DAN AKOMODASI DI LOMBOK UNTUK GP INDONESIA TAHUN DEPAN

Tourism for Us – Dorna Sports mengapresiasi perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh Indonesia. Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia pada 13-15 Oktober 2023 berjalan lancar dan lebih baik daripada tahun lalu. Untuk penyelenggaraan tahun depan, Dorna Sports berharap ada lebih banyak penerbangan internasional [more]

PEMERINTAH TARGETKAN PENINGKATAN JUMLAH AKOMODASI HINGGA 30 PERSEN DI MANDALIKA, LOMBOK, TAHUN DEPAN

PEMERINTAH TARGETKAN PENINGKATAN JUMLAH AKOMODASI HINGGA 30 PERSEN DI MANDALIKA, LOMBOK, TAHUN DEPAN

Tourism for Us – Pemerintah menargetkan jumlah akomodasi di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dapat meningkat 20 hingga 30 persen tahun depan. Saat ini, jumlah kamar yang tersedia di kawasan Mandalika sebanyak 2000 kamar.

Menparekraf Sandiaga S.Uno (kanan) bersama Deputi Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini (kiri) didampingi Maulidin, pengelola Homestay Sasak Lombok Bungalow, (tengah) melihat langsung kondisi kamar homestay. (Foto: Yun Damayanti)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat meninjau sejumlah homestay di kawasan Mandalika, Minggu (15/10/2023), mengatakan, dari peningkatan 20 sampai 30 persen akomodasi itu bukan hanya resor-resor besar tetapi juga akomodasi villa dan homestay di desa-desa wisata.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) akan mendukung berbagai hal yang dibutuhkan. Mulai dari peningkatan infrastruktur hingga akses pembiayaan. Terkait pembiayaan, itu akan menyasar pada konsep pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Kemenparekraf juga akan mendorong lebih banyak lagi penyelenggaraan event di DPSP Mandalika. Baik event berbasis wisata olahraga, budaya dan lainnya.

Seorang wisatawan nusantara dari Gresik, Jawa Timur, yang datang ke Lombok khusus untuk menonton Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Indonesia/GP Mandalika), mengakui, puas dengan pelayanan yang diberikan oleh warga. Dia menginap di Homestay Sasak Lombok Bungalow, Kampung Homestay, Dusun Rangkap 1, Kuta, Lombok Tengah.

Menurutnya, pelayanan dari warga tidak diragukan lagi. Tinggal meningkatkan infrastruktur jalan. Selain itu, pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat lokal bisa lebih diintensifkan.

Satu catatan lagi yang perlu diperhatikan adalah komunikasi pemasaran homestay. Warga lokal pemilik/pengelola homestay perlu memahami istilah ‘kamar’ dalam industri akomodasi (hospitality). Agar pada saat menawarkan kamar sesuai dengan ekspetasi wisatawan yakni sebuah ruangan yang dipersiapkan dan layak menjadi tempat beristirahat. Sehingga wisatawan tidak merasa ditipu.   

Kampung Homestay Mandalika

Homestay Sasak Lombok Bungalow merupakan satu dari 19 homestay dan dari 21 sarana hunian pariwisata (Sarhunta) yang ada di Kampung Homestay. Total ada 120 kamar di kampung ini. Sekretaris Desa menyampaikan, Kampung Homestay di Dusun Rangkap 1 yang paling banyak mempunyai sarana akomodasi homestay di wilayahnya.

Homestay Sasak Lombok Bungalow berdiri sejak 2016. Homestay ini memiliki 8 kamar yang dibangun seperti bungalow. Saat Menparekraf meninjau homestay itu, semua kamar terisi penuh. Lokasi Kampung Homestay memang sangat dekat dengan sirkuit Mandalika. Sirkuit bisa dicapai dengan berjalan kaki.  

Maulidin, pengelola Homestay Sasak Lombok Bungalow, juga ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat, menerangkan, tamu berdatangan kembali mulai tahun 2023.

‘’Tamu-tamu kami mulai datang lagi. Keterisian kamar sudah mencapai sekitar 50 persen daripada sebelum pandemi. Paling banyak dari mancanegara. Kalau di sini dari Spanyol, Australia, Jerman, dan Polandia. Tamu lokal biasanya mencari hotel,’’ tutur Maulidin.

Begitu pun dengan homestay lainnya di kampung itu. Tingkat hunian kamar rata-rata bisa mencapai 50 persen. Pada saat MotoGP Indonesia okupansinya mencapai 100 persen.

