Tourism for Us – Jalur Sutra dan Jalur Rempah mewakili lebih dari sekadar sejarah jaringan perdagangan. Jalur-jalur ini berfungsi sebagai saluran utama untuk penyebaran pengetahuan, teknik, dan praktik budaya, yang secara mendalam membentuk tradisi kuliner di berbagai benua. Kilas balik ke abad 2 SM. Para [more]
Tourism for Us – Kopi dan jamu khas Indonesia berhasil memikat sekitar 300 undangan VIP yang menghadiri Food Influencers Awards, Minggu (26/4/2026), di Royal Residence Kedutaan Besar Mesir di Paris, Perancis. Khusus untuk acara ini, La Maison De L’Indonesie (LMDI), salah satu mitra resmi acara, [more]
Tourism for Us – Perancis punya budaya makanan yang sangat kuat, tapi cara orang menemukan restoran atau resep baru sekarang lebih banyak lewat media sosial (medsos). Ulasan di koran dan Michelin tetap ada tetapi keputusan mereka ‘’mau makan di mana hari ini’’ lebih sering dipicu video berdurasi 30 detik di platform TikTok.
Jamu, salah satu kekayaan kuliner Nusantara yang terus berkembang, baik dalam kemasan maupun inovasi rasa. (Foto: Yun Damayanti)
Resep praktis dan ulasan jujur dalam format video pendek terasa lebih otentik dibandingkan dengan iklan tradisional. Konten para pemengaruh (influencer) dianggap sebagai kesaksian, bukan iklan. Influencer bisa mendorong traffic, reservasi, dan penjualan.
Food influencer menjadi sumber rekomendasi nomor satu, di atas Google review. Sekitar 72 persen konsumen Perancis di rentang usia 18-35 tahun menemukan restoran baru lewat medsos, dan sekitar 48 persen pengguna medsos mengikuti food influencer. Saat ini, influencers menjadi salah satu pilar utama marketing gastronomi.
Sebuah kebanggaan bahwa kekayaan kuliner Indonesia kembali mendapat sorotan di panggung internasional melalui kehadiran kopi Nusantara dan jamu tradisional dalam ajang prestisius Food Influencers Awards yang digelar setiap tahun di Paris, Perancis. Kehadiran Indonesia pada acara bergengsi tersebut dibawa oleh La Maison De L’Indonesie (LMDI) sebagai bagian dari promosi budaya dan kuliner Tanah Air di Eropa.
Food Influencers Awards tahun ini memasuki edisi ke-5 dan akan digelar pada Minggu, 26 April 2026, di Royal Residence Kedutaan Besar Mesir di Perancis. Acara penghargaan diyakini akan menghadirkan suasana elegan bagi para tamu undangan dan pecinta kuliner.
Food Influencers Awards dikenal sebagai salah satu acara bergengsi di Perancis yang memberikan penghargaan kepada para influencer dan kreator konten (content creator) terbaik di bidang gastronomi, digital, dan gaya hidup (lifestyle). Ajang ini menjadi titik temu para tokoh berpengaruh di industri kuliner dan media sosial, sekaligus ruang ekslusif untuk merayakan inovasi, kreativitas, dan tren terbaru di dunia gastronomi.
LMDI akan menghadirkan pengalaman rasa khas Indonesia melalui sajian kopi Nusantara dan jamu tradisional. Kesempatan itu akan dimanfaatkan untuk menunjukkan kekayaan kopi dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki karakter unik, serta minuman herbal tradisional yang telah diwariskan turun-temurun, seperti kunyit asam, beras kencur, dan jahe.
Eka Moncarre, Founder La Maison De L’Indonesie, dalam pernyataan tertulis mengatakan bahwa partisipasi LMDI di ajang ini diharapkan dapaat menjadi jendela budaya yang memperkenalkan cita rasa otentitk Nusantara kepada masyarakat internasional, khususnya publik Perancis yang dikenal memiliki apresiasi tinggi terhadap seni kuliner.
Kehadiran kopi dan jamu Indonesia di Food Influencers Awards Paris juga menjadi simbol semakin luasnya pengakuan dunia terhadap warisan kuliner Indonesia. Melalui momentum ini, LMDI menujukkan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan dalam menembus pasar global. Dengan tampil di salah satu acara kuliner paling bergengsi di Perancis, kopi Nusantara dan jamu tradisional Indonesia siap memikat para tamu undangan sekaligus memperkuat citra Indonesia di kancah internasional.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Buku masak ‘’Indonesia at Home’’ (L’Indonesie a la Maison) meraih tiga penghargaan sekaligus di The Gourmand World Cookbook Awards 2025. Pengumuman dan penyerahan penghargaan tersebut berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, di Riyadh, Arab Saudi. Penghargaan dari ajang bergengsi ini semakin [more]
Tourism for Us – Indonesia at Home menjadi solusi bagi mereka yang mencari buku masak Indonesia yang mendalam, terutama di kalangan orang-orang asing. Kontennya tidak hanya mencakup 100 resep masakan keluarga yang otentik, tetapi juga menyajikan perjalanan cerita dan budaya masyarakat Indonesia. Buku ini akan [more]
Tourism for Us – Seiring dengan jumlah pengunjung yang luar biasa ke Village International de la Gastronomie (VIG) 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengunjung yang datang ke tenda Indonesia juga luar biasa banyaknya. Ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia semakin di kenal oleh masyarakat internasional.
