Tag: kementerian pariwisata

MEMBANGUN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TENGAH KRISIS ANGGARAN

MEMBANGUN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TENGAH KRISIS ANGGARAN

Tourism for Us – Perekonomian nasional Indonesia berharap sektor pariwisata dapat menjadi pilar utama pada 2027. Pemerintah menetapkan target ambisius terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus), belanja wisatawan, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang hampir mencapai 5 persen. [more]

AI DAN ALGORITMA UBAH CARA WISATAWAN MEMILIH, KEPERCAYAAN TETAP DITENTUKAN OLEH MANUSIA

AI DAN ALGORITMA UBAH CARA WISATAWAN MEMILIH, KEPERCAYAAN TETAP DITENTUKAN OLEH MANUSIA

Tourism for Us – Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar gawai mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma, mulai dari rekomendasi di media sosial hingga hasil pencarian. Teknologi perlahan mengubah cara orang menemukan, mempertimbangkan hingga memilih tempat untuk berwisata. Di tengah [more]

KEMENPAR GELAR FAMTRIP BAGI TA/TO MALAYSIA KE KEPRI UNTUK TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI PERBATASAN

KEMENPAR GELAR FAMTRIP BAGI TA/TO MALAYSIA KE KEPRI UNTUK TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI PERBATASAN

Tourism for Us – Selama ini, Malaysia memang menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara (wisman) bagi Indonesia. Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bahkan tercatat sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara asal Malaysia terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)

Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) tahun 2025, kunjungan wisman ke Kepri mencapai lebih dari 2,1 juta wisatawan. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) ke provinsi kepulauan ini tercatat melampaui 5,2 juta perjalanan.

Data pintu masuk wisman asal Malaysia menunjukkan tren pertumbuhan positif. Jumlah kunjungan melalui jalur laut ke Batam meningkat sekitar 48,2 persen, dari 278.082 wisatawan pada 2024 menjadi 412.127 wisatawan pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan besarnya peluang pengembangan wisata lintas batas antara Malaysia dan Kepulauan Riau.

Untuk memperkuat promosi pariwisata perbatasan di Kepri, Kementerian Pariwisata  (Kemenpar) menggelar kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) ke Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) Kepulauan Riau (Kepri) pada 18–21 Mei 2026. Program famtrip mengunjungi Pulau Batam, Kota Tanjung Pinang, dan Pulau Bintan. Famtrip ini diikuti 12 travel agent dan tour operator (TA/TO) yakni delapan peserta dari Kuala Lumpur dan empat peserta dari Johor Bahru.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan bahwa Kepri memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama wisatawan Malaysia menuju Indonesia.

“Malaysia merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kedekatan geografis dan konektivitas yang baik menjadikan Kepulauan Riau memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan wisata lintas batas atau cross-border tourism,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Selama empat hari, para peserta mengunjungi sejumlah destinasi unggulan antara lain, kawasan Jembatan Barelang di Batam, Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, kawasan wisata Lagoi di Bintan, destinasi budaya Melayu, pusat wisata belanja, serta mengikuti inspeksi hotel dan kegiatan business networking bersama pelaku industri pariwisata setempat.

Kegiatan famtrip ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, ASITA Tanjung Pinang, Batam View Resort, Nongsa Resorts, Aston Tanjung Pinang, Bintan Resorts Cakrawala, serta Pasir Gudang Passenger Terminal.

Selain memperkenalkan beragam destinasi unggulan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi wisata ramah Muslim Indonesia. Kepulauan Riau dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang sesuai dengan preferensi wisatawan Malaysia, mulai dari kedekatan budaya Melayu, kemudahan aksesibilitas, ketersediaan kuliner halal, hingga karakter destinasi yang akrab dan nyaman bagi wisatawan.

“Melalui pengalaman langsung di destinasi, kami berharap para pelaku travel agent dan tour operator dapat semakin memahami potensi produk wisata Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan, sehingga dapat dipasarkan lebih luas kepada wisatawan Malaysia,” kata Made. ***(Yun Damayanti)

12 OPERATOR TUR KOREA SELATAN TERKESAN DENGAN FASILITAS GOLF DI BOGOR DAN CIKARANG

12 OPERATOR TUR KOREA SELATAN TERKESAN DENGAN FASILITAS GOLF DI BOGOR DAN CIKARANG

Tourism for Us – Golf adalah salah satu olahraga yang sangat digemari di Korea Selatan. Potensi wisata golf di Indonesia untuk menarik wisatawan dari Korea Selatan perlu dikelola dengan lebih serius, mengingat tersedianya lapangan golf berkualitas internasional. Selain itu, dukungan aksesibilitas yang baik dan akomodasi [more]

KEMENPAR SIAPKAN STRATEGI JAGA TARGET PARIWISATA TAHUN 2026 DI TENGAH TEKANAN GLOBAL

KEMENPAR SIAPKAN STRATEGI JAGA TARGET PARIWISATA TAHUN 2026 DI TENGAH TEKANAN GLOBAL

Tourism for Us – Penutupan wilayah udara Iran pada periode 28 Februari hingga 28 Maret 2026 telah menyebabkan gangguan penerbangan di enam hub utama penerbangan global, yakni Abu Dhabi dan Dubai (Uni Emirat Arab), Doha (Qatar), Jeddah dan Madinah (Arab Saudi), dan Muscat (Oman). Penutupan [more]

PEMERINTAH INDONESIA DORONG MASKAPAI PENERBANGAN JEPANG, JAL DAN ANA, TERBANG LANGSUNG KE YOGYAKARTA DAN DESTINASI LAINNYA

PEMERINTAH INDONESIA DORONG MASKAPAI PENERBANGAN JEPANG, JAL DAN ANA, TERBANG LANGSUNG KE YOGYAKARTA DAN DESTINASI LAINNYA

Tourism for Us – Pemerintah Indonesia mendorong dua maskapai penerbangan Jepang, Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA), untuk memperluas layanannya ke berbagai destinasi di luar Jakarta dan Denpasar, Bali. Pemerintah juga mendorong kedua maskapai tersebut untuk terbang langsung ke Yogyakarta yang kaya akan budaya dan keindahan alam, serta didukung bandara internasional baru, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), yang dapat mengakomodasi pesawat berbadan lebar dan menampung lebih banyak penumpang. Bagaimanapun, konektivitas udara sangat penting untuk mendatangkan wisatawan Jepang ke Indonesia.

(Sumber Foto: Birkompublik Kemenpar)

Dalam kunjungan kerja ke Jepang, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan pertemuan dengan Japan Airlines dan All Nippon Airways di Tokyo, Senin (30/3/2026). Pertemuan itu membahas terkait memperkuat konektivitas udara dan kolaborasi promosi pariwisata antara Indonesia dan Jepang.

Pada tahun 2025, wisatawan Jepang yang berkunjung ke Indonesia tercatat sebanyak 380 ribu orang, meningkat lebih dari 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang mencapai lebih dari 636 ribu orang pada periode yang sama.

Saat ini, kapasitas kursi penerbangan langsung antara Indonesia dan Jepang sekitar 685 ribu kursi per tahun dengan 46 penerbangan per minggu. Ini masih berada di bawah potensi permintaan perjalanan wisata dari kedua negara.

‘’Konektivitas udara merupakan faktor kunci dalam memperkuat arus wisatawan antara Indonesia dan Jepang. Kami berharap, JAL dapat mengeksplorasi peluang memperluas layanan ke Indonesia, termasuk penambahan frekuensi penerbangan ke Bali, serta membuka akses menuju destinasi prioritas seperti Yogyakarta,’’ ujar Menpar pada pertemuan dengan JAL.

Yogyakarta dinilai memliki potensi besar bagi wisatawan Jepang karena kekayaan warisan budaya serta kedekatannya dengan Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Destinasi ini juga didukung oleh Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang mampu melayani pesawat berbadan lebar.

Selain itu, pengembangan konektivitas juga dapat diperluas dari kota-kota besar lainnya di Jepang, seperti Osaka, sehingga memberikan lebih banyak akses bagi wisatawan Jepang untuk menjangkau berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

‘’Kami melihat peluang besar untuk memperluas konektivitas antara Indonesia dan Jepang, tidak hanya melalui Jakarta, tetapi juga menuju destinasi lain seperti Yogyakarta. Penguatan konektivitas ini akan membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan Jepang untuk menikmati kekayaan budaya, alam, dan pengalaman wisata berkualitas di Indonesia,’’ kata Menpar saat bertemu dengan ANA.

Selain konektivitas, pada pertemuan-pertemuan tersebut juga dibahas mengenai peluang kolaborasi promosi pariwisata melalui berbagai platform milik JAL dan ANA, termasuk in-flight magazine, kanal digital, dan jaringan JAL Milleage Bank dan ANA Milleage Club, yang dapat terintegrasi dengan kampanye Wonderful Indonesia. Kementerian Pariwisata juga mendorong penyelenggaraan familiarization trip (famtrip) bagi agen perjalanan, media, dan influencer Jepang untuk meningkatkan pemahaman pasar serta memperluas promosi destinasi Indonesia di Jepang, serta partisipasi dalam berbagai ajang pariwisata di Jepang, seperti Tourism Expo Japan. ***(Yun Damayanti)

KAMPANYE ’‘WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ TERKENDALA AKSESIBILITAS DAN ANGGARAN PROMOSI

KAMPANYE ’‘WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ TERKENDALA AKSESIBILITAS DAN ANGGARAN PROMOSI

Tourism for Us – Aksesibilitas dan promosi destinasi merupakan tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025. Jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan dari pemerintah, pelaku industri pariwisata akan terus menghadapi masalah serupa pada tahun 2026. Dalam refleksi akhir tahun 2025, Association [more]

KEMENPAR DAN KATEMBE INDONESIA PERKENALKAN DESTINASI RAJA AMPAT KEPADA DIVE OPERATOR AUSTRALIA

KEMENPAR DAN KATEMBE INDONESIA PERKENALKAN DESTINASI RAJA AMPAT KEPADA DIVE OPERATOR AUSTRALIA

Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, lebih dari 49 persen atau sekitar 820 ribu wisatawan Australia datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bahari. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Katembe Indonesia menyelenggarakan kegiatan familiarization trip (famtrip) bertema [more]

PEMERINTAH TARGETKAN 17,6 JUTA KUNJUNGAN WISMAN DAN 1,18 MILIAR PERJALANAN WISNUS PADA 2026

PEMERINTAH TARGETKAN 17,6 JUTA KUNJUNGAN WISMAN DAN 1,18 MILIAR PERJALANAN WISNUS PADA 2026

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak 16 juta hingga 17,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan devisa pariwisata sebesar 22 hingga 24,7 miliar dolar AS pada 2026. Sementara itu, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) di dalam negeri ditargetkan 1,18 miliar.

Desa Penglipuran.(Foto: Yun Damayanti)

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam peluncuran buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 pada forum Wonderful Indonesia Outlook (WIO) 2025/2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Menpar Widiyanti juga memaparkan pemetaan enam tren wisata yang mewarnai pariwisata di tahun 2026 yakni, pariwisata ramah lingkungan (eco-friendly tourism), pengalaman budaya yang mendalam (cultural immersion), pariwisata berbasis alam dan petualangan (nature and adventure based tourism), pariwisata gastronomi dan kuliner (culinary and gastro tourism), perjalanan bisnis dan wisata (bleisure), dan pariwisata kebugaran (wellness tourism).

‘’Keenam tren ini dapat menjadi referensi bagi para pelaku industri untuk mengembangkan produk-produk wisata yang lebih beragam, namun tetap relevan, terkurasi, dan sesuai dengan karakteristik pasarnya,’’ ujarnya.

Selain itu, terdapat tiga faktor yang membentuk masa depan perjalanan yaitu, kemajuan teknologi, kepedulian terhadap pariwisata berkelanjutan, dan meningkatnya kebutuhan personalisasi. Sekarang wisatawan banyak memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk merancang liburan.

‘’Survey Skyscanner menunjukkan bahwa pada 2026 sebanyak 54 persen wisatawan akan merasa lebih percaya diri merancang liburannya dengan hubungan AI. Kecakapan digital ini membuat wisatawan semakin cermat dan menggeser fokus dari where to go menjadi what to experience,’’ katanya.

Lebih lanjut Menpar mengatakan, ‘’Sebanyak 52 persen dari Gen Z memilih pengeluaran uang lebih untuk pengalaman wisata, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.’’ Hal ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkaya produk wisata, menggabungkan destinasi populer dengan destinasi minat khusus di sekitarnya.

Peluncuran buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 pada forum Wonderful Indonesia Outlook (WIO) 2025/2026 minggu lalu. Buku ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai lanskap pariwisiata global dan nasional, serta memaparkan hasil analisis dinamika kepariwisataan terkini, dan proyeksi tren sektor pariwisata ke depan. Buku disusun bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Bank Indonesia.

‘’Kami di Kemenpar berharap, apa yang telah kami rangkum dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 dapat menjadi pemahaman dan panduan bersama, dalam mengusahakan sektor pariwisata ke depannya,’’ ucap Menpar Widiyanti dalam sambutannya.

Selain peluncuran buku, juga dilaksanakan forum diskusi untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya peran pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Digital Kementerian PPN/Bappenas Wahyu Wijiyanto dan Kepala Grup Sektoral dan Regional Bank Indonesia Tri Yanuarti hadir sebagai narasumber dalam diskusi.

Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Digital Kementerian PPN/Bappenas Wahyu Wijiyanto menguraikan bahwa penerapan pariwisata berkualitas di semua destinasi secara umum membaik, terutama didukung oleh pilar keberlanjutan dengan berbagai inisiatif pengelolaan destinasi ramah lingkungan, dan upaya pemetaan destinasi, termasuk penerapan visitor management yang mengacu pada carrying capacity.

‘’Hasil pengukuran indikator QT akan menjadi alat evaluasi dan dasar bagi strategi implementasi pariwisata berkualitas ke depan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, yang menekankan perlunya kolaborasi multipemangku kepentingan,’’ kata Wahyu.

Kepala Grup Sektoral dan Regional BI Tri Yanuarti mengatakan bahwa pariwisata global terus tumbuh dengan pergeseran menuju pengalaman perjalanan yang personal, berkualitas, dan berkelanjutan. Sektor parwisata Indonesia menunjukkan pemulihan paspcapandemi yang kuat, baik dalam hal kinerja bisnis, mobilitas wisnus, dan penerimaan devisa.

Menurut Tri, upaya yang dilakukan untuk pengembangan pariwisata di masa mendatang meliputi: fokus pada pariwisata berkualitas, pemanfaatan AI, pemanfaatan kebijakan moneter dan sistem pembayaran BI yang mendukung, termasuk sistem QRIS.

‘’Jadi, upaya kita untuk mendorong perbaikan pariwisata ke depan itu bisa lebih targeted, lebih fokus kepada aspek-aspek yang memang harus kita perhatikan untuk bisa meningkatkan pariwisata ke depan,’’ kata Tri. ***(Yun Damayanti) 

KEMENPAR LUNCURKAN KAMPANYE ‘’WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ DI WTM LONDON 2025

KEMENPAR LUNCURKAN KAMPANYE ‘’WONDERFUL INDONESIA: GO BEYOND ORDINARY’’ DI WTM LONDON 2025

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan kampanye baru ‘‘Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’ untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kampanye ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi merek Wonderful Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang otentik, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi. Inisitatif itu juga [more]