Tourism for Us – Hidup di zaman modern yang penuh dengan kecepatan memang bisa membuat kita merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Meskipun teknologi seperti internet memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih efisien, ada sisi lain yang juga perlu kita perhatikan. Kita [more]
Tourism for Us – Sekarang wisatawan bisa menikmati keindahan laut Belitung langsung dari Ocean Villa dan bercengkrama di Ocean Bar. Leebong Island Resort menambah lagi fasilitasnya. Setelah menyediakan kemudahan akses menuju pulau dengan membangun helipad pada 2020, kini resor menghadirkan vila dan bar di atas [more]
Tourism for Us – Open pit di Kelapa Kampit merupakan saksi sejarah pertambangan timah di Pulau Belitung. Rentang waktu penambangan timah terbuka terbesar yang pernah beroperasi di Asia Tenggara itu mulai dari zaman eksplorasi oleh Belanda sampai dengan pengusahaan terakhir yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan dari Australia. Penambangan timahnya telah berhenti beroperasi sejak 1997-1998 pada saat krisis moneter. Sekarang open pit menjadi atraksi wisata dan bagian penting taman bumi (geopark) Belitung.
Sepanjang jalur hingga terowongan bekas tambang terbuka di Nam Salu geosite telah dilengkapi papan informasi dan petunjuk keselamatan.Pengunjung wajib mematuhinya. (Foto: Yun Damayanti)
Bagi pecinta geopark dan heritage ada baiknya mengikuti Timah Trail yang berujung di open pit. Level medan trekking mudah hingga sedang dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari tempat parkir mobil sampai ke puncak bukit. Trail melewati ladang merica warga, semak belukar dan hutan sekunder.
Di jalur trail bisa melihat situs-situs penambangan timah di Kelapa Kampit. Rata-rata situsnya berupa reruntuhan yang sudah tidak utuh lagi dan tersembunyi di antara semak belukar lebat. Situs pertama dan relatif masih utuh adalah stoven yakni sebuah menara cerobong asap dari tempat pembakaran timah. Tempat pembakarannya berada di dalam tanah tapi sudah tidak bisa dilihat lagi. Itu adalah satu-satunya stoven yang tidak dihancurkan oleh Jepang sebelum menyerah kepada sekutu.
Tidak jauh dari stoven tampak sisa-sisa reruntuhan dari pondasi dan beberapa bagian dinding rumah mess staf Belanda di penambangan. Bangunan-bangunan lain tempat ekstraksi bijih timah sudah hancur. Tinggal cerita dari warga lokal yang masih merawat ingatan dan kenangan dari kakek-kakek, ayah-ayah dan paman-paman mereka yang pernah bekerja di penambangan itu.
Belanda membangun tunnel (terowongan) di bawah tanah untuk menambang timah di timur Pulau Belitung. Di bawah permukaan tanah di sekitar stoven ada sembilan tingkat terowongan bawah tanah. Kedalamannya mencapai lebih dari 60 meter. Beberapa terowongannya terhubung dengan terowongan-terowongan di open pit di puncak Gunung Kikarak.
Timah yang ditemukan di Belitung dalam bentuk bubuk atau tepung. Perusahaan Belanda membakarnya kemudian dibentuk jadi lempengan atau tablet. Sedangkan perusahaan Australia yang mengusahakan tambang berikutnya membawa timah dalam bentuk bubuk.
Timah di Belitung masih terus dieksploitasi sampai saat ini. Menurut masyarakat lokal, tanah di halaman rumah pun mengandung timah. Di jalur trail menuju puncak bukit mungkin sekali bertemu warga yang baru pulang dari menambang timah secara tradisional.
Ceruk bekas tambang telah terisi air dan membentuk sebuah danau. Dari puncak sampai ke tepian danau open pit pengunjung sebenarnya menuruni enam tingkat terowongan dengan kedalaman sekitar 42 meter.
Kedalaman danau open pit diperkirakan lebih dari 60 meter. Dasar danau berupa pasir penghisap. Oleh karena itu pengunjung dilarang berenang di situ. Ada satu terowongan yang dibuka dan cukup aman dimasuki. Namun pengunjung dilarang untuk memasuki terowongan lebih jauh demi keselamatan.
Sekarang pengunjung bisa menuruni dan menaiki sisa jalur penambangan lebih nyaman dan aman. Dengan berjalan kaki santai bisa ditempuh 10-15 menit per trip atau total 20-30 menit bolak-balik. Tapi jarak itu bisa ditempuh lebih lama karena alam telah memahat dinding open pit menjadi karya seni alami nan indah. Setiap warna dan bentuk bebatuan yang terserak di jalur trail maupun dinding tebing bercerita bagaimana proses Pulau Belitung terbentuk dan kekayaan mineral yang dikandungnya.
