Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 lebih dari separuh atau 52,6 persen wisatawan mancanegara (wisman) melakukan aktivitas wisata bahari selama berada di Indonesia. Data ini menunjukkan besarnya peluang pengembangan produk dan layanan wisata berbasis kelautan, diantaranya wisata pelayaran. Indonesia [more]
Tourism for Us – Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 mengidentifikasi Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) dan bleisure, perpaduan perjalanan bisnis dan rekreasi, merupakan salah satu dari enam tren utama pariwisata Indonesia. Tren ini menujukkan bahwa perjalanan bisnis semakin erat dengan aktivitas rekreasi dan pencarian pengalaman [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) kembali menghadirkan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 sebagai upaya memperkuat posisi kekayaan gastronomi Indonesia untuk daya tarik pariwisata di pasar global. WIG 2026 mengusung tema ‘’From Local Roots to Global Recognition’’ dan akan berlangsung di Solo dan Yogyakarta pada 26 September sampai dengan 4 Oktober 2026.
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Rangkaian program utama WIG 2026 akan dibuka secara resmi pada 26 September 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo. Pembukaan ini sekaligus menjadi awal dari berbagai agenda gastronomi yang berlangsung hingga bulan Desember 2026. Rangkaian kegiatan utama dipusatkan di kota Solo dan Yogyakarta dengan sejumlah kegiatan pendukung di kota-kota lain seperti Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya dan lainnya.
Cakupan program WIG 2026 lebih luas daripada WIG 2025 yang lebih banyak memperkenalkan gourmet dining scene di Indonesia. WIG tahun ini menghadirkan spektrum gastronomi Indonesia secara lebih utuh, mulai dari asal-usul bahan dan hidangan, kearifan lokal, tradisi, serta filosofi di balik makanan, hingga bagaimana seluruh kekayaan tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman gastronomi masa kini.
‘’Melalui Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, kami mengajak dunia untuk melihat lebih dekat dan menemukan bahwa perjalanan dari akar budaya lokal menuju pengakuan global bermula di sini, di Indonesia,’’ ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Gedung Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki ragam kuliner dengan identitas yang terbentuk dari tradisi lokal, hasil pertanian, serta budaya yang berkembang selama berabad-abad. Dalam perspektif gastronomi, kuliner mencakup ekosistem yang luas, mulai dari petani, peternak, nelayan, produsen, juru masak, pelaku usaha, hingga masyarakat yang menjaga dan meneruskan tradisi pangan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
‘’Inilah salah satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat. Karena itu, melalui Wonderful Indonesia Gastronomy, kami ingin terus memberikan ruang bagi pelestarian, pengembangan, dan promosi kekayaan tersebut dari tahun ke tahun,’’ kata Menpar Widiyanti.
Upaya memperkuat eksposur gastronomi Indonesia melalui WIG 2025 turut membangun momentum positif di tingkat internasional. Pada 2025, Indonesia meraih New Destination Champion Award 2026 dari La Liste, salah satu panduan dan pemeringkat restoran internasional asal Prancis. Penghargaan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi gastronomi yang semakin mendapat perhatian di panggung global.
Penyelenggaraan WIG 2025 berhasil memberikan dampak yang cukup luas. Salah satunya, program Gastro Tour yang diikuti oleh 13 media dan KOL dari sembilan negara menghasilkan pemberitaan di 38 media internasional. Program ini memperluas eksposur gastronomi Indonesia dengan total media value sebesar Rp 16,5 miliar.
Program lainnya, WIG Talks di Bali menghadirkan 24 pembicara dan diikuti lebih dari 200 peserta. Sementara, Artisan Food Market melibatkan 25 tenant makanan dan minuman lokal dan dikunjungi lebih dari 600 orang. Total peluang bisnis di Artisan Food Market mencapai Rp 1,01 miliar.
Kemenpar juga berkolaborasi dengan Priceless by Mastercard melalui program Restaurant Week. Sebanyak 78 restoran pilihan berpartisipasi dalam program ini, dan menghasilkan transaksi lebih dari Rp 16 miliar selama tiga bulan program berlangsung.
Rangkaian kegiatan WIG 2026
Rangkaian kegiatan WIG 2026 akan diisi program-program yang telah terbukti berhasil tahun lalu.