Tenda Indonesia di VIG 2025 tidak hanya dikunjungi masyarakat tetapi juga pejabat dari lembaga/organisasi internasional. (Foto: LMDI)
‘’Tahun ini luar biasa pengunjungnya, jauh lebih baik dan lebih banyak yang beli. Bagus sekali,’’ kata Eka Moncarre, pendiri La Maison De L’Indonesie (LMDI) di Paris.
Village International de la Gastronomie 2025 baru saja berlangsung pada 11-14 September 2025 di bawah Menara Eiffel, tepatnya di Quai Jacques Chirac di tepi Sungai Seine, Paris, Perancis. Pada keikutsertaan di tahun ke-7, Indonesia yang diwakili oleh La Maison De L’Indonesie di Paris, kembali menghadirkan Indonesian street food dan produk-produk terbaik dari Indonesia seperti kopi, cokelat, teh, dan rempah-rempah, serta kerajinan tangan.
Pada akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu, pengunjung VIG menikmati penampilan budaya Nusantara yang dibawakan oleh diaspora Indonesia di Perancis. Penampilan budaya yang ditampilkan tahun ini adalah tari Burung Enggang dari Dayak, tari Lengger Sekat Melati dari Banyumas, Jawa Tengah, dan silat kalimantan yang diperagakan oleh kelompok Pukulan Patikaman Borneo Perancis. Selain itu, peragaaan busana yang menampilkan kebaya dan kain-kain tradisional dari berbagai daerah, diantaranya kain tenun dari Nusa Tenggara Timur.
Penampilan budaya itu merupakan hasil kolaborasi LMDI dengan Asosiasi Khatulistiwa, yakni asosiasi budaya Indonesia di Paris yang dibentuk oleh Ary Drean, seorang diaspora Indonesia di Perancis, dan Pukulan Patikaman Borneo Perancis.
VIG adalah satu-satunya acara gastro-diplomasi internasional terbesar di Perancis yang didedikasikan untuk masakan tradisional dan populer dari setiap negara. Setiap tahun acara ini menyambut lebih dari 40.000 pengunjung untuk mencoba produk-produk terbaik dari setiap negara dan mencicipi makanan tradisionalnya.
VIG 2025 diikuti oleh 62 negara. Selain itu, institusi gastronomi dan kuliner daerah Perancis turut hadir sehingga membuat VIG tahun ini lebih semarak dan menarik untuk dikunjungi. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Masyarakat Perancis telah berhasil menciptakan budaya konsumsi kopi dan cokelat yang unik, yang kemudian diadopsi oleh banyak negara lain dan menjadi bagian dari gaya hidup global. Meskipun, Perancis bukanlah negara dengan konsumsi kopi dan cokelat terbesar di dunia. Banyak orang di [more]
Tourism for Us – Promosi gastronomi Indonesia akan kembali hadir di Village International de la Gastronomie pada 11-14 September 2025 di Paris, Perancis. La Maison De L’Indonesie (LMDI) memastikan partisipasi Indonesia di ajang event diplomasi gastronomi internasional tahunan yang dipatroni oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron. [more]
Tourism for Us – Indonesia masih menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan asal Perancis, berkat keindahan alamnya yang memukau, budaya yang kaya, serta keramahan penduduknya. Namun, untuk mempertahankan posisi ini, penting untuk terus melakukan promosi terhadap destinasi-destinasi yang ada. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah menjalin kerja sama dengan operator tur Perancis yang tengah merayakan ulang tahun ke-20 mereka. Melalui kolaborasi ini, Indonesia dapat memanfaatkan jaringan dan pengalaman operator tur tersebut untuk memperkenalkan paket wisata yang menarik dan sesuai dengan selera wisatawan Perancis.
Promosi ekslusif pariwisata Indonesia dalam perayaan 20 tahun Shanti Travel, salah satu operator tur asal Perancis yang telah mendatangkan banyak tamu ke Indonesia. (Foto: LMDI)
Eka Moncarre, pendiri La Maison De L’Indonesie (LMDI/Rumah Indonesia Paris), dalam pernyataan tertulisnya mengatakan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi La Maison De L’Indonesie ditunjuk sebagai mitra perayaan 20 tahun Shanti Travel, operator tur Perancis spesialis Asia, dan sudah banyak mendatangkan tamu-tamu dari Perancis ke Indonesia.
