Author: admin

PRIORITASKAN KESELAMATAN WISATAWAN DI LABUAN BAJO

PRIORITASKAN KESELAMATAN WISATAWAN DI LABUAN BAJO

Tourism for Us – Keselamatan wisatawan merupakan hal yang sangat penting dalam sektor pariwisata. Aspek ini tidak bisa diabaikan dalam setiap kegiatan wisata yang diselenggarakan. Setelah terjadinya insiden kapal wisata yang tenggelam di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dan merenggut korban jiwa pada akhir tahun [more]

SALAMAIR SIAP TERBANG LANGSUNG DARI MUSCAT, OMAN KE MEDAN, SUMATERA UTARA MULAI JULI 2026

SALAMAIR SIAP TERBANG LANGSUNG DARI MUSCAT, OMAN KE MEDAN, SUMATERA UTARA MULAI JULI 2026

Tourism for Us – Destinasi Sumatera Utara akan mendapatkan tambahan penerbangan langsung tahun ini. SalamAir, maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Oman, telah mengumumkan peluncuran rute baru yang menghubungkan Muscat, Oman dengan Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Layanan ini dijadwalkan akan dimulai pada 3 Juli 2026 dan [more]

KLALIK ECHIDNA PARK: UPAYA MASYARAKAT LOKAL MENJAGA EKOSISTEM HUTAN PAPUA MELALUI EKOWISATA

KLALIK ECHIDNA PARK: UPAYA MASYARAKAT LOKAL MENJAGA EKOSISTEM HUTAN PAPUA MELALUI EKOWISATA

Tourism for Us – Tahukah kamu bahwa komodo bukanlah satu-satunya hewan purba yang masih ada di Indonesia? Selain komodo, terdapat juga ekidna moncong panjang yang hidup di dalam hutan hujan tropis Papua. Menariknya, ada tiga spesies ekidna yang masih bertahan hingga kini.

Ekidna moncong panjang barat (Zoglossus bruijnii) yang mudah ditemukan di hutan desa Kampung Klalik.
(Foto: Ones Paa)

Ekidna adalah hewan mamalia bertelur dan merupakan satwa asli Papua. Salah satu satwa endemik ini diduga sebagai hasil evolusi dari mamalia bertelur (monotremata) pada periode 65,5 hingga 23 juta tahun lalu. Ketiga jenis ekidna yang ada di Papua yakni ekidna moncong panjang barat (Zoglossus bruijnii), ekidna moncong panjang timur (Zoglossus bartoni), dan ekidna moncong panjang cyclops atau payangko (Zoglossus attenboroghi). Payangko sempat menghebohkan dunia karena kemunculannya kembali pada 2023 setelah terakhir kali terlihat pada tahun 1961.

Di antara tiga spesies yang masih bertahan, International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan ekidna moncong panjang barat (Zoglossus bruijnii) dan ekidna moncong panjang cyclops (Zoglossus attenboroghi) dalam daftar merah dan merupakan spesies yang terancam punah (critically endangered/CR). Ekidna moncong panjang barat merupakan jenis yang terbesar dalam kelompok monotremata. Habitatnya terutama di semenanjung kepala burung Pulau Papua yang sekarang termasuk dalam wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Secara fisik, ekidna memiliki duri seperti landak. Ekidna dinamai babi duri dalam bahasa lokal. Selain itu, dia juga hewan berkantung, aktif pada malam hari (nokturnal), dan hidupnya menyendiri.

Panjang tubuh ekidna antara 30-55 sentimeter dan panjang ekornya antara tujuh hingga sembilan sentimeter. Beratnya antara tiga sampai delapan kilogram. Betina umumnya lebih berat daripada jantan.

Ekidna hidup di lubang di tanah yang lembab. Pakan utamanya adalah rayap dan cacing. Walaupun tidak ada gigi, ekidna mempunyai lidah yang lengket untuk menangkap mangsa. Moncongnya berfungsi untuk mendeteksi bau makanan, menghindar dari predator, dan mengenali ekidna lainnya.

