Author: admin

KAMPUNG NAGA TUTUP SAMPAI BULAN AGUSTUS 2026, PENGUNJUNG DIHIMBAU PATUHI PERATURAN TERBARU

KAMPUNG NAGA TUTUP SAMPAI BULAN AGUSTUS 2026, PENGUNJUNG DIHIMBAU PATUHI PERATURAN TERBARU

Tourism for Us – Masyarakat adat Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya menutup kunjungan ke kampung mulai dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2026. Selama masa penutupan akan digunakan untuk memulihkan kondisi kampung. Selama tiga bulan ini, kampung adat akan menata ulang area parkir yang berada [more]

GUNUNG DUKONO, PERMATA BARU PARIWISATA HALMAHERA UTARA, AKAN DITATA ULANG UNTUK JADI DESTINASI PENDAKIAN YANG AMAN

GUNUNG DUKONO, PERMATA BARU PARIWISATA HALMAHERA UTARA, AKAN DITATA ULANG UNTUK JADI DESTINASI PENDAKIAN YANG AMAN

Tourism for Us – Dari area camping yang terletak antara tiga dan empat kilometer dari kawah Gunung Dukono di Halmahera Utara, wisatawan dapat merasakan langsung pengalaman unik berada di dekat gunung berapi yang sedang erupsi. Semburan lava pijar berwarna merah yang menyala di bawah langit [more]

KEMENPAR GELAR FAMTRIP BAGI TA/TO MALAYSIA KE KEPRI UNTUK TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI PERBATASAN

KEMENPAR GELAR FAMTRIP BAGI TA/TO MALAYSIA KE KEPRI UNTUK TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI PERBATASAN

Tourism for Us – Selama ini, Malaysia memang menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara (wisman) bagi Indonesia. Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bahkan tercatat sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara asal Malaysia terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)

Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) tahun 2025, kunjungan wisman ke Kepri mencapai lebih dari 2,1 juta wisatawan. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) ke provinsi kepulauan ini tercatat melampaui 5,2 juta perjalanan.

Data pintu masuk wisman asal Malaysia menunjukkan tren pertumbuhan positif. Jumlah kunjungan melalui jalur laut ke Batam meningkat sekitar 48,2 persen, dari 278.082 wisatawan pada 2024 menjadi 412.127 wisatawan pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan besarnya peluang pengembangan wisata lintas batas antara Malaysia dan Kepulauan Riau.

Untuk memperkuat promosi pariwisata perbatasan di Kepri, Kementerian Pariwisata  (Kemenpar) menggelar kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) ke Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) Kepulauan Riau (Kepri) pada 18–21 Mei 2026. Program famtrip mengunjungi Pulau Batam, Kota Tanjung Pinang, dan Pulau Bintan. Famtrip ini diikuti 12 travel agent dan tour operator (TA/TO) yakni delapan peserta dari Kuala Lumpur dan empat peserta dari Johor Bahru.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan bahwa Kepri memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama wisatawan Malaysia menuju Indonesia.

“Malaysia merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kedekatan geografis dan konektivitas yang baik menjadikan Kepulauan Riau memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan wisata lintas batas atau cross-border tourism,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Selama empat hari, para peserta mengunjungi sejumlah destinasi unggulan antara lain, kawasan Jembatan Barelang di Batam, Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, kawasan wisata Lagoi di Bintan, destinasi budaya Melayu, pusat wisata belanja, serta mengikuti inspeksi hotel dan kegiatan business networking bersama pelaku industri pariwisata setempat.

Kegiatan famtrip ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, ASITA Tanjung Pinang, Batam View Resort, Nongsa Resorts, Aston Tanjung Pinang, Bintan Resorts Cakrawala, serta Pasir Gudang Passenger Terminal.

Selain memperkenalkan beragam destinasi unggulan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi wisata ramah Muslim Indonesia. Kepulauan Riau dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang sesuai dengan preferensi wisatawan Malaysia, mulai dari kedekatan budaya Melayu, kemudahan aksesibilitas, ketersediaan kuliner halal, hingga karakter destinasi yang akrab dan nyaman bagi wisatawan.