Tahun ini, Kemenpar kembali menyelenggarakan ‘’Tastemaker Gastronomy Trip’’ dengan mengundang perwakilan media dan KOL dari luar dan dalam negeri. Menurut rencana, sebanyak 18 perwakilan media dan tastemakers akan mengikuti perjalanan gastronomi di Solo dan Yogyakarta. Mereka terdiri dari 13 peserta internasional dan lima media nasional. Peserta internasional di antaranya adalah Forbes Travel Guide, La Liste, The World’s 50 Best, dan CNN International.
Program perjalanan gastronomi di Solo dan Yogyakarta meliputi kunjungan ke berbagai rumah makan dan ruang kuliner di kedua kota. Selain itu, peserta akan diajak menikmati destinasi unggulan seperti pengenalan warisan batik di Kampung Laweyan; menikmati suasana pagi di Pasar Gede; pengalaman sensorik di Rumah Atsiri; mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan; merasakan pengalaman wellness khas Solo dan Yogyakarta; dan menikmati budaya minum teh di Keraton Yogyakarta bersama GKR Bendara.
Pengalaman perjalanan gastronomi tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pelaku industri pariwisata menjadi paket wisata gastronomi yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.
Selain itu, penyelengaraan WIG Talks 2026 akan mengahadirkan 22 pembicara dalam lima sesi seminar dan satu sesi book review. Sebagai forum diskusi publik, WIG Talks tahun ini mengangkat lima topik utama seputar gastronomi serta industri makanan dan minuman. Para panelis dari berbagai bidang akan membahas masa depan gastronomi Indonesia dan peluangnya untuk mendorong perluasan nilai ekonomi di sektor ini. Panitia menargetkan 300 peserta hadir di forum ini.
‘’Artisan Market’’ dihadirkan lagi pada 2-4 September 2026 bertempat di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. Sebanyak 21 artisan dari wilayah Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar) serta Jakarta akan memamerkan produk gastronomi lokal dan beragam sajian ikonik, mulai dari keju artisanal, madu murni, teh, hingga berbagai produk lainnya. Program ini pun melibatkan 13 kolaborator dalam berbagai kegiatan, termasuk workshop dan food tasting. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan ditargetkan dapat menarik hingga 1.300 pengunjung.
Program lain yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan WIG 2026 adalah ‘’Chef Collaboration’’ yang berlangsung sepanjang Oktober 2026. Program ini mempertemukan chef, hotel, restoran, dan pelaku industri kreatif untuk menghadirkan pengalaman gastronomi khusus bagi masyarakat, sekaligus mendorong kunjungan dan transaksi di sektor pariwisata.
Sejumlah kolaborasi yang akan dihadirkan antara lain: The Dharmawangsa Jakarta bersama Chef Emmanuel Julio dan Chef Ragil Imam Wibowo yang mengangkat kekayaan bahari Indonesia melalui tema Blue Food; Fairmont Jakarta bersama Chef Petty Elliot, penulis buku The Indonesian Vegetarian Table; Park Hyatt Jakarta bersama Indonesian Pastry Bakery Society; ROSO at The Meru Bali bersama Chef Degan Septoadji; dan Hotel Indonesia Kempinski Jakarta bersama Chef Jovan Koraag dari Mata Keranjang.
Sementara itu, di Yogyakarta, ROSO at Grand Hotel De Djokja akan menghadirkan Chef Philip Walasary dalam dua kolaborasi bersama Chef Agus Hermawan, Culinary Ambassador Indonesia dari Ron Gastrobar Belanda, dan Chef Glenaldy Adrian Erari dari SEMAJA. Program ini juga melibatkan Alice at The Langham Jakarta di mana Chef Mauricio Bombini dari MAURI Restaurant Bali, Capella Ubud berkolaborasi bersama Chef Ade Putri, serta special brunch di Obin House.
Untuk meningkatkan kepedulian terhadap warisan kuliner Indonesia di masyarakat, WIG 2026 menghadirkan ‘’Culinary Festival’’ yang berlangsung pada 7 Oktober – 1 November 2026. Program ini merupakan kolaborasi bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Festival kuliner ini akan hadir di 32 pusat perbelanjaan di 14 kota yakni Jakarta, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Surakarta, Sukoharjo, Bandung, Semarang, Magelang, Pontianak, Palembang, Denpasar, dan Kendari. Beragam program menarik serta promosi kuliner telah disiapkan untuk masyarakat.