Maulidin menambahkan, pemesanan homestay rata-rata melalui booking.com dan Traveloka. Pemesanan dari luar negeri biasanya melalui booking.com.

‘’Jadi kami sudah gabung dengan online travel agent (OTA). Ada Traveloka, booking.com. Rata-rata teman-teman di sini lebih memakai booking.com. Pemesanan dari luar negeri melalui booking.com,’’ katanya.

Tamu-tamu yang menginap di Homestay Sasak Lombok Bungalow mulai dari 2, 5 hingga 10 hari. Tidak sedikit tamu-tamu yang menginap memperpanjang masa tinggalnya.

Pokdarwis di  Kampung Homestay sudah mulai membuat paket-paket wisata. Kawasan Kuta, Lombok, merupakan sister beach dari Kuta, Bali. Keindahan pantainya yang berlekuk-lekuk dengan beberapa jenis pasir putih, perbukitan yang membingkai pantai serta ombak Samudera Indonesia telah menarik perhatian para peselancar mancanegara yang sudah datang terlebih dahulu. Tetapi, kekayaan budaya di Kuta Lombok relatif belum banyak diekspos.

Selain ritual Bau Nyale yang telah masuk kalender event nasional, ada banyak ritual yang dilakukan di sana. Maulidin mengatakan, masyarakat lokal menggelar ritual madak mare dan ngapung sekali setiap tahun. Ritual itu dilakukan untuk membersihkan diri dari segala penyakit.

Kemudian, ada ritual ruah segara. Ritual ini dilaksanakan sekali dalam tiga tahun. Selama masa ruah segara, warga tidak boleh turun langsung ke laut selama tiga hari. Pada ritual itu, masyarakat mempersembahkan dan melarung kepala kerbau ke laut. Tujuannya agar diberi keselamatan yang berlimpah.

Maulidin berharap event-event budaya lokal di kampungnya juga dapat menjadi daya tarik. Agar tamu yang datang tidak hanya ke pantai saja.  

Seperti saudarinya pantai Kuta Bali beberapa dekade lalu, kawasan pantai Kuta Lombok tengah bergeliat dan berproses. Entah bagaimana wajah pantai ini di masa depan. Satu hal yang pasti. Seperti kata warga lokal, ‘’Di Lombok, bisa melihat Bali. Tapi di Bali, tidak bisa melihat Lombok.’’ ***(Yun Damayanti)

4 DESA WISATA DI NTB TERIMA DPUP UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAYA TARIK DAN SDM

4 DESA WISATA DI NTB TERIMA DPUP UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAYA TARIK DAN SDM

Tourism for Us – Dalam memanfaatkan potensinya, desa-desa wisata menghadapi banyak masalah dan tantangan. Terutama bagaimana meningkatkan daya tarik wisata, memasarkannya, lalu mengolah sampah yang dihasilkan. Dan bagaimana agar produk-produk ekonomi kreatif yang dibuat oleh masyarakat lokal mampu membuat pengunjung tertarik untuk membelinya. Kementerian Pariwisata [more]

KEMENPAREKRAF TINGKATKAN POTENSI DIGITAL GENERASI MUDA NTB AGAR MENJADI WIRAUSAHAWAN ANDAL

KEMENPAREKRAF TINGKATKAN POTENSI DIGITAL GENERASI MUDA NTB AGAR MENJADI WIRAUSAHAWAN ANDAL

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan pelatihan ‘’Digital Youth Entrepreneurship’’ untuk memaksimalkan potensi generasi muda Nusa Tenggara Barat (NTB) agar menjadi wirausahawan handal di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata [more]

‘PLANOGRAM GOES TO MANDALIKA’ DI BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK CURI PERHATIAN PENUMPANG

‘PLANOGRAM GOES TO MANDALIKA’ DI BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK CURI PERHATIAN PENUMPANG

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menghadirkan Planogram di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dengan mengangkat tema ‘’Planogram Goes to Mandalika 2023’’, planogram tersebut berada di area lobi di mana penumpang yang baru datang maupun yang akan berangkat dapat melihatnya.

