Tourism for Us – Sektor pariwisata ASEAN menunjukkan pemulihan positif yang berkelanjutan. Angka sementara menunjukkan bahwa ASEAN mencatat sekitar 144 juta kedatangan wisatawan internasional pada tahun 2025, yang mencerminkan tren kenaikan berkelanjutan yang didukung oleh langkah-langkah untuk meningkatkan konektivitas, mendiversifikasi penawaran pariwisata, dan memperkuat upaya [more]
Tourism for Us – Kawasan regional Sunda Kecil, yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia. Wilayah ini telah terbukti mampu menarik wisatawan dari berbagai kalangan. Untuk mengoptimalkan potensi [more]
Tourism for Us – Makan malam merupakan salah satu tradisi penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek, yang melambangkan kebersamaan dan harapan akan kemakmuran di tahun yang baru. Kegiatan ini menjadi momen spesial bagi keluarga untuk berkumpul dan menikmati hidangan khas yang melambangkan keberuntungan.
Tradisi Lou Hei Yu Sheng diyakini sebagai simbol kemakmuran dan kebersamaan. (Foto: Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam)
Dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2026 yang melambangkan semangat, keberanian, dan transformasi, Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam menghadirkan perayaan eksklusif bertajuk “Flavours in Motion: Year of the Fire Horse”. Acara makan malam ini akan memperkenalkan tradisi Lou Hei Yu Sheng yang diyakini sebagai simbol kemakmuran dan kebersamaan.
Acara makan malam spesial itu akan diselenggarakan pada 16 Februari 2026 di Grand Maple Ballroom (Lantai 8) mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Berbagai hidangan seperti Yu Sheng, Slow Steamed Chicken with Lotus Leaves hingga Hongkong Style Seabass dan berbagai kuliner lainnya, dapat dinikmati di momen Imlek tahun ini.
Flavours in Motion dirancang sebagai sebuah pengalaman kuliner premium, perayaan ini memadukan kekayaan tradisi Imlek dengan sentuhan modern khas Oakwood, menghadirkan momen kebersamaan yang hangat dan berkesan bagi keluarga, kolega, maupun mitra bisnis.
Sentuhan Chef Yeaw: “Home in a Plate”
Makan malam perayaan Imlek tahun ini dikurasi langsung oleh Executive Chef Yeaw, yang membawa warisan kuliner lintas generasi dari keluarganya. Para tamu akan dimanjakan dengan rangkaian menu fine dining spesial, termasuk tradisi Lou Hei Yu Sheng sebagai simbol kemakmuran dan kebersamaan.
Dengan pengalaman internasional di berbagai negara, ia dikenal karena pendekatannya yang menggabungkan teknik global dengan cita rasa Asia yang kaya. Melalui gaya signature Oakwood “Home in a Plate”, setiap hidangan dirancang untuk tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menghadirkan rasa familiar dan nyaman — menciptakan pengalaman bersantap yang terasa personal, hangat, dan penuh makna.
Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam menghadirkan dua pilihan paket meja, yakni paket untuk enam orang seharga IDR 3.288.000,00 net per meja dan paket untuk 10 orang seharga IDR 3.888.000,00 net per meja. Paket sudah termasuk satu botol red wine per meja
Selain itu, tamu juga berkesempatan untuk mendapatkan ratusan hadiah dan angpao keberuntungan dari Lucky Tree yang telah disiapkan selama periode perayaan. Pohon keberuntungan ini merupakan bagian dari kampanye nasional “Felicity-ASR Lucky Tree” di area Oakbistro di mana tamu bisa mendaftar untuk bergabung dalam keanggotaan Ascott Star Rewards (ASR).
