Tag: indonesia tourism investment forum ITIF

ITIF 2024 HASILKAN 5 MOU INVESTASI SENILAI RP 862 MILIAR

ITIF 2024 HASILKAN 5 MOU INVESTASI SENILAI RP 862 MILIAR

Tourism for Us – Salah satu capaian yang berhasil dibuat di Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 adalah penandatanganan lima nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai investasi sebesar Rp 862 miliar. ‘’Ini total investasinya Rp 862 miliar, dan kalau total investasi dari kuartal pertama 2024 [more]

JTA INTERNATIONAL INVESTMENT HOLDING DAN HANUNG BRAMANTYO KERJA SAMA KEMBANGKAN STUDIO ALAM FILM GAMPLONG DI SLEMAN, DIY

JTA INTERNATIONAL INVESTMENT HOLDING DAN HANUNG BRAMANTYO KERJA SAMA KEMBANGKAN STUDIO ALAM FILM GAMPLONG DI SLEMAN, DIY

Tourism for Us – Sektor ekonomi kreatif Indonesia juga mendapat perhatian serius dari para investor yang hadir di Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024. Salah satunya adalah penandatanganan kerja sama antara JTA Internasional Investment Holding dengan Hanung Bramantyo, salah seorang sutradara film kenamaan Indonesia, untuk [more]

ITIF 2024: INOVASI, KETAHANAN DAN PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN

ITIF 2024: INOVASI, KETAHANAN DAN PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN

Tourism for Us – Penyelenggaraan Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 untuk kedua kalinya di Indonesia menjadi platform untuk menghubungkan para pemangku kepentingan terkait peluang dan tantangan dalam penerapan investasi hijau.

(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali bekerja sama dengan UN Tourism menyelenggarakan Indonesia Tourism Investment Forum. ITIF 2024 berlangsung pada 5-6 Juni 2024 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta. Forum ini dihadiri kurang lebih 600 peserta mulai dari pembuat kebijakan, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, investor, serta pemilik proyek. Dan tahun ini forum mengangkat tema ‘’Elevating Tourism Investment for a Sustainable Growth’’.

Di dalam penyelenggaraan ITIF 2024 terdapat sederet rangkaian kegiatan mulai dari high level talks hingga roundtable session dengan beberapa delegasi negara seperti India dan Rusia terkait investasi di sektor parekraf. Selain itu juga penandatanganan sejumlah kerja sama. Dan roundtable terkait dengan potensi peluang Indonesia secara umum.  

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno secara resmi membuka ITIF 2024, Rabu (5/6/2024). Dalam sambutannya pada opening ceremony, Menparekraf mengatakan, sebagai respon terhadap perkembangan pariwisata yang dinamis dan dipengaruhi isu-isu global saat ini, ITIF 2024 berupaya memperkuat inovasi, ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan dengan mengutamakan people, planet dan prosperity.

‘’Karenanya kami berharap ITIF 2024 dapat menjadi platform untuk memberikan solusi dalam rangka mempercepat investasi pariwisata,’’ ujar Menparekraf Sandiaga.

Capaian nilai investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) tahun 2023 telah melebihi target yang ditetapkan yakni sebesar 3.064 juta dollar AS dari target 2.680 juta dollar AS. Realisasi investasi ini memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi nasional sebesar 3,2 persen.

Memasuki tahun 2024, hasil dari kwartal pertama sudah mencapai 31,45 persen. Realisasi mencapai 943,40 juta dollar AS dari target tahun ini sebesar 3.000 juta dollar AS. Dan hotel berbintang, restoran, serta hotel dan apartemen masih menjadi tiga sektor teratas paling banyak dicari investor asing.

‘’Kami yakin dapat menciptakan investasi tiga kali lebih banyak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,’’ kata Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga menyebutkan, wisata medis juga akan menjadi fokus pengembangan pariwisata di masa mendatang. Pemerintah Indonesia membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur sebagai pusat layanan kesehatan berkelas dunia.

UN Tourism menekankan pentingnya berinvestasi terhadap people, planet and prosperity dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dan sejahtera.

‘’Karenanya tren pariwisata ke depan menitikberatkan pada pelestarian alam, budaya dan lingkungan serta keterlibatan masyarakat lokal sangat diperlukan,’’ kata Menparekraf Sandiaga.

Semenjak pandemi, Indonesia telah menerapkan perubahan paradigma pariwisata yang lebih personalized, customized, localized dan smaller in size. Hal ini yang membawa Indonesia mendapat pengakuan internasional.