Klalik Echidna Park

Para penelitii dan wisatawan kini memiliki akses yang lebih mudah untuk mengamati ekidna moncong panjang barat. Warga Kampung Klalik di Distrik Klaso, Papua Barat Daya, telah mengambil inisiatif untuk melestarikan habitat hewan ini dengan mengembangkan ekowisata Klalik Echidna Park di perbukitan hutan Kawakyr. Taman ekidna ini terletak di hutan Klalik yang telah diakui sebagai hutan desa, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati keindahan alam sekaligus mendukung upaya konservasi.

Warga Kampung Klalik masih berburu dan meramu di hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, tidak seperti di wilayah lain di Papua, warga kampung ini tidak berburu ekidna.

‘’Kami masih berburu tapi hanya babi dan rusa. Kalau ekidna, kami jaga. Tidak kami makan. Kami jaga ekidna karena dia seperti nenek moyang,’’ ujar Titus Malak, tetua adat Kampung Klalik.

Titus mengungkapkan bahwa hutan Klalik telah diakui dan memperoleh pengakuan sebagai hutan desa  pada 2024. ‘’Sebenarnya kami lebih setuju jika hutan adat, meski SK Hutan Desa sudah ada. Kalau sudah ada pengakuan hutan adat, hutan terlindungi dan tak ada perusahaan masuk,’’ imbuhnya

Kampung Klalik, pintu menuju Klalik Echidna Park, berjarak 82 kilometer dari Bandara Domine Eduard Osok di Sorong. Perjalanan dari bandara ke kampung selama tiga jam dengan menggunakan mobil 4WD. Oleh karena itu, pengunjung mesti menginap di kampung. Tamu rata-rata menginap selama 3 hari 2 malam.

Ones Paa, Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Kawakyr, mengatakan bahwa pengamatan ekidna dapat dilakukan sepanjang tahun, berdasarkan informasi dari pemantauan yang dilakukan oleh warga di hutan. Mereka melaporkan bahwa setiap hari mereka menemukan ekidna di habitatnya. Umumnya, waktu pengamatan antara pukul 20.00 hingga 02.00 dini hari.

Kelompok Pengembangan Ekowisata Klalik Echidna Park, yang terdiri dari warga setempat, telah menetapkan prosedur untuk pengamatan ekidna. Empat pemandu lokal akan terlebih dahulu menjelajahi hutan untuk mencari keberadaan ekidna. Setelah ekidna ditemukan, satu pemandu tambahan akan mengantar pengunjung ke lokasi tersebut. Sebelum memasuki hutan, pengunjung akan mendapatkan pengarahan mengenai etika yang harus diikuti, termasuk pentingnya menjaga jarak dengan ekidna demi keselamatan dan kenyamanan satwa tersebut maupun pengunjung.

Ones Paa (paling knan), penggagas Klalik Echidna Park juga Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Kawakyr, (Foto: Ones Paa)

‘’Untuk pengamatan ekidna, kami punya 10 pemandu lokal,’’ ujar Ones.

Tidak hanya pengamatan ekidna, pada pagi hingga siang hari tamu juga dapat mengamati kehidupan alam liar di sekitar kampung ataupun di Klalik Echidna Park. Mereka berkesempatan untuk menjelajahi keanekaragaman spesies endemik Papua lainnya, seperti walabi, long fingerek triok, dan bila beruntung, kanguru pohon.

Selain itu, terdapat juga beragam jenis burung dataran rendah mulai dari spesies cendrawasih seperti cendrawasih raja (Cicinnurus regius) dan cendrawasih 12 kawat (Saleucidis melanoleucus); cekakak pita bidadari atau red-breasted paradise kingfisher (Tanysiptera nympha) dan cekakak biru-hitam atau blue-black kingfisher; paok papua atau papuan pitta (Erythropitta mackioti) dan paok hitam atau melampitta (Melampitta spp); mambruk ubiaat atau western crowned pigeon (Goura cristata), kakatua raja hitam (Probosciger aterrimus), burung kalkun semak atau brashturkey, nuri kate, rangkong, dan masih banyak lagi.

