KEMENPAR GELAR FAMTRIP BAGI TA/TO MALAYSIA KE KEPRI UNTUK TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI PERBATASAN

Tourism for Us – Selama ini, Malaysia memang menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara (wisman) bagi Indonesia. Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bahkan tercatat sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara asal Malaysia terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)

Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) tahun 2025, kunjungan wisman ke Kepri mencapai lebih dari 2,1 juta wisatawan. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) ke provinsi kepulauan ini tercatat melampaui 5,2 juta perjalanan.

Data pintu masuk wisman asal Malaysia menunjukkan tren pertumbuhan positif. Jumlah kunjungan melalui jalur laut ke Batam meningkat sekitar 48,2 persen, dari 278.082 wisatawan pada 2024 menjadi 412.127 wisatawan pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan besarnya peluang pengembangan wisata lintas batas antara Malaysia dan Kepulauan Riau.

Untuk memperkuat promosi pariwisata perbatasan di Kepri, Kementerian Pariwisata  (Kemenpar) menggelar kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) ke Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) Kepulauan Riau (Kepri) pada 18–21 Mei 2026. Program famtrip mengunjungi Pulau Batam, Kota Tanjung Pinang, dan Pulau Bintan. Famtrip ini diikuti 12 travel agent dan tour operator (TA/TO) yakni delapan peserta dari Kuala Lumpur dan empat peserta dari Johor Bahru.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan bahwa Kepri memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama wisatawan Malaysia menuju Indonesia.

“Malaysia merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kedekatan geografis dan konektivitas yang baik menjadikan Kepulauan Riau memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan wisata lintas batas atau cross-border tourism,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Selama empat hari, para peserta mengunjungi sejumlah destinasi unggulan antara lain, kawasan Jembatan Barelang di Batam, Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, kawasan wisata Lagoi di Bintan, destinasi budaya Melayu, pusat wisata belanja, serta mengikuti inspeksi hotel dan kegiatan business networking bersama pelaku industri pariwisata setempat.

Kegiatan famtrip ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, ASITA Tanjung Pinang, Batam View Resort, Nongsa Resorts, Aston Tanjung Pinang, Bintan Resorts Cakrawala, serta Pasir Gudang Passenger Terminal.

Selain memperkenalkan beragam destinasi unggulan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi wisata ramah Muslim Indonesia. Kepulauan Riau dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang sesuai dengan preferensi wisatawan Malaysia, mulai dari kedekatan budaya Melayu, kemudahan aksesibilitas, ketersediaan kuliner halal, hingga karakter destinasi yang akrab dan nyaman bagi wisatawan.

“Melalui pengalaman langsung di destinasi, kami berharap para pelaku travel agent dan tour operator dapat semakin memahami potensi produk wisata Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan, sehingga dapat dipasarkan lebih luas kepada wisatawan Malaysia,” kata Made. ***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *