Tag: accor

PESONA LOKAL MALAYSIA DI GRAND MERCURE KUALA LUMPUR BUKIT BINTANG

PESONA LOKAL MALAYSIA DI GRAND MERCURE KUALA LUMPUR BUKIT BINTANG

Tourism for Us – Dalam mencari pengalaman perjalanan, banyak wisatawan cenderung memilih merek hotel yang sudah mereka kenal dan percayai saat mengunjungi suatu destinasi. Familiaritas dengan layanan dan kualitas hotel, terutama yang tergabung dalam jaringan yang sama, membuat proses reservasi lebih mudah melalui portal resmi [more]

AKOMODASI PREMIUM DI GRAND MERCURE BATAM CENTER

AKOMODASI PREMIUM DI GRAND MERCURE BATAM CENTER

Tourism for Us – Pilihan akomodasi bintang di Batam semakin beragam dengan hadirnya Grand Mercure Batam Center, yang menawarkan layanan dan keramahan premium. Grand Mercure, brand dari Accor, dikenal dengan pengalaman budaya yang mendalam dan perayaan warisan nasional dalam sentuhan modern, resmi dibuka, Minggu (25/5/2025). [more]

NOVOTEL DAN PARIS SAINT-GERMAIN PILIH JAKARTA UNTUK PELUNCURAN GLOBAL ‘LEGENDARY ROOMS’

NOVOTEL DAN PARIS SAINT-GERMAIN PILIH JAKARTA UNTUK PELUNCURAN GLOBAL ‘LEGENDARY ROOMS’

Tourism for Us – Novotel, salah satu merek hotel dalam grup Accor, berkolaborasi dengan Paris Saint-Germain (PSG), klub sepak bola kebanggaan warga Paris, memilih Jakarta sebagai venue peluncuran global pertama ‘Legendary Rooms’. Inisiatif terbaru dari jaringan hotel asal Perancis ini menawarkan pengalaman imersif di kamar yang dirancang untuk mengormati para legenda klub sepak bola tersebut. Kamar para legenda PSG hanya ada delapan di dunia, dan salah satunya ada di Indonesia.

Sebagai bagian dari inisiatif global Novotel Legendary Rooms, Novotel Jakarta Cikini terpilih untuk menghadirkan Legendary Room Javier Pastore. Kamar hotel yang imersif dan dirancang secara khusus ini menghadirkan warisan pencapaian kesuksesan salah satu pemain paling ikonik PSG. Menempati salah satu kamar tipe suite, tamu akan merasakan pengalaman unik dan berbeda yang memadukan kisah inspiratif, desain, dan keramahan, serta sisi glamor sepak bola dunia.

Legendary Room di Novotel Jakarta Cikini merupakan penghormatan bagi Javier Pastore, yang dikenal atas kontribusinya untuk PSG dan dunia sepak bola. Dirancang untuk memikat para penggemar dan wisatawan, Legendary Room di hotel ini menampilkan memorabilia, konten digital interaktif, serta dekorasi yang terinspirasi dari perjalanan hidup dan karier sepak bola Javier Pastore.

Saat memasuki kamar, tamu akan disambut oleh warna ikonik Paris Saint-Germain yang didominasi merah dan biru, serta diperkaya dengan sentuhan tematik eksklusif. Javier Pastore mempersembahkan beberapa barang miliknya yang menjadi memorabilia penting di dalam kamar. Untuk melengkapi pengalaman menginap, hotel sudah menyiapkan konten digital tentang kisah legendanya bersama PSG.

Garth Simmons, Chief Operating Officer of Accor’s Premium, Midscale, and Economy Division in Asia, mengungkapkan antusiasmenya dan mengatakan,“Javier Pastore bukan hanya seorang pahlawan sepak bola, tetapi juga sumber inspirasi bagi para penggemar di seluruh dunia. Kami sangat bangga merayakan warisan pencapaian kesuksesannya melalui pengalaman unik di Novotel Jakarta Cikini, Indonesia – salah satu hotel unggulan Novotel di Asia – dengan menghadirkan perjalanan tak terlupakan yang memungkinkan para tamu merasakan kisah legendarisnya secara mendalam.”

“Di Novotel, kami percaya bahwa sebuah perjalanan bukan sekadar tentang destinasi, tetapi juga tentang semangat, pengalaman, dan momen yang tak terlupakan. Inilah salah satu momen tersebut,” ujarJean-Yves Minet, Global Brand President for Novotel at Accor.

Dia menerangkan lebih lanjut, “Legendary Room melanjutkan kesuksesan luar biasa La Suite Novotel by ALL.com di Parc des Princes, yang telah memikat imajinasi para penggemar di seluruh dunia. Konsep kamar pengalaman terbaru kami bersama PSG memperluas visi ini, menciptakan kesempatan bagi para penggemar di berbagai belahan dunia untuk lebih dekat dengan permainan yang mereka cintai melalui pengalaman inovatif dan tak terlupakan yang merayakan para legenda mereka. Ini lebih dari sekadar menginap – ini adalah perjalanan menelusuri kisah sepak bola.”  

Nadia Benmokhtar, Diversification and Merchandising Director of Paris Saint-Germain, menambahkan, “Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang unik dan berkesan bagi para penggemar, memungkinkan mereka menghidupkan kembali momen-momen penting dalam sejarah Paris Saint-Germain melalui para legenda terbesarnya. Merupakan suatu kehormatan untuk merayakan Javier Pastore dan warisannya melalui sebuah proyek yang melampaui batas geografis serta mencerminkan semangat dan kebesaran Paris Saint-Germain.”

Peluncuran Novotel Legendary Rooms telah berlangsung di Novotel Jakarta Cikini, Kamis (20/3/2025). Javier Pastore sendiri hadir langsung di peluncuran tersebut.  

Legendary Room di Novotel Jakarta Cikini kini tersedia untuk pemesanan secara eksklusif di ALL.com mulai hari ini, 22 Maret 2025, sampai satu tahun ke depan. Untuk merasakan pengalaman imersif dan megahnya sepak bola Eropa di Jakarta, tamu dapat menginap di suite khusus ini mulai dari Rp 2,3 juta per malam. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di sini. ***(Yun Damayanti)   

MEMBANGUN MASA DEPAN PARIWISATA GARUT MELALUI AKSESIBILITAS

MEMBANGUN MASA DEPAN PARIWISATA GARUT MELALUI AKSESIBILITAS

Tourism for Us – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Garut terus bertambah, terutama setelah infrastruktur aksesibilitas darat semakin membaik.   Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mencatat jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,3 juta pada 2024. Jumlah itu melebihi target tiga juta wisatawan. Seiring dengan [more]

PARADOKS METROPOLITAN DI 25HOURS HOTEL JAKARTA THE ODDBIRD

PARADOKS METROPOLITAN DI 25HOURS HOTEL JAKARTA THE ODDBIRD

Tourism for Us – Sejak memasuki hotel hingga ke dalam kamar, 25hours Hotel Jakarta The Oddbird akan membawa tamu-tamu merasakan pengalaman yang kontras dan dinamis metropolitan Jakarta. Desain hotel bintang 5 ini menghadirkan perpaduan unik antara kreativitas, kenyamanan, dan nostalgia di jantung pusat bisnis dan [more]

MERCURE PANGKALAN BUN, IKON BARU PENGEREK STANDAR KUALITAS PARIWISATA DI KOTAWARINGIN BARAT LEBIH TINGGI

MERCURE PANGKALAN BUN, IKON BARU PENGEREK STANDAR KUALITAS PARIWISATA DI KOTAWARINGIN BARAT LEBIH TINGGI

Tourism for Us – Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat di Provinsi Kalimantan Tengah, adalah pintu gerbang ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang ternama. Dan pasca pandemi COVID-19, kota ini melihat diversifikasi bisnis di luar perkebunan.

