Author: admin

PEMERINTAH TARGETKAN 17,6 JUTA KUNJUNGAN WISMAN DAN 1,18 MILIAR PERJALANAN WISNUS PADA 2026

PEMERINTAH TARGETKAN 17,6 JUTA KUNJUNGAN WISMAN DAN 1,18 MILIAR PERJALANAN WISNUS PADA 2026

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak 16 juta hingga 17,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan devisa pariwisata sebesar 22 hingga 24,7 miliar dolar AS pada 2026. Sementara itu, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) di dalam negeri ditargetkan 1,18 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan [more]

ACARAKI JAMU FESTIVAL, MERAYAKAN JAMU DENGAN GAYA GENERASI MILENIAL DAN Z

ACARAKI JAMU FESTIVAL, MERAYAKAN JAMU DENGAN GAYA GENERASI MILENIAL DAN Z

Tourism for Us – Jamu, ramuan rempah khas Indonesia, kini tidak hanya berfungsi sebagai obat atau minuman kesehatan, tetapi juga telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup modern. Untuk menjaga keberlanjutannya, jamu diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik dan relevan bagi generasi muda, sehingga mereka [more]

ARTOTEL GROUP MENJADI OPERATOR HOTEL LOKAL INDONESIA PERTAMA YANG MENDAPATKAN SERTIFIKASI GLOBAL SUSTAINABLE TOURISM COUNCIL

ARTOTEL GROUP MENJADI OPERATOR HOTEL LOKAL INDONESIA PERTAMA YANG MENDAPATKAN SERTIFIKASI GLOBAL SUSTAINABLE TOURISM COUNCIL

Tourism for Us – Sebagai wujud nyata komitmen dalam menerapkan praktik keberlanjutan, ARTOTEL Group meraih pencapaian penting di industri perhotelan nasional sebagai Operator Hotel Lokal Indonesia pertama yang memperoleh sertifikasi Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Pencapaian ini merupakan pengakuan internasional tertinggi terhadap penerapan standar pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Roof top ARTOTEL Thamrin Jakarta. (Foto: ARTOTEL)

Sertifikat GSTC ini diberikan kepada ARTOTEL Group sebagai perusahaan manajemen operator hotel, bersama empat properti yang dikelola dan dipilih sebagai sampel dalam proses audit sertifikasi, yaitu ARTOTEL Thamrin – Jakarta, de Braga by ARTOTEL – Bandung, ARTOTEL TS Suites – Surabaya, dan ARTOTEL Sanur – Bali.

Global Sustainable Tourism Council (GSTC) merupakan organisasi independen bertaraf internasional yang mempromosikan praktik terbaik sekaligus menetapkan pedoman dan standar operasional ketat dalam pariwisata berkelanjutan. Dibentuk melalui kolaborasi antara United Nations Foundation, United Nations Environment Programme (UNEP), dan World Tourism Organization (UN Tourism), GSTC berperan sebagai lembaga global yang menetapkan tolak ukur utama dalam menilai sejauh mana industri pariwisata menerapkan prinsip keberlanjutan secara nyata dan terukur.

Sertifikasi GSTC hanya dapat diterbitkan oleh lembaga sertifikasi independen yang telah terakreditasi (GSTC-accredited certification bodies), menjadikannya salah satu sertifikasi paling kredibel di dunia dalam mengukur kinerja keberlanjutan di sektor pariwisata. Sertifikasi ini juga dikenal sebagai salah satu yang paling menantang untuk diperoleh karena proses audit dan verifikasinya yang sangat detail dan menyeluruh.

Keempat properti ARTOTEL Group yang menjadi sampel diaudit oleh Control Union, lembaga sertifikasi terakreditasi yang berwenang melaksanakan proses audit dan verifikasi GSTC di Indonesia. Audit mengacu pada kriteria utama yakni Manajemen Berkelanjutan, Manfaat Sosioekonomi,  Warisan Budaya, dan Pelestarian Lingkungan.

Dengan keberhasilannya meraih sertifikasi GSTC, ARTOTEL Group kini memperoleh pengakuan global serta kepercayaan tinggi dari para pemangku kepentingan — mulai dari tamu hotel, mitra bisnis, hingga pemerintah — yang semakin memperkuat strategi bisnis perusahaan. Pencapaian ini sejalan dengan berbagai survei pada tahun 2024 yang menunjukkan bahwa wisatawan global kini semakin aktif mencari akomodasi yang menerapkan program keberlanjutan dengan dampak nyata. Langkah ini menjadi bentuk inisiatif proaktif ARTOTEL Group dalam menjawab tren dan kebutuhan tersebut, sekaligus mendukung upaya Indonesia menuju pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Eduard Rudolf Pangkerego, Chief Operating Officer Artotel Group, menyampaikan, “Menjadi operator hotel lokal pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat GSTC merupakan suatu kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami. Sertifikasi ini mencerminkan komitmen kami untuk terus berkembang sebagai perusahaan hospitality yang dinamis, mengedepankan inovasi serta kualitas, dan kini secara khusus menerapkan prinsip keberlanjutan melalui program ESG (Environment, Social, and Governance) di setiap aspek operasional hotel yang kami kelola. Prinsip ini tidak hanya menghadirkan pengalaman menginap yang unik dan berkesan, namun juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar karena kami percaya bahwa masa depan perhotelan terletak pada keseimbangan antara kenyamanan tamu, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial.”

ARTOTEL Group telah merintis praktik ESG sejak tahun 2017 melalui program kemitraan yang terjalin dengan beberapa Non-Profit Organisation (NGO) yang dikombinasikan dengan kegiatan seni yang menjadi jiwa bisnis dari ARTOTEL Group.

ARTOTEL adalah manajemen operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan empat unit bisnis yaitu, Hotel (Stay), Food & Beverages (Dine), Event Management (Play), & Curated Merchandise (Shop). Dengan mengusung konsep Gaya Hidup masa kini, ARTOTEL Group menawarkan berbagai pilihan akomodasi dari hotel ekonomis, butik, hotel untuk kelas menengah hingga hotel mewah yang dapat memenuhi kebutuhan akomodasi dari semua target pasar.

Selain memiliki berbagai pilihan merek seperti ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, ROOMS INC., ARTOTEL Group juga sebagai mitra strategis Louvre Group di Indonesia untuk mengelola dan mengembangkan merek waralaba diantaranya, KYRIAD, GOLDEN TULIP, dan ROYAL TULIP dengan jumlah lebih dari 100 hotel dan 10.000 kamar tamu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di bidang Food & Beverage, ARTOTEL Group menyediakan jasa pengelolaan restoran, bar, dan beach club. Melalui Event Management, ARTOTEL Play dan Curated Merchandise dengan merek ARTOTEL Goods, ARTOTEL Group memiliki visi memajukan industri kreatif Indonesia dengan mendukung para seniman muda untuk berkarya melalui kolaborasi yang diciptakan berupa kegiatan pameran, pertunjukan, workshop, dan produksi merchandise berkarakter seni yang dapat dipakai sehari-hari dengan harga terjangkau. ***(Yun Damayanti) 

PATA: PARIWISATA ASIA PASIFIK HAMPIR PULIH SEPENUHNNYA, MENCAPAI 295,7 JUTA PADA PARUH PERTAMA TAHUN 2025

PATA: PARIWISATA ASIA PASIFIK HAMPIR PULIH SEPENUHNNYA, MENCAPAI 295,7 JUTA PADA PARUH PERTAMA TAHUN 2025

Tourism for Us – Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) baru saja merilis Laporan Pariwisata Tahunan 2025, yang menyoroti pemulihan luar biasa dalam jumlah kedatangan wisatawan internasional (international visitors arrival/IVA) di kawasan Asia Pasifik. Menurut laporan tersebut, IVA pada tahun 2024 mencapai 647,9 juta di 46 [more]

KEMENPAR LUNCURKAN KAMPANYE ‘’WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ DI WTM LONDON 2025

KEMENPAR LUNCURKAN KAMPANYE ‘’WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ DI WTM LONDON 2025

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan kampanye baru ‘‘Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’ untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kampanye ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi merek Wonderful Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang otentik, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi. Inisitatif itu juga [more]

WISATAWAN INDIA SUKA KE CANDI BOROBUDUR, SELAIN BALI

WISATAWAN INDIA SUKA KE CANDI BOROBUDUR, SELAIN BALI

Tourism for Us – Kini, wisatawan India suka sekali berkunjung ke Candi Borobudur. Mereka terpesona oleh keindahan candi Buddha terbesar di dunia ini, yang juga diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Candi Borobudur menjadi daya tarik favorit setelah Bali.