Perayaan hari jadi ke-20 Shanti Travel berlangsung di sebuah kapal pesiar yang sedang bersandar di Sungai Seine, Paris, Kamis (10/4/2025), waktu setempat. Sekitar 200 orang menghadiri acara tersebut. Di antara tamu undangan juga hadir para mitra kerja dan wisatawan yang pernah bepergian dengan operator tur ini.
Shanti Travel menampilkan tiga corner dari empat negara yang merupakan Top Destination-nya, yaitu Indonesia, Thailand, India, dan Jepang dalam merayakan hari jadinya. Setiap negara menampilkan masing-masing makanan khasnya. Di acara ini, LMDI menyajikan nasi goreng, sembilan kopi indonesia dari sembilan daerah, jamu kunyit asam dan jahe, dan empat macam cokelat indonesia.
LMDI selaku event organizer perayaan hari jadi Shanti Travel juga menghadirkan penyanyi diaspora Indonesia di Paris yang membawakan lagu-lagu dangdut dan menggelar corner massage indonesia di mana pengunjung bisa menikmati pijat tradisional selama 10 menit.
Perayaan hari jadi sebuah perusahaan perjalanan yang telah membawa banyak wisatawan Perancis menjelajahi Indonesia merupakan momen untuk memperkenalkan budaya Indonesia, seperti seni, kuliner khas, dan destinasi unggulan, sehingga dapat menarik lebih banyak perhatian dan minat dari pasar wisatawan Perancis.
Dengan strategi promosi yang tepat dan kerja sama yang solid, Indonesia dapat terus menjadi destinasi favorit bagi wisatawan Perancis. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Shanti Travel
Shanti Travel berdiri pada tahun 2005. Para pendirinya, Jeremy Grasset dan Alexandre Lebeuan, adalah travel enthusiasts yang percaya pada pengalaman perjalanan otentik. Operator tur ini dibangun dari kecintaan dan pengalaman perjalanan Jeremy pada budaya India dan perjalanan petualangan Alexandre di gurun Rajasthan dan pegunungan Himalaya. Bersama-sama, mereka mengadaptasi kesuksesan model perjalanan yang dikembangkan di India ke destinasi-destinasi lain di Asia, termasuk Indonesia.
Pengalaman langsung mempengaruhi keotentikan pengalaman perjalanan. Selain kantor pusat di Paris, Shanti Travel juga membuka kantor-kantor agensi lokal yang saat ini ada di New Delhi, India; Kolombo, Sri Langka; Bali, Indonesia; Hanoi, Vietnam; Manila, Filipina; dan Tokyo, Jepang. Agensi-agensi lokal itu didukung oleh total 59 ahli perjalanan (travel experts) yang menjadi fasilitator dan didorong oleh visi keberlanjutan yang sama.
Visi Shanti Travel memfasilitasi pertemuan antara tamu dan tuan rumah untuk memberikan dampak positif bagi keduanya. Dalam membuat produk-produk perjalanannya, operator tur ini mengutamakan penghormatan terhadap daerah dan penghuninya, baik warga lokal maupun faunanya.
Di dalam situsnya dijelaskan bahwa mereka memilih akomodasi dan penyedia jasa aktivitas yang menghormati lingkungan dan warga lokal. Mereka pun berkolaborasi dengan mitra-mitra yang berkomitmen pada perlindungan hewan serta mendukung beberapa asosiasi sosial dan lingkungan.
Selain itu, operator tur ini aktif berpartisipasi dalam upaya mengurangi atau menetralisasi efek rumah kaca dalam setiap produk perjalanannya. Bahkan, mereka juga merilis laporan tahunan dari kegiatan kontribusi pengurangan jejak karbonnya.
Travel and local experts dengan pengetahuan mendalam terhadap destinasi sudah mengetes pelayanan yang diberikan. Mereka dapat diandalkan untuk mendukung, memberikan saran-saran, dan menolong guna memastikan pengalaman perjalanan imersif dan otentik. Mereka semua juga menguasai bahasa perancis.
Shanti Travel memastikan tamu-tamunya tidak hanya ditunjukkan keindahan alam, budaya, dan sejarah, tetapi juga akan bertemu dengan warga lokal yang memperkaya pengalaman perjalanan mereka. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Dalam rangka memperkenalkan rempah dan cokelat Indonesia, La Maison De L’Indonesie (LMDI/Rumah Indonesia Paris) bekerja sama dengan berbagai pihak di Perancis. Kerja sama terbaru adalah dengan empat Centres Loisirs (tempat penitipan anak) di Paris. Kegiatannya berupa workshop memperkenalkan rempah-rempah dan cokelat [more]