Melanjutkan keberhasilan program yang sama tahun sebelumnya, Kemenpar kembali berkolaborasi dengan Priceless by Mastercard menghadirkan Indonesia Restaurant Months bertema ‘’Beyond the Plate’’. Program ini melibatkan 150 restoran terkurasi yang tersebar di berbagai kota antara lain, Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo. Selama program berlangsung pada 7 Oktober sampai 31 Desember 2026, pemegang kartu Mastercard dapat menikmati berbagai penawaran dan manfaat khusus yang tersedia di masing-masing restoran peserta.
Wakil Presiden Senior Pemasaran dan Komunikasi Asia Tenggara Mastercard Dheeraj Prasad mengatakan bahwa pengalaman perjalanan yang bermakna, salah satunya, tercipta ketika wisatawan dapat terhubung dengan suatu tempat melalui pengalaman yang tidak terduga. Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan tersebut karena setiap hidangan dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal cerita, masyarakat, dan budaya yang membentuk suatu daerah.
Melalui Indonesia Restaurant Months, Mastercard ingin mengajak para pemegang kartu Mastercard untuk tidak sekadar menikmati hidangan, tetapi juga mengenal lebih dekat orang-orang, kisah, bahan-bahan, serta tradisi yang berada di balik setiap pengalaman bersantap.
‘’Kolaborasi kami dengan WIG 2026 mencerminkan keyakinan tersebut. Melalui Indonesia Restaurant Months, kami berharap dapat memberikan sesuatu yang lebih dari yang tersaji di piring makan, ‘Beyond the Plate’, kepada para pemegang kartu Mastercard, sebuah undangan untuk menjelajahi Indonesia melalui makanannya, masyarakatnya, dan tradisi kulinernya yang terus hidup,’’ kata Dheeraj.
Dia pun menambahkan, ’’Di Mastercard, kami selalui percaya bahwa pengalaman yang paling bermakna adalah pengalaman yang mampu mendekatkan seseorang dengan suatu destinasi. Indonesia telah lama menawarkan pengalaman semacam itu, ketika makanan menjadi pintu untuk mengenal lebih jauh budaya, komunitas, dan tradisi lokal.’’
Rempah-rempah Nusantara yang membumbui kuliner Indonesia. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Sebagai bagian dari rangkaian WIG 2026, Kemenpar meluncurkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries pada September 2026. Kedua publikasi ini menjadi panduan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia melalui perspektif yang berbeda namun saling melengkapi.
Indonesia Gourmet Guide, tahun ini memasuki edisi kedua, mengulas berbagai restoran terkurasi di sejumlah kota yang menjadi bagian dari penyelenggaraan program. Sementara itu, Indonesia Local Eateries memperluas cakupan hingga ke rumah makan, kedai, pasar, dan pusat kuliner yang merepresentasikan budaya makan sehari-hari masyarakat Indonesia serta kekayan kuliner yang tumbuh dan hidup di berbagai daerah.
Ketua Indonesia Gastronomy Network Vita Datau mengatakan bahwa WIG tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan lansekap kuliner Indonesia, tetapi juga untuk membangun ekosistem, termasuk mendorong peningkatan ekonomi para pelaku industri yang dapat menopang masa depan gastronomi nasional. Menurutnya, perjalanan tersebut terus berkembang dengan mengahadirkan cerita, pelaku, serta peluang baru pada setiap penyelenggaraan.
‘’Bagi kami, gastronomi bukan semata tentang apa yang tersaji di atas piring. Gastronomi adalah sebuah cara untuk memahami dari mana kita berasal, bagaimana masyarakat kita menjalani kehidupan, serta apa yang menjadikan setiap daerah di Indonesia begitu khas dan berbeda,’’ ucap Vita Datau.