Selama tinggal di Kampung Klalik, tamu juga berkesempatan mempelajari cara hidup masyarakat lokal, sehingga memberikan pengalaman yang lebih mendalam selama kunjungan.

Klalik Echidna Park secara resmi berdiri pada tahun 2024. Namun, proses pembentukan taman ini sudah dimulai sejak 2016. Ones menuturkan bahwa dirinya, dibantu oleh tetua dan warga kampung, melakukan survey dan mempelajari perilaku satwa, khususnya ekidna, sepanjang 2016-2023. Selain itu, dia juga mempelajari lebih dalam tentang ekidna, ekosistem hutan tempat hidupnya beserta keanekaragaman satwa yang ada di dalamnya, secara otodidak dengan memanfaatkan jaringan internet.

Dua sahabat Ones kebetulan memiliki kenalan di kalangan wisatawan yang merupakan penggemar mamalia. Mereka mendokumentasikan penemuan-penemuan menarik di hutan Kampung Klalik dan mengirimkan informasi tersebut kepada kenalannya. Alhasil, tujuh tamu pertama datang pada bulan Juli 2023.

‘’Saya anak kampung yang punya rasa cinta terhadap satwa-satwa sebelum saya tahu ekowisata. Jadi pas dapat manfaatnya maka waktunya untuk kolaborasi  pengetahuan lokal dengan pengetahuan umum tentang pengembangan ekowisata. Pelajari perilaku satwa dan belajar penyebutan satwa dalam bahasa Inggris. Akhirnya bisa menjadi pemandu lokal. Walaupun bahasa Inggris hanya bisa ‘Yes’ dan ‘No’,’’ kata Ones.

Hingga awal Desember 2025, Kelompok Pengembangan Ekowisata Klalik Echidna Park mencatat lebih dari 150 pengunjung telah datang ke Klalik. Mereka berasal dari India, Malaysia, Spanyol, Jepang, Tiongkok, Singapura, dan lainnya. Sementara ini, tamu yang datang lebih banyak peneliti, tetapi ada juga yang datang karena penasaran dengan ekidna.

‘’Ini menjadi kampung satu-satunya di Papua yang menjadi tempat pengamatan mamalia ekidna,’’ tambah Ones

Paket Wisata Echidna Watching

Ones mengakui bahwa ekowisata Klalik Echidna Park dikembangkan secara swadaya oleh masyarakat. Hasil dari penjualan paket Echidna Watching tidak hanya memberikan manfaat ekonomi pada warga tetapi juga digunakan untuk menjaga ekosistem habitat ekidna dan membangun beberapa fasilitas dasar yang dibutuhkan oleh wisatawan.

Di Kampung Klalik, empat rumah warga dijadikan homestay. Setiap homestay dapat menampung dua orang. Kemudian, ada satu restoran dan kamar mandi yang dilengkapi dengan kakus (WC).

Harga paket Echidna Watching di Kampung Klalik mulai dari Rp 2.350.000,00 per orang untuk masa tinggal selama 3 hari 2 malam. Paketnya sudah termasuk jasa kepemanduan, biaya menginap dan makan, serta retribusi untuk kampung sebesar Rp 50.000,00/orang/hari. Namun, biaya paket tersebut belum termasuk sewa kendaraan 4WD sebesar Rp 1.500.000,00 sekali jalan.

‘’Menurut rencana, kami akan mendapat empat homestay tambahan tahun 2026. Homestay ini merupakan bantuan dari Kabupaten Sorong,’’ ucap Ones.