Yossie Christy, PR Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam, mengatakan bahwa reservasi sudah dapat dilakukan dari sekarang, baik melalui telepon atau mengunjungi Instagram resmi @oakwoodgrandbatam. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Industri penerbangan nasional belum sepenuhnya pulih pascapandemi COVID-19. Secara keseluruhan, jumlah pesawat yang ada belum mencapai level sebelum pandemi, sementara biaya operasional terus meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, layanan transportasi udara yang tersedia belum optimal sepanjang tahun 2025. Dalam Laporan [more]
Tourism for Us – Travel Meet Asia dan ASITA telah menjalin kemitraan strategis untuk memajukan sektor pariwisata dan MICE Indonesia. Kolaborasi ini menggabungkan jangkauan B2B global Travel Meet Asia dengan jaringan domestik ASITA yang kuat untuk meningkatkan visibilitas dan peluang bisnis Indonesia di seluruh kawasan. [more]
Tourism for Us – Keselamatan wisatawan merupakan hal yang sangat penting dalam sektor pariwisata. Aspek ini tidak bisa diabaikan dalam setiap kegiatan wisata yang diselenggarakan. Setelah terjadinya insiden kapal wisata yang tenggelam di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dan merenggut korban jiwa pada akhir tahun lalu, DPD ASITA Nusa Tenggara Timur (NTT) menekankan perlunya perbaikan yang menyeluruh dan berkelanjutan dalam sistem keselamatan wisata.
Kapal wisata di Labuan Bajo, NusaTenggara Timur. (Foto: Yun Damayanti)
Selain itu, DPD ASITA NTT juga menghimbau kepada seluruh pelaku usaha wisata bahari, baik operator kapal maupun agen perjalan wisata/operator tur, untuk bersama-sama melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kapal, termasuk kelayakan mesin, struktur kapal, dan alat keselamatan; memastikan kapal hanya beroperasi sesuai kondisi cuaca dan mematuhi peringatan resmi yang dikeluarkan oleh otoritas maritim; dan mengutamakan keputusan untuk menunda atau membatallkan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak aman atau tidak memungkinkan untuk berlayar.
Kemudian, operator kapal wisata diminta untuk memiliki izin operasional yang resmi dan aktif, mengoperasikan kapalnya secara profesional, dan memberikan pengarahan keselamatan yang jelas kepada wisatawan sebelum pelayaran dimulai.
Ketua DPD ASITA NTT Oyan Kristian, dalam pernyataan tertulis, mengingatkan para agen perjalanan/operator tur untuk lebih selektif dalam memilih operator kapal, tidak semata-mata mempertimbangkan harga sewa kapal, dan mengutamakan keselamatan, legalitas, dan rekam jejak operator kapal.
DPD ASITA NTT juga menghimbau kepada pemerintah dan otoritas terkait untuk memperketat dan melakukan inspeksi rutin kapal-kapal wisata khususnya yang ada di Labuan Bajo, memperjelas alur tanggung jawab keselamatan wisata bahari, dan menguasai sistem peringatan dini cuaca ekstrim serta mengintegrasikannya dengan pelaku industri pariwisata.
Wisata bahari di Labuan Bajo sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan memiliki tingkat risiko yag tinggi. Oleh karena itu, wisatawan diharapkan untuk memahami situasi ini sebelum melakukan perjalanan dan mematuhi petunjuk yang diberikan oleh otoritas setempat. ASITA pun menghimbau kepada wisatawan agar berhati-hati dalam memilih agen perjalanan/operator tur, pastikan hanya menggunakan usaha yang memiliki izin resmi dan standar keselamatan perjalanan yang jelas. Jangan mengabaikan panduan keselamatan sebelum memulai aktivitas wisata, dan tidak memaksakan perjalanan saat kondisi alam tidak memungkinkan.
Ketua DPD ASITA NTT menegaskan bahwa penerapan standar keselamatan di lapangan harus bersifat seragam, terpusat, dan diatur oleh otoritas terkait sehingga tidak terjadi standar ganda dalam penyelenggaraan wisata, khususnya wisata bahari.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada ruang sekecil apapun untuk tawar-menawar apabila menyangkut faktor keselamatan dan keamanan wisatawan. Keselamatan harus menjadi prinsip dasar dalam setiap aktivitas pariwisata bukan sekedar pemenuhan administratif.
‘’Agen perjalanan/operator tur sudah ada standar prosedur operasional (SOP), tinggal sekarang bagaimana komitmen kita untuk menjalankan SOP itu secara konsisten,’’ ujar Oyan.
Pariwisata merupakan leading sector di Labuan Bajo sekarang dan perekonomiannya semakin bergantung pada aktifitas wisata. Namun, sebagai tujuan wisata bahari, aksesibilitas dan infrastruktur yang ada saat ini masih belum memadai, sehingga menimbulkan risiko yang tinggi bagi pengunjung. Oleh karena itu, sangat penting untuk menerapkan standar keselamatan yang lebih tinggi guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi semua wisatawan.