Keberadaan Planogram di BIZAM/BIL mencuri perhatian penumpang. Mereka tidak sekedar melihat-lihat tapi juga ada yang membeli langsung di tempat. (Foto: Yun Damayanti)

Planogram di bandara itu untuk mendukung gelaran MotoGP Mandalika 2023 yang berlangsung pada 13-15 Oktober 2023. Planogram juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk ekonomi kreatif UMKM. Produk-produk yang dipamerkan sudah dikurasi sebelumnya.

Planogram dilengkapi informasi mengenai produk, foto-foto dan QR Code yang tersambung dengan akun resmi pelaku ekraf di marketplace ataupun platform penjualan lainnya (media sosial, situs resmi produk, dan lain-lain). Sehingga wisatawan dan penonton MotoGP Mandalika 2023 dapat memillih wisata belanja sesuai minatnya di Lombok.

Sistem pembayarannya dapat dilakukan secara cashless menggunakan QRIS yang didukung oleh Bank Indonesia. Produk akan dikirim ke lokasi pembeli melalui jasa ekspedisi pengiriman barang. Selain itu, pengunjung juga bisa membeli langsung produk yang dipamerkan di Planogram.

Planogram di bandara internasional di Lombok menampilkan 100 jenama (brand) mulai dari busana, kriya, kuliner, perhiasan dari mutiara dan lain-lain. Produk ekraf yang ditampilkan adalah produk-produk lokal buatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan juga ada beberapa produk dari daerah lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada saat meninjau ‘Planogram Goes to Mandalika 2023’ di BIZAM, Sabtu (14/10/2023), mengatakan, planogram menawarkan kemudahan akses belanja dan jangkauan yang lebih luas. Strategi ini menjadi andalan Kemenparekraf dalam menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Konsumen sekaligus dapat merasakan langsung pengalaman digital di booth Planogram.

‘’Kami menargetkan transaksi hingga Rp 3 miliar. Tapi baru sampai kemarin (13/10/2023), transaksinya sudah mencapai Rp 2,9 miliar,’’ ujar Sandiaga.

PJ. Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Gita Ariadi mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Kemenparekraf. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberdayakan UMKM ekraf di wilayahnya.

‘’Pemberdayaan UMKM akan terus dipacu dan ditingkatkan kualitasnya sehingga customer baik secara online ataupun offline dapat terpuaskan,’’ kata Gita Ariadi.

Direktur Departemen Regional Bank Indonesia Prijono menyampaikan, Bank Indonesia mendukung program Planogram dengan harapan produk ekraf dapat mendukung tugas Bank Indonesia mempertahankan stabilitas ekonomi nasional khususnya dalam bidang ekspor.

‘’Ke depannya, kolaborasi dapat terus terlaksana dengan memanfaatkan binaan Bank Indonesia yang tersebar dan kerja sama bisa dari hulu ke hilir,’’ ucap Prijono.

Kemenparekraf akan terus mendorong pelaku UMKM di sektor parekraf untuk dapat terus beradaptasi dengan perubahan pola dan gaya hidup masyarakat.   ***(Yun Damayanti) 

KEMENPAREKRAF KEMBANGKAN PETA JALAN DEKARBONISASI SEKTOR PARIWISATA DI 5 DPSP

KEMENPAREKRAF KEMBANGKAN PETA JALAN DEKARBONISASI SEKTOR PARIWISATA DI 5 DPSP

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf didukung United Nations Development Program (UNDP) melalui Climate Promise Project menyusun ‘’Peta Jalan (roadmap) Dekarbonisasi untuk Sektor Pariwisata.’’ Dokumen yang akan menjadi acuan bersama untuk menyusun rencana strategis dalam menjalankan aksi [more]

MENPAREKRAF YAKIN AIS FORUM 2023 BERDAMPAK POSITIF PADA SEKTOR PARIWISATA BALI

MENPAREKRAF YAKIN AIS FORUM 2023 BERDAMPAK POSITIF PADA SEKTOR PARIWISATA BALI

Tourism for Us – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meyakini KTT AIS Forum 2023 yang mengundang partisipasi dari 51 negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia dan diikuti 1000 peserta memberikan dampak positif pada sektor pariwisata [more]

TEROBOSAN POLTEKPAR NHI BANDUNG LINK AND MATCH PENDIDIKAN VOKASI-INDUSTRI

TEROBOSAN POLTEKPAR NHI BANDUNG LINK AND MATCH PENDIDIKAN VOKASI-INDUSTRI

Tourism for Us – Kolaborasi antara Politeknik Pariwisata NHI Bandung (Poltekpar NHI Bandung) dan DPD ASITA Jawa Barat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan dosen agar dapat mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi di dunia industri pariwisata yang begitu cepat. Pelibatan langsung mahasiswa dan dosen pada kegiatan West Java Travel Mart 2023 (WJTM) bulan September lalu merupakan terobosan link and match antara pendidikan kejuruan (vokasi) dengan industri pariwisata. Selain langkah itu juga menjadi bagian dari program Merdeka Belajar yang dilaksanakan oleh lingkungan akademik. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi link and match yang lebih efektif baik bagi akademik maupun industri.