Menurutnya, Indonesia Gastronomy Network berdiri atas keyakinan bahwa kekayaan budaya kuliner Indonesia layak dirasakan secara langsung, bukan sekadar dibicarakan. Dari seluruh penjuru Nusantara, setiap daerah memiliki bahan pangan, rempah, tradisi memasak, dan kisahnya sendiri yang terbentuk oleh bentang alam,sejarah, serta budaya masyarakat.
Deputi Pemasaran Kemenpar mengungkapkan, penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomy tidak hanya mengeksplorasi destinasi gastronomi yang sudah terkenal dan mapan, tetapi juga akan diselenggarakan di daerah-daerah lain. VIG 2025 diselenggarakan di Bali dan Jakarta yang menjadi melting pot kuliner Indonesia, kemudian tahun ini digelar di Yogyakarta dan Solo. VIG tahun depan, menurut rencana, mengeksplorasi destinasi gastronomi di Sumatera.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Fabien Penone menyambut baik sinergi antara WIG 2026 dan Rendez-Vuos Rasa: France-Indonesia Gastronomy Week 2026. Kerja sama ini merupakan salah satu wujud penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis, sejalan dengan komitmen yang telah dibangun oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
‘’Kerja sama antara Prancis dan Indonesia di bidang gastronomi tidak semata-mata bertujuan memperkenalkan kekayaan kuliner masing-masing negara. Lebih dari itu, kerja sama ini membangun hubungan jangka panjang antara tradisi kuliner, para profesional, dan generasi muda kedua negara, sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian dan pengembangan warisan gastronomi kita,’’ ujar Fabien.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut akan hadir dalam Six-Hands Dinner pada pembukaan WIG 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo, pada 26 September 2026. Jamuan ini mempertemukan dua chef Indonesia, Chef Degan Septoadji dan Chef Wayan Ari Wibowo, dengan Chef Stephane Carrade dari Prancis, chef peraih dua bintang Michelin.
‘’Kehadiran para chef ini akan menciptakan pertemuan istimewa antara tradisi kuliner kedua negara. Bersama-sama, kita merayakan kekayaan dan keberagaman warisan gastronomi, sekaligus mempertemukan talenta dan kreativitas untuk semakin mempererat hubungan antara Prancis dan Indonesia,’’ ujar Fabien.
Semangat tersebut juga akan hadir dalam WIG Talks dengan keterlibatan perwakilan dari Prancis sebagai pembicara.
Selain itu, kerja sama dengan Institut Francais d’Indonesie(IFI) mencakup cooking demo workshop di Politeknik Pariwisata Bali pada 25 September 2026, dan Politeknik Pariwisata Medan pada 29 September 2026, dengan menghadirkan chef dari Prancis.
‘’Karena itu, saya sangat mengapresiasi kolaborasi antara WIG dan Rendez-Vous Rasa tahun ini. Kolaborasi ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa gastronomi akan semakin bermakna ketika menjadi ruang bagi dialog, pertukaran, dan inspirasi antara kedua negara,’’ kata Fabien. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memetakan potensi dan ekosistem wisata kebugaran (wellness) sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain [more]
Tourism for Us – Taiwan merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia pada Januari-Juni 2026 mencapai 108.989 kunjungan dan menempatkan Taiwan pada urutan ke-13 negara penyumbang wisatawan ke Indonesia. Potensi pasar tersebut masih [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo kembali berjalan normal pascagempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pemantauan dan pendataan dampak di wilayah Floratama masih berlangsung untuk memastikan keselamatan wisatawan, mengidentifikasi kondisi destinasi dan fasilitas pariwisata, serta menyalurkan informasi yang cepat dan akurat kepada wisatawan maupun pelaku usaha. Pemantauan dilakukan bersama pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, pengelola bandar udara (bandara), serta pemangku kepentingan lainnya.
Water front Labuan Bajo. (Foto: Birkompublik Kemenprekraf)
Pelaku industri pariwisata, terutama operator tur lokal di Labuan Bajo, telah mengonfirmasi bahwa kegiatan pariwisata kini telah kembali normal dan tidak ada pembatalan. Meskipun perjalanan sempat dihentikan akibat gempa dan disusul peringatan tsunami, situasi saat ini menunjukkan pemulihan yang positif.
