Tourism for Us – Pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat menunjukkan tren positif, pemerintah provinsi berkomitmen untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk promosi ke luar daerah dan luar negeri akan diperkuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) [more]
Tourism for Us – Kinerja pariwisata inbound Indonesia dari Januari hingga Agustus 2025 mencapai rekor tertinggi sejak pandemi, menandakan pemulihan sektor ini berada di jalur yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode Januari-Agustus 2025 mencapai 10,04 juta wisatawan, [more]
Tourism for Us – Kebijakan pengetatan anggaran belanja oleh pemerintah memperlihatkan bahwa pasar rekreasi (leisure market) belum mampu menggantikan peran pasar pemerintahan dalam industri perjalanan dan pariwisata Indonesia. Peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik dan mancanegara, memang dapat berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan pendapatan. Oleh karena itu, pelaku industri diharapkan untuk melakukan diversifikasi produk dan pasar.
Mahasiswa Poltekpar NHI Bandung tidak hanya mempraktikan penyajian hidangan sebagai server tetapi juga manajemen waktu penyiapan dan penyajian hidangan bersama tim Banquet El Hotel Bandung pada saat Welcome Dinner WJTM 2023. Selain itu mereka juga unjuk kebolehan meramu minuman. (Foto: Yun Damayanti)
Menanggapi kondisi terkini yang sedang dihadapi oleh pelaku industri perhotelan di Indonesia, Bayu H. Putera, Corporate Director of Sales, Santika Indonesia Hotels & Resorts, mengungkapkan bahwa pasar rekrasi (leisure market) saat ini belum mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pasar pemerintahan. Setiap pasar memiliki kebutuhan yang unik dan berbeda-beda. Namun, dia percaya bahwa dengan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dapat secara signifikan membantu mengurangi kesenjangan pendapatan yang muncul akibat berkurangnya peran pasar pemerintahan.
‘’Apakah wisatawan mancanegara bisa menggantikan pasar pemerintahan? Jika menggantikan, rasanya belum bisa digantikan. Karena memang kebutuhannya berbeda. Tapi, untuk menutupi atau mengurangi kesenjangan antara yang sudah ditargetkan dengan kondisi saat ini, kehadiran wisatawan sangat membantu,’’ ujar Bayu.
Ini bisa dipahami karena industri perhotelan tidak hanya menjual kamar. Ada banyak komponen yang berkontribusi terhadap pendapatan hotel, seperti penyewaan ruang pertemuan, penjualan makanan dan minuman, serta fasilitas kebugaran dan lain-lain. Namun, komponen-komponen itu juga tidak bisa serta-merta bisa langsung dijual kepada semua tamu yang menginap di hotel. Selama ini, permintaan terhadap komponen-komponen selain kamar paling banyak datang dari pemerintahan dibandingkan dari swasta dan masyarakat/komunitas.
Pelaku industri biro dan agen perjalanan juga turut terimbas kebijakan pengetatan anggaran oleh pemerintah. Dampaknya terutama dirasakan sekali oleh mereka yang pelanggan utamanya dari pemerintahan.
Joseph Sugeng Irianto, Managing Director Rex Tours Indonesia, biro perjalanan asal Bandung, berpendapat bahwa pelaku biro dan agen perjalanan perlu mendiversifikasi produk-produknya, salah satunya ke sektor perjalanan inbound atau mendatangkan wisatawan asing. Dengan mendiversifikasi produk, maka akan menutupi kekurangan pemasukan dari pasar pemerintahan yang sedang memperketat pengeluaran anggaran.
‘’’Kenapa inbound? Karena dengan mendatangkan wisatawan asing akan meningkatkan pendapatan negara,’’ kata Joseph.
Dia menerangkan lebih lanjut, arus perjalanan inbound tidak akan terganggu selama hubungan multilateral Indonesia dengan negara-negara lain berjalan tanpa batasan. Hubungan bilateral dan multilateral yang baik akan terus mendorong arus kunjungan wisata.
‘’Arus inbound akan terhenti hanya bila ada kendala luar biasa seperti pemberlakuan PPKM saat pandemi COVID-19,’’ tutur Joseph.
Semua pemangku kepentingan pariwisata di negeri ini harus memiliki pemahaman yang sama bahwa wisatawan yang menentukan pilihan destinasi, sementara destinasi tidak bisa memilih-milih wisatawan. Oleh karena itu, destinasi wisata perlu memiliki strategi pemasaran dan pengelolaan yang efektif untuk menarik dan melayani berbagai jenis wisatawan agar pelaku industri pariwisata benar-benar mampu mendiversifikasi produk dan pasarnya.
Pemerintah sudah semestinya memanfaatkan pengetatan anggaran sebagai kesempatan untuk mengurangi ketergantungan industri terhadap dukungan/peran dari pasar pemerintahan. Dalam proses ini, penting bagi pemerintah untuk lebih mendengarkan suara dan kebutuhan dari sektor industri. Dengan mengikuti saran serta rekomendasi yang diberikan oleh pelaku industri, pemerintah dapat menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan relevan. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kunjungan wisatawan asal India ke Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun terutama pascapandemi. Dalam rangka memperkuat eksistensi pariwisata Indonesia di kawasan Asia Selatan dan meningkatkan kunjungan wisatawan India ke Indonesia khususnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali mengikuti South Asia’s Travel and [more]
Tourism for Us – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Garut terus bertambah, terutama setelah infrastruktur aksesibilitas darat semakin membaik. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mencatat jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,3 juta pada 2024. Jumlah itu melebihi target tiga juta wisatawan. Seiring dengan [more]
Tourism for Us – Kepulauan Riau (Kepri) memiliki peran dan posisi strategis dalam menunjang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Provinsi kepulauan ini merupakan satu dari tiga pintu masuk terbesar wisman setelah Bali dan Jakarta. Fasilitas kemudahan perjalanan baik bagi warga negara Singapura maupun warga negara asing yang tinggal, bekerja dan belajar di sana menjadi penting bagi Kepri sebagai destinasi.
Kebijakan bebas visa kunjungan yang dikhususkan bagi pemegang Permanent Resident (PR) Singapura yang diterbitkan tahun lalu sudah memberikan dampak positif signifikan terhadap peningkatan jumlah wisman ke Kepri sebanyak 2.935 wisatawan hingga akhir November 2024.
Wisman pertama tiba di Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan, disambut oleh Wamenpar Ni Luh Puspa, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan lain-lain, Rabu (1/1/2025). (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyambut langsung kedatangan wisman pertama di tahun 2025 di pintu masuk Kepri.
‘’Saya percaya bahwa awal tahun ini sampai akhir 2025 nanti kita bisa mencapai target untuk kedatangan wisatawan mancanegara,’’ ujar Wamenpar Ni Luh Puspa, Rabu (1/1/2025), di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan.
Wamenpar juga mendorong agar industri pariwisata dapat meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam menghadirkan destinasi-destinasi baru yang mengedepankan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Atraksi-atraksi yang ditingkatkan pun diharapkan dapat membuat masa tinggal wisatawan lebih lama dan pengeluarannya lebih banyak.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi kehadiran Wamenpar Ni Luh Puspa dalam menyambut kehadiran wisman pertama tahun 2025 di Kepri. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Kementerian Pariwisata (Kemnpar) dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kepri.
Jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 2,97 juta pada tahun 2019. Hal ini salah satunya ditunjang dengan fasilitasi kebijakan bebas visa dan visa on arrival. Kepri berharap pemerintah pusat mengeluarkan kembali kebijakan-kebijakan seperti itu agar wisman mudah mengunjungi berbagai destinasi yang tersebar di pulau-pulau yang ada di provinsi tersebut.