Andar Danova L. Goeltom, Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung. [Sumber; Dok. Poltekpar NHI Bandung]

Terobosan Link and Match Poltekpar NHI Bandung

Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung Andar Danova L. Goeltom menerangkan terobosan link and match yang dilakukan sekolahnya bersama dengan pelaku industri pariwisata Jawa Barat begini:

Apa latar belakang atau alasan melibatkan langsung mahasiswa dan dosen Politeknik Pariwisata NHI Bandung dalam penyelenggaraan WJTM 2023?

Politeknik Pariwisata NHI Bandung sudah mempunyai event Travel Mart. Event ini merupakan event tahunan dan sudah dilaksanakan sejak tahun 1999.

Event Travel Mart NHI bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dan dosen dalam menyusun, menjual dan bekerja sama memasarkan produk-produk wisata. Walaupun eventnya hanya berkonsep simulasi.

Pada tahun 2016, konsep simulasi tersebut berubah menjadi real Bussines to Bussines. Tujuannya agar semakin meningkatkan kemampuan mahasiswa yang bertindak sebagai sellers menjadi benar-benar siap terjun di industri di bawah pendampingan dosen-dosen terkait.

Kegiatan Travel Mart yang diselenggarakan oleh Poltekpar NHI Bandung mendapatkan dukungan dari DPD ASITA Jawa Barat sejak tahun 2017. DPD ASITA mendukung dalam mendatangkan buyers, terutama buyers dari luar negeri. Selain memberikan dukungan pengalaman dan pembelajaran secara industrial mengenai konsep penyelenggaraan travel mart yang sesuai kebutuhan dunia industri dan berstandar Internasional baik bagi mahasiswa dan dosen-dosen terkait.

Apa tantangan yang dihadapi oleh dosen dan mahasiswa Politeknik Pariwisata NHI Bandung sekarang dan dalam 5 tahun ke depan?

Tantangan terbesar bagi mahasiswa dan dosen adalah harus dapat memperhatikan dan mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi di dunia industri yang begitu cepat. Mereka harus dapat berpikir inovatif, kreatif dan dapat menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi di era Industri 4.0.

Salah satu yang sudah dipersiapkan untuk menghadapi era Industri 4.0, terkait dengan WJTM, Poltekpar NHI Bandung melalui hasil inovasinya sudah mengembangkan sebuah platform digital berupa aplikasi Travel Mart. Aplikasi ini dapat mendukung kegiatan WJTM secara digital baik sebelum (pre-event), pada saat event berlangsung (in-event) dan setelah event (post-event). Tujuan dari platform digital ini guna memudahkan Sellers dan Buyers untuk melaksanakan transaksi bisnis yang terjadi.

‘’Kami mau mewujudkan visi Poltekpar NHI Bandung yaitu menjadi institusi pendidikan tinggi kepariwisataan berdaya saing global yang mengedepankan personalitas dan keterampilan dalam mewujudkan sumber daya manusia maju,’’ ujar Andar Danova.

Hubungan antara Poltekpar NHI Bandung dan pelaku industri pariwisata Jawa Barat sudah terjalin lama. Tidak sedikit para pelaku industri pariwisata Jawa Barat merupakan alumnus dari sekolah pendidikan tinggi dalam bidang perhotelan pertama di Indonesia ini.

Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung membenarkan, pihaknya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PK) dengan DPD ASITA Jawa Barat untuk jangka waktu empat tahun. MoU terbaru ditandatangani pada tanggal 26 Juni 2023 di Poltekpar NHI Bandung. Dan MoU ditandatangani oleh Direktur PPNHIB dan Ketua DPD ASITA Jawa Barat.

Isi MoU tetap terkait dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Selain itu, ada juga poin-poin mengenai kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia kerja terkait MBKM (Merdeka Belajar).

