Tag: famtrip travel agent

KEMENPAR GELAR FAMTRIP BAGI TA/TO MALAYSIA KE KEPRI UNTUK TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI PERBATASAN

KEMENPAR GELAR FAMTRIP BAGI TA/TO MALAYSIA KE KEPRI UNTUK TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI PERBATASAN

Tourism for Us – Selama ini, Malaysia memang menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara (wisman) bagi Indonesia. Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bahkan tercatat sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara asal Malaysia terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) tahun 2025, [more]

WISATAWAN INDIA SUKA KE CANDI BOROBUDUR, SELAIN BALI

WISATAWAN INDIA SUKA KE CANDI BOROBUDUR, SELAIN BALI

Tourism for Us – Kini, wisatawan India suka sekali berkunjung ke Candi Borobudur. Mereka terpesona oleh keindahan candi Buddha terbesar di dunia ini, yang juga diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Candi Borobudur menjadi daya tarik favorit setelah Bali. Seiring dengan meningkatnya jumlah [more]

MARI JELAJAHI JAWA BARAT DARI REL KE REL

MARI JELAJAHI JAWA BARAT DARI REL KE REL

Tourism for Us – Jaringan rel kereta api di Jawa Barat cukup luas, dengan sebagian besar jalur yang ada dibangun pada era kolonial Belanda. Sayangnya, banyak jalur tersebut terbengkalai dan tidak terpakai dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berinisiatif mengaktifikan kembali jaringan rel kereta api yang ada.

Merujuk pada pertumbuhan populasi di Jawa Barat yang terus meningkat, kebutuhan akan transportasi, baik untuk orang maupun barang, semakin mendesak. Pengembangan sistem transportasi umum dan massal menjadi sangat penting untuk mengatasi masalah kemacetan yang kian parah.

Candi Jiwa di Kabupaten Karawang. (Foto: dok.ASITA Jawa Barat)

Para pelaku operator tur/agen perjalanan di Jawa Barat pun menanggapi positif atas inisiatif gubernur tersebut. Daniel G. Nugraha, Ketua DPD ASITA Jawa Barat, menerangkan bahwa pelaku operator tur/agen perjalanan, khususnya para pelaku operator tur inbound, sudah memanfaatkan kereta api sejak lama. 

‘’Pelaku tour operator Jawa Barat sudah memanfaatkan kereta api sejak tahun 1970-an dan 1980-an. Perjalanan dengan kereta api sudah menjadi bagian dari program paket tur. Hanya saja, program itu tidak di-branding seperti sekarang,’’ ujar Daniel.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kini tengah mengembangkan program wisata berbasis kereta api. Program ini di-branding sebagai ‘’Traincation’’ yang merupakan implementasi dari inisiatif gubernur.

Untuk memperkenalkan program itu, Disparbud dan ASITA Jawa Barat serta pemerintah kabupaten/kota berkoloborasi menggelar perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) untuk operator tur dan agen perjalanan domestik dari luar Jawa Barat dan mancanegara. Famtrip digelar sebanyak empat kali dengan rute berbeda-beda pada bulan Oktober 2025. Peserta famtrip juga berkesempatan mengikuti business matching dengan pelaku pariwisata di kabupaten/kota yang disinggahi.

Famtrip Traincation Jawa Barat dibagi dalam dua periode. Periode pertama berlangsung pada 14-17 Oktober 2025. Rute pertama menawarkan ‘’High-speed Railway Familiarization Trip’’ yang singgah di Karawang, BekasI, Purwakarta, Subang, dan berakhir di Bandung. Rute pertama ini menawarkan pengalaman naik kereta cepat Whoosh, mengunjungi situs sejarah, dan kawasan industri. Panitia penyelenggara tidak menyangka rute pertama ini akan memperoleh tanggapan positif dari peserta. Rute kedua dengan tema ‘’Railways Heritage Familiarization Trip’’ menjelajahi destinasi Bogor dan Sukabumi yang kaya heritage. Setiap rute famtrip diikuti oleh 20 peserta. 

Periode kedua juga menawarkan dua rute dan setiap rutenya diikuti oleh 20 peserta. Pertama, rute Cirebon-Kuningan yang berlangsung pada 21-23 Oktober 2025. Rute ini merupakan rute ketiga Famtrip Traincation yang mengangkat tema ‘’Railways Unveiling Culture Familiarization Trip’’. Rute keempat sekaligus penutup adalah rute Garut-Tasikmalaya yang berlangsung pada 21-24 Oktober 2025. Di rute ini, yang mengangkat tema ‘’Railways Scenic Panoramic Experience’’, peserta disuguhi jalur kereta dengan pemandangan terindah di Jawa Barat,  

‘’Famtrip Traincation ini merupakan sampling pola perjalanan berbasis kereta api di Jawa Barat, sehingga peserta yang merupakan operator tur/agen perjalanan bisa mengembangkan paket-paketnya,’’ kata Daniel.

Perjalanan berbasis kereta diharapkan dapat menambah daya tarik wisata dan memperlama masa tinggal wisatawan di Jawa Barat. Menurut catatan ASITA Jawa Barat, masa tinggal wisatawan dari Malaysia dan Singapura sekarang antara 1 hingga 2 hari dari sebelumnya antara 3 atau 4 hari. Perubahan pola perjalanan ini terutama setelah kereta cepat Whoosh beroperasi. Dengan tersedianya kereta cepat, kini mereka juga bisa menikmati liburan di Ibukota Jakarta dalam satu kali perjalanan. Sementara itu, wisatawan dari Eropa rata-rata tinggal selama 4 sampai 5 hari.

Famtrip Traincation ini juga menjadi medium bagi operator tur dan agen perjalanan Jawa Barat untuk mempraktikan langsung teori-teori yang dipelajari di Pelatihan Inbound Tour Planner yang diselenggarakan oleh ASITA Jawa Barat sebelumnya.

‘’Pelaksana famtrip adalah operator tur/agen perjalanan Jawa Barat yang telah mengikuti pelatihan inbound tour planner sebelumnya,’’ tutur Daniel.

Traincation di Jawa Barat tidak hanya menawarkan eksplorasi keindahan alam dan budaya, tetapi juga pengalaman gastronomi yang kaya. ASITA Jawa Barat berharap dapat menjalin kerja sama dengan PT KAI untuk bersama-sama menciptakan paket slow tourism yang unik, seperti menikmati hidangan atau kudapan di atas kereta wisata di mana para wisatawan didampingi oleh pemandu gastronomi yang berpengalaman. ***(Yun Damayanti) 

FAMTRIP AGEN PERJALANAN INDIA DI BALI DAN JAKARTA: PENGAYAAN PENGALAMAN BUDAYA DAN WISATA KOTA

FAMTRIP AGEN PERJALANAN INDIA DI BALI DAN JAKARTA: PENGAYAAN PENGALAMAN BUDAYA DAN WISATA KOTA

Tourism for Us – Lebih dari 28,2 juta warga negara India bepergian keluar negeri pada 2024, dan angka tersebut diprediksi akan melonjak hingga 80 juta wisatawan pada 2040, menurut data McKinsey. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 710.688 wisatawan India berkunjung ke Indonesia [more]

KEMENPAR GANDENG STB SHANGHAI GELAR ‘’DUAL DESTINATION FAMTRIP’’ SINGAPURA DAN BALI BAGI AGEN PERJALANAN TIONGKOK

KEMENPAR GANDENG STB SHANGHAI GELAR ‘’DUAL DESTINATION FAMTRIP’’ SINGAPURA DAN BALI BAGI AGEN PERJALANAN TIONGKOK

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Singapore Tourism Board – Singapore Centre Shanghai (STB Shanghai) menyelenggarakan kegiatan “Dual Destination Familiarization Trip” bagi Agen Perjalanan Tiongkok pada 24 – 27 Mei 2025 di Singapura dan 27 – 31 Mei 2025 di Bali. [more]

KEMENPAREKRAF GELAR FAMTRIP BAGI AGEN-AGEN PERJALANAN TIONGKOK UNTUK MENGENAL BALI+LABUAN BAJO

KEMENPAREKRAF GELAR FAMTRIP BAGI AGEN-AGEN PERJALANAN TIONGKOK UNTUK MENGENAL BALI+LABUAN BAJO

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Juneyao Airlines, dan AirAsia menyelenggarakan kegiatan perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) bagi agen-agen perjalanan dari Tiongkok pada pertengahan bulan Mei 2024.

(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)

Perjalanan famtrip bagi agen-agen perjalanan Tiongkok telah dilaksanakan pada 19 sampai dengan 24 Mei 2024. Selama berada di Indonesia, peserta famtrip mengunjungi Bali dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program famtrip tidak hanya diisi dengan mengunjungi daya tarik wisata dan mengalami destinasi. Program Table Top Meeting juga digelar sehingga agen-agen perjalanan dari Tiongkok bisa langsung membahas peluang kerja sama dengan para pelaku pariwisata di destinasi dalam menjual paket-paket wisata.

Peserta famtrip bagi agen perjalanan Tiongkok diikuti oleh Beijing Pipikou International Travel Agency, Beijing Best Service International Travel Service, Shanghai New Comfort International Travel, Shanghai Haha Tour, dan Zhejiang Everbright International Tourism.

Sedangkan pelaku pariwisata Indonesia yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan famtrip ini ada Ayana Komodo Waecicu Beach, Zada Liveaboard, Bali Dyanasty Resort, Canna Bali, dan Impiana Private Villas Bali untuk pengalaman bali spa. Dan Juneyao Airlines dan AirAsia sebagai mitra maskapai resmi pelaksanaan famtrip tersebut.

Table Top Meeting dilaksanakan di Ayana Komodo Waecicu Beach pada 21 Mei 2024 di Ayana Komodo Waecicu Beach. Table top diikuti sembilan sellers pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo terdiri dari hotel/resor dan operator kapal pinisi (liveaboard)

Pelaku industri pariwisata yang ikut adalah Ayana Komodo Waecicu Beach, TA’AKTANA Luxury Collection Resort & Spa, Meruorah Komodo Labuan Bajo, Loccal Collection Hotel, Sudamala Resort, Menjaga Bay Resort, Cajoma Indonesia, Plataran Komodo Beach Resort, dan Grand Komodo.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya, Selasa (21/5/2024), menjelaskan, perlu secara intensif mempromosikan Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP). Sehingga wisatawan Tiongkok juga dapat mengunjungi destinasi di sekitar Bali.

‘’Ini yang kita inginkan untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Nantinya wisatawan Tiongkok dapat memperpanjang masa tinggal mereka dan meningkatkan pengeluaran di Indonesia,’’ kata Menparekraf Sandiaga.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini menyampaikan, dalam memperkuat kunjungan wisatawan Tiongkok penting sekali untuk meningkatkan frekuensi konektivitas langsung. Juneao Airlines telah melayani 113 penerbangan langsung ke Bali pada periode 20 Januari-16 Mei 2024 dan membawa 18.281 penumpang.

‘’Kami yakin penerbangan langsung Juneyao Airlines ke Bali dapat menjadi stimulus besar bagi wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke destinasi ‘Bali add-on’, khususnya Labuan Bajo. Oleh karena itu, kami sangat mendorong Juneyao Airlines untuk meningkatkan frekuensi sekaligus membuka rute baru ke kota-kota lain di Indonesia, termasuk Labuan Bajo,’’ kata Made Marthini.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Raden Wisnu Sindhutrisno berharap, program famtrip ini daapat membuat agen-agen perjalanan Tiongkok lebih mengenal Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi unggulan Wonderful Indonesia. Dan dapat mendorong eksplorasi lebih lanjut peluang kolaborasi dengan pelaku parekraf Indonesia.

Wisnu meyakini, dengan berbagai atraksi, sarana dan infrastruktur yang dimiliki Labuan Bajo dapat berkontribusi mengejar capaian target 1,5 juta wisatawan Tiongkok pada 2024. ***(Yun Damayanti)