Tourism for Us – La Maison De L’Indonesie (LMDI) telah berperan penting dalam memperkenalkan kuliner Indonesia di Village International de la Gastronomie (VIG) selama satu dekade. VIG, sebagai ajang diplomasi gastronomi internasional yang diakui di Prancis, menjadi platform strategis untuk menampilkan kekayaan cita rasa dan [more]
Tourism for Us – International Women’s Coffee Alliance France (IWCA France) akan resmi diluncurkan pada 12 September 2026 bersamaan dengan Village International de la Gastronomie 2026 di Place de la Concorde di Paris, Perancis. Blanca Castro, Presiden Internasional IWCA, akan melakukan perjalanan ke Paris untuk [more]
Tourism for Us – Jalur Sutra dan Jalur Rempah mewakili lebih dari sekadar sejarah jaringan perdagangan. Jalur-jalur ini berfungsi sebagai saluran utama untuk penyebaran pengetahuan, teknik, dan praktik budaya, yang secara mendalam membentuk tradisi kuliner di berbagai benua.
(Foto: LMDI)
Kilas balik ke abad 2 SM. Para pedagang Austronesia dari Nusantara telah aktif memperdagangkan cengkeh dan pala dari Maluku hingga ke India, Arab, dan Romawi. Selanjutnya, pada masa Dinasti Tang antara abad ke-7 hingga ke ke-9 M, terjadi integrasi antara Jalur Rempah Nusantara dan Jalur Sutra Tiongkok, yang membuat perdagangan menjadi lebih masif. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga memperlancar lalu lintas orang, terutama di wilayah Nusantara.
Pertukaran budaya yang terjadi seiring dengan perdagangan ini turut memperkaya kuliner lokal. Budaya kuliner Tiongkok berasimilasi dengan kekayaan rempah-rempah Nusantara, menciptakan kombinasi yang unik. Di abad Milenial, kedua tradisi kuliner ini bertemu lagi di Perancis, yang dikenal sebagai kiblat gastronomi dunia, dan membawa pengalaman kuliner ke tingkat yang lebih tinggi.
Asosiasi Budaya dan Media Perancis-Tiongkok (ACMFC) menggelar seminar bertajuk ‘’DELICIEUSES ROUTES DE LA SOIE, une recontre entre la Chine, l’Indonesie et la France’’ (Jalan Sutra yang Lezat, Sebuah Pertemuan antara Cina, Indonesia, dan Perancis), Selasa (5/5/206), di Foire de Paris, agar publik di Perancis lebih memahami budaya kuliner yang dibawa dalam dua jalur perdagangan yang menjadi cikal bakal jalur perdagangan modern.
Seminar ini mengangkat tema keterkaitan antara gastronomi, perjalanan, transmisi budaya serta dialog antarbangsa. Melalui perspektif yang beragam namun saling melengkapi, para pembicara mengajak publik untuk memahami bagaimana masakan, cita rasa, dan kuliner mampu menjadi jembatan otentik antarperadaban – menghubungkan Jalur Sutra dan Jalur Rempah hingga ke Perancis.
Seminar ini menghadirkan tiga pakar internasional dari Tiongkok, Indonesia, dan Perancis yakni, Dan Jin dari Asosiasi Kebudayaan Perancis-Tiongkok dan Perpustakaan Media, Eka Moncarre, Founder La Maison De L’Indonesie, dan Sophie Brissaud, seorang jurnalis gastronomi dan anggur (wine) Perancis.
Sophie Brissaudmengatakan bahwa secara lebih dalam jalur-jalur ini menyoroti proses pertukaran budaya dan hibridisasi yang mendasari pembentukan identitas gastronomi. Hal ini mengingatkan kita bahwa kuliner, pada dasarnya, adalah bahasa universal—lahir dari pertemuan, adaptasi, dan transmisi.
‘’From this perspective, French gastronomy should not be viewed as a closed system, but rather as a dynamic and evolving space, historically enriched by external influences. The introduction of spices, new ingredients, and culinary methods has continuously expanded its repertoire, contributing to both its development and its global prestige,’’ ujar Brissaud.
Bahkan hingga hari ini, warisan-warisan ini tetap bertahan. Gastronomi kontemporer di Perancis terus berkembang melalui keterbukaannya terhadap dunia, menegaskan kembali kapasitasnya untuk berinovasi sambil tetap berakar pada sejarah pertukaran yang kaya.
Sementara, Eka Moncarre mengungkapkan bahwa kehadiran Indonesia di seminar ini diharapkan dapat semakin memperluas pengenalan rempah Indonesia di dunia internasional, dan mendorong pengakuan Jalur Rempah Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO.
Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program Silk Road Reborn (SiRoRe) 2026, la Route de la Soie Reinventee, yang berlangsung pada 30 April – 11 Mei 2026 di Foire de Paris. Program yang diselenggarakan oleh ACMFC ini didedikasikan untuk memperkuat dialog lintas budaya, warisan kuliner,dan eksplorasi imajinasi Jalur Sutra dalam konteks modern. ACMFC adalah sebuah lembaga nirlaba yang didirikan di Paris pada tahun 2014 dan diakui oleh pemerintah Perancis.