Melihat potensi kota Pangkalan Bun yang besar, Accor, grup perhotelan terkemuka dunia, mengumumkan properti pertamanya di Provinsi Kalimantan Tengah dengan dibukanya Mercure Pangkalan Bun. Hotel ini mulai beroperasi sejak 8 Juli 2023 dan Grand Opening dilakukan pada 25 Oktober 2023. Pembukaan hotel dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. 

Taman Nasional Tanjung Puting diakui sebagai Cagar Biosfer UNESCO dan memiliki peran yang sangat besar sebagai kawasan konservasi dan penelitian terpenting bagi orangutan di seluruh dunia. Selain bisnis perkebunan yang sudah ada, sekarang berkembang bisnis baru di sektor pertambangan, kuliner dan lainnya. Bisnis-bisnis baru berkembang, salah satunya, karena Pangkalan Bun mempunyai akses laut, udara dan darat. 

Garth Simmons, Chief Executive Officer of Accor’s Premium, Midscale and Economy Division Asia dalam pernyataan tertulisnya menyampaikan, Mercure Pangkalan Bun adalah sebuah hotel yang menyatukan yang terbaik dari kedua dunia untuk para wisatawan.

“Para tamu dapat memulai perjalanan yang menawan untuk menjelajahi keajaiban Kalimantan, membenamkan diri dalam keindahan dan pesonanya, sambil menikmati merek Mercure yang kenyamanan dan standar luar biasanya diakui secara global. Pembukaan hotel ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi sektor pariwisata di daerah tersebut, tetapi juga berperan penting dalam mendukung infrastruktur provinsi dengan menyediakan akomodasi berkualitas tinggi dan membina hubungan yang mendalam dengan masyarakat setempat,” kata Garth Simmons.

Dona Yohana, General Manager Mercure Pangkalan Bun. (Foto: Mercure Pangkalan Bun/Accor)

Dona Yohana, General Manager Mercure Pangkalan Bun, menerangkan, merek Mercure sendiri memang selalu beradaptasi dengan local culture. Dan banyak sekali yang bisa dikembangkan di kota Pangkalan Bun khususnya maupun di Kabupaten Kotawaringin Barat pada umumnya.

Tanjung Puting adalah daya tarik wisata yang sudah mapan. Seperti diketahui, pengunjung terbanyak ke TNTP ialah orang asing. Wisatawan mancanegara (wisman) tertinggi datang dari kawasan Eropa, lebih spesifik lagi, dari Spanyol.

‘’Pangkalan Bun merupakan pintu masuk (gate) internasional sebenarnya,’’ ujar Dona.

Dona menerangkan lebih lanjut, di sisi leisure, wisatawan yang hendak maupun dari Tanjung Puting bisa dikatakan tidak mengenal hari. Setiap hari ada saja wisman bertujuan ke TNTP menginap di Mercure Pangkalan Bun.

‘’Rata-rata, di high season, sekitar 15-20 kamar terisi oleh wisman yang bertujuan ke TNTP. Itu based on history dari tahun lalu. Saya pikir, sekarang pun akan sama,’’ kata Dona.

Tren menarik di leisure, Mercure Pangkalan Bun juga banyak mendapat bisnis dari daerah sekitar. Warga lokal dari kabupaten-kabupaten lain seperti Sukamara dan Lamandau datang ke Pangkalan Bun untuk staycation pada akhir pekan.

‘’Jadi leisure tidak hanya dari Tanjung Puting tapi juga dari staycation warga Kalimantan Tengah sendiri,’’ lanjutnya.  

Dona mengamati, bisnis yang ada di Pangkalan Bun terus bertambah. Dan itu bukan hanya dari sektor perkebunan saja.

‘’Kita bisa lihat ya majunya bisnis di sini. Di antaranya, itu bisa dilihat dari penambahan penerbangan ke Pangkalan Bun,’’ tutur Dona.