“Melalui pengalaman langsung di destinasi, kami berharap para pelaku travel agent dan tour operator dapat semakin memahami potensi produk wisata Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan, sehingga dapat dipasarkan lebih luas kepada wisatawan Malaysia,” kata Made. ***(Yun Damayanti)

SAAT RASA MENJADI CERITA DESTINASI DI BBTF 2026

SAAT RASA MENJADI CERITA DESTINASI DI BBTF 2026

Tourism for Us – Alokasi anggaran wisatawan untuk menikmati pengalaman kuliner lokal semakin menunjukkan tren positif. Selain itu, beberapa makanan khas Indonesia telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Dengan kekayaan ribuan kuliner yang dimiliki Indonesia, Bali & Beyond Travel Fair mengangkat tema gastronomi sebagai bagian [more]

BBTF 2026 PERKUAT POSISI INDONESIA SEBAGAI TUJUAN PARIWISATA BERKUALITAS DAN MITRA STRATEGIS GLOBAL

BBTF 2026 PERKUAT POSISI INDONESIA SEBAGAI TUJUAN PARIWISATA BERKUALITAS DAN MITRA STRATEGIS GLOBAL

Tourism for Us – The 12th Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 baru saja berlangsung. Selama tiga hari mulai 28 hingga 30 Mei 2026, lebih dari 407 buyer dari 44 negara bertemu dengan 286 seller dari 4 negara yang mewakili Indonesia, Malaysia, Cina, dan [more]

IATA LUNCURKAN SISTEM KOMUNITAS BAGASI (BCS) UNTUK MODERNISASI PENGIRIMAN PESAN BAGASI GLOBAL

IATA LUNCURKAN SISTEM KOMUNITAS BAGASI (BCS) UNTUK MODERNISASI PENGIRIMAN PESAN BAGASI GLOBAL

Tourism for Us – Pertukaran pesan yang cepat, akurat, dan aman antara maskapai penerbangan, bandara, petugas penanganan darat, dan penyedia solusi merupakan tulang punggung/dasar untuk meningkatkan operasi bagasi. Pesan Bagasi Modern atau Baggage Information eXchange (BIX) melacak bagasi melalui tahapan-tahapan penting perjalanan, termasuk check-in, pemeriksaan, pemuatan, transfer, dan pengiriman. Namun, banyak pesan masih dipertukarkan dengan pesan Tipe B melalui teletype, yang membatasi berbagi data, meningkatkan biaya, dan membatasi peningkatan.

Ilustrasi; GS Studio Imagen/magnific.com

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah mengembangkan Sistem Komunitas Bagasi (BCS), sebuah platform digital yang aman untuk mendukung adopsi bertahap standar Pesan Bagasi Modern. BCS akan memungkinkan maskapai penerbangan, bandara, operator penanganan darat, dan penyedia solusi untuk mendapatkan manfaat operasional dan pengalaman penumpang dari BIX bahkan ketika sebagian industri sedang dalam transisi dari pesan Tipe B lama untuk penanganan bagasi.

“Meningkatkan operasional bagasi bergantung pada pertukaran informasi yang tepat waktu, akurat, dan aman. Kita tidak dapat melakukan itu dengan pesan Tipe B lama pada jaringan teletype. Dan kita tidak bisa menunggu semua orang beralih ke kemampuan BIX modern. Di situlah BCS memainkan peran penting. Dengan menangani sistem BIX dan sistem Tipe B lama, BCS memungkinkan para pengguna awal untuk mendapatkan manfaat dari investasi mereka tanpa kehilangan konektivitas dengan mereka yang masih menggunakan sistem lama,” kata Nick Careen, Wakil Presiden Senior IATA untuk Operasi, Keselamatan, dan Keamanan.

Platform ini juga mencakup direktori global yang memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi, terhubung, dan bertukar pesan dengan mitra lebih mudah. ​​Hal ini menyederhanakan proses integrasi TI yang kompleks dan panjang serta mempercepat proses onboarding di seluruh ekosistem bagasi.

Bagi penumpang, BCS akan mendukung operasi bagasi yang lebih andal dengan memungkinkan data bagasi yang lebih kaya dan akurat. Masalah seperti bagasi yang tertunda, salah arah, atau salah sambung akan diidentifikasi lebih awal, pembaruan waktu nyata akan tersedia, dan solusi akan lebih cepat.

Adopsi BIX selaras dengan digitalisasi keseluruhan proses operasional penerbangan. Data yang dikumpulkan dapat mendukung analisis kinerja yang lebih baik dan intervensi pemulihan layanan yang lebih efektif dengan gambar hasil pemindaian dan riwayat kejadian yang terperinci.

Untuk mendukung adopsi, BCS saat ini mengoperasikan lingkungan uji coba langsung di mana mitra industri dapat memvalidasi integrasi dan alur kerja pengiriman pesan dalam lingkungan yang terkontrol. Platform lengkap diharapkan akan diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2026.

Peserta yang sudah ada mencakup berbagai maskapai penerbangan dan bandara, termasuk United Airlines, Lufthansa, Emirates, Cathay Pacific, British Airways, Air Canada, Finnair, dan Air New Zealand, serta bandara seperti Berlin Brandenburg, Toronto Pearson, Bengaluru, Münster Osnabrück, dan Red Sea International. Organisasi yang menunjukkan kesiapan akan berhak menerima lencana IATA “BIX Ready” untuk mendukung keterlibatan dengan mitra mereka.

BCS merupakan bagian dari upaya IATA yang lebih luas untuk memodernisasi pengiriman pesan penerbangan, mengurangi biaya industri, dan mendukung otomatisasi yang lebih besar di seluruh operasi bagasi. Organisasi yang tertarik untuk berpartisipasi dalam pengujian atau mempelajari lebih lanjut tentang inisiatif ini dapat menghubungi baggageservices@iata.org.

Apa saja yang perlu diketahui dari BCS dan BIX?

Pesan bagasi adalah instruksi atau pembaruan digital yang dipertukarkan antara maskapai penerbangan, bandara, petugas penanganan darat, dan sistem teknologi. Pesan ini dapat mengkonfirmasi bahwa bagasi telah diperiksa, dimuat, dipindahkan, diperiksa, tiba, atau dikirim.

Sementara, Pesan Bagasi Modern mengacu pada penggunaan format data yang lebih kaya, terstruktur, dan real-time untuk meningkatkan operasi bagasi, pelacakan, analitik, dan layanan penumpang.

Sistem yang sedang dikembangkan saat ini,  Baggage Information eXchange (BIX) adalah standar pesan bagasi modern IATA, yang dirancang untuk mendukung pertukaran data bagasi yang lebih kaya dan lebih fleksibel di seluruh industri. Sementara, Baggage Community System (BCS) adalah platform IATA yang memungkinkan mitra industri untuk bertukar pesan bagasi secara aman dan hemat biaya. Sistem ini mendukung interoperabilitas antara format pesan lama dan modern, membantu industri melakukan modernisasi tanpa gangguan operasional.  ***(Yun Damayanti)

PATA DAN TOP25 RESTAURANTS MENJALIN KEMITRAAN UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN WISATAWAN

PATA DAN TOP25 RESTAURANTS MENJALIN KEMITRAAN UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN WISATAWAN

Tourism for Us – Pacific Asia Travel Association (PATA) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan TOP25 Restaurants, sebuah sistem pemeringkatan perjalanan berbasis kecerdasan buatan yang menyediakan panduan perjalanan untuk berbagai atraksi wisata. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Noor Ahmad Hamid, CEO PATA, dan Bernard Metzger, Pendiri dan [more]

DESA ADAT JADI BENTENG BUDAYA TANA TORAJA, PENGALAMAN OTENTIK TETAP TERJAGA

DESA ADAT JADI BENTENG BUDAYA TANA TORAJA, PENGALAMAN OTENTIK TETAP TERJAGA

Tourism for Us – Tana Toraja adalah destinasi evergreen di Sulawesi Selatan. Masyarakat setempat, terutama di desa-desa, berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan budaya mereka, sehingga pengalaman yang ditawarkan tetap otentik dan tak lekang dimakan waktu. Kunjungan ke desa adat menjadi agenda yang wajib dilakukan saat [more]

