Tourism for Us – Kini, wisatawan India suka sekali berkunjung ke Candi Borobudur. Mereka terpesona oleh keindahan candi Buddha terbesar di dunia ini, yang juga diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Candi Borobudur menjadi daya tarik favorit setelah Bali. Seiring dengan meningkatnya jumlah [more]
Tourism for Us – Generasi Z (Gen Z) kini masuk menjadi segmen utama dalam pasar wisatawan muslim. Seperti wisatawan lainnya, mereka mencari pengalaman yang otentik di setiap destinasi yang dikunjungi. Sebagai generasi yang tumbuh dengan internet dan sangat terampil dalam teknologi, mereka tetap tertarik untuk [more]
Tourism for Us – Indonesia at Home menjadi solusi bagi mereka yang mencari buku masak Indonesia yang mendalam, terutama di kalangan orang-orang asing. Kontennya tidak hanya mencakup 100 resep masakan keluarga yang otentik, tetapi juga menyajikan perjalanan cerita dan budaya masyarakat Indonesia. Buku ini akan membawa pembaca merasakan kedalaman budaya tanpa harus meninggalkan dapur mereka.
(Foto: LMDI)
La Maison de L’Indonesie (LMDI), yang telah aktif mempromosikan gastronomi Indonesia di Perancis dalam beberapa tahun terakhir, dengan bangga mengumumkan peluncuran buku Indonesia at Home pada 15 Desember 2025 mendatang. Buku kuliner ini ditulis oleh Eka Moncarre, pendiri La Maison de L’Indonesie, dan didukung oleh tim editor Perancis yang membantunya dalam menulis buku tersebut dalam bahasa Perancis dan Inggris. Dengan demikian, komunitas internasional di Perancis dapat menikmati masakan keluarga Indonesia beserta kisah-kisahnya.
Dibandingkan dengan buku-buku sejenis lainnya, Indonesia at Home merupakan sebuah perjalanan kuliner yang akan membawa para pembaca menemukan kekayaan dan keberagaman makanan Indonesia melalui 100 resep masakan keluarga yang otentik. Setiap resep dilengkapi dengan informasi bahan-bahan dan cara memasaknya, serta kisah dan sejarah yang melingkupinya. Pembaca dapat menemukan resep nasi goreng, rendang, sate ayam, dan kuliner ikonik Indonesia lainnya di dalam buku ini.
‘’Ini buku pertama yang ditulis dalam dua bahasa. Di dalamnya ada sejarah dan kisah tentang produk-produk Indonesia seperti rempah-rempah, kopi, teh, dan coklat,’’ ujar Eka.
Buku setebal 270 halaman itu adalah buku masak Indonesia yang pertama kali diterbitkan secara komprehensif di Perancis. ‘’Ya, buku ini bisa juga disebut aculture culinary book. Karena kontennya bukan hanya tentang cookbook tetapi juga culture book,’’ Eka menambahkan.
Sejak tahun 2022, banyak orang Perancis yang menunjukkan minat untuk mempelajari masakan Indonesia setelah mereka berkunjung ke LMDI. Kedekatan Eka dengan komunitas dan industri gastronomi di Perancis membuatnya sering diundang ke berbagai sekolah kuliner di negara tersebut. Buku ini juga dapat berfungsi sebagai panduan bagi sekolah-sekolah kuliner di Perancis yang tertarik dengan keanekaragaman kuliner Indonesia.
Inisiatifnya untuk membuat buku Indonesia at Home merupakan upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan kuliner Indonesia ke publik internasional. Harapannya, buku ini dapat ikut mendukung program pemerintah Indonesia, ‘’Spice Up the World’’, serta memperkuat diplomasi gastronomi Indonesia di kancah global.
‘’Buku ini juga merupakan hadiah dari LMDI untuk memperingati 75 tahun hubungan bilateral Perancis dan Indonesia yang jatuh pada tahun ini,’’ pungkas Eka.