‘’Jika kita bisa memberi rasa aman untuk wisatawan lokal dan mancanegara maka akan banyak wisatawan yang datang, dan ini akan meningkatkan perekonomian daerah, begitupun sebaliknya,’’ kata Oyan.
KSOP Labuan Bajo larang kapal berlayar pada malam hari
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo melarang kapal berlayar pada malam hari, terutama di 10 titik area perairan berbahaya, dan pada saat jarak pandang terbatas. Notifikasi ini diatur dalam Maklumat Pelayaran (Notice to Marineers) NO: 03/NTM-I/2026 tentang Kewaspadaan Cuaca Terkini yang diterbitkan pada 7 Januari 2026.
Maklumat Pelayaran tersebut juga mengatur bahwa nakoda kapal wajib memastikan kapal dalam kondisi laiklaut, dan tidak melakukan pelayaran apabila mengetahui kapalnya tidak laiklaut dan/atau mengetahui cuaca buruk. KSOP Labuan Bajo pun menghimbau agar kapal-kapal berlabuh atau mooring di area yang terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat serta mesin dalam keadaan siaga.
Awak kapal wajib melakukan safety briefing dengan mendemonstrasikan peralatan keselamatan dan petunjuk jalur evakuasi serta lokasi alat pemadam kebakaran sebelum kapal berangkat. Semua penumpang juga diberitahu apabila memasuki area berbahaya dan mempersiapkan alat keselamatan. Seluruh awak kapal dihimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca maritim melalui situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) https://maritim.bmkg.go.id/
Indonesia saat ini masih mengalami musim hujan. Diharapkan semua pihak mematuhi informasi ini demi menjaga keamanan dan keselamatan dalam pelayaran. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Destinasi Sumatera Utara akan mendapatkan tambahan penerbangan langsung tahun ini. SalamAir, maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Oman, telah mengumumkan peluncuran rute baru yang menghubungkan Muscat, Oman dengan Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Layanan ini dijadwalkan akan dimulai pada 3 Juli 2026 dan [more]
Tourism for Us – Tahukah kamu bahwa komodo bukanlah satu-satunya hewan purba yang masih ada di Indonesia? Selain komodo, terdapat juga ekidna moncong panjang yang hidup di dalam hutan hujan tropis Papua. Menariknya, ada tiga spesies ekidna yang masih bertahan hingga kini. Ekidna adalah hewan [more]
Tourism for Us – Aksesibilitas dan promosi destinasi merupakan tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025. Jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan dari pemerintah, pelaku industri pariwisata akan terus menghadapi masalah serupa pada tahun 2026.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Dalam refleksi akhir tahun 2025, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) menekankan pentingnya infrastruktur yang memadai dan terjangkau, terutama dalam hal aksesibilitas, untuk menarik lebih banyak wisatawan ke destinasi. Selain itu, promosi pariwisata menjadi hal yang esensial dan harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta.
Hal tersebut diungkapkan pada seminar daring yang diselenggarakan oleh ASITA, Rabu (24/12/2025), melalui saluran Zoom. Seminar bertajuk ‘’Refleksi Pergerakan Wisatawan Domestik dan Internasional 2025: Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata Indonesia’’ menyoroti infrastruktur konektivitas yang masih menjadi kendala di banyak daerah dan kurangnya anggaran dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.
Kendala dalam konektivitas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya harga tiket perjalanan domestik, seperti tiket menuju Labuan Bajo. Tingginya harga tiket sering kali menghalangi niat wisatawan untuk mengunjungi destinasi tersebut. Sebagai negara kepulauan, keberadaan transportasi udara sangat krusial dalam mendukung sektor pariwisata di Indonesia.
Kemudian, strategi pemasaran pariwisata harus memprioritaskan promosi dan pengenalan destinasi. Berbagai acara promosi, baik online maupun offline, dan partisipasi dalam pasar pariwisata global terus direncanakan dan dilaksanakan. Tanpa adanya promosi, pengelolaan sektor pariwisata akan mengalami kemunduran yang signifikan.