Kunjungan ke Candi Borobudur menjadi highlight dalam Famtrip untuk Travel Agents India pada 27 Oktober-2 November 2025. (Foto: Birkompublik Kemenpar)

Seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan India yang berkunjung ke Indonesia setiap tahun, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menyelenggarakan familiariazation trip (famtrip) untuk agen perjalanan/operator tur dari India. Kegiatan ini bertepatan dengan pembukaan rute penerbangan baru dari Mumbai ke Denpasar oleh maskapai IndiGo. Melalui famtrip ini, diharapkan pelaku industri pariwisata India dapat lebih mengenal destinasi di luar Bali dan merancang paket wisata yang menarik sesuai dengan kebutuhan pasar wisatawan India.

Famtrip untuk agen perjalanan/operator tur India ini berlangsung pada 27 Oktober-2 November 2025. Peserta famtrip diajak untuk mengunjungi destinasi Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Famtrip diikuti oleh tujuh perwakilan perusahaan perjalanan yakni Global Combinationz India, Peekay Holidays, The Junction, Travel and Beyond Pvt. Ltd., Infinite Journeys & Travels LLP, Thomas Cook, dan SOTC Travel Limited.

Di Jakarta, peserta menelusuri potensi wisata kota dan perjalanan bisnis. Ibukota merupakan pusat bisnis di Indonesia sehingga banyak acara tingkat internasional dihelat di sini. Selain itu, infrastruktur dan fasilitas MICE bertaraf internasional juga sudah tersedia. Kemudian, program lainnya adalah mengunjungi kawasan Kota Tua di mana peserta menikmati tur heritage, sejarah kota, dan gastronomi.

Candi Borobudur sebagai ikon warisan budaya dunia menjadi fokus perhatian dalam program famtrip di Yogyakarta. Selain itu, peserta pun mengunjungi Candi Prambanan dan kawasan Malioboro.

Dahliana Ginting dari Lisa Tours & Travel mengatakan bahwa agen perjalanan dari India selalu meminta kunjungan ke Candi Borobudur dimasukkan ke dalam program wisata di Yogyakarta. ‘’Mereka takjub sama Candi Borobudur,’’ ujar Dahliana.

Selain mengunjungi daya tarik wisata, ketujuh agen perjalanan/operator tur India juga bertemu dengan pelaku industri pariwisata lokal dalam jamuan makan malam Networking Session di Yogyakarta. Pelaku industri pariwisata Yogyakarta yang hadir antara lain, Lisa Tours & Travel, Dil Rani Restaurant, Ganesha Ek Sanskriti Yogyakarta, dan Sirawatri Program yang digagas oleh sebuah yayasan agama Hindu.

Selama berada di Bali, program famtrip difokuskan pada kunjungan ke berbagai fasilitas yang akan mendukung agen perjalanan/operator tur menyusun paket wisata untuk keluarga, pasangan bulan madu, dan pernikahan. Selain itu, mereka pun diajak mengunjungi daya tarik yang sangat disukai oleh wisatawan India saat berada di Bali selama ini.

Famtrip ini pun menjadi media edukasi yang efektif di mana peserta famtrip melihat langsung bahwa Bali sudah pulih sepenuhnya dan kembali beroperasi normal setelah sempat terdampak cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir besar beberapa waktu lalu.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/11/2025), mengatakan bahwa penyelenggaraan famtrip untuk agen perjalanan/operator tur India merupakan investasi jangka panjang dalam upaya membangun pariwisata Indonesia yang kompetitif di kancah global.

‘’Melalui famtrip ini, Kemenpar ingin meningkatkan frekuensi promosi langsung kepada mitra industri dari India guna memperkuat persepsi terhadap kualitas layanan lokal, keunikan budaya lokal, serta kesiapan infrastruktur wisata Indonesia,’’ kata Ni Made Ayu Marthini.

Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia menerangkan, ‘’Melalui program ini diharapkan semakin banyak agen perjalanan India yang menyusun dan memasarkan paket wisata ke Indonesia, terutama untuk segmen wedding, honeymoon, family, MICE dan luxury tourism. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas lapangan kerja, serta mendistribusikan manfaat pariwisata ke berbagai destinasi di Indonesia.’’