La Maison De L’Indonesie (LMDI) mendapat kehormatan besar sebagai pembicara di forum ini karena dinilai aktif dalam mempromosikan budaya dan gastronomi Indonesia di Perancis dengan berbagai inovasinya untuk mempekenalkan kekayaan kuliner Nusantara. Oleh karena itu, LMDI dipercaya untuk mewakili Indonesia meskipun bukan perwakilan resmi dari Pemerintah Republik Indonesia.
‘’Kami tentu sangat bangga bisa berpartisipasi dalam forum bergengsi ini karena ini menjadi sebuah pengakuan atas peran dan kontribusi nyata kami untuk memperkenalkan kuliner dan rempah-rempah Indonesia,’’ kata Eka, seorang diaspora Indonesia yang telah bermukim di Perancis lebih dari 30 tahun.
LMDI dibangun dengan konsep 1-stop place, di mana orang lain bisa melihat dan merasakan langsung produk-produk dari Indonesia di coffee shop dan toko butiknya, serta terlibat dalam berbagai kegiatan budaya Indonesia di galerinya. Selain itu, Eka menerbitkan sebuah buku budaya dan gastronomi Indonesia berjudul L’Indonesie a la Maison akhir tahun lalu dan buku itu memenangkan penghargaan bergengsi Gourmand Awards 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Buku tersebut mengangkat kisah sejarah dan kekayaan jalur rempah Indonesia. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kopi dan jamu khas Indonesia berhasil memikat sekitar 300 undangan VIP yang menghadiri Food Influencers Awards, Minggu (26/4/2026), di Royal Residence Kedutaan Besar Mesir di Paris, Perancis. Khusus untuk acara ini, La Maison De L’Indonesie (LMDI), salah satu mitra resmi acara, [more]
Tourism for Us – Perancis punya budaya makanan yang sangat kuat, tapi cara orang menemukan restoran atau resep baru sekarang lebih banyak lewat media sosial (medsos). Ulasan di koran dan Michelin tetap ada tetapi keputusan mereka ‘’mau makan di mana hari ini’’ lebih sering dipicu [more]
Tourism for Us – Buku masak ‘’Indonesia at Home’’ (L’Indonesie a la Maison) meraih tiga penghargaan sekaligus di The Gourmand World Cookbook Awards 2025. Pengumuman dan penyerahan penghargaan tersebut berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, di Riyadh, Arab Saudi. Penghargaan dari ajang bergengsi ini semakin memperkuat posisi diplomasi gastronomi Indonesia di panggung internasional.
(Foto: LMDI)
Buku masak Indonesia at Home diumumkan sebagai pemenang pada The Gourmand World Cookbook Awards 2025. Selain itu, buku ini juga menyabet penghargaan sebagai The Best Cookbook in Asia, mengalahkan buku kuliner dari Jepang, Malaysia, Korea Selatan, dan Vietnam; dan The Best Cookbook Bilingual, mengalahkan buku masak dari Bulgaria, Guatemala, Jordania, Amerika Serikat, dan Uzbekistan. Buku masak yang disusun oleh Eka Moncarre, Founder La Maison de L’Indonesie Paris (House of Indonesia Paris/LMDI), ditulis dalam dua bahasa yakni bahasa Inggris dan Perancis.
Penyelenggara The Gourmand World Cookbook Awards 2025 mengundang Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad sebagai tamu kehormatan. Dubes RI memberikan kata sambutan pada upacara penyerahan penghargaan prestisius ini.
Indonesia at Home setebal 270 halaman bukan hanya sekedar buku resep masakan Indonesia, tetapi juga buku yang memperkenalkan budaya, tradisi dan produk-produk terbaik Indonesia. Buku ini mengajak para pembaca untuk menjelajahi cita rasa Indoneisa, warna, dan kehangatan kuliner Nusantara.
The Gourmand World Cookbook Awards 2025 diikuti oleh lebih dari 100 negara. Pencapaian ini otomatis membuat kuliner Indonesia menjadi semakin tekenal di mata dunia.
Eka mengungkapkan rasa haru dan bangga bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, dan perjuangannya yang tak pernah lelah untuk memperkenalkan gastronomi Indonesia akhirnya diakui dunia.
Dalam pernyataan tertulis, pendiri La Maison de L’Indonesie Paris mengatakan bahwa melalui tiga penghargaan di tingkat internasional ini membuktikan betapa pentingnya gastro-diplomacy untuk kemajuan Indonesia. Dia pun berharap agar penghargaan ini menjadi titik awal pelestarian kuliner Nusantara sebagai warisan budaya bangsa Indonesia dan semangat melestarikannya dapat terus ditingkatkan.
Penyelenggaraan The Gourmand World Cookbook Awards 2025, atau dikenal juga dengan The Gourmand Awards, bertepatan dengan perayaan edisi ke-30. Untuk merayakan pencapaian ini, penyelenggara berkolaborasi dengan Saudi Feast Food Festival yang digelar pada tanggal 27 hingga 30 November 2025 di Riyadh, Arab Saudi.