Andar Danova menambahkan, pada kesempatan itu sekaligus ditandatangani Perjanjian Kerjasama yang merupakan implementasi dari MoU yang dibuat yaitu Perjanjian Kerjasama tentang Kolaborasi Pelaksanaan West Java Travel Mart 2023 guna mewujudkan kerja sama DUDIKA (Dunia Pendidikan dan Dunia kerja) antara Politeknik Pariwisata NHI Bandung dengan Dunia Kerja yang dalam hal ini adalah DPD ASITA Jawa Barat.

Melalui jejaring bisnis ASITA dan dukungan dari VITO Malaysia saat itu, beberapa buyers dari Malaysia didatangkan ke ENHAII Travel Mart 2018. Travel Mart ini dilangsungkan di kampus Poltekpar NHI Bandung. (Foto: Yun Damayanti)

Mempersiapkan travel mart selama 4 bulan sama dengan kuliah 3 tahun

Ketua Pelaksana WJTM Poltekpar NHI Bandung Wishnu Hartanto mengakui, semua mahasiswa dan dosen yang terlibat langsung mempersiapkan WJTM 2023 memperoleh pengalaman banyak sekali.

Kesan utama yang didapat oleh mahasiswa adalah mereka mendapatkan pengalaman secara langsung dalam dunia industri. Selama persiapan hingga pelaksanaan WJTM 2023 menjadi proses pembelajaran mengenai konsep bisnis yang ada di dunia industri pariwisata khususnya bidang usaha perjalanan wisata (UPW).

‘’Banyak sekali hal yang mungkin tidak didapatkan secara langsung pada proses pembelajaran di bangku kuliah. Bagaimana proses kontak bisnis, proses menjalin kerja sama antarpelaku usaha, dan masih banyak lagi,’’ kata Wishnu.

Sedangkan bagi dosen-dosen yang terlibat dalam kegiatan WJTM juga memperoleh pengalaman secara industri yang belum dimiliki.

‘’Ini juga merupakan pengalaman bagus bagi dosen-dosen. Terutama bagi dosen-dosen yang bukan berlatar belakang vokasi usaha perjalanan. Dan tentu kami pun mendapatkan jejaring industri yang semakin luas,’’ tambah Wishnu.

Mahasiswa yang terlibat secara langsung sebagai panitia inti di WJTM 2023 sebanyak 50 orang. Mereka ialah mahasiswa di semester 7 dari program studi UPW. Para mahasiswa itu diawasi (supervised) oleh 26 dosen dan tenaga kependidikan yang juga menjadi bagian dari kepanitiaan WJTM 2023. DPD ASITA Jawa Barat selaku host WJTM pun diberi akses dapat mengarahkan mahasiswa.

Selain mereka, ada lebih dari 100 mahasiswa lainnya duduk sebagai supporting commite pada WJTM 2023. Mereka sebagai Liaison Officers (LO), Marshall, Hardware, Logistik, Talent dan divisi pendukung lainnya.

Mahasiswa dan dosen yang terlibat dalam WJTM 2023 berasal dari:

Jurusan Perjalanan :

– Prodi Usaha Perjalanan Wisata sebagai Panitia Inti,

– Prodi PKA sebagai Supporting Committee

Jurusan Hospitality :

– Program Studi Tata Hidang sebagai Server pada acara Welcome Dinner, Coffee Break, makan siang pada saat Travex, dan talent pengisi acara di Welcome Dinner.

Ketua DPD ASITA Jawa Barat Budijanto Ardiansjah menjelaskan, ada dua kepanitiaan di WJTM 2023. Panitia dari DPD ASITA Jawa Barat dan dari Poltekpar NHI Badung. Kepanitiaan di NHI Bandung terdiri dari dua yakni dosen dan mahasiswa.

‘’Di WJTM, mereka menghadapi sellers yang riil sellers. Begitupn buyers-nya, riil buyers. Bukan simulasi lagi. Bagi dosen-dosen juga sambil me-refresh lagi dengan kondisi riil di industri, di lapangan,’’ kata Budijanto.

