LUPAKAN STRES, RASAKAN SLOW LIVING DI ARKANA HUIS, BELITUNG

Tourism for Us – Hidup di zaman modern yang penuh dengan kecepatan memang bisa membuat kita merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Meskipun teknologi seperti internet memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih efisien, ada sisi lain yang juga perlu kita perhatikan. Kita seringkali terjebak dalam dunia yang dikuasai oleh algoritma, sehingga menjauh dari pengalaman nyata dan interaksi yang lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari.  

Arkana Huis, akomodasi tipe homestay untuk menikmati slow living di Belitung. (Foto: Arkana Huis)

Banyak orang kini mulai berusaha memperlambat ritme hidup mereka, dan menjadikan slow living sebagai tren yang semakin populer. Dalam upaya mengurangi kecemasan dan menghindari pemikiran berlebihan akibat tekanan budaya kerja yang serba cepat serta kebutuhan akan validasi di media sosial, akhirnya mereka mencari cara untuk hidup lebih teratur sesuai dengan ritme alami. Kini mereka lebih menaruh perhatian pada aspek kesehatan, kedekatan dengan alam, serta kehadiran yang lebih berarti bagi keluarga dan orang-orang terdekat. 

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Arkana Huis hadir di Pulau Belitung. Menawarkan pengalaman farm living, tempat ini memberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan santai di tengah kebun sayur yang subur. Dikelilingi hutan kecil yang ditumbuhi pepohonan khas Belitung seperti simpor, suasananya sangat menenangkan. Selain itu, terdapat aik arongan, yaitu sungai kecil yang jernih, mengalir dari hutan, menambah keindahan dan ketenangan tempat ini.

Arkana Huis berada di Air Rembikang, Desa Air Seru, Sijuk, Kabupaten Belitung. Anggota keluarga Arkana, pemilik rumah, akan mendampingi wisatawan selama menginap. Mereka akan mengajak tamu melakukan berbagai kegiatan yang biasa dilakukan oleh warga desa, termasuk memetik sayur di kebun, memasak makanan khas Belitung di dapur tradisional, hingga bermain air dan mancing ikan di aik arongan.

Pengalaman bersantap di Arkana Huis bukan sekedar mencicipi kuliner tradisional Belitung. Dengan mengusung konsep gastronomi, keluarga Arkana mengajak tamu mengenal bahan pangan lokal, tradisi memasaknya, dan filosofi makan bersama dalam masyarakat Belitung. 

Rumah kebun ini terdiri dari dua kamar tidur yang dilengkapi dengan pendingin udara dan teras. Satu kamar mandi bersama ada di luar kamar. Sementara, dapur tradisional dengan tungku kayu letaknya agak terpisah dari rumah utama. Selain itu, terdapat sebuah dek kayu di mana pemilik rumah juga bisa mendirikan tenda agar tamu dapat menikmati panorama dataran tinggi yang ada di Pulau Belitung. 

Harga paket menginap di Arkana Huis mulai dari Rp 580.000,00 per malam untuk dua orang. Paketnya sudah termasuk welcome drink, bermain air di aik arongan, bebanjor atau memancing ikan, satu kali coffee break, satu kali makan malam, dan satu kali sarapan. Selain itu, harga tersebut juga termasuk pengalaman menikmati sunrise dan mengunjungi danau biru.

Tamu yang tidak menginap pun tetap bisa menikmati pengalaman slow living di Arkana Huis. Tersedia paket Halfday Visit seharga Rp 650.000,00 untuk enam orang, termasuk welcome drink, bermain air di aik arongan, bebanjor atau memancing ikan, satu kali makan siang atau malam, dan satu kali coffee break.

Agus Pahlevi, sang tuan rumah, menerangkan, tidak ada extra bed di Arkana Huis. Rumah kebun ini hanya bisa mengakomodasi empat orang.

‘’Konsep rumah kami ini memang ditujukan untuk menyepi di kebun. Jadi, harga paketnya itu pun sudah termasuk sayur-sayuran yang diambil dari kebun. Untuk memasaknya, nanti kami pandu,’’ kata Agus.

Arkana Huis adalah akomodasi terbaru di Pulau Belitung. Tempat ini menggabungkan keindahan alam sekitar dengan lansekap alami yang unik, serta tetap mempertahankan tradisi masyarakat lokal. Akomodasi ini ideal bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak tanpa gangguan dari gawai dan menjauh dari rasa takut ketinggalan zaman atau FOMO. ***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *