Tourism for Us – Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar gawai mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma, mulai dari rekomendasi di media sosial hingga hasil pencarian. Teknologi perlahan mengubah cara orang menemukan, mempertimbangkan hingga memilih tempat untuk berwisata. Di tengah [more]
Tourism for Us – Selama ini, Malaysia memang menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara (wisman) bagi Indonesia. Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bahkan tercatat sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara asal Malaysia terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) tahun 2025, [more]
Tourism for Us – Golf adalah salah satu olahraga yang sangat digemari di Korea Selatan. Potensi wisata golf di Indonesia untuk menarik wisatawan dari Korea Selatan perlu dikelola dengan lebih serius, mengingat tersedianya lapangan golf berkualitas internasional. Selain itu, dukungan aksesibilitas yang baik dan akomodasi yang sesuai untuk segmen pasar premium juga menjadi faktor penting dalam menarik minat mereka.
12 operator tur Korea Selatan terkesan dengan fasilitas golf di Cikarang dan Bogor, Jawa Barat. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Event World Tour, salah satu operator tur golf terkemuka dari Korea Selatan, menyelenggarakan perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) untuk operator tur/agen perjalanan golf dari Negeri Ginseng. Famtrip ini berlangsung pada 5-8 Mei 2026 dan diikuti 12 operator tur/agen perjalanan. Selain Event World Tour, terdapat perwakilan dari agen perjalanan golf terkemuka lainnya seperti Mode Tour dan Evergreen Tour
Selama tiga hari, peserta famtrip diperkenalkan dengan berbagai destinasi dan fasilitas wisata golf unggulan yang dimiliki Indonesia, khususnya di wilayah Cikarang dan Kota Bogor, Jawa Barat. Selama tiga hari, mereka menjajal kualitas lapangan dengan bermain golf serta mengunjungi fasilitas akomodasi dan daya tarik wisata pendukung lainnya.
“Melalui pengalaman tersebut, diharapkan para peserta dapat mengembangkan dan memasarkan paket wisata golf Indonesia yang lebih kompetitif dan sesuai dengan preferensi wisatawan Korea,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Made berharap melalui kerja sama dengan para agen perjalanan/operator tur Korea Selatan, dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara pelaku industri pariwisata kedua negara sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata golf kelas dunia di kawasan Asia.
Selain itu, kegiatan ini diyakini tidak hanya akan meningkatkan awareness terhadap destinasi golf Indonesia, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dari Korea Selatan, dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.
“Dengan kekayaan alam, kualitas lapangan golf berstandar internasional, serta keramahan budaya lokal, Indonesia siap menjadi pilihan utama bagi wisatawan golf dunia,” ujar Made.
Yeum Seung Chan dari Event World Tour menyampaikan apresiasinya terhadap pengalaman wisata golf di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Ia sangat terkesan dengan kualitas lapangan golf di Indonesia yang memiliki kualitas seperti destinasi golf internasional lainnya.
“Selain fasilitas yang sangat baik, pemandangan alam dan keramahan masyarakat memberikan pengalaman yang sangat berkesan. Kami melihat potensi besar Indonesia, khususnya Jawa Barat, untuk menjadi destinasi favorit wisatawan golf asal Republik Korea,” kata Yeum Seung Chan. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Penutupan wilayah udara Iran pada periode 28 Februari hingga 28 Maret 2026 telah menyebabkan gangguan penerbangan di enam hub utama penerbangan global, yakni Abu Dhabi dan Dubai (Uni Emirat Arab), Doha (Qatar), Jeddah dan Madinah (Arab Saudi), dan Muscat (Oman). Penutupan [more]
Tourism for Us – Pemerintah Indonesia mendorong dua maskapai penerbangan Jepang, Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA), untuk memperluas layanannya ke berbagai destinasi di luar Jakarta dan Denpasar, Bali. Pemerintah juga mendorong kedua maskapai tersebut untuk terbang langsung ke Yogyakarta yang kaya akan [more]
Tourism for Us – Aksesibilitas dan promosi destinasi merupakan tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025. Jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan dari pemerintah, pelaku industri pariwisata akan terus menghadapi masalah serupa pada tahun 2026.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Dalam refleksi akhir tahun 2025, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) menekankan pentingnya infrastruktur yang memadai dan terjangkau, terutama dalam hal aksesibilitas, untuk menarik lebih banyak wisatawan ke destinasi. Selain itu, promosi pariwisata menjadi hal yang esensial dan harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta.
Hal tersebut diungkapkan pada seminar daring yang diselenggarakan oleh ASITA, Rabu (24/12/2025), melalui saluran Zoom. Seminar bertajuk ‘’Refleksi Pergerakan Wisatawan Domestik dan Internasional 2025: Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata Indonesia’’ menyoroti infrastruktur konektivitas yang masih menjadi kendala di banyak daerah dan kurangnya anggaran dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.
Kendala dalam konektivitas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya harga tiket perjalanan domestik, seperti tiket menuju Labuan Bajo. Tingginya harga tiket sering kali menghalangi niat wisatawan untuk mengunjungi destinasi tersebut. Sebagai negara kepulauan, keberadaan transportasi udara sangat krusial dalam mendukung sektor pariwisata di Indonesia.