Beberapa tokoh dari Perancis dan Indonesia menuliskan kata pengantar untuk Indonesia at Home, seperti Stephane Layani, President Rungis International Market; Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum PHRI dan GIPI, juga CEO PT Hotel Sahid Jaya Internatioinal Tbk.; Antoine Audran, chef asal Perancis dengan reputasi pengalaman internasional yang jatuh cinta pada kuliner Indonesia hingga akhirnya memilih menetap di sini; dan Mark Wiens, seorang food/travel blogger Amerika Serikat yang berbasis di Bangkok, Thailand, yang kanal YouTube-nya diikuti oleh 11 juta orang.
LMDI pun mengabarkan bahwa buku Indonesia at Home dinominasikan pada Gourmand Awards ke-31 yang akan diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, pada 27-30 November 2025. Ajang penghargaan ini diakui sebagai ‘’Piala Dunia Buku Masak’’, sebuah acara bergengsi yang mempertemukan para penulis, koki, penerbit, dan pecinta kuliner dari lebih dari 200 negara. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Perubahan tren perjalanan global memberikan peluang bagi Indonesia untuk meraih manfaat melalui berbagai strategi, seperti mendesain ulang paket wisata dan menyeimbangkan antara peluang dan tantangan. Dengan pendekatan ini, diharapkan investasi di sektor pariwisata dapat tetap menguntungkan dan berkelanjutan. Deputi Bidang Industri [more]
Tourism for Us – Pariwisata Indonesia berada dalam posisi yang sangat strategis, terutama dengan adanya tiga tren global yang berpotensi mengubah secara mendasar industri perjalanan. Ketiga tren ini menciptakan peluang besar bagi sektor pariwisata, yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan [more]
Tourism for Us – Buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ bisa menjadi panduan praktis bagi pelaku pariwisata untuk mengembangkan wisata gastronomi di Jawa Barat.
Peluncuran buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’, Minggu (19/10/2025), di Bandung, dihadiri langsung Menpar Widiyanti Putri Wardhana dan Kepala Disparbud Jawa Barat Iendra Sofyan (kedua dari kanan), dan stakeholders lainnya. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
‘’Buku ini dapat menjadi panduan praktis bagi para pelaku wisata tour operator, travel agent, serta masyarakat dalam merancang pola perjalanan wisata rasa yang otentik, berkarakter lokal, dan berdaya saing global. Dari gurihnya nasi tutug oncom, segarnya karedok, manisnya burayot, setiap hidangan menghadirkan narasi tunggal yang kaya dan bermakna,’’ ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, pada saat peluncuran buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’, Minggu (19/10/2025), di Bandung, Jawa Barat.
‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ menyajikan kumpulan yang telah dikurasi dari sisi pengalaman wisata gastronomi. Buku ini menyajikan panduan yang memugkinkan wisatawan menikmati rasa otentik sekaligus berkelanjutan di Jawa Barat.
Penyusunan buku ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pelaku industri, komunitas gastronomi, akademisi, dan konsultan kreatif. Peluncuran buku ini sejalan dengan program pariwisata berkualitas atau pariwisata naik kelas yang menjadi fokus Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Gastronomi bagi Indonesia bukan sekedar kuliner, tetapi sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai pihak mulai dari petani, peternak, nelayan, pengrajin, chef, hingga masyarakat. Dari ladang hingga meja makan (from farm to table), gastronomi berperan penting dalam menggerakkan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat pariwisata berbasis komunitas. Pendekatan ini memperkuat rantai nilai pariwisata untuk menarik lebih besar banyak wisatawan berkualitas yang memberikan dampak ekonomi.
Lebih lanjut, Menpar mengatakan bahwa kuliner Indonesia juga semakin dikenal dan dikagumi masyarakat internasional dalam beberapa waktu terakhir. TasteAtlas dalam publikasinya menempatkan kuliner Indonesia di peringkat ke-7 dunia dan pertama di Asia Tenggara. Enam kota di Indonesia, termasuk Bandung, bahkan tercatat masuk dalam daftar 100 Best Food Cities.