Indeks kinerja pariwisata Indonesia kembali melesat naik 10 peringkat dari ranking 32 menjadi peringkat 22 dunia. Selain itu, Indonesia kembali menduduki peringkat teratas sebagai destinasi ramah muslim versi MasterCard Crescenrating Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2024.

‘’Peringkat ini mencerminkan upaya dan pencapaian Indonesia dalam mempromosikan dan menerapkan praktik pariwisata berkelanjutan,’’ kata Sandiaga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, investasi dipengaruhi global challenges seperti ketegangan geopolitik, perubahan iklim hingga digitalisasi. Karenanya diperlukan konsolidasi yang sehat untuk mencapai tujuan nasional Indonesia. Dalam hal ini adalah pembangunan pariwisata.

‘’Indonesia memiliki peluang meningkatkan kualitas dan kuantitas dari industri pariwisata karena dianugerahi kekayaan sumber daya alam, kekayaan budaya, dan bahkan pariwisata halal,’’ ujar Sri Mulyani.

Akan tetapi, pariwisata Indonesia perlu berupaya lebih dalam menarik wisatawan untuk bisa kembali ke angka saat sebelum pandemi. KEK yang dibangun Pemerintah Indonesia akan menjadi peluang meningkatkan pariwisata Indonesia dan menarik para investor untuk berinvestasi.

Selain itu, peran pemerintah daerah juga perlu dimaksimalkan dengan sejumlah insentif melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik untuk menjaga dan melestarikan destinasi di daerah masing-masing. Ini meliputi perbaikan area amenitas dan daya tarik atau atraksi wisata hingga peningkatan kapasitas SDM.

‘’Sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat sangatlah penting. Dengan begitu masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja dan tentunya bisa mendapatkan penghasilan,’’ kata Sri Mulyani.

Hadir dalam kesempatan tersebut Executive Director UN Tourism Natalia Bayona, Duta Besar Indonesia untuk Pasifik Tantowi Yahya, Duta Besar Switzerland untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN Ollivier Zehnder, UNDP Resident Representative in Indonesia Norimasa Shimomura, serta pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf. ***(Yun Damayanti) 

PIK JAKARTA AKAN JADI TUAN RUMAH ITIF 2024

PIK JAKARTA AKAN JADI TUAN RUMAH ITIF 2024

Tourism for Us – Indonesia kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan International Tourism Investment Forum (ITIF). ITIF 2024 akan digelar pada 5-6 Juni 2024 di Swissotel Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Dalam ’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (13/5/2024), di Jakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi [more]

INDONESIA DITUNJUK JADI TUAN RUMAH DUA EVENT UNWTO TAHUN INI

INDONESIA DITUNJUK JADI TUAN RUMAH DUA EVENT UNWTO TAHUN INI

Tourism for Us – Indonesia akan menjadi tuan rumah (host) dua event internasional hasil kolaborasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama United Nations World Tourism Organization (UNWTO) pada tahun 2024. Dua event itu adalah ‘’Indonesia Tourism Investment Forum’’ di Jakarta [more]

ITIF 2023 MEMANCING INVESTOR MAU TANAM MODAL DI PARIWISATA HIJAU INDONESIA

ITIF 2023 MEMANCING INVESTOR MAU TANAM MODAL DI PARIWISATA HIJAU INDONESIA

Tourism for Us – Pemerintah menargetkan dari penyelenggaraan forum investasi pariwisata internasional di Bali minggu lalu dapat berkontribusi setidaknya 20 persen dari target investasi sektor pariwisata sebesar 6-8 miliar dollar AS hingga tahun 2025. International Tourism Investment Forum (ITIF) 2023 telah berlangsung pada 26-27 Juli 2023 di Hotel Merusaka Nusa Dua, Bali.

(Sumber: Kemenparekraf )

ITIF 2023 mengusung tema ‘’Embracing Tourism Investment Opportunity: Green and Sustainable Investment’’. Tema ini diangkat untuk menciptakan pemahaman bersama terkait investasi hijau. Sehingga diharapkan dapat mendorong pembangunan pariwisata berkelanjutan secara global terutama di Indonesia.

Selama dua hari, forum investasi internasional khusus sektor pariwisata pertama di Indonesia menghadirkan lebih dari 12 sustainable tourism projects (proyek pariwisata berkelanjutan). Selain itu, di Forum ini juga diperkenalkan peluang-peluang investasi yang ada di kawasan atau proyek pariwisata sehingga dapat mempercepat investasi dan dukungan pembiayaan kawasan.

ITIF 2023 menghadirkan para pembuat kebijakan, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, dan para pemilik proyek. Event ini dihadiri sekitar 500 peserta, diantaranya investor dari Singapura, Malaysia, India, Australia, Italia dan Rusia.

