Tag: kementerian pariwisata

KAMPANYE ’‘WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ TERKENDALA AKSESIBILITAS DAN ANGGARAN PROMOSI

KAMPANYE ’‘WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ TERKENDALA AKSESIBILITAS DAN ANGGARAN PROMOSI

Tourism for Us – Aksesibilitas dan promosi destinasi merupakan tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025. Jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan dari pemerintah, pelaku industri pariwisata akan terus menghadapi masalah serupa pada tahun 2026. Dalam refleksi akhir tahun 2025, Association [more]

KEMENPAR DAN KATEMBE INDONESIA PERKENALKAN DESTINASI RAJA AMPAT KEPADA DIVE OPERATOR AUSTRALIA

KEMENPAR DAN KATEMBE INDONESIA PERKENALKAN DESTINASI RAJA AMPAT KEPADA DIVE OPERATOR AUSTRALIA

Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, lebih dari 49 persen atau sekitar 820 ribu wisatawan Australia datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bahari. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Katembe Indonesia menyelenggarakan kegiatan familiarization trip (famtrip) bertema [more]

PEMERINTAH TARGETKAN 17,6 JUTA KUNJUNGAN WISMAN DAN 1,18 MILIAR PERJALANAN WISNUS PADA 2026

PEMERINTAH TARGETKAN 17,6 JUTA KUNJUNGAN WISMAN DAN 1,18 MILIAR PERJALANAN WISNUS PADA 2026

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak 16 juta hingga 17,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan devisa pariwisata sebesar 22 hingga 24,7 miliar dolar AS pada 2026. Sementara itu, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) di dalam negeri ditargetkan 1,18 miliar.

Desa Penglipuran.(Foto: Yun Damayanti)

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam peluncuran buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 pada forum Wonderful Indonesia Outlook (WIO) 2025/2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Menpar Widiyanti juga memaparkan pemetaan enam tren wisata yang mewarnai pariwisata di tahun 2026 yakni, pariwisata ramah lingkungan (eco-friendly tourism), pengalaman budaya yang mendalam (cultural immersion), pariwisata berbasis alam dan petualangan (nature and adventure based tourism), pariwisata gastronomi dan kuliner (culinary and gastro tourism), perjalanan bisnis dan wisata (bleisure), dan pariwisata kebugaran (wellness tourism).

‘’Keenam tren ini dapat menjadi referensi bagi para pelaku industri untuk mengembangkan produk-produk wisata yang lebih beragam, namun tetap relevan, terkurasi, dan sesuai dengan karakteristik pasarnya,’’ ujarnya.

Selain itu, terdapat tiga faktor yang membentuk masa depan perjalanan yaitu, kemajuan teknologi, kepedulian terhadap pariwisata berkelanjutan, dan meningkatnya kebutuhan personalisasi. Sekarang wisatawan banyak memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk merancang liburan.

‘’Survey Skyscanner menunjukkan bahwa pada 2026 sebanyak 54 persen wisatawan akan merasa lebih percaya diri merancang liburannya dengan hubungan AI. Kecakapan digital ini membuat wisatawan semakin cermat dan menggeser fokus dari where to go menjadi what to experience,’’ katanya.

Lebih lanjut Menpar mengatakan, ‘’Sebanyak 52 persen dari Gen Z memilih pengeluaran uang lebih untuk pengalaman wisata, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.’’ Hal ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkaya produk wisata, menggabungkan destinasi populer dengan destinasi minat khusus di sekitarnya.

Peluncuran buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 pada forum Wonderful Indonesia Outlook (WIO) 2025/2026 minggu lalu. Buku ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai lanskap pariwisiata global dan nasional, serta memaparkan hasil analisis dinamika kepariwisataan terkini, dan proyeksi tren sektor pariwisata ke depan. Buku disusun bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Bank Indonesia.

‘’Kami di Kemenpar berharap, apa yang telah kami rangkum dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 dapat menjadi pemahaman dan panduan bersama, dalam mengusahakan sektor pariwisata ke depannya,’’ ucap Menpar Widiyanti dalam sambutannya.

Selain peluncuran buku, juga dilaksanakan forum diskusi untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya peran pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Digital Kementerian PPN/Bappenas Wahyu Wijiyanto dan Kepala Grup Sektoral dan Regional Bank Indonesia Tri Yanuarti hadir sebagai narasumber dalam diskusi.

Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Digital Kementerian PPN/Bappenas Wahyu Wijiyanto menguraikan bahwa penerapan pariwisata berkualitas di semua destinasi secara umum membaik, terutama didukung oleh pilar keberlanjutan dengan berbagai inisiatif pengelolaan destinasi ramah lingkungan, dan upaya pemetaan destinasi, termasuk penerapan visitor management yang mengacu pada carrying capacity.

‘’Hasil pengukuran indikator QT akan menjadi alat evaluasi dan dasar bagi strategi implementasi pariwisata berkualitas ke depan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, yang menekankan perlunya kolaborasi multipemangku kepentingan,’’ kata Wahyu.

Kepala Grup Sektoral dan Regional BI Tri Yanuarti mengatakan bahwa pariwisata global terus tumbuh dengan pergeseran menuju pengalaman perjalanan yang personal, berkualitas, dan berkelanjutan. Sektor parwisata Indonesia menunjukkan pemulihan paspcapandemi yang kuat, baik dalam hal kinerja bisnis, mobilitas wisnus, dan penerimaan devisa.

Menurut Tri, upaya yang dilakukan untuk pengembangan pariwisata di masa mendatang meliputi: fokus pada pariwisata berkualitas, pemanfaatan AI, pemanfaatan kebijakan moneter dan sistem pembayaran BI yang mendukung, termasuk sistem QRIS.

‘’Jadi, upaya kita untuk mendorong perbaikan pariwisata ke depan itu bisa lebih targeted, lebih fokus kepada aspek-aspek yang memang harus kita perhatikan untuk bisa meningkatkan pariwisata ke depan,’’ kata Tri. ***(Yun Damayanti) 

KEMENPAR LUNCURKAN KAMPANYE ‘’WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ DI WTM LONDON 2025

KEMENPAR LUNCURKAN KAMPANYE ‘’WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ DI WTM LONDON 2025

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan kampanye baru ‘‘Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’ untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kampanye ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi merek Wonderful Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang otentik, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi. Inisitatif itu juga [more]

WISATAWAN INDIA SUKA KE CANDI BOROBUDUR, SELAIN BALI

WISATAWAN INDIA SUKA KE CANDI BOROBUDUR, SELAIN BALI

Tourism for Us – Kini, wisatawan India suka sekali berkunjung ke Candi Borobudur. Mereka terpesona oleh keindahan candi Buddha terbesar di dunia ini, yang juga diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Candi Borobudur menjadi daya tarik favorit setelah Bali. Seiring dengan meningkatnya jumlah [more]

‘’WISATA RASA DI BUMI PASUNDAN’’, PANDUAN PRAKTIS BAGI PELAKU PARIWISATA JAWA BARAT KEMBANGKAN WISATA GASTRONOMI

‘’WISATA RASA DI BUMI PASUNDAN’’, PANDUAN PRAKTIS BAGI PELAKU PARIWISATA JAWA BARAT KEMBANGKAN WISATA GASTRONOMI

Tourism for Us – Buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ bisa menjadi panduan praktis bagi pelaku pariwisata untuk mengembangkan wisata gastronomi di Jawa Barat.  

Peluncuran buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’, Minggu (19/10/2025), di Bandung, dihadiri langsung Menpar Widiyanti Putri Wardhana dan Kepala Disparbud Jawa Barat Iendra Sofyan (kedua dari kanan), dan stakeholders lainnya. (Foto: Birkompublik Kemenpar)

‘’Buku ini dapat menjadi panduan praktis bagi para pelaku wisata tour operator, travel agent, serta masyarakat dalam merancang pola perjalanan wisata rasa yang otentik, berkarakter lokal, dan berdaya saing global. Dari gurihnya nasi tutug oncom, segarnya karedok, manisnya burayot, setiap hidangan menghadirkan narasi tunggal yang kaya dan bermakna,’’ ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, pada saat peluncuran buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’, Minggu (19/10/2025), di Bandung, Jawa Barat.

‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ menyajikan kumpulan yang telah dikurasi dari sisi pengalaman wisata gastronomi. Buku ini menyajikan panduan yang memugkinkan  wisatawan menikmati rasa otentik sekaligus berkelanjutan di Jawa Barat.

Penyusunan buku ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pelaku industri, komunitas gastronomi, akademisi, dan konsultan kreatif. Peluncuran buku ini sejalan dengan program pariwisata berkualitas atau pariwisata naik kelas yang menjadi fokus Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Gastronomi bagi Indonesia bukan sekedar kuliner, tetapi sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai pihak mulai dari petani, peternak, nelayan, pengrajin, chef, hingga masyarakat. Dari ladang hingga meja makan (from farm to table), gastronomi berperan penting dalam  menggerakkan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat pariwisata berbasis komunitas. Pendekatan ini memperkuat rantai nilai pariwisata untuk menarik lebih besar banyak wisatawan berkualitas yang memberikan dampak ekonomi.