Kemudian, strategi pemasaran pariwisata harus memprioritaskan promosi dan pengenalan destinasi. Berbagai acara promosi, baik online maupun offline, dan partisipasi dalam pasar pariwisata global terus direncanakan dan dilaksanakan. Tanpa adanya promosi, pengelolaan sektor pariwisata akan mengalami kemunduran yang signifikan.
Target pariwisata Indonesia 2026
Dedi Ahmad Kurnia, S.ST.Par, M.M., Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan bahwa pemerintah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2026 antara 16 hingga 17,6 juta. Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, pangsa pasar wisatawan dari kawasan ASEAN ditargetkan sekitar 30 persen dari total target wisman, atau sekitar 5,5 sampai 6 juta wisatawan. Pengeluaran belanja wisman ditargetkan dapat mencapai antara 1.372 hingga 1.404 dolar AS per orang per kunjungan. Sementara itu, pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) ditargetkan sebanyak 1,18 miliar perjalalanan.
Kemenpar akan mendukung kampanye Wonderful Indonesia terbaru ‘’Go Beyond Ordinary’’, yang diluncurkan di WTM London 2025, dengan mempublikasikan informasi melalui media, menyoroti transportasi dan destinasi, serta memperbarui konten di situs web indonesia.travel dengan dukungan AI. Selain itu, Kemenpar tetap menjalin kolaborasi dengan mitra co-branding dan berpartisipasi dalam pameran internasional untuk menjangkau pasar mancanegara. Sebagai bagian dari inisiatif ini, Kemenpar juga akan meluncurkan program Visit Indonesia Year 2027.
Hadir sebagai pembicara pertama pada seminar refleksi akhir tahun 2025 ASITA ‘’Refleksi Pergerakan Wisatawan Domestik dan Internasional 2025: Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata Indonesia’’, Dedi menyoroti tren pariwisata dunia pada 2026 yakni pariwisata budaya, kuliner dan gastronomi, pariwisata ramah lingkungan, wisata alam dan yang berbasis petualangan, serta bleisure (business leisure).
Generasi Milenial dan Z akan menjadi segmen teratas dalam pasar pariwisata Indonesia pada tahun 2026, mencakup baik wisman maupun wisnus, termasuk juga pelancong keluarga. Dedi berharap agar para pelaku industri pariwisata dapat menyiapkan produk yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Pada kesempatan yang sama, I Putu Winastra, S. AB., M.A.P., Ketua DPD ASITA Bali, menekankan pentingnya pengelolaan citra destinasi (PR) yang baik untuk melawan informasi yang tidak akurat di media sosial. Selain itu, ia juga menyoroti kebutuhan akan penerbangan langsung yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Indonesia untuk meningkatkan aksesibilitas dan menarik lebih banyak wisatawan.
‘’Kita tidak bisa mengintervensi maskapai penerbangan internasional. Sementara, konektivitas kita sangat bergantung pada maskapai-maskapai penerbangan asing,’’ ujar Winastra.
Ketua DPD ASITA Jawa Barat Daniel G. Nugraha juga menyampaikan hal yang serupa, yakni wisatawan asal Malaysia dan Singapura berharap penerbangan langsung ke Bandung bisa beroperasi kembali. Pola perjalanan wisatawan dari kedua negara ini mulai berkembang menjadi Beyond Bandung. Selain ke Bandung, mereka pun kini tertarik untuk mengunjungi Bogor, Bekasi, Pangandaran, dan Cirebon.
Oyan Kristian, Ketua DPD ASITA Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan bahwa harga paket wisata ke NTT mahal karena aksesibilitas antarpulau yang masih terbatas.
‘’Keterbatasan akses ini menyebabkan harga transportasi tinggi sehingga membuat harga paket wisata ke NTT menjadi mahal,’’ kata Oyan.
Ia juga menambahkan, pasar Eropa masih menjadi pangsa pasar utama untuk pariwisata NTT. Meskipun demikian, destinasi ini juga membuka kesempatan untuk pasar wisnus dan pasar wisatawan mancanegara lainnya seperti Malaysia dan Singapura.
Di akhir seminar, Dr. Masrura Ram Idjal, Pd.D., selaku moderator, menyatakan bahwa ASITA yang menaungi perusahaan agen perjalanan di Indonesia siap untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Karena promosi pariwisata merupakan bagian strategi yang penting dalam memajukan pariwisata dan upaya untuk memperoleh devisa yang akan menimbulkan efek berganda terhadap sektor ekonomi secara umum. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, lebih dari 49 persen atau sekitar 820 ribu wisatawan Australia datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bahari. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Katembe Indonesia menyelenggarakan kegiatan familiarization trip (famtrip) bertema [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak 16 juta hingga 17,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan devisa pariwisata sebesar 22 hingga 24,7 miliar dolar AS pada 2026. Sementara itu, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) di dalam negeri ditargetkan 1,18 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan kampanye baru ‘‘Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’ untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kampanye ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi merek Wonderful Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang otentik, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi. Inisitatif itu juga menegaskan arah baru promosi pariwisata Indonesia yang mengedepankan pengalaman bermakna, sejalan dengan tren global terhadap authentic and purposeful travel experiences.
Kemenpar kembali menempatkan promosi di black cab, taksi hitam ikonik London, selama delapan pekan. Sebanyak 27 taksi hitam dibalut dengan kampanye ‘’Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’. Pelunucurannya bertepatan dengan WTM London 2025. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana secara resmi meluncurkan kampanye internasional ‘‘Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’, atau disingkat Go Beyond Ordinary, di ajang World Travel Market (WTM) London 2025, salah satu bursa pariwisata terbesar di dunia.
‘’Melalui Go Beyond Ordinary, kami ingin dunia melihat bahwa Indonesia bukan sekadar destinasi, tetapi juga sebuah tujuan perjalanan emosional tentang kekayaan rasa kuliner, kehangatan masyarakat, dan kedamaian alam yang menenangkan,’’ ujar Menpar Widiyati di paviliun Wonderful Indonesia WTM London 2025, Rabu (5/11/2025).
Menpar mengatakan, Go Beyond Ordinary menjadi bagian dari inisiatif nasional ‘’Pariwisata Naik Kelas’’ yang menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai inti pengembangan industri. ‘’Kami ingin pertumbuhan pariwisata yang tidak hanya mengejar angka kunjungan, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. That is the essence of Go Beyond Ordinary,’’ katanya.
Kampanye ini akan digaungkan di pasar utama Indonesia mencakup Inggris, Jerman, Perancis, dan Belanda melalui strategi digital storytelling, kolaborasi lintas industri, serta promosi terpadu di berbagai platform.
Tiga pilar utama yang menjadi kekuatan narasi Indonesia dalam kampanye ini adalah gastronomi, kebugaran (wellness), dan pariwisata maritim (marine tourism). Ketiga pilar itu mencerminkan harmoni budaya, alam, dan kreativitas bangsa.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menerangkan bahwa pilar-piliar tersebut memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi berkarakter, berdaya saing global, dan berakar pada nilai-nilai lokal.
‘’Keindahan bahari kita bukan hanya tentang laut dan pantai, tetapi tentang kehidupan yang selaras dengan alam. Begitu pula gastronomi dan wellness, semuanya lahir dari filosofi keseimbangan dan penghormatan terhadap budaya,’’ katanya.
Peluncuran Go Beyond Ordinary dimeriahkan dengan pertunjukan budaya, demo kuliner, dan sesi pertemuan bisnis (business matching) antara pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra global di paviliun Wonderful Indonesia di WTM London 2025.
Sementara itu, di WTM London 2025 yang berlangsung pada 4-6 November 2025 di ExCel London, Inggris, sebanyak 46 pelaku industri pariwisata nasional, termasuk hotel, operator tur/agen perjalanan, dan destination management company (DMC) mengisi paviliun Wonderful Indonesia. Kemenpar juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membawa tujuh pelaku industri pariwisata daerahnya yang menawarkan berbagai paket wisata Jakarta and beyond bagi wisatawan mancanegara (wisman).
Partisipasi Indonesia di WTM London tahun ini menargetkan capaian kualitas dibandingkan volume kunjungan, antara lain memperkuat eksistensi Indonesia di kancah internasional, menemukan potential buyers baru, memperbarui informasi promosi destinasi, dan meningkatkan transaksi penjualan paket wisata dengan potensi nilai lebih dari Rp 7 triliun. Melalui partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran terhadap merek Wonderful Indonesia di kancah global dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang lebih berkualitas dari pasar Eropa, khususnya Inggris Raya.
Paviliun Wonderful Indonesia di WTM London 2025 mengusung tema Go Beyond Ordinary yang merefleksikan semangat inovasi dan keunikan pariwisata yang melampaui kebiasaan. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di London, Selasa (4/11/2025), menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di WTM London bukan sekadar ajang promosi destinasi, melainkan bagian dari diplomasi pariwisata Indonesia.
‘’Melalui tema Go Beyond Ordinary, kami ingin memperkenalkan konsep quality tourism, pariwisata yang bernilai, berdampak, dan berkelanjutan,’’ujar Menpar Widiyanti.
Selain itu, Kemenpar juga kembali menempatkan promosi di black cab, taksi hitam ikonik London, selama delapan pekan yang bertepatan dengan periode liburan Natal dan tahun baru. Sebanyak 27 taksi hitam dibalut dengan kampanye ‘’Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’.
Kegiatan promosi langsung di Inggris ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah melalui Kementerian Pariwisata, pelaku industri pariwisata, dan perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk Kedutaan Besar RI di London. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kini, wisatawan India suka sekali berkunjung ke Candi Borobudur. Mereka terpesona oleh keindahan candi Buddha terbesar di dunia ini, yang juga diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Candi Borobudur menjadi daya tarik favorit setelah Bali. Seiring dengan meningkatnya jumlah [more]