Ignas Suradin, Plt. Ketua ASTINDO NTT, mengatakan bahwa pariwisata di Labuan Bajo telah berjalan normal dan tidak ada pembatalan. Penerbangan di Bandara Komodo dan pelayaran ke Taman Nasional Komodo (TNK) seperti ke Pulau Komodo, Rinca, dan Padar juga sudah berjalan lagi.
‘’Kami bisa konfirmasikan, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo normal kembali, Kak,’’ ujar Ignas.
Ketua DPD ASITA NTTT Oyan Kristian juga menyampaikan bahwa penanganan tur wisatawan semua berjalan dengan baik pascagempa. Perjalanan wisatawan sempat ditunda karena ada peringatan tsunami, namun setelah peringatan dicabut, semua aktifitas kembali normal. Selain itu, wisatawan yang sedang melakukan perjalanan overland di Pulau Flores terpantau dalam kondisi baik dan dapat melanjutkan perjalanannya.
‘’Ada beberapa titik longsor di jalan utama Trans Flores. Pada saat gempa terjadi, terganggu akses jalan, jadi tentu saja perjalanannya terganggu. Beberapa titik jalan juga terbelah jadi memang jalur utama terputus, tapi ada jalur alternatif lainnya yang bisa digunakan jadi wisatawan overland tetap bisa berjalan,’’ kata Oyan.
Akses menuju Taman Nasional Komodo sudah dibuka kembali setelah KSOP Labuan Bajo mengizinkan aktivitas pelayaran. Aktivitas di Pelabuhan Marina Labuan Bajo berjalan normal, lancar, aman, dan kondusif. Aktivitas wisatawan di kawasan TNK juga telah kembali berjalan setelah akses pelayaran dibuka.
Penerbangan pun telah kembali berjalan normal di Bandara Komodo Labuan Bajo. Berdasarkan informasi operasional bandara, penerbangan pada 17 Agustus 2026 telah kembali berjalan, dengan tetap memperhatikan informasi dan arahan operasional maskapai. Runway, apron, serta fasilitas terminal dan layanan bandara dinyatakan aman dan beroperasi normal.
Sementara, pembatalan penerbangan masih terjadi pada sejumlah rute menuju bandara-bandara di wilayah NTT yang terdampak langsung, seperti Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Ende, Bandara Soa-Bajawa, dan Bandara Frans Sales Lega, Ruteng. Kondisi penerbangan di Flores masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan serta keputusan pengelola bandara dan operasional maskapai.
Sebagian akses jalan darat di Flores sudah dapat dilalui seperti ruas Bajawa-Ende, Ende-Moni, Ende-Maumere (KM 17), Ende-Aegela, Ruteng-Borong, Waelenga-Mborong, dan Larantuka-Maumere.
Sementara, akses darat di ruas Ruteng-Reo, Ruteng-Iteng, Trans Ende-Nagekeo, dan Ende-Arubara masih tertutup runtuhan tebing dan dalam proses pembukaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun BPOLBF sampai dengan Senin, 17 Agustus 2026, tercatat 15 hotel mengalami kerusakan ringan, 3 hotel rusak berat, dan 7 hotel tidak mengalami kerusakan, dengan Labuan Bajo sebagai pusat akomodasi. Manajemen hotel masih melakukan penilaian terhadap situasi saat ini. Sampai sekarang, tidak ada pembatalan atau pengurangan masa tinggal yang dilaporkan.
Sementara, tamu hotel yang mengalami cedera di Labuan Bajo telah dirawat di Rumah Sakit Siloam. Di Jayakarta Hotel Labuan Bajo, manajemen telah mengambil langkah untuk memindahkan tamu ke hotel lain demi menjaga keselamatan mereka.
Daya tarik wisata di Labuan Bajo tidak banyak yang ditutup. Selain TNK, Puncak Waringin dan Batu Cermin dibuka dan bisa dikunjungi, kecuali obyek wisata Goa Rangko ditutup untuk sementara.
Namun, daya tarik wisata di wilayah yang terdampak signifikan di Pulau Flores ditutup sampai dinyatakan aman untuk dibuka kembali. Obyek yang ditutup sementara, antara lain:
Desa Wisata Wae Rebo
Kampung Todo, Ruteng Pu’u, dan Liang Bua
Taman Nasional Kelimutu
Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere, ditutup berdasarkan arahan Kepala Balai Besar KSDA NTT
Sementara itu, Mercusuar Nuca Molas ditutup permanen karena teridentifikasi terjadi kerusakan pada struktur utama bangunan.
‘’Pertama-tama, kami berduka atas jatuhnya korban. Hal mendasar yang menjadi catatan untuk sektor pariwisata sendiri adalah tidak ada destinasi yang dibuka sebelum dinyatakan aman. Penutupan sementara adalah langkah mitigasi bukan penghentian aktivitas pariwisata,’’ ujar Andhy M.T. Marpaung, Plt. Direktur Utama BPOLBF, dalam pernyataan tertulis.
Informasi mengenai kondisi destinasi, akomodasi, aksesibilitas, transportasi, dan fasilitas pendukung terus dihimpun dan diperbarui berdasarkan perkembangan di lapangan. BPOLBF mengimbau wisatawan dan pelaku usaha pariwisata mengikuti informasi resmi dari pemerintah, pengelola destinasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pihak berwenang lainnya, khususnya terkait potensi gempa susulan dan perubahan kondisi aksesibilitas.
‘’Masa tanggap darurat masih berjalan hingga 28 Agustus 2026 dan pendataan di beberapa wilayah masih terkendala jaringan komunikasi. Kami tidak akan berhenti pada laporan hari ini. BPOLBF akan terus memperbarui informasi sampai kondisi seluruh wilayah Floratama benar-benar terpetakan,’’ jelas Andhy.
BPOLBF mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk mengutamakan keselamatan, melakukan penilaian/peninjauan terhadap fasilitas masing-masing, memastikan wisatawan memperoleh informasi yang benar, serta segera melaporkan kondisi atau kebutuhan yang memerlukan koordinasi lanjutan.
BPOLBF juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah, tenaga medis, pelaku usaha, pengelola destinasi, masyarakat, serta pihak-pihak yang terus memberikan dukungan bagi wisatawan dan masyarakat terdampak.
Untuk memperoleh informasi kondisi destinasi dan aktivitas pariwisata di Floratama, wisatawan dan pemangku kepentingan dapat menghubungi narahubung BPOLBF melalui Whatsapp/Hotline 0811-3879-4555. ***( Yun Damayanti)
Tourism for Us – Bali menyambut baik kehadiran talenta, inovasi, dan investasi global yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Untuk itu, Pulau Dewata memerlukan investor yang memiliki visi jangka panjang, menghargai budaya Bali, menjaga kelestarian lingkungan, menciptakan lapangan kerja, dan menjalin kemitraan dengan komunitas [more]
Tourism for Us – Indonesia akan menggelar Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026, marketplace pertama bagi industri meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE). Ajang yang akan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 28-31 Juli 2026 akan mempertemukan pemerintah, asosiasi, pelaku industri, pembeli domestik [more]
Tourism for Us – Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) memperbarui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). KBLI 2025 merupakan penyempurnaan dari KBLI 2020. Penyempurnaan dilakukan dengan menyesuaikan pekembangan dunia usaha, teknologi, dan model bisnis baru. Melalui pembaruan ini, pemerintah ingin memastikan klasifikasi usaha semakin relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Penyusunan KBLI 2025 mengacu pada International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) Revision 5 yang direkomendasikan oleh Komisi Statistik Perserikatan Bangsa-bangsa (UNSC) pada 11 Maret 2024. Perubahan dalam KBLI 2025 adalah sebagai berikut:
Jumlah kategori dalam struktur KBLI 2025 bertambah menjadi 22 kategori A-V. Sebelumnya, dalam KBLI 2020 terdiri dari 21 kategori A-U.
KBLI 2025 terdiri atas 87 golongan pokok, 257 golongan, 519 sub golongan, dan 1.560 kelompok. Seluruh rincian ini tercantum dalam lampiran Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025.
Secara umum, KBLI 2025 telah terintegrasi ke dalam sistem Online Single Submission Risk-Bases Approach (OSS RBA). Integrasi ini menghadirkan sejumlah penyesuaian struktur dan substansi klasifikasi usaha.