Target pariwisata Indonesia 2026
Dedi Ahmad Kurnia, S.ST.Par, M.M., Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan bahwa pemerintah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2026 antara 16 hingga 17,6 juta. Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, pangsa pasar wisatawan dari kawasan ASEAN ditargetkan sekitar 30 persen dari total target wisman, atau sekitar 5,5 sampai 6 juta wisatawan. Pengeluaran belanja wisman ditargetkan dapat mencapai antara 1.372 hingga 1.404 dolar AS per orang per kunjungan. Sementara itu, pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) ditargetkan sebanyak 1,18 miliar perjalalanan.
Kemenpar akan mendukung kampanye Wonderful Indonesia terbaru ‘’Go Beyond Ordinary’’, yang diluncurkan di WTM London 2025, dengan mempublikasikan informasi melalui media, menyoroti transportasi dan destinasi, serta memperbarui konten di situs web indonesia.travel dengan dukungan AI. Selain itu, Kemenpar tetap menjalin kolaborasi dengan mitra co-branding dan berpartisipasi dalam pameran internasional untuk menjangkau pasar mancanegara. Sebagai bagian dari inisiatif ini, Kemenpar juga akan meluncurkan program Visit Indonesia Year 2027.
Hadir sebagai pembicara pertama pada seminar refleksi akhir tahun 2025 ASITA ‘’Refleksi Pergerakan Wisatawan Domestik dan Internasional 2025: Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata Indonesia’’, Dedi menyoroti tren pariwisata dunia pada 2026 yakni pariwisata budaya, kuliner dan gastronomi, pariwisata ramah lingkungan, wisata alam dan yang berbasis petualangan, serta bleisure (business leisure).
Generasi Milenial dan Z akan menjadi segmen teratas dalam pasar pariwisata Indonesia pada tahun 2026, mencakup baik wisman maupun wisnus, termasuk juga pelancong keluarga. Dedi berharap agar para pelaku industri pariwisata dapat menyiapkan produk yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Pada kesempatan yang sama, I Putu Winastra, S. AB., M.A.P., Ketua DPD ASITA Bali, menekankan pentingnya pengelolaan citra destinasi (PR) yang baik untuk melawan informasi yang tidak akurat di media sosial. Selain itu, ia juga menyoroti kebutuhan akan penerbangan langsung yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Indonesia untuk meningkatkan aksesibilitas dan menarik lebih banyak wisatawan.
‘’Kita tidak bisa mengintervensi maskapai penerbangan internasional. Sementara, konektivitas kita sangat bergantung pada maskapai-maskapai penerbangan asing,’’ ujar Winastra.
Ketua DPD ASITA Jawa Barat Daniel G. Nugraha juga menyampaikan hal yang serupa, yakni wisatawan asal Malaysia dan Singapura berharap penerbangan langsung ke Bandung bisa beroperasi kembali. Pola perjalanan wisatawan dari kedua negara ini mulai berkembang menjadi Beyond Bandung. Selain ke Bandung, mereka pun kini tertarik untuk mengunjungi Bogor, Bekasi, Pangandaran, dan Cirebon.
Oyan Kristian, Ketua DPD ASITA Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan bahwa harga paket wisata ke NTT mahal karena aksesibilitas antarpulau yang masih terbatas.
‘’Keterbatasan akses ini menyebabkan harga transportasi tinggi sehingga membuat harga paket wisata ke NTT menjadi mahal,’’ kata Oyan.
Ia juga menambahkan, pasar Eropa masih menjadi pangsa pasar utama untuk pariwisata NTT. Meskipun demikian, destinasi ini juga membuka kesempatan untuk pasar wisnus dan pasar wisatawan mancanegara lainnya seperti Malaysia dan Singapura.
Di akhir seminar, Dr. Masrura Ram Idjal, Pd.D., selaku moderator, menyatakan bahwa ASITA yang menaungi perusahaan agen perjalanan di Indonesia siap untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Karena promosi pariwisata merupakan bagian strategi yang penting dalam memajukan pariwisata dan upaya untuk memperoleh devisa yang akan menimbulkan efek berganda terhadap sektor ekonomi secara umum. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, lebih dari 49 persen atau sekitar 820 ribu wisatawan Australia datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bahari. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Katembe Indonesia menyelenggarakan kegiatan familiarization trip (famtrip) bertema [more]