Mahasiswa Poltekpar NHI Bandung tidak hanya mempraktikan penyajian hidangan sebagai server tetapi juga manajemen waktu penyiapan dan penyajian hidangan bersama tim Banquet El Hotel Bandung pada saat Welcome Dinner WJTM 2023. Selain itu mereka juga unjuk kebolehan meramu minuman. (Foto: Yun Damayanti)

Sejarah Poltekpar NHI Bandung

Cikal bakal Politeknik Pariwisata NHI Bandung (Poltekpar NHI Bandung), bermula dari didirikannya Sekolah Kejuruan Perhotelan (SKP) pada tahun 1959. SKP ini merupakan sekolah kejuruan menengah atas di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada tahun 1962, sekolah itu berubah menjadi Sekolah Kejuruan Perhotelan dan Perestoranan (SKPP) di bawah Departemen Perhubungan Darat.

Pada 11 Maret 1963 didirikan Akademi Perhotelan dan Perestoranan (APP) dengan lama pendidikan tiga tahun. Akademi ini sebagai kelanjutan dari SKP yang sudah ada.

APP berubah namanya menjadi Akademi Perhotelan Nasional (APN) pada 8 Maret 1965. APN merupakan pendidikan tinggi pertama dalam bidang Perhotelan di Indonesia.

Departemen Perhubungan kemudian menggabungkan APN dan SKPP menjadi Pusat Pendidikan Kepariwisataan (PUSDIKPAR) pada 7 Maret 1967. Berselang hampir tiga tahun, PUSDIKPAR diubah kembali menjadi Akademi Perhotelan Nasional (APN) pada 6 Januari 1970.

Nama National Hotel Institute (NHI) yang sekarang dikenal merupakan perubahan nama APN yang ditetapkan pada 21 Juli 1973. NHI didesain menjadi Pusat Pendidikan Perhotelan di Indonesia.

Pada tahun itu, Pemerintah Indonesia mengadakan kerja sama dengan pemerintah Swiss dalam bidang pendidikan perhotelan. Sistem pendidikan yang digunakan adalah program Diploma I, II dan III.

Sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja di bidang pariwisata, NHI dikembangkan menjadi National Hotel & Tourism Institute (NHTI) sejak 21 Juli 1979. Selain jurusan perhotelan, ditambahkan jurusan Usaha Perjalanan (Tours and Travel) dan Bina Wisata (Tourism Management).

Lalu, pemerintah mengubah NHTI menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata Bandung (BPLP Bandung) pada 11 November 1981. BPLP bernaung di bawah Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan pariwisata di Indonesia, pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.101 tahun 1993 pada tanggal 1 November 1993. Salah satu isinya adalah BPLP Bandung berubah menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) dengan penambahan jenjang pendidikan hingga Diploma IV.

Enhaii Hotel yang berada di dalam kampus Poltekpar NHI Bandung menjadi tempat praktikum bagi mahasiswa. Hotel ini juga menerima tamu dari luar yang membutuhkan akomodasi di sekitar Jalan Setiabudi, Geger Kalong, Bandung. (Foto: Yun Damayanti)

Hingga akhirnya STPB berubah menjadi Politeknik Pariwisata NHI Bandung sejak tahun 2022. Namun, nama NHI, yang dibaca ‘Enhaii’, sudah begitu melekat di ingatan masyarakat sebagai brand untuk sekolah hospitality terkemuka di Indonesia.

Poltekpar NHI Bandung mempunyai tiga jurusan dan satu program Pascasarjana. Berikut ini jurusan yang ada sekarang:

1. Jurusan Hospitality dengan Program Studi:

– Pengelolaan Perhotelan

– Divisi Kamar

– Tata Hidang

– Seni Kulliner

– Seni Pengolahan Patiseri

2. Jurusan Perjalanan dengan Program Studi:

– Usaha Perjalanan Wisata

– Pengelolaan Konvensi dan Acara

3. Jurusan Kepariwisataan dengan Program Studi:

– Pengelolaan Usaha Rekreasi

– Destinasi Pariwisata

4. Program Pascasarjana

***(Yun Damayanti) 

PERTEMUAN TINGKAT MENTERI KTT AIS FORUM 2023 BAHAS TIGA ISSUE, TERKAIT JUGA DENGAN PARIWISATA

PERTEMUAN TINGKAT MENTERI KTT AIS FORUM 2023 BAHAS TIGA ISSUE, TERKAIT JUGA DENGAN PARIWISATA

Tourism for Us – Pertemuan Tingkat Menteri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States Forum 2023 (AIS Forum Ministrial Meeting), Selasa (10/10/2023), di Bali Nusa Dua Conference Center 1, fokus pada tiga hal yakni pembangunan ekonomi biru, tantangan perubahan iklim, dan solidaritas antarnegara pulau [more]