GUBERNUR KEPRI MINTA PERLUASAN FASILITAS PERJALANAN UNTUK WNA DI SINGAPURA
Tourism for Us – Kepulauan Riau (Kepri) memiliki peran dan posisi strategis dalam menunjang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Provinsi kepulauan ini merupakan satu dari tiga pintu masuk terbesar wisman setelah Bali dan Jakarta. Fasilitas kemudahan perjalanan baik bagi warga negara Singapura maupun warga negara asing yang tinggal, bekerja dan belajar di sana menjadi penting bagi Kepri sebagai destinasi.
Kebijakan bebas visa kunjungan yang dikhususkan bagi pemegang Permanent Resident (PR) Singapura yang diterbitkan tahun lalu sudah memberikan dampak positif signifikan terhadap peningkatan jumlah wisman ke Kepri sebanyak 2.935 wisatawan hingga akhir November 2024.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyambut langsung kedatangan wisman pertama di tahun 2025 di pintu masuk Kepri.
‘’Saya percaya bahwa awal tahun ini sampai akhir 2025 nanti kita bisa mencapai target untuk kedatangan wisatawan mancanegara,’’ ujar Wamenpar Ni Luh Puspa, Rabu (1/1/2025), di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan.
Wamenpar juga mendorong agar industri pariwisata dapat meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam menghadirkan destinasi-destinasi baru yang mengedepankan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Atraksi-atraksi yang ditingkatkan pun diharapkan dapat membuat masa tinggal wisatawan lebih lama dan pengeluarannya lebih banyak.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi kehadiran Wamenpar Ni Luh Puspa dalam menyambut kehadiran wisman pertama tahun 2025 di Kepri. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Kementerian Pariwisata (Kemnpar) dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kepri.
Jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 2,97 juta pada tahun 2019. Hal ini salah satunya ditunjang dengan fasilitasi kebijakan bebas visa dan visa on arrival. Kepri berharap pemerintah pusat mengeluarkan kembali kebijakan-kebijakan seperti itu agar wisman mudah mengunjungi berbagai destinasi yang tersebar di pulau-pulau yang ada di provinsi tersebut.
Pemprov Kepri secara resmi telah mengusulkan agar kebijakan bebas visa kunjungan bagi PR Singapura diperluas. Kebijakan itu akan dapat menjangkau entitas lainnya.
Entitas lain yang dimaksud meliputi pemegang Employment Pass, S Pass, Dependent Pass (DP), Long Term Visit Pass (LTVP), dan Student Pass. Entitas lain dari warga negara asing yang ada di negara itu juga memiliki potensi pasar signifikan bagi Kepri.
‘’Mudah-mudahan itu bisa menambah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri,’’ kata Gubernur Ansar.
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), wisman yang berkunjung ke Kepri mencapai 1,3 juta wisatawan hingga bulan Oktober 2024. Jumlah kunjungan wisman diproyeksikan bisa menembus 1,6 juta hingga 1,7 juta wisatawan sampai akhir tahun 2024.
Gubernur Kepri menerangkan, Pemeritnah Provinsi Kepri akan menggiatkan event-event internasional untuk meningkatkan masa tinggal wisatawan. Event-event tahunan seperti balap sepeda Tour de Bintan, Bintan Triathlon, lari marathon terus dipertahankan. Selain itu juga akan dikembangkan event-event baru termasuk kejuaraan kite surfing, wind surfing, Kite Tour Asia, Asian Tour Golf dan lain-lain. ***(Yun Damayanti)