Realisasi investasi di sektor pariwisata pada tahun 2022 sebesar 2.335,39 juta dollar AS. Sementara, sepanjang kuartal pertama tahun 2023 realisasi investasi pariwisata mencapai 225,28 juta dollar AS untuk investasi dari luar negeri (Foreign Direct Investment/FDI) dan 577,87 juta dollar AS untuk investasi dalam negeri (Domestic Direct Investment/DDI) dari target investasi sektor parekraf sebesar 2,68 miliar dollar AS.

‘’Kita melihat sampai dengan pertengahan tahun realisasinya  (investasi pariwisata di Bali), sudah on track. Tapi, kita harus bekerja lebih keras lagi karena tipe-tipe investasi yang diinginkan adalah tipe  investasi baru yang masa balik modalnya itu lebih cepat dengan pendekatan inklusif dan lebih hijau. Itu yang menjadi target kita untuk membangun investasi di sektor pariwisata,’’ kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangan tertulis.

ITIF diharapkan dapat menjadi wadah diskusi sekaligus platform yang menghubungkan para pemangku kepentingan terkait peluang dan tantangan penerapan investasi hijau di Indonesia.

Investor Malaysia lirik investasi Beyond Bali

Di sektor pariwisata, Malaysia bukan hanya penyumbang wisatawan mancanegara terbesar tetapi juga satu dari tiga besar negara investor pariwisata.

Investor dari Malaysia berminat berinvestasi di berbagai daerah atau destinasi wisata di Tanah Air. Mulai dari Labuan Bajo, Bali, Lombok, dan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) juga beberapa kawasan ekonomi khusus (KEK)  pariwisata.

Target terdekat yang diharapkan dapat segera terealisasi adalah pembangunan hotel di Labuan Bajo dan Lombok dengan jumlah kamar masing-masing sebanyak 150 kamar.

Meskipun masuk dalam dana investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI), Menparekraf mendorong nantinya pengoperasian hotel dapat bekerja sama dengan operator hotel (chain hotel) dari Indonesia. Sehingga memberikan dampak yang luas terhadap kebangkitan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Investasi pariwisata dari Malaysia juga diharapkan dapat memperkuat target realisasi investasi parekraf pada tahun 2023 total sebesar 2,68 miliar dollar AS.

Golden Visa

Kebijakan ‘’Golden Visa’’ yang diwacanakan oleh pemerintah Indonesia mendapat sorotan dari peserta ITIF 2023. Kebijakan ini memungkinkan warga negara asing untuk masuk dan tinggal di Indonesia dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun.

Pemegang Golden Visa akan memiliki manfaat berbeda dengan pemegang visa umum. Menurut rencana, pemegang visa ini memperoleh manfaat sebagai berikut: prosedur persyaratan permohonan visa dan urusan imigrasi lebih mudah dan cepat, mobilitas dengan multiple entries, jangka waktu tinggal lebih lama, hak untuk memiliki aset di dalam negara, serta menjadi jalur fast track untuk pengajuan kewarganegaraan.

Pemerintah akan mengeluarkan 10 tipe Golden Visa. Satu di antaranya untuk investor perseorangan seperti investor pendiri perusahaan, investor tidak mendirikan perusahaan, diaspora WNA eks WNI, global talent,dan digital  nomad.

Melansir situs Setkab RI, pemerintah mengeluarkan Golden Visa guna menarik investasi asing yang signifikan serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Tidak hanya investasi, para investor juga diharapkan membawa teknologi ke Indonesia yang dapat diaplikasikan dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sampai dengan saaat ini, kebijakan Golden Visa masih diproses dan dalam tahap sinkronisasi di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi. Target awalnya selesai pada akhir Juni 2023 tetapi mungkin akan mundur hingga  akhir September 2023.

‘’Permintaannya cukup banyak dari para investor karena mereka akan keluar masuk Indonesia dan itu butuh kepastian regulasi visanya,’’ kata Menparekraf Sandiaga.***(Yun Damayanti) 

INDONESIA GELAR FORUM INVESTASI PARIWISATA PERTAMA DI BALI

INDONESIA GELAR FORUM INVESTASI PARIWISATA PERTAMA DI BALI

Tourism for Us – Indonesia akan menggelar forum khusus investasi di sektor pariwisata untuk pertama kali. International Tourism Investment Forum (ITIF) akan digelar pada 26-27 Juli 2023 di Hotel Merusaka Nusa Dua Bali. Forum internasional khusus investasi pariwisata ini akan menjadi ruang untuk memperkenalkan dan [more]