Penyelenggaraan famtrip ini didukung oleh maskapai IndiGo yang memberikan harga khusus untuk tiket pergi-pulang peserta. ‘’Maskapai ini baru saja membuka penerbangan langsung rute Denpasar (DPS)-Mumbai (BOM) pada 18 Oktober 2025, setelah sebelumnya melayani rute Denpasar-Bengaluru. Kehadiran rute langsung ini sangat signifikan karena memperpendek waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan wisatawan,’’ tambah Dedi.

Kegiatan famtrip ini terlaksana berkat dukungan berbagai mitra industri pariwisata, antara lain Lisa Tours & Travel, pelaksana program famtrip, sebuah operator tur inbound yang beroperasi di pasar India dan berbasis di Yogyakarta; serta Dil Rani Restaurant dan Ganesha Ek Sanskriti Yogyakarta. Selain itu, Sahid Raya Hotel & Convention, Sitara Indian Restaurant, Queens Indian Restaurant, The Golden Saffron, Aneecha Sailing Catamaran, Sheraton Grand Jakarta, Four Points by Sheraton Bali-Ungasan, Trans Studio Theme Park Bali, Double Tree by Hilton Jakarta, dan Jamu Acaraki turut mendukung kegiatan ini. ***(Yun Damayanti)  

TREN WISATAWAN MUSLIM GEN Z YANG HARUS DIKETAHUI

TREN WISATAWAN MUSLIM GEN Z YANG HARUS DIKETAHUI

Tourism for Us – Generasi Z (Gen Z) kini masuk menjadi segmen utama dalam pasar wisatawan muslim. Seperti wisatawan lainnya, mereka mencari pengalaman yang otentik di setiap destinasi yang dikunjungi. Sebagai generasi yang tumbuh dengan internet dan sangat terampil dalam teknologi, mereka tetap tertarik untuk [more]

‘’INDONESIA AT HOME’’, KULINER DAN BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA DALAM SEBUAH BUKU

‘’INDONESIA AT HOME’’, KULINER DAN BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA DALAM SEBUAH BUKU

Tourism for Us – Indonesia at Home menjadi solusi bagi mereka yang mencari buku masak Indonesia yang mendalam, terutama di kalangan orang-orang asing. Kontennya tidak hanya mencakup 100 resep masakan keluarga yang otentik, tetapi juga menyajikan perjalanan cerita dan budaya masyarakat Indonesia. Buku ini akan [more]

ARAH INVESTASI PARIWISATA 2026: MENYEIMBANGKAN PELUANG DAN TANTANGAN AGAR TETAP MENGUNTUNGKAN

ARAH INVESTASI PARIWISATA 2026: MENYEIMBANGKAN PELUANG DAN TANTANGAN AGAR TETAP MENGUNTUNGKAN

Tourism for Us – Perubahan tren perjalanan global memberikan peluang bagi Indonesia untuk meraih manfaat melalui berbagai strategi, seperti mendesain ulang paket wisata dan menyeimbangkan antara peluang dan tantangan. Dengan pendekatan ini, diharapkan investasi di sektor pariwisata dapat tetap menguntungkan dan berkelanjutan.

(Foto: Yun Damayanti)

Deputi Bidang Industri dan Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani menyatakan bahwa ada dua jenis investasi yang dibutuhkan agar Indonesia dapat mengoptimalkan peluang yang ada, yakni investasi yang bersifat fisik dan investasi terhadap sumber daya manusia (SDM). Dalam investasi fisik penting untuk menyeimbangkan antara supply dan demand yang jelas sehingga investor tertarik untuk menanamkan modalnya.

‘’Oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kami (Kemenpar) ditargetkan untuk mencapai sekitar Rp 350 triliun investasi di sektor pariwisata sampai tahun 2029, atau sekitar Rp 70 triliun setiap tahun. Ini angka yang tidak sedikit. Dari angka tersebut, lebih dari 50 persen ditargetkan di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP),’’ ujar Rizki pada kesempatan pertama sebagai pembicara di sesi kesatu di Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2026, Rabu (29/10/2025), di Hotel Artotel Harmoni Jakarta.

Sementara itu, SVP Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan bahwa Indonesia memiliki aset pariwisata terbesar di Asia Tenggara, tetapi kunjungan wisatawan mancanegaranya (wisman) termasuk rendah. Capaian kunjungan wisman ke Indonesia di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam saat ini. Situasi ini menjadi tantangan bagi Indonesia dalam menarik investasi yang lebih besar.

‘’Untuk bisa mendapatkan investasi, juga mengembangkan area, kita perlu tahu dulu positioning dari masing-masing destinasi seperti apa. Karena sangat disayangkan, apabila kita sudah memiiliki aset pariwisata yang sudah sedemikian banyak, besar, dan potensial, tetapi kunjungan wisatawannya masih sangat minim,’’ ujarnya.

InJourney mengedepankan lima pilar dalam berinvestasi untuk mengatasi tantangan, meliputi atraksi dan program, pengembangan destinasi, konektivitas, penyiapan infrastruktur dan amenitas, pariwisata berkelanjutan, serta manusia dan hospitality. Saat ini, perusahaan fokus pada pengembangan pariwisata di lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), yakni Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang.

Chief Operating Officer Artotel Group Eduard Rudolf Pangkerego menekankan bahwa penerapan praktik berkelanjutan di bisnis perhotelan yang dikelolanya merupakan wujud pertanggungjawaban terkait dampak bisnis yang ditimbulkan. ‘’Sekarang di bursa efek, kami harus keluarkan ESG Report yang benar. Kami menyentuh green investment, aktivitas-aktivitas yang lebih hijau. Tidak hanya di green, tapi juga blue economy. Untuk itu, kami meluncurkan program The Art of Goodness. Selain semata-mata untuk profit, kami juga bertanggung jawab terhadap people dan planet,’’ katanya.

Vivin Harsanto, Executive Director, Head of Growth & Head of Strategic Consulting JLL Indonesia, menyoroti pengembangan area pariwisata menghadapi tantangan, terutama terkait konektivitas. Calon wisatawan semakin memperhitungkan biaya perjalanan dengan membandingkan pengalaman yang bisa diperoleh dari destinasi-destinasi berbeda. ‘’Itu sebetulnya menjadi comparison our tourism against Asia Tenggara atau Asia Pasifik,’’ kata Vivin.

Berdasarkan hasil survey JLL Indonesia kepada 1000 responden Gen Z dan milenial disimpulkan bahwa mereka meminati aktivitas yang berkaitan dengan alam, seperti camping, trekking, dan diving. Selain itu juga muncul minat pada wisata budaya dan heritage yang otentik, wellness dan spa, serta wisata belanja dan wisata kuliner.

Tantangan lainnya, terutama di daerah terpencil, adalah akses internet yang belum merata, dan ketergantungan pada uang tunai karena belum familiar dengan QRIS atau pembayaran digital lainnya.

Dari studi tersebut juga ditemukan tantangan berikutnya yang harus diatasi adalah keterbatasan hiburan, dan kualitas akomodasi yang perlu ditingkatkan, baik secara fisik maupun keterampilan para pekerja di bidang hospitality.

Indonesia Tourism Outlook merupakan program flagship Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) yang tahun ini mengusung tema ‘’Navigasi Menuju Pariwisata yang Lestari, Berdaya, dan Menguntungkan’’. ITO dibuka secara langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana.

Melalui ITO 2026, Forwaparekraf menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekedar wacana, melainkan arah baru bagi industri pariwisata Indonesia. Pertumbuhan ekonomi tetap menjadi tujuan, tetapi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan.

ITO 2026 terselenggara atas dukungan Kementerian Pariwisata, Artotel Group, Artotel Harmoni Jakarta, Indofood, Kokola, Tekko, dan InJourney Hospitality. Sinergi lintas sektor inilah yang diharapkan dapat menjadi fondasi bagi ekosistem pariwisata Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan ke depan. ***(Yun Damayanti)

MENPAR: TIGA TREN PERJALANAN GLOBAL PEMBENTUK MASA DEPAN PARIWISATA INDONESIA

MENPAR: TIGA TREN PERJALANAN GLOBAL PEMBENTUK MASA DEPAN PARIWISATA INDONESIA

Tourism for Us – Pariwisata Indonesia berada dalam posisi yang sangat strategis, terutama dengan adanya tiga tren global yang berpotensi mengubah secara mendasar industri perjalanan. Ketiga tren ini menciptakan peluang besar bagi sektor pariwisata, yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan [more]