Pemprov Kepri secara resmi telah mengusulkan agar kebijakan bebas visa kunjungan bagi PR Singapura diperluas. Kebijakan itu akan dapat menjangkau entitas lainnya.
Entitas lain yang dimaksud meliputi pemegang Employment Pass, S Pass, Dependent Pass (DP), Long Term Visit Pass (LTVP), dan Student Pass. Entitas lain dari warga negara asing yang ada di negara itu juga memiliki potensi pasar signifikan bagi Kepri.
‘’Mudah-mudahan itu bisa menambah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri,’’ kata Gubernur Ansar.
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), wisman yang berkunjung ke Kepri mencapai 1,3 juta wisatawan hingga bulan Oktober 2024. Jumlah kunjungan wisman diproyeksikan bisa menembus 1,6 juta hingga 1,7 juta wisatawan sampai akhir tahun 2024.
Gubernur Kepri menerangkan, Pemeritnah Provinsi Kepri akan menggiatkan event-event internasional untuk meningkatkan masa tinggal wisatawan. Event-event tahunan seperti balap sepeda Tour de Bintan, Bintan Triathlon, lari marathon terus dipertahankan. Selain itu juga akan dikembangkan event-event baru termasuk kejuaraan kite surfing, wind surfing, Kite Tour Asia, Asian Tour Golf dan lain-lain. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pemerintah Indonesia memberikan fasilitas bebas visa kunjungan (BVK) bagi Permanent Resident (PR) di Singapura. Fasilitasi perjalanan itu guna menarik minat warga negara asing di sana mau berkunjung ke Kepulauan Riau (Kepri). Kebijakan baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan weekenders ke Batam, [more]
Tourism for Us – Performa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menunjukkan tren positif selama separuh pertama tahun 2024. Kunjungan wisman secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2024 mencapai 9,09 juta atau atau naik 20,38 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Nia [more]
Tourism for Us – ‘Wonderful Indonesia’ akan kembali hadir di IFTM Top Resa 2024. IFTM adalah pameran pariwisata B-to-B terbesar di Perancis. Pameran akan berlangsung pada 17-19 September 2024 di Parc des Expositions Porte de Versailles, Paris. Kehadiran stand ‘Wonderful Indonesia’ di IFTM 2024 merupakan kolaborasi antara seorang diaspora Indonesia yang bermukim di Paris dengan beberapa pelaku industri pariwisata dari Tanah Air.
(Foto: IFTM Top Resa via LMDI)
Partisipasi Indonesia di pameran IFTM Top Resa tahun ini diinisiasi oleh La Maison De L’Indonesie (House of Indonesia) yang didirikan oleh Eka Moncarre (ex Country Manager VITO Perancis). Inisiasi ini disambut baik oleh beberapa mitra sekaligus stakeholders pariwisata Tanah Air yaitu Panorama Tours, Archipel Contact, Bali Tropic Resort & Spa dan B&L Conseil. Mereka akan bekerja sama untuk mempromosikan paket-paket perjalanan terkait lifestyle, sustainable tourism hingga paket-paket wisata terkait halal tourism yang ada di Indonesia.
Dalam keterangan tertulis Eka menerangkan, ada tiga alasan kuat Indonesia harus hadir di IFTM Top Resa 2024. Pertama, Indonesia termasuk dalam TOP 20 destinasi 2024 di pasar Perancis (berada di urutan ke-15). Indonesia akhirnya dapat mengalahkan Thailand. Data yang dihimpun oleh komunitas pelaku industri pariwisata di Perancis menunjukkan, wisatawan Perancis yang berlibur ke Indonesia selama bulan Juli 2024 saja meningkat 40,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Alasan kedua, data yang dirilis oleh Bali Tourism Board (GIPI Bali) menunjukkan Perancis termasuk dalam TOP 20 negara yang paling banyak berlibur ke Bali. Statistik bulan Agustus 2024 mencatat sebanyak 36.996 wisatawan Perancis berkunjung ke Bali dan menempatkannya di urutan ke-4 setelah Australia, China, dan India.