Namun, semangat warga Kampung Klalik dalam mengembangkan ekowisata kini mengahadapi tantangan. Ada rencana untuk mengubah kawasan hutan di Kampung Klalik dan sekitarnya menjadi lahan perkebunan industri dan lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat lokal, yang takut akan hilangnya hutan di Lembah Klaso. Jika hutan tersebut lenyap, bukan hanya ekidna yang terancam punah, tetapi juga keanekaragaman hayati lainnya. Selain itu, hilangnya hutan akan berdampak negatif pada kegiatan ekowisata yang selama ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. ***(Yun Damayanti)

KAMPANYE ’‘WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ TERKENDALA AKSESIBILITAS DAN ANGGARAN PROMOSI

KAMPANYE ’‘WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ TERKENDALA AKSESIBILITAS DAN ANGGARAN PROMOSI

Tourism for Us – Aksesibilitas dan promosi destinasi merupakan tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025. Jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan dari pemerintah, pelaku industri pariwisata akan terus menghadapi masalah serupa pada tahun 2026. Dalam refleksi akhir tahun 2025, Association [more]

KEMENPAR DAN KATEMBE INDONESIA PERKENALKAN DESTINASI RAJA AMPAT KEPADA DIVE OPERATOR AUSTRALIA

KEMENPAR DAN KATEMBE INDONESIA PERKENALKAN DESTINASI RAJA AMPAT KEPADA DIVE OPERATOR AUSTRALIA

Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, lebih dari 49 persen atau sekitar 820 ribu wisatawan Australia datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bahari. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Katembe Indonesia menyelenggarakan kegiatan familiarization trip (famtrip) bertema [more]

PARIWISATA TUMBUH POSITIF, PEMPROV INGIN DATANGKAN LEBIH BANYAK WISATAWAN KE JAWA BARAT

PARIWISATA TUMBUH POSITIF, PEMPROV INGIN DATANGKAN LEBIH BANYAK WISATAWAN KE JAWA BARAT

Tourism for Us – Pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat menunjukkan tren positif, pemerintah provinsi berkomitmen untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk promosi ke luar daerah dan luar negeri akan diperkuat.

Kereta cepat Jakarta Bandung. (Foto: KCIC)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, hingga September 2025, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) mencapai 158,53 juta perjalanan, meningkat 29,25 persen dibandingkan periode yang sama 2024. Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bandung menjadi tujuan dengan kontribusi terbesar.

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan kereta cepat Whoosh tercatat 19.867 orang pada bulan September 2025. Total kunjungan wisman melalui Whoosh mencapai 144.217 orang pada periode Januari-September 2025. Sementara itu, wisman yang datang melalui pintu Bandara Internasional Kertajati tercatat hanya 263 orang pada September 2025 dan sebagian besar berasal dari Singapura.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kini membidik arus wisatawan yang datang ke Jawa Barat. Tren kenaikan mobilitas wisatawan domestik dan internasional ini menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi Jawa Barat sebagai destinasi prioritas.

‘’Promosi daerah, kerja sama lintas negara, dan kegiatan pemasaran pariwisata menjadi strategi yang dipersiapkann untuk mengoptimalkan potensi tersebut,’’ kata Iendra.  

DPD ASITA Jawa Barat menyambut baik arah kebijakan pemprov ini. Hal tersebut juga sejalan dengan program asosiasi yang menggeber kegiatan promosi pariwisata Jawa Barat secara intensif.

‘’Tidak ada akhir tahun. Kami terus berpromosi di bulan Desember ini. Januari, Februari, Maret tahun depan pun kita sudah siap bergerak untuk berpromosi,’’ ujar Daniel G. Nugaraha, Ketua DPD ASITA Jawa Barat.

‘’Supaya pertumbuhan ekonomi berjalan melalui pariwisata, tidak ada pilihan lain, harus mendatangkan wisatawan mancanegara. Kalau wisatawan Nusantara selalu mengeluhkan harga tiket pesawat domestik yang mahal, kita berharap bisa lebih baik dengan kehadiran wisman,’’ tambahnya.  

Selain itu, promosi pariwisata Jawa Barat yang intensif saat ini diharapkan dapat menyampaikan kondisi sebenarnya di Indonesia, terutama bahwa destinasi di pulau-pulau lain, seperti Jawa, tetap aman untuk dikunjungi. Hal ini penting untuk dilakukan di tengah berita mengenai bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

‘’Jangan sampai wisatawan membatalkan rencana perjalanannya atau takut bepergian ke Indonesia,’’ kata Daniel.