Sebelumnya, hanya ada satu maskapai yang melayani penerbangan ke Pangkalan Bun yakni Nam Air (setelah Kalstar berhenti beroperasi, red.). Sekarang Citilink dan Batik Air juga melayani rute penerbangan ke Kota Manis mulai awal tahun ini.

Ketiga maskapai penerbangan itu menghubungkan Pangkalan Bun dengan Jakarta, Semarang dan Surabaya. Ketiga kota tersebut merupakan hub bisnis, industri dan pariwisata di Pulau Jawa.

‘’Buat Accor, ini merupakan suatu value yang sangat tinggi. Sehingga kami pun yakin membuka hotel di sini,’’ katanya penuh optimisme.   

Tambahnya kemudian, ‘’Ke saya sendiri juga banyak pertanyaan. Kok, berani sih Accor buka di Pangkalan Bun? Jawaban saya, ‘’Why not?’’ Karena kota ini sangat berpotensi.’’

Mercure Pangkalan Bun baru beroperasi selama 10 bulan. Okupansi rata-ratanya dari bulan Juli 2023 sampai Mei 2024 sudah mencapai 50 persen. Tingkat okupansi rata-rata pada bulan Juli-Desember 2023 membukukan angka 54 persen year to date. Sedangkan low season terjadi mulai bulan Januari sampai April.

‘’Periode Juli-Desember tahun lalu itu memang high season. Makanya kami bisa closing di 54 persen di awal pembukaan hotel,’’ kata Dona.

Persentase pasar terbesar berasal dari business travelers dan MICE business. Sebanyak 70 persen tamu yang menginap ialah pejalan bisnis. Dan sisanya 30 persen ialah wisatawan yang bertujuan leisure.

‘’Hotel ini, market kami, we are not business hotel but business and leisure,’’ tegas Dona.

Itu dikarenakan, selama periode low season pada Januari-Februari, Mercure Pangkalan Bun masih menerima tamu-tamu wisatawan ke Tanjung Puting. Walaupun jumlahnya tidak sebanyak dibandingkan dengan periode high season.

Ada tren pola perjalanan baru yang bekembang terutama di kalangan wisman. Setelah penerbangan ke Pangkalan Bun bertambah, sekarang tersedia jadwal penerbangan bertujuan Jakarta pada pagi hari. Wisman mempertimbangkan, menginap di Pangkalan Bun menjadi opsi transit yang efisien.

Pola perjalanan wisman ke Pangkalan Bun yang lama masih tetap berlangsung. Mereka ada yang baru memulai perjalanannya di Indonesia dan langsung menuju Tanjung Puting. Atau, menjadikan kunjungan ke Tanjung Puting sebagai destinasi terakhir sebelum pulang ke negaranya.

Dengan tersedianya penerbangan di pagi hari menuju hub utama di Jakarta, mereka bisa langsung meneruskan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia atau melanjutkan penerbangan pulang ke negaranya dari Jakarta tanpa perlu menginap lagi.

‘’Ini dari pengalaman kami sendiri ya. Tamu-tamu mostly menginap di sini dua kali. Pas datang (pre tour) dan pulang (post tour),’’ tambah Dona.  

Sayangnya, wisata kota (city tour) Pangkalan Bun masih terbatas. Ini salah satu tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha operator tur/agen perjalanan dan akomodasi. Idle time di antara sebelum dan setelah dari TNTP, tampaknya belum diperhatikan/disadari oleh pemangku kepentingan pariwisata di Kotawaringin Barat.

‘’Tamu-tamu asing kami kadang kebingungan. Mau ke mana? Kami tawarkan mereka city tour. Di sekitar sini ada Istana Kuning, Istana Mangkubumi, dan Rumah Betang. City tour sekitar dua jam selesai,’’ kata Dona.

Dengan keterbatasan itu, Mercure Pangkalan Bun mencoba menciptakan aktivitas dengan menyediakan sepeda yang dapat dimanfaatkan tamu untuk berkeliling kota. Dengan bersepeda, mereka bisa mengeksplorasi kota lebih jauh daripada dengan berjalan kaki.

Executive Suite di Mercure Pangkalan Bun. (Foto: Mercure Pangkalan Bun/Accor)

Ikon baru Mercure Pangkalan Bun

Sebagai merek pionir hotel global di Pangkalan Bun, Mercure Pangkalan Bun menghadirkan cerminan yang sesungguhnya dari esensi budaya kota. Hal ini tercermin dari nama-nama fasilitas dan desain hotel.

Lobi hotel yang luas menampilkan tema “Rumah Betang”, rumah tradisional suku Dayak. Desain interiornya memadukan unsur-unsur alami seperti anyaman rotan dan kayu yang mengaitkan area tersebut dengan alam.

Suku Dayak dikenal dengan semangat dan persatuan komunal mereka. Hal itu diperkuat dengan desain terbuka yang terasa menyatukan area lobi dengan area Kelakai Restaurant. Kemudian ada juga ruang komunal yang bisa digunakan sebagai co-working space di area mezanin di atas lobi.

Kelakai Restaurant buka sepanjang hari (all-day dining). Restoran menampilkan suasana semarak dan kontemporer, menawarkan perpaduan masakan internasional dan lokal yang lezat yang disebut sebagai cita rasa “Glo-Cal”. Para tamu dapat merasakan keahlian kuliner dari tim kuliner hotel saat mereka menyiapkan berbagai pilihan hidangan di dapur yang terbuka. Nama Kelakai diambil dari tumbuhan asli yang ditemukan di Kalimantan Tengah dan Selatan.

Malining Coffee & Patisserie di Lobby Lounge mengundang para tamu untuk menikmati kopi spesial dan aneka kue yang lezat. Nama “Malining” sendiri berasal dari bahasa setempat yang artinya bercahaya, menciptakan suasana yang mengundang untuk relaksasi dan kegembiraan.

Palapas Bar menawarkan berbagai makanan ringan dan menu koktail yang menggoda, seraya menikmati panorama kota yang menakjubkan di malam hari.

Untuk tamu yang mencari aktivitas kebugaran dan rekreasi, Danum Pool Bar, yang terletak di area kebugaran di lantai 1, memungkinkan mereka untuk bersantai di gym, spa, sauna, salon, dan area kolam renang. Area ini juga dilengkapi dengan toilet, shower room dan locker.

Mercure Pangkalan Bun menawarkan total 150 kamar bergaya kontemporer. Ada lima tipe kamar yakni Premium Superior, Deluxe, Junior Suite, Executive Suite, dan Presidential Suite. Tipe suite juga menjadi incaran wisatawan karena dilengkapi fitur bathtub.

Mercure Pangkalan Bun dilengkapi fasilitas ruang-ruang pertemuan dengan teknologi mutakhir seperti yang ada di kota-kota besar. Batuah Ballroom yang elegan merupakan ballroom tanpa pilar terbesar di kota Pangkalan Bun. Kapasitas maksimalnya sampai dengan 700 orang untuk theater setting.

Selain itu, enam ruang serbaguna lainnya bisa dipakai untuk berbagai macam kebutuhan. Kapasitasnya mulai dari 50 orang.

Sebagaimana komitmen Accor terhadap keberlanjutan, hotel mempromosikan kelestarian di antaranya dengan penggunaan sedotan Purun, produk lokal yang ramah lingkungan. Dukungan terhadap produk lokal juga terlihat dari kurasi produk teh dan kopi yang disajikan di dalam kamar. Itu semua sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan dan untuk mendukung produsen lokal.   

Hotel Mercure Pangkalan Bun berjarak 15 menit berkendara dari Bandara Iskandar. Dermaga Taman Nasional Tanjung Puting di Kumai dapat ditempuh selama 30 menit. Dan ini merupakan nilai plus yang disukai oleh wisman.

Keberadaan Hotel Mercure tidak hanya sebagai ikon baru kota Pangkalan Bun. Tampaknya, hotel bintang 4 ini juga akan mampu mengerek standar kualitas pariwisata di Kotawaringin Barat lebih tinggi. Kabupaten ini belum tereksplorasi dan masih banyak hal yang belum diketahui mengenai daerah ini. ***(Yun Damayanti)

ACCOR BERI SENTUHAN BARU DI IBIS JAKARTA RADEN SALEH

ACCOR BERI SENTUHAN BARU DI IBIS JAKARTA RADEN SALEH

Tourism for Us – Accor Group memberikan sentuhan baru di ibis Jakarta Raden Saleh. Desain sleek di dalam kamar memberi sentuhan yang lebih elegan seakan hendak mengingatkan dari mana merek ini berasal. Walaupun demikian, interior kamar tetap mempertahankan kepraktisan khas ibis. ibis merupakan brand ekonomi [more]

GRAND MERCURE LAMPUNG, IKON BARU KOTA BANDAR LAMPUNG

GRAND MERCURE LAMPUNG, IKON BARU KOTA BANDAR LAMPUNG

Tourism for Us – Grand Mercure Lampung menjadi ikon baru kota Bandar Lampung. Hotel ini menempati gedung setinggi 198 meter, gedung tertinggi di Pulau Sumatera. Accor, grup perhotelan ternama dunia dengan layanan hospitality terdepan dari Perancis, resmi membuka Grand Mercure Lampung pada 18 November 2023. [more]

NAPAK TILAS MELETUSNYA PERTEMPURAN 10 NOVEMBER DI HOTEL MAJAPAHIT SURABAYA

NAPAK TILAS MELETUSNYA PERTEMPURAN 10 NOVEMBER DI HOTEL MAJAPAHIT SURABAYA

Tourism for Us – Jawa Timur adalah salah satu daerah yang memiliki cukup banyak akomodasi heritage. Nilai heritage tidak hanya pada bangunan fisik saja tetapi juga saksi berbagai peristiwa. Sekitar setengahnya dirawat cukup baik. Tamu-tamu berkesempatan merasakan pengalaman masa lampau.

Hotel Majapahit Surabaya. (Foto: Accor)

Hotel Majapahit Surabaya

Sebuah grand piano hitam berdiri elegan di sudut loby Hotel Majapahit Surabaya. Dia bertahan di sana, melewati empat masa, dan menyaksikan berbagai peristiwa.

Pada suatu hari tahun 1936, suara dentingan piano mengiringi tamu-tamu undangan berdansa di hall Oranje Hotel. Mereka, orang-orang Eropa yang tinggal di Surabaya, hadir dalam acara pembukaan hotel. Acara pembukaan terasa lebih istimewa karena dihadiri oleh Pangeran Leopold III dari Belgia dan Putri Astrid dari Swedia. Charlie Chaplin duduk di belakang grand piano itu memainkan lagu-lagu romantis. Selama berada di Surabaya, sang legenda menginap di Oranje Hotel di kamar nomor 47.

19 September 1945. Roeslan Abdul Gani dan beberapa rekannya mengadakan pertemuan di dalam kamar nomor 33. Mereka sedang membahas untuk meminta penjelasan dari Belanda mengenai pengibaran bendera merah-putih-biru di atas Hotel Yamato (nama Oranje Hotel diubah pada masa pendudukan Jepang). Pertemuan rahasia itu bocor. Pihak Belanda mengetahuinya. Tentara mengepung hotel. Antara Abdul Gani dan rekan-rekan dengan perwakilan tentara Belanda tidak mencapai kata sepakat.