‘’Sinergi antara kuliner dan pariwisata melahirkan pengalaman yang otentik, berkarakter, dan bernilai tambah tinggi. Inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan berkualitas. Mereka mencari pengalaman wisata yang mendalam untuk menikmati rasa, budaya, dan mempelajari kisah di balik setiap lini kuliner Indonesia,’’ jelasnya.
‘’Dengan demikian, pengembangan wisata gastronomi tidak hanya berfokus pada kuliner sebagai produk, tetapi juga sebagai cerita dan pengalaman otentik yang memperkuat karakter destinasi Indonesia,’’ kata Menpar Widiyanti.
Ketua DPD ASITA Jawa Barat Daniel G. Nugraha mengatakan bahwa dengan telah dirilisnya buku mengenai pariwisata gastronomi di Jawa Barat diharapkan lebih banyak lagi pelaku tour planner dan tour operator yang berani membuat rute-rute perjalanan berbasis gastronomi. Menurutnya, wisata gastronomi ini bisa disandingkan dengan wisata berbasis kereta api yang sedang dikembangkan di Jawa Barat.
‘’Beberapa rute kereta api melintasi kabupaten/kota yang memiliki tidak hanya daya tarik keindahan alam dan budaya, tetapi juga potensi wisata gastronomi,’’ kata Daniel.
Turut hadir dalam peluncuran buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ adalah Walikota Bandung Muhammad Farhan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, serta perwakilan dari ASITA Jawa Barat, PHRI Jawa Barat, GIPI Jawa Barat, dan tim Indonesia Gastronomy Netwok (IGN). ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Jaringan rel kereta api di Jawa Barat cukup luas, dengan sebagian besar jalur yang ada dibangun pada era kolonial Belanda. Sayangnya, banyak jalur tersebut terbengkalai dan tidak terpakai dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat Dedi [more]
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengembangkan Kota Tua Jakarta dengan pendekatan kawasan beriorientasi transit (transit oriented development/TOD). Stasiun MRT Kota yang direncanakan akan menjadi pendorong utama untuk regenerasi perkotaan di kawasan ini, melengkapi Stasiun Kota yang telah beroperasi selama 96 [more]
Tourism for Us – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong dan Aruk yang dilengkapi dengan fasilitas CIQS (Custom, Immigration, Quarantine, Security) telah meningkatkan aksesibilitas perjalanan antarnegara di Kalimantan Barat. Dengan adanya layanan terintegrasi yang mempermudah perjalanan, jumlah pelintas batas antarnegara pun meningkat, sehingga mendorong pertumbuhan bisnis perjalanan.
Selain itu, keberadaan bus yang melayani rute Pontianak menuju Kuching, Malaysia dan Bandar Sribegawan, Brunei Darussalam, semakin memperkuat sektor perjalanan lintas batas di ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Hal ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi para pelintas batas, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha di bidang transportasi dan pariwisata.
Fasilitas kolam renang di Novotel Pontianak Convention Centre.
(Foto: Novotel/Accor)
Pembukaan Novotel Pontianak Convention Centre bukan hanya merupakan tonggak baru dalam lanskap perhotelan di Kota Pontianak, tetapi juga menambah pilihan akomodasi bagi para pelintas batas. Apalagi, Novotel adalah merek yang berkomitmen menghadirkan momen nyaman dan seimbang bagi para wisatawan, baik untuk bisnis maupun rekreasi,
Selain itu, lokasi hotel ini juga strategis, yakni hanya 20 menit dari Bandara Internasional Supadio, dekat dengan pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan, rumah sakit, serta berbagai atraksi lokal, seperti Taman Tepi Sungai Alun-Alun Kapuas dan kawasan kuliner yang semarak di Jalan Gajah Mada.