Dukungan atas upaya promosi pariwisata Jawa Barat yang digerakkan oleh pelaku industri tidak hanya datang dari Pemprov Jawa Barat melalui Disparbud, tetapi juga dari perwakilan Indonesia di luar negeri seperti KBRI di Kuala Lumpur, KJRI di Johor dan Pulau Penang, serta Bank Indonesia. ***(Yun Damayanti)

SAUDI FEAST FOOD FESTIVAL 2025: MENGHIDUPKAN CITA RASA DAN TRADISI JAZIRAH ARAB

SAUDI FEAST FOOD FESTIVAL 2025: MENGHIDUPKAN CITA RASA DAN TRADISI JAZIRAH ARAB

Tourism for Us – Koki, penulis, penerbit, diplomat dan pemengaruh (influencers) dari lima benua berkumpul di Saudi Feast Food Festival 2025 pada akhir November 2025 untuk merayakan the Gourmand Awards atau The Gourmand World Cookbook Awards ke-30. Dengan kehadiran perwakilan dari 96 negara di Festival, [more]

30 TAHUN HIMPUNAN HUMAS HOTEL INDONESIA: PERKUAT PROFESI DAN PROMOSI PARIWISATA NASIONAL

30 TAHUN HIMPUNAN HUMAS HOTEL INDONESIA: PERKUAT PROFESI DAN PROMOSI PARIWISATA NASIONAL

Tourism for Us – Himpunan Humas Hotel (H3) Indonesia genap berusia 30 tahun pada 27 November 2025. Perayaan tiga dekade perjalanan organisasi menegaskan peran strategis humas hotel dalam memajukan industri perhotelan sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata nasional. Momentum ini juga menandai posisi H3 Indonesia sebagai [more]

PENJUALAN PAKET WISATA BALI TURUN, OPERATOR TUR PERANCIS MAU MEMPROMOSIKAN ‘BEYOND BALI’

PENJUALAN PAKET WISATA BALI TURUN, OPERATOR TUR PERANCIS MAU MEMPROMOSIKAN ‘BEYOND BALI’

Tourism for Us – Kunjungan wisatawan asal Perancis ke Bali masih menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun pertumbuhan penjualan paket wisata ke Bali mengalami penurunan pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Beberapa faktor telah berkontribusi terhadap melambatnya pertumbuhan penjualan paket wisata ini. Namun, sisi positifnya adalah permintaan paket wisata ke destinasi lain di luar Bali (Beyond Bali) dari operator tur Perancis meningkat.

Menurut Data Kumulatif Kedatangan Wisatawan Mancanegara Langsung ke Bali Melalui Pintu Masuk dan Kebangsaan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, wisatawan Perancis yang datang ke Bali tercatat sebanyak 227.310 orang pada periode Januari-September 2025, sementara pada periode yang sama tahun 2024 jumlahnya 204.728 orang. Pada periode Januari-September 2023 jumlah wisatawan Perancis ke Bali mencapai 163.677 orang.

Kunjungan wisatawan Perancis ke Bali pada periode Januari-September 2025 tumbuh sebesar 10,92% dibandingkan periode yang sama pada 2024. Sementara itu, pertumbuhan wisatawan Perancis ke Bali pada Januari-September 2024 mencapai 25,20% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023.   

I Putu Winastra, S. AB., M.A.P., President Director KBA DMC Bali, membenarkan bahwa wisatawan Perancis yang berkunjung ke Bali menurun pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan ini. 

‘’Betul. Tahun ini terjadi penurunan wisatawan Perancis ke Bali sekitar 20% sampai 30% dibandingkan tahun lalu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Pertama, berita-berita terkait destinasi Bali seperti overtourism, macet, banyak sampah, yang selalu berseliweran di media sosial, itu memberikan trigger,’’ ujar Winastra.

Dia menambahkan, ‘’Kalau kita berbicara dengan tour operator di Perancis, mereka memahami apa yang kita sudah sampaikan. Tetapi, mereka tidak bisa meng-counter semua isu tersebut kepada publik di Perancis.’’ 