PEMPROV JAWA BARAT PERKETAT IZIN BANGUN TEMPAT WISATA DAN PERUMAHAN DI KAWASAN HUTAN DAN PERKEBUNAN

PEMPROV JAWA BARAT PERKETAT IZIN BANGUN TEMPAT WISATA DAN PERUMAHAN DI KAWASAN HUTAN DAN PERKEBUNAN

Tourism for Us – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat semakin memperketat regulasi terkait alih fungsi lahan di kawasan hutan dan perkebunan untuk mencegah terulangnya bencana banjir dan longsor serupa di masa depan. Bencana alam yang melanda Jawa Barat baru-baru ini telah merenggut korban jiwa dan kerugian material yang signifikan. Daerah yang paling sering terkena dampak bencana umumnya adalah wilayah yang mengalami alih fungsi lahan.

Peserta media famtrip pasca kunjungan Raja Salman ke Indonesia antusias menikmati rintik hujan di perkebunan teh menuju Sari Ater. (Foto: Yun Damayanti)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengetatkan pengendalian alih fungsi lahan. Salah satunya adalah izin tempat wisata.

Gubernur Dedi Mulyadi meminta seluruh bupati dan wali kota menghentikan penerbitan izin pembangunan tempat wisata serta perumahan di kawasan hutan dan perkebunan.

Kebijakan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 60/PEM.04.04.01/ASDA EKBANG tentang Pelaksanaan Teknis Pengendalian Alih Fungsi Lahan di Wilayah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Dedi, langkah tersebut diperlukan untuk menekan risiko bencana ekologis yang kian meningkat, terutama longsor dan banjir.

“Bupati dan wali kota harus lebih proaktif dalam pengendalian alih fungsi lahan dan pengembalian fungsi-fungsi konservasi, khususnya kawasan hutan dan perkebunan,” kata Dedi, Minggu, 10 Mei 2026.

Surat edaran itu mempertegas kebijakan pengendalian ruang yang sebelumnya telah diatur melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan.

Dalam aturan tersebut, pemerintah provinsi menempatkan pengawasan sebagai salah satu instrumen utama. Khususnya, dalam menjaga keberlangsungan fungsi ekologis kawasan lindung. Sementara itu, pengawasan dilakukan untuk memastikan fungsi lahan tetap terjaga. Termasuk menjaga keberlanjutan kawasan konservasi dan daerah resapan air.

Pemerintah provinsi juga menyiapkan langkah pemulihan terhadap lahan yang telanjur beralih fungsi. Selain melakukan pengawasan, pemerintah daerah diminta aktif mengembalikan fungsi lahan. Hal ini sesuai peruntukannya melalui pembinaan kepada pemegang hak atas tanah serta kolaborasi dengan pemilik lahan.

Pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan sumber daya, mulai dari pendanaan, sarana, hingga tenaga pendukung untuk pelaksanaan pengendalian dan pemulihan kawasan. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memperketat ekspansi pembangunan di kawasan rawan ekologis.

Dalam beberapa tahun terakhir, alih fungsi lahan di daerah pegunungan dan perkebunan dinilai memperbesar kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi. ***(Yun Damayanti)

Catatan: Artikel asli ‘’Gubernur Dedi Mulyadi Hentikan Izin Tempat Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan’’ sebelumnya telah dipublikasikan di Klik Nusae (11/5/2026).

12 OPERATOR TUR KOREA SELATAN TERKESAN DENGAN FASILITAS GOLF DI BOGOR DAN CIKARANG

12 OPERATOR TUR KOREA SELATAN TERKESAN DENGAN FASILITAS GOLF DI BOGOR DAN CIKARANG

Tourism for Us – Golf adalah salah satu olahraga yang sangat digemari di Korea Selatan. Potensi wisata golf di Indonesia untuk menarik wisatawan dari Korea Selatan perlu dikelola dengan lebih serius, mengingat tersedianya lapangan golf berkualitas internasional. Selain itu, dukungan aksesibilitas yang baik dan akomodasi [more]