Penyesuaian ini meliputi pola one to many dan many to one. Pola one to many yakni satu kode KBLI dipecah menjadi beberapa kode KBLI baru agar cakupan kegiatan usaha lebih spesifik. Sementara, pola many to one adalah penggabungan beberapa kode KBLI menjadi satu kode untuk menyederhanakan klasifikasi.
KBLI 2025 juga mencakup penyesuaian judul dan uraian kegiatan guna memperjelas ruang lingkup usaha, pemindahan kode ke kategori yang lebih tepat sesuai dengan karakter kegiatan, serta penghapusan maupun penambahan kode KBLI baru.
BPS menerangkan bahwa pelaku usaha yang diwajibkan melakukan penyesuaian KBLI 2025 melalui OSS dapat menjalani proses transisi secara otomatis sepanjang tidak terdapat perubahan cakupan aktivitas atau ekspansi usaha. Pelaku usaha juga tidak perlu melakukan perubahan akta perusahaan atau perizinan apabila memang tidak ada perubahan cakupan aktivitas berusaha
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mendorong pelaku industri pariwisata memahami dan memanfaatkan implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025 untuk memperkuat kepastian usaha, meningkatkan kualitas layanan perizinan, dan menciptakan iklim investasi yang lebih baik.
‘’Pembaruan ini bukan sekedar perubahan kode klasifikasi usaha, tetapi juga menjadi landasan untuk mewujudkan data yang semakin terintegrasi, meningkatkan kapastian hukum, memperkuat kualitas layanan perizinan, serta memastikan perkembangan model bisnis di sektor pariwisata dapat terakomodasi secara lebih tepat,’’ ujar Wamenpar Ni Luh Puspa dalam acara ‘’Sosialisasi Transformasi KBLI Pariwisata 2025 ke dalam Pelaksanaan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang terintegrasi melalui sistem OSS’’ di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Sektor pariwisata membutuhkan tata kelola yang semakin baik, termasuk sistem perizinan yang mudah diakses, adaptif terhadap perkembangan usaha, dan mampu menciptakan iklim investasi yang sehat.
‘’Dalam konteks ini, transformasi KBLI 2025 menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menyempurnakan sistem perizinan berusaha berbasis risiko yang terintegrasi melalui OSS atau Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik,’’ kata Wamenpar.
Wamenpar Ni Luh berharap kegiatan sosialisasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai implementasi KBLI 2025 di sektor pariwisata.
‘’Kesamaan pemahaman ini menjadi modal penting agar implementasi kebijakan dapat berjalan efektif dan konsisten serta memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha. Kami dari pemerintah juga dapat terus memperkuat sinergi dalam mengawal implementasi KBLI Pariwisata 2025,’’ tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, ‘’Pelaku usaha tidak perlu melakukan perubahan akta perusahaan atau perizinan apabila memang tidak ada perubahan cakupan aktivitas berusaha. Perubahan akan dilakukan secara otomatis dalam sistem Ditjen AHU dan sistem OSS yang mengacu pada tabel konverssi KBLI 2025.’’
Kepala BPS juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Menteri Hukum, dan Kepala BPS pada awal 2026. SE Bersama ini diterbitkan untuk memberikan kepastian hukum dan mendukung kelancaran berusaha bagi seluruh pemangku kepentingan dalam penggunaan dan implementasi KBLI 2025.
Selain itu, BPS juga menyosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai salah satu mekanisme pengumpulan data perekonomian yang dilaksanakan setiap 10 tahun sejak 1986. Sensus ekonomi mencakup pendataan lengkap seluruh pelaku usaha pada berbagai lapangan usaha dengan jaminan kerahasiaan data sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menyediakan data mutakhir mengenai struktur ekonomi dan karakteristik usaha, termasuk di sektor pariwisata.
Bagi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), data tersebut akan menjadi landasan penting dalam perumusan dan pelaksanaan berbagai program prioritas. Data Sensus Ekonomi 2026 juga akan mendukung penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, adaptif, dan berbasis bukti. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Perekonomian nasional Indonesia berharap sektor pariwisata dapat menjadi pilar utama pada 2027. Pemerintah menetapkan target ambisius terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus), belanja wisatawan, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang hampir mencapai 5 persen. [more]