Faktor kedua adalah harga tiket pesawat dari Perancis ke Bali lebih tinggi dibandingkan ke destinasi-destinasi lain. Pada tahun 2025, wisatawan Perancis lebih memilih ke destinasi-destinasi yang mempunyai penerbangan langsung dengan harga tiket pesawat yang lebih murah, misalnya Vietnam. Wisatawan Perancis banyak yang berkunjung ke Vietnam tahun ini karena ada penerbangan langsung dengan harga tiket pesawat yang jauh lebih murah daripada ke Bali. 

Faktor berikutnya, citra Bali di kalangan masyarakat Perancis sedang mengalami penurunan saat ini. Penjualan paket wisata ke Bali juga menunjukkan tren yang menurun, sehingga operator tur Perancis berencana untuk mempromosikan destinasi lain di luar Bali. Mereka akan menjual Indonesia sebagai sebuah destinasi. Meskipun Bali tetap menjadi bagian dari program perjalanan yang ditawarkan, fokus utama tidak lagi diletakkan pada Pulau Dewata.

Permintaan perjalanan wisata ‘Beyond Bali’ juga meningkat dari pasar Eropa lainnya

Penurunan permintaan perjalanan wisata ke Bali tidak hanya dirasakan oleh para operator tur yang melayani pasar Perancis, tetapi juga oleh operator tur yang melayani wisatawan dari berbagai pasar Eropa lainnya seperti Jerman, Belanda, dan Swedia. Meskipun demikian, mereka mengatakan adanya peningkatan permintaan untuk perjalanan wisata ke destinasi di luar Bali. Bagaimanapun, Pulau Dewata tetap menjadi bagian dari program perjalanan, meskipun durasi kunjungan di pulau ini berkurang. Selain itu, rata-rata wisatawan cenderung menghindari daerah di selatan Bali selama masa kunjungannya. 

Pada kesempatan terpisah, Operational Manager Aneka Kartika Tours Adjie Wahjono mengatakan telah menerima permintaan perjalanan wisata ke Indonesia tanpa harus ke Bali terutama sejak ITB Berlin 2025. Permintaan ini datang terutama dari mitra-mitra di luar negeri yang mempunyai customised itinerary.

‘’Tahun 2025, permintaan itinerary without Bali meningkat antara 10% sampai 15% daripada tahun 2024. Ini bukan berarti Bali dihilangkan sama sekali dalam itinerary. Tapi, mereka memilih tidak berada di selatan Bali,’’ ujar Adjie.

Dia menjelaskan, permintaan ini timbul karena wisatawan dari Eropa mau menjalani slow travel. Selain itu, citra negatif destinasi Bali pascapandemi, seperti kemacetan, sampah, harga yang lebih mahal, dan tourism tax (pungutan terhadap wisatawan asing), juga turut mempengaruhi penjualan paket wisata ke Bali.

Mitra kerja di luar negeri dengan skala usaha yang lebih kecil kini mulai meminta paket 1-island-1-trip tanpa harus ke Bali, dengan program perjalanan yang disesuaikan untuk eksplorasi budaya yang lebih mendalam (cultural discovery). Sementara, Bali berfungsi sebagai hub transit untuk kedatangan atau kepulangan wisatawan.

Menurutnya, Pulau Sumatera dan Sulawesi berpotensi untuk dikembangkan dalam program 1-island-1-trip karena tersedia bandara internasional. Saat ini, Sumatera punya kelebihan dengan tersedianya penerbangan langsung dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ke Medan, Sumatera Utara yang dilayani oleh maskapai Etihad. Perjalanan eksplorasi di pulau ini saja bisa mencapai tujuh hingga 10 hari.