Gerakan pengibaran bendera merah putih di seluruh penjuru kota Surabaya dilakukan setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Di tengah gencarnya gerakan tersebut, arek-arek Surabaya melihat bendera tiga warna berkibar di atas Hotel Yamato. Begitu mengetahui Belanda tidak akan menurunkannya, mereka langsung merangsek ke dalam hotel. Beberapa orang pejuang berhasil naik ke atap. Kemudian menurunkan bendera tersebut dan merobek bagian warna birunya. Mereka mengibarkannya lagi. Kali ini bendera tersebut hanya berwarna merah dan putih. Peristiwa yang terjadi pada hari itu membuat situasi di kota Surabaya semakin panas. Hingga akhirnya pertempuran meletus pada 10 November 1945. Dan peristiwa tersebut terekam dalam foto-foto hitam putih yang tergantung pada dinding di satu selasar menuju lobi Hotel Majapahit sekarang.

Ruang lobi bergaya art deco di Hotel Majapahit sekarang merupakan bangunan tambahan. Dari situ kami memulai tur hotel heritage yang menyimpan sebagian sejarah bangsa ini.

Ruang tamu kamar 33, Merdeka Room, suite room yang terkenal karena tamu-tamu yang pernah menempati dan peristiwa yang meliputinya.. [Foto; Yun Damayanti]

Dari area lobi menuju Cafe 1910. Gedung Oranje Hotel dibangun tahun 1910. Sebuah plakat yang menyatakan tahun pembangunan gedung digantungkan di salah satu sisi dinding kafe. Posisi kafe yang sekarang berada di dalam Hotel Majapahit dahulu merupakan beranda Oranje Hotel. Manajemen hotel mengembalikan lagi furnitur-furnitur lama di situ. Poffertjes dan es degan (kelapa muda) memperkuat nuansa untuk menghadirkan kembali suasana hotel di masa lampau.

Kemudian, kami menyusuri lorong yang menghadap ke herb garden menuju sebuah kamar di pojok, kamar nomor 33. Itulah Merdeka Room. Salah satu suite room terkenal karena tamu-tamu yang pernah menginap di situ dan peristiwa-peristiwa yang meliputinya.

Lalu kami menyusuri lorong sekali lagi. Kali ini menuju north garden. Sebuah bangunan dua lantai seluas 806 meter persegi berdiri sendiri di seberang taman. Itu  adalah presidential suite terluas di Asia Tenggara. Dan kami pun kembali ke area lobi hotel untuk melihat ulang foto-foto dari peristiwa 19 September 1945.

Tur di Hotel Majapahit berlangsung antara 15 sampai 30 menit. Durasinya bergantung pada jumlah peserta. Seorang Guest Relation Officer memandu kami menapaktilasi penyebab pertempuran 10 November 1945. Tur ini bisa dilakukan dengan pemesanan di muka. Biayanya termasuk mencicipi penganan ringan tradisional Belanda dan Indonesia.

Sekarang Hotel Majapahit berada di bawah manajemen Accor Hotels dan merupakan bagian dari koleksi MGallery. Nilai-nilai heritage bangunan dan sejarahnya tetap dipertahankan. Ke depannya bukan tidak mungkin akan lebih dikembangkan lagi sehingga nilai-nilai tersebut selalu relevan, tak lekang dimakan zaman.*** (Yun Damayanti)

ACCOR LANJUTKAN KOMITMEN PENGGUNAAN BAHAN PANGAN LOKAL PRODUKSI PETANI YOGYAKARTA

ACCOR LANJUTKAN KOMITMEN PENGGUNAAN BAHAN PANGAN LOKAL PRODUKSI PETANI YOGYAKARTA

Tourism for Us – Dalam rangka pengembangan pangan lokal di perhotelan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian bersama dengan Propaktani dan HanaRa melanjutkan kolaborasi dengan hotel-hotel Accor di wilayah D.I.Yogyakarta. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UMKM binaan Dinas Pertanian DIY dengan hotel-hotel Accor yang [more]