Pembenahan Open Pit Kelapa Kampit sebagai obyek daya tarik wisata berlangsung selama empat tahun sejak 2018. Pembenahan dilakukan setelah Belitung ditetapkan jadi taman bumi. Atraksi ini sekarang dikelola oleh Badan Pengelola Open Pit Nam Salu. Pengunjung akan diberikan kelengkapan keselamatan yang diperlukan. Sepanjang jalur hingga terowongan bekas tambang telah dilengkapi papan informasi dan petunjuk keselamatan. Selain itu juga ada fasilitas toilet umum dan tempat beristirahat di pos jaga.
Pengunjung wajib mematuhi setiap petunjuk guna menjaga keamanan dan keselamatan diri selama berada di open pit. Ini adalah kawasan bekas tambang yang rentan. Badan pengelola telah melengkapi informasi terkait open pit dengan barcode. Kami sangat merekomendasikan perjalanan Timah Trail dilakukan dengan ditemani seorang pemandu lokal yang memahami seluruh aspek kisah timah di Belitung. Karena Timah Trail merupakan sebuah perjalanan off-the-beaten yang nyaris tidak diketahui oleh turis.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Event akan menggeliatkan kembali pariwisata di Pulau Belitung. Bahkan event telah mulai diselenggarakan sejak paruh akhir 2021. Sepanjang tahun 2022 pulau penghasil bijih timah ini akan menjadi tuan rumah event nasional dan internasional. Dalam kunjungan kerja selama dua hari di Belitung [more]
Tourism for Us – Pecinta olahraga lari bersiap-siaplah mengikuti Pocari Sweat Sport (Run) Tourism 2022. Event ini siap digelar di tujuh destinasi wisata yang berbeda dari tahun lalu. Destinasi yang dipilih akan menyesuaikan dengan agenda Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Belitung menjadi destinasi pertama yang [more]
Tourism for Us – Event wisata olahraga tidak hanya membuat wisatawan lebih sehat secara fisik tetapi juga sekaligus menikmati keindahan alam di destinasi.
Menparekraf Sandiaga S.Uno yang juga seorang runner mengikuti Pocari Sweat Sport (Run) Tourism di Kabupaten Belitung, Minggu (27/2/2022), bersama komunitas lari lokal maupun dari luar Belitung. Event ini diikuti 100 peserta. Meskipun di bawah guyuran hujan, Menparekraf dan peserta semangat menjalani rute 11 KM dan 5 KM. Menparekraf (berdiri,keempat dari kanan), selebriti sekaligus runner Melanie Putria (berdiri,ketiga dari kanan) dan Daniel Mananta (jongkok,depan,keempat dari kiri) menyempatkan berfoto bersama di pantai Tanjung Tinggi,salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi.(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno usai mengikuti Pocari Sweat Sport (Run) Tourism di Kabupaten Belitung, Minggu (27/2/2022), mengatakan, event-event olahraga dapat menjadi momentum bagi dunia usaha untuk berinvestasi dalam mengembangkan potensi-potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di sebuah destinasi pariwisata.
Menparekraf mengajak pelaku usaha bersama-sama dengan pemerintah pusat dan daerah mendorong pelaksanaan event berbasis wisata olahraga di berbagai destinasi yang ada di Indonesia. Melalui wisata olahraga menjadi momentum kebangkitan ekonomi serta pembukaan kerja bagi masyarakat. Menurutnya, melalui event wisata olahraga wisatawan tidak hanya bisa menjadi lebih sehat secara fisik tetapi juga bisa menikmati keindahan alam yang disuguhkan di destinasi wisata tersebut.
‘’Melalui event olahraga akan mendatangkan kunjungan (wisatawan). Seperti di Belitung. Karena para peserta akan mengunggah konten dan akhirnya membawa manfaat untuk kebangkitan ekonomi,’’ ujar Sandiaga.
Bupati Belitung Sahani Saleh mengapresiasi kehadiran event wisata olahraga di daerahnya. Hal ini memicu kebangkitan semangat masyarakat untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Belitung.
Menparekraf Sandiaga S.Uno mencoba mesin pembuat sedotan dari purun produksi PT Intekno. Purun adalah sejenis rumput yang banyak tumbuh di Belitung terutama di kolom-kolom bekas tambang timah.[Foto; Birkompublik Kemenparekraf]
Menparekraf mengakhiri kunjungan kerja selama dua hari di Belitung dengan mengunjungi pabrik yang membuat mesin dan peralatan pendukung produksi UMKM milik PT Intekno Industri Indonesia. Mesin dan peralatan yang dihasilkan guna mempermudah para pelaku UMKM khususnya di Belitung agar mampu menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi, higienis, dan berdaya saing.
Kepada peserta talkshow yang berlangsung di area pabrik Intekno, Menparekraf menyampaikan, pelaku UMKM juga perlu melakukan inovasi dan digitalisasi dalam memasarkan produk-produknya. Hal ini agar produk buatan dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Karena Indonesia punya pasar yang sangat besar.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pulau Belitung siap menjadi tuan rumah side event KTT G20 dan menerima delegasi yang berkunjung ke pulau ini. Sesama pelaku ekonomi kreatif di pulau ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi dan kerja sama. Selain itu, pelaku ekonomi kreatif diminta untuk beradaptasi dengan [more]