Total wisatawan Perancis yang datang ke Bali di puncak musim liburan tahun ini (Juli-Agustus) mencapai 140.086 orang. Dan ini menempatkanya menjadi pasar Eropa nomor 1 yang berkunjung ke Bali.
Alasan berikutnya yang juga sangat penting adalah jumlah kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia pascapandemi belum mencapai tingkat kunjungan sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai sekitar 300.000 wisatawan.
‘’Total turis Perancis yang datang ke Indonesia sekarang masih di bawah total sebelum pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, promosi pariwisata Indonesia harus berlanjut. Karena banyak tantangan yang besar untuk mempromosikan destinasi Indonesia di Perancis,’’ kata Eka.
Semenjak Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) dibubarkan, tidak ada lagi kejelasan strategi dan program promosi untuk pariwisata Indonesia ke depannya. Khusus di pasar Perancis, pelaku industri pariwisata di negeri ini ‘’buta’’ informasi dan tidak tahu apa yang ditawarkan dan sedang dikerjakan oleh destinasi Indonesia. Maka baru mendengar kabarnya saja banyak tour operator dan travel agent di Perancis menyambut baik kehadiran Indonesia di IFTM TOP RESA 2024.
‘’Sudah banyak yang meminta meeting request sebelum event,’’ ungkap Eka.
Stand Indonesia berlokasi strategis di zona Asia dan berdampingan dengan Thailand, Vietnam, India dan Malaysia. Walaupun tampil dengan stand kecil, Indonesia akan berusaha tampil beda dari negara-negara lain.
Dengan keahlian La Maison De L’Indonesie (LMDI), juga seperti namanya, stand Indonesia tidak hanya akan dipenuhi pertemuan-pertemuan bisnis antara pelaku-pelaku industri pariwisata dari Tanah Air dengan para pelaku industri pariwisata di Perancis. LMDI akan mengadakan ‘’Indonesian Coffee Tasting’’. Mereka juga akan diajak mencicipi kopi yangmana bijinya didatangkan langsung dari Indonesia dan di-roasting oleh tim LMDI di Paris.
Selain itu juga disiapkan pojok massage bali bagi pengunjung. Dan atelier massage untuk belajar massage bali bekerja sama dengan sekolah massage bali di Perancis, Bali Zen.
Pada tanggal 18 September 2024, LMDI akan menggelar cocktail reception di stand ‘Wonderful Indonesia’. Pengunjung stand dapat mencicipi snack Indonesia dan kue-kue jajanan pasar yang disiapkan sendiri oleh LMDI. Dan untuk menambah pengalaman, pengunjung juga bisa membeli langsung produk-produk Indonesia seperti kopi, jamu, teh dan rempah-rempah di counter yang juga telah disiapkan secara khusus.
Ada sekitar 50.000 profesional pariwisata dari seluruh Perancis datang ke IFTM Top Resa. Sehingga hadir di pameran pariwisata ini merupakan salah satu strategi pemasaran yang mesti diaktifkan lagi.
‘’Semoga dengan kehadiran Indonesia di IFTM Top Resa 2024 akan membantu meningkatkan nilai pariwisata Indonesia dan devisa untuk Indonesia. Dan yang lebih penting, semoga ke depannya promosi pariwisata Indonesia di luar negeri akan kembali diperhatikan dan diarahkan secara strategis oleh Pemerintah Indonesia,’’ tuturnya.
Dan La Maison De L’Indonesie (House of Indonesia Paris) siap untuk terus mendukung promosi Indonesia di Perancis secara konkrit dan konsisten. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada semester I tahun 2024 naik 21,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Secara akumulatif, kunjungan wisman selama Januari-Juni 2024 mencapai 6.413.201. Pada periode yang sama tahun lalu jumlahnya 5,299 juta wisman. Kunjungan wisman [more]