Lebih lanjut, Menpar mengatakan bahwa kuliner Indonesia juga semakin dikenal dan dikagumi masyarakat internasional dalam beberapa waktu terakhir. TasteAtlas dalam publikasinya menempatkan kuliner Indonesia di peringkat ke-7 dunia dan pertama di Asia Tenggara. Enam kota di Indonesia, termasuk Bandung, bahkan tercatat masuk dalam daftar 100 Best Food Cities.

‘’Sinergi antara kuliner dan pariwisata melahirkan pengalaman yang otentik, berkarakter, dan bernilai tambah tinggi. Inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan berkualitas. Mereka mencari pengalaman wisata yang mendalam untuk menikmati rasa, budaya, dan mempelajari kisah di balik setiap lini kuliner Indonesia,’’ jelasnya.

‘’Dengan demikian, pengembangan wisata gastronomi tidak hanya berfokus pada kuliner sebagai produk, tetapi juga sebagai cerita dan pengalaman otentik yang memperkuat karakter destinasi Indonesia,’’ kata Menpar Widiyanti.

Ketua DPD ASITA Jawa Barat Daniel G. Nugraha mengatakan bahwa dengan telah dirilisnya buku mengenai pariwisata gastronomi di Jawa Barat diharapkan lebih banyak lagi pelaku tour planner dan tour operator yang berani membuat rute-rute perjalanan berbasis gastronomi. Menurutnya, wisata gastronomi ini bisa disandingkan dengan wisata berbasis kereta api yang sedang dikembangkan di Jawa Barat.

‘’Beberapa rute kereta api melintasi kabupaten/kota yang memiliki tidak hanya daya tarik keindahan alam dan budaya, tetapi juga potensi wisata gastronomi,’’ kata Daniel.  

Turut hadir dalam peluncuran buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ adalah Walikota Bandung Muhammad Farhan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, serta perwakilan dari ASITA Jawa Barat, PHRI Jawa Barat, GIPI Jawa Barat, dan tim Indonesia Gastronomy Netwok (IGN). ***(Yun Damayanti) 

AMANDEMEN UU NO. 10/2009 TENTANG KEPARIWISATAAN BERUJUNG PADA KEKECEWAAN INDUSTRI PARIWISATA TERHADAP DPR DAN KEMENPAR

AMANDEMEN UU NO. 10/2009 TENTANG KEPARIWISATAAN BERUJUNG PADA KEKECEWAAN INDUSTRI PARIWISATA TERHADAP DPR DAN KEMENPAR

Tourism for Us – Penetapan Undang-undang tentang Kepariwisataan yang menggantikan Undang-undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan menunjukkan bahwa pemerintah belum sepenuhnya menjadikan sektor pariwisata sebagai program prioritas dalam pembangunan ekonomi indonesia, meskipun sektor ini telah membuktikan kontribusinya yang signifikan dan nyata. Pelaku industri pariwisata memiliki harapan [more]

FTTI: TABLE TOP PERTAMA UNTUK PEMASARAN PRODUK PARIWISATA WELLNESS, BAHARI, DAN GASTRONOMI

FTTI: TABLE TOP PERTAMA UNTUK PEMASARAN PRODUK PARIWISATA WELLNESS, BAHARI, DAN GASTRONOMI

Tourism for Us – Setiap sub sektor dalam industri pariwisata di Indonesia telah mengembangkan produk-produk uniknya sendiri. Namun, produk-produk ini belum sepenuhnya terintegrasi satu sama lain. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan kolaborasi dalam penyusunan paket perjalanan agar potensi masing-masing sub [more]

KEMENPAR SOFT LAUNCHING KAMPANYE GLOBAL TERBARU PARIWISATA INDONESIA DAN PERKENALKAN WELLNESS TOURISM DI NATAS HOLIDAYS 2025 SINGAPURA

KEMENPAR SOFT LAUNCHING KAMPANYE GLOBAL TERBARU PARIWISATA INDONESIA DAN PERKENALKAN WELLNESS TOURISM DI NATAS HOLIDAYS 2025 SINGAPURA

Tourism for Us – Partisipasi Indonesia di NATAS Holidays 2025 pada 15–17 Agustus 2025 di Singapore Expo, Singapura, tidak hanya mempromosikan destinasi dan produk-produk wisata terbaru, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian aktivitas soft launching kampanye global #GoBeyondOrdinary. Kampanye global terbaru pariwisata Indonesia ini mengajak wisatawan mancanegara (wisman) untuk menjelajahi Indonesia lebih dari sekadar destinasi yang indah.

Delegasi Indonesia di NATAS Holidays 2025, Singapura. (Foto: Birkompublik Kemenpar)

Kampanye ini menunjukkan tiga pilar pariwisata Indonesia terkini, yaitu wellness, marine, dan gastronomy dengan fokus pada keberlanjutan, pengalaman autentik, dan interaksi mendalam antara wisatawan, alam, dan budaya. Melalui narasi “Discover the Living of the Wonders”, wisatawan diajak menyelami kekayaan alam, keramahan masyarakat, cita rasa kuliner, dan keajaiban budaya yang hanya dapat ditemukan di Indonesia. Wellness sendiri merupakan salah satu fokus utama dalam program Pariwisata Naik Kelas, program unggulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Kehadiran paviliun Wonderful Indonesia di NATAS Holidays 2025 selama tiga hari merupakan langkah strategis untuk mencapai target 1,8 juta wisatawan asal Singapura untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun 2025. Dari Januari hingga Juni 2025, jumlah kunjungan wisatawan Singapura tercatat lebih dari 708 ribu, mengalami peningkatan sebesar 5,64 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.

Pada partisipasi kali ini, Indonesia mengangkat tema “Discover Wellness and Serenity of Indonesia,” yang menekankan potensi besar pariwisata kesehatan dan memperkenalkan sepuluh Destinasi Super Prioritas (DSP). Kegiatan ini melibatkan biro perjalanan wisata, penyedia akomodasi, dan layanan transportasi untuk mendukung promosi pariwisata Indonesia.

Pelaku industri pariwisata Indonesia yang berpartisipasi di paviliun Wonderful Indonesia di NATAS Holidays 2025 sebanyak 15 perusahaan dari berbagai daerah, seperti Kepulauan Riau (Kepri), Jakarta, D.I. Yogyakarta, dan Bali. Diantaranya adalah AlamKulKul Boutique Resort, The Ascott Limited Indonesia, Natra Bintan – Tribute Portfolio, The Westin Nirup Island Resort & Spa Batam, Double Six Luxury Hotel Seminyak, Four Points by Sheraton Bintan, Lisa Tours and Travel, PT. Satguru Travel and Tours, PT. Eka Wisata Buana, PT. Bintan Panorama Pratama Tour & Travel, Yoga Barn, Batam Adventure Park, PT. Kereta Api Indonesia (KAI), KAI Wisata, dan Garuda Indonesia.

Coffee Corner dan Wellness Corner, ciri khas paviliun Wonderful Indonesia, hadir kembali menyapa publik Singapura. Kemenpar berkolaborasi dengan The Westin Nirup Island Resort & Spa Batam dan Acaraki, masing-masing menghadirkan pijat tradisional dan produk jamu tradisional dalam kemasan modern. Sementara itu, di Coffee Corner menyajikan kopi khas Nusantara, seperti kopi Flores, Mandailing, dan Toraja,

Selain itu, pengunjung juga berkesempatan mengikuti program undian berhadiah ‘Trip to Indonesia’, hasil kolaborasi dengan Garuda Indonesia dan KAI Wisata, yang akan diundi pada hari terakhir pameran sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kenaikan jumlah wisatawan asal Singapura menjadi sinyal positif bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi pilihan di kawasan. Melalui NATAS Holidays 2025 dan kampanye #GoBeyondOrdinary, kami ingin semakin mendekatkan diri kepada masyarakat Singapura dan menginspirasi mereka untuk menjelajahi berbagai pengalaman wisata unik yang ditawarkan Indonesia,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Singapura, Sabtu (16/8/2025).

Kehadiran Indonesia di ajang pameran pariwisata ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura. ***(Yun Damayanti)  

SEKTOR PARIWISATA BERKONTRIBUSI BESAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI, INI YANG AKAN DILAKUKAN KEMENPAR

SEKTOR PARIWISATA BERKONTRIBUSI BESAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI, INI YANG AKAN DILAKUKAN KEMENPAR

Tourism for Us – Sektor pariwisata tumbuh sebesar 11,31% pada Kuartal II tahun 2025, dan  berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12% (Year on Year) dalam Kuartal II tahun 2025. Pertumbuhan di sektor ini menjadi yang tertinggi karena didorong oleh peningkatan jumlah perjalanan [more]