Desain kontemporer Novotel Pontianak Convention Centre terinspirasi dari pola khas Dayak dan Sungai Kapuas, memadukan warisan budaya Kalimantan dalam sentuhan estetika modern. Motif-motif khas dihadirkan secara halus di seluruh interior, menciptakan suasana hangat dan penuh sambutan yang mencerminkan identitas lokal dalam gaya modern khas Novotel.
Novotel Pontianak Convention Centre menghadirkan 194 kamar dan suite yang luas, masing-masing dilengkapi dengan tempat tidur khas Novotel Live N’ Dream® untuk menjamin kualitas tidur yang optimal. Desain yang dirancang dengan cermat menghadirkan ruang yang nyaman untuk relaksasi, bekerja, dan berinteraksi.
Tamu keluarga disambut dengan berbagai fasilitas yang dirancang cermat, termasuk Kids Club dan Kids Splash Pool, kolam anak dengan wahana permainan air. Para orang tua dapat bersantai di kolam renang bergaya tropis atau menikmati perawatan menyegarkan di In Balance Spa and Fitness, yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan dan kebugaran tubuh.
Di Food Exchange, para tamu diajak menjelajahi perjalanan kuliner yang merayakan cita rasa lokal berdampingan dengan hidangan internasional favorit, serta menu khusus anak-anak. Gourmet Bar yang semarak di area lobi menyajikan hidangan ringan dan koktail. Sementara itu, Pool Bar berada diarea terbuka yang menawarkan variasi minuman menyegarkan di tepi kolam renang.
Menetapkan standar baru untuk berbagai pertemuan di Kalimantan Barat, Novotel Pontianak Convention Centre menghadirkan Lotus Ballroom, ballroom tanpa pilar terbesar di Pontianak. Dengan langit-langit setinggi tujuh meter, ruang ini dapat menampung hingga 2.000 tamu untuk acara pernikahan, perayaan, maupun kegiatan korporasi. Selain itu, dua ruang pertemuan yang tersedia dapat diperluas menjadi delapan ruang terpisah, memberikan fleksibilitas tata ruang untuk beragam jenis acara.
“Kami sangat senang dapat memperluas kehadiran Novotel di Kalimantan Barat melalui pembukaan Novotel Pontianak Convention Centre,” ujar Garth Simmons, Chief Operating Officer, Premium, Midscale & Economy Division, Accor Asia. “Hotel ini mencerminkan keyakinan Novotel dalam menciptakan ruang bagi wisatawan bisnis maupun rekreasi, yang memadukan kenyamanan kontemporer dengan keramahtamahan lokal.”
“Novotel Pontianak Convention Centre didesain bukan sekadar sebagai hotel, tetapi sebagai pusat bagi keluarga, wisatawan bisnis, dan komunitas lokal,” kata Rispugi Listanto, General Manager Novotel Pontianak Convention Centre. “Kami bangga mempersembahkan properti yang merayakan semangat Pontianak sekaligus menghadirkan hospitality terpercaya dari Novotel.”
Saat acara pembukaan Novotel Pontianak Convention Center yang berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025, Gubernur Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, M. Kes. dan Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., dalam sambutannya masing-masing menyatakan bahwa pemerintah daerah menyambut senang dan antusias atas dibukanya Novotel Pontianak Convention Center. Kehadiran hotel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi Provinsi Kalimantan Barat dan Kota Pontianak. Acara pembukaan hotel juga dihadiri oleh para pimpinan atau perwakilan dari Forkopimda. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Penetapan Undang-undang tentang Kepariwisataan yang menggantikan Undang-undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan menunjukkan bahwa pemerintah belum sepenuhnya menjadikan sektor pariwisata sebagai program prioritas dalam pembangunan ekonomi indonesia, meskipun sektor ini telah membuktikan kontribusinya yang signifikan dan nyata. Pelaku industri pariwisata memiliki harapan [more]