The Gourmand World Cookbook Awards 2025 didirikan Edouard Cointreau, pendiri sekolah masak bergengsi Cordon Bleu, pada tahun 1995. Selama 30 tahun, The Gourmand Awards menjadi kompetisi bergengsi untuk buku kuliner internasional. Penghargaan ini didapuk sebagai ‘Oscar’-nya buku kuliner internasional.
Jaringan internasional The Gourmand Awards meliputi 205 negara peserta dan merupakan satu-satunya kompetisi internasional untuk konten budaya kuliner. Setiap tahun, kompetisi ini memberikan penghargaan kepada buku-buku terbaik, cetak maupun digital, serta acara televisi dan media sosial tentang kuliner. Kompetisi ini gratis dan terbuka untuk semua bahasa. Acara ini juga menjadi ajang kesempatan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh terkemuka di sektor gastronomi/kuliner seperti penerbit, penulis, chef, dan jurnalis terhebat dari seluruh dunia yang hadir untuk menunjukkan karya mereka dan membangun jejaring. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia at Home menjadi solusi bagi mereka yang mencari buku masak Indonesia yang mendalam, terutama di kalangan orang-orang asing. Kontennya tidak hanya mencakup 100 resep masakan keluarga yang otentik, tetapi juga menyajikan perjalanan cerita dan budaya masyarakat Indonesia. Buku ini akan [more]
Tourism for Us – Seiring dengan jumlah pengunjung yang luar biasa ke Village International de la Gastronomie (VIG) 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengunjung yang datang ke tenda Indonesia juga luar biasa banyaknya. Ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia semakin di kenal oleh masyarakat internasional. ‘’Tahun ini [more]
Tourism for Us – Masyarakat Perancis telah berhasil menciptakan budaya konsumsi kopi dan cokelat yang unik, yang kemudian diadopsi oleh banyak negara lain dan menjadi bagian dari gaya hidup global. Meskipun, Perancis bukanlah negara dengan konsumsi kopi dan cokelat terbesar di dunia.
Banyak orang di luar negeri yang belum menyadari bahwa kopi dan cokelat berkualitas tinggi bahan bakunya berasal dari Indonesia, termasuk di Perancis. Mereka tidak mengetahui bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen kopi dan kakao terbesar di dunia. Oleh karena itu, penting untuk terus mempromosikan kopi dan cokelat Indonesia agar lebih dikenal dan dihargai di pasar internasional.
Tamu-tamu di acara wisuda sekolah gastronomi Ferrandi, Paris, diajak mengenal dan mencicipi kopi dan cokelat Indonesia. (Foto: LMDI)
Maka dari itu, La Maison De L’Indonesie (LMDI/Rumah Indonesia) di Paris selalu mempromosikan kopi Indonesia sejak tahun 2020 dengan membuka Coffee Shop Indonesia pertama di Paris. Coffee Shop ini menyajikan Indonesian Specialy Coffee. Mereka bekerja sama dengan petani-petani kopi di Indonesia dan me-roasting biji kopinya di Paris. Hal ini dilakukannya agar masyarakat Perancis mengenal cita rasa asli kopi Indonesia yang sangat beragam namun tetap sesuai dengan selera mereka.
‘’Semua ini kami lakukan secara mandiri dan bertujuan untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia. Selain itu juga untuk membawa kopi-kopi terbaik Indonesia untuk dikenal di dunia,’’ ujar Eka Moncarre, Pendiri dan Direktur La Maison De L’Indonesie.
La Maison De L’Indonesie baru-baru ini dipilih sebagai mitra untuk menyajikan kopi-kopi terbaik Indonesia kepada 500 tamu undangan yang hadir di acara Garden Party pada hari wisuda untuk Program International Ferrandi, sekolah gastronomi terkenal dan terbaik di Perancis. Event wisuda tersebut dihadiri oleh orang-orang dari lebih dari 25 negara.
Semua pengunjung sangat menikmati cita rasa kopi Indonesia yang disajikan, seperti Arabika Lintong, Robusta Malang, Arabika Bali, Arabika Ijen, Arabika Mandailing, Arabika Jawa Barat, Arabika Gayo, Robusta Temanggung, dan Robusta Rejang Lebong. Selain itu, LMDI juga membawa kopi Arabika Toraja, Arabika Papua, Arabika Kerinci, serta Robusta Pagar Alam.
Para pengunjung pun diajak untuk mengenal cita rasa cokelat Indonesia. LMDI membawa produk cokelat gula aren gorontalo dari JIKA Chocolat, dan cokelat Papua single origin beserta biji kakao yang didatangkan langsung dari Papua.
Eka berharap, dengan promosi terus-menerus akan membuat kopi Indonesia, juga cokelatnya, semakin dikenal dunia. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Promosi gastronomi Indonesia akan kembali hadir di Village International de la Gastronomie pada 11-14 September 2025 di Paris, Perancis. La Maison De L’Indonesie (LMDI) memastikan partisipasi Indonesia di ajang event diplomasi gastronomi internasional tahunan yang dipatroni oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron. [more]