Tourism for Us – Promosi destinasi Indonesia akan berlangsung tanpa henti selama delapan hari di Paris, dimulai pada 10 September 2026. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pelaku industri pariwisata, diaspora Indonesia di Prancis, serta komunitas internasional. Kegiatan promosi ini sejalan dengan beberapa [more]
Tourism for Us – La Maison De L’Indonesie (LMDI) telah berperan penting dalam memperkenalkan kuliner Indonesia di Village International de la Gastronomie (VIG) selama satu dekade. VIG, sebagai ajang diplomasi gastronomi internasional yang diakui di Prancis, menjadi platform strategis untuk menampilkan kekayaan cita rasa dan [more]
Tourism for Us – International Women’s Coffee Alliance France (IWCA France) akan resmi diluncurkan pada 12 September 2026 bersamaan dengan Village International de la Gastronomie 2026 di Place de la Concorde di Paris, Perancis. Blanca Castro, Presiden Internasional IWCA, akan melakukan perjalanan ke Paris untuk acara penting ini. IWCA France juga akan berpartisipasi dalam Paris Coffee Show.
(Foto: IWCA France)
IWCA France adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi, profesional, dan sosial perempuan di seluruh rantai nilai kopi. Organisasi ini didirikan pada 18 Mei 2026 berdasarkan Undang-Undang Perancis tahun 1901.
IWCA France menjadi cabang Perancis dari International Women’s Coffee Alliance (IWCA), sebuah jaringan global yang hadir di lebih dari 40 negara. Misinya adalah untuk memajukan pemberdayaan ekonomi, profesional, dan sosial perempuan di seluruh rantai nilai kopi, baik di Perancis maupun secara internasional.
IWCA hadir untuk meningkatkan kepemimpinan perempuan di industri kopi. Perempuan mencakup hingga 70% dari tenaga kerja kopi global dan memainkan peran penting di setiap tahap rantai nilai kopi—mulai dari budidaya dan panen hingga pengolahan, perdagangan, pemanggangan, dan ritel. Namun, perempuan terus menghadapi hambatan dalam mengakses kepemilikan lahan, pembiayaan, pelatihan teknis, peluang kepemimpinan, dan posisi pengambilan keputusan. IWCA France menciptakan platform untuk dialog, kolaborasi, pendidikan, dan pengembangan profesional di dalam sektor kopi Perancis dan di sekitarnya.
Setelah resmi diluncurkan, IWCA France sudah siap dengan berbagai inisiatif meliputi: konferensi dan diskusi meja bundar; seminar kopi dan kesehatan; sesi pencicipan kopi (cupping) yang menampilkan kopi dari daerah asal seperti Filipina, Peru, dan Guatemala; dan acara jejaring yang menghubungkan kopi, gastronomi, dan budaya.
IWCA France juga mendukung seluruh ekosistem kopi termasuk mendukung produsen, pedagang, pemanggang kopi, barista, pengusaha, peneliti, dan mitra internasional.
Tujuan dari berbagai dukungan dan inisiatif tersebut adalah untuk mempromosikan kepemimpinan perempuan di bidang kopi, memperkuat keterampilan profesional dan berbagi pengetahuan, mendorong hubungan perdagangan yang etis dan berkelanjutan, dan membangun jembatan antara Perancis dan wilayah penghasil kopi.
IWCA France pun tengah mengembangkan penghargaan untuk para produsen kopi wanita berprestasi, terinspirasi oleh protokol “Matahari Tujuh Kebajikan”, yang merayakan keunggulan, keberlanjutan, inovasi, dan dampak sosial.
Tim pendiri IWCA France terdiri dari Eka Moncarre (La Maison De L’Indonésie), Presiden IWCA France; Gloria Montenegro (Caféothèque), Wakil Presiden; Kathy Guam (Jaringan Rumah Sakit Paris), Bendahara; Alice Frémont (Cafémétrie), Sekretaris Jenderal; dan Anne-Laure Descombin (AGORA Expo), Direktur Acara & Kemitraan.
Keanggotaan IWCA France bersifat terbuka untuk umum dengan biaya 50 euro per tahun untuk anggota perorangan dan mulai dari 250 euro per tahun untuk perusahaan. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Jalur Sutra dan Jalur Rempah mewakili lebih dari sekadar sejarah jaringan perdagangan. Jalur-jalur ini berfungsi sebagai saluran utama untuk penyebaran pengetahuan, teknik, dan praktik budaya, yang secara mendalam membentuk tradisi kuliner di berbagai benua. Kilas balik ke abad 2 SM. Para [more]
Tourism for Us – Kopi dan jamu khas Indonesia berhasil memikat sekitar 300 undangan VIP yang menghadiri Food Influencers Awards, Minggu (26/4/2026), di Royal Residence Kedutaan Besar Mesir di Paris, Perancis. Khusus untuk acara ini, La Maison De L’Indonesie (LMDI), salah satu mitra resmi acara, [more]
Tourism for Us – Perancis punya budaya makanan yang sangat kuat, tapi cara orang menemukan restoran atau resep baru sekarang lebih banyak lewat media sosial (medsos). Ulasan di koran dan Michelin tetap ada tetapi keputusan mereka ‘’mau makan di mana hari ini’’ lebih sering dipicu video berdurasi 30 detik di platform TikTok.
Jamu, salah satu kekayaan kuliner Nusantara yang terus berkembang, baik dalam kemasan maupun inovasi rasa. (Foto: Yun Damayanti)
Resep praktis dan ulasan jujur dalam format video pendek terasa lebih otentik dibandingkan dengan iklan tradisional. Konten para pemengaruh (influencer) dianggap sebagai kesaksian, bukan iklan. Influencer bisa mendorong traffic, reservasi, dan penjualan.
Food influencer menjadi sumber rekomendasi nomor satu, di atas Google review. Sekitar 72 persen konsumen Perancis di rentang usia 18-35 tahun menemukan restoran baru lewat medsos, dan sekitar 48 persen pengguna medsos mengikuti food influencer. Saat ini, influencers menjadi salah satu pilar utama marketing gastronomi.
Sebuah kebanggaan bahwa kekayaan kuliner Indonesia kembali mendapat sorotan di panggung internasional melalui kehadiran kopi Nusantara dan jamu tradisional dalam ajang prestisius Food Influencers Awards yang digelar setiap tahun di Paris, Perancis. Kehadiran Indonesia pada acara bergengsi tersebut dibawa oleh La Maison De L’Indonesie (LMDI) sebagai bagian dari promosi budaya dan kuliner Tanah Air di Eropa.
Food Influencers Awards tahun ini memasuki edisi ke-5 dan