Ketekesu, salah satu tempat yang cocok untuk mengenal budaya Toraja pertama kali. (Foto: Yun Damayanti)

Sementara itu, Sulawesi juga mempunyai dua bandara internasional di Makassar, Sulawesi Selatan dan Manado, Sulawesi Utara. Perjalanan eksplorasi dari selatan ke utara selama satu sampai dua minggu menawarkan pengalaman yang lengkap mulai dari perjalanan budaya di Toraja, mengunjungi pedesaan, hingga wisata bahari dengan lokasi snorkeling dan selam yang relatif mudah dijangkau dari pantai seperti di Togean dan Manado. Berada di garis Wallacea, flora dan fauna di pulau ini sangat unik.  

Paket klasik Java Overland – Bali dimodifikasi sedemikian rupa, di mana durasi perjalanan di Pulau Jawa lebih lama daripada di Bali. Karimun Jawa menjadi beach break hot spot baru yang disukai oleh, terutama, wisatawan Perancis. Salah satu resor di Karimun Jawa mengungkapkan bahwa mereka kebanjiran tamu dari Perancis pada musim puncak liburan tahun ini.  

‘’Waktu yang biasanya dihabiskan di Bali selama ini, minta dialihkan ke Bandung, Bromo, Lombok, Labuan Bajo, dan lain-lain. Di Bali, mereka lebih memilih daerah yang relatif tidak ramai seperti Pemuteran, Munduk, dan Sidemen. Ubud juga masih jadi pilihan. Sanur biasanya dipilih agar lebih dekat ke bandara saat pulang,’’ kata Adjie.

Bali krisis PR

Industri pariwisata Bali saat ini menghadapi tantangan dalam menjaga citra publik destinasi. Untuk menjaga dan memperkuat reputasi Pulau Bali sebagai destinasi wisata, diperlukan strategi hubungan masyarakat (PR) yang efektif, yang seharusnya dipimpin oleh institusi pemerintah. Promosi destinasi juga harus berkelanjutan, tanpa menganggap bahwa popularitas sebuah destinasi saat ini sudah cukup untuk menarik pengunjung.

‘’Promosi destinasi harus terus dilakukan. Tidak ada destinasi yang tidak dipromosikan lalu orang akan datang dengan sendirinya. Itu mustahil. Destinasi harus dipromosikan baik secara online maupun offline. Itu wajib. Faktanya, Cocacola dan McDonald yang begitu terkenal tetap berpromosi,’’ tutur Winastra.

Pelaku industri pariwisata, dengan atau tanpa pemerintah, terus melakukan kegiatan promosi. Mereka mempromosikan produk yang tersedia di destinasi. Namun, dalam hal kegiatan PR atau menjaga citra destinasi, pelaku industri, baik yang berada di destinasi maupun mitranya di luar daerah dan luar negeri, tidak memiliki kemampuan dan sumber daya yang cukup untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Pemerintah, baik pusat maupun daerah, sebagai pengambil kebijakan perlu memiliki pemahaman yang mendalam mengenai hal ini. Bisnis yang diperoleh pelaku industri dari kegiatan promosi akan memberikan pendapatan kepada negara dan daerah. Dengan pajak yang diperoleh dari sektor pariwisata, penting bagi pemerintah untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi yang utuh dan komprehensif. Ini termasuk pelaksanaan strategi PR yang efektif, yang merupakan tanggung jawab pemerintah.

‘’Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting di sini, dengan masing-masing pihak memahami dan menjalankan tanggung jawabnya secara jelas,’’ pungkas Winastra. ***(Yun Damayanti)

BUKU MASAK ‘’INDONESIA AT HOME’’ SABET TIGA PENGHARGAAN DI AJANG THE GOURMAND WORLD COOKBOOK AWARDS 2025

BUKU MASAK ‘’INDONESIA AT HOME’’ SABET TIGA PENGHARGAAN DI AJANG THE GOURMAND WORLD COOKBOOK AWARDS 2025

Tourism for Us – Buku masak ‘’Indonesia at Home’’ (L’Indonesie a la Maison) meraih tiga penghargaan sekaligus di The Gourmand World Cookbook Awards 2025. Pengumuman dan penyerahan penghargaan tersebut berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, di Riyadh, Arab Saudi. Penghargaan dari ajang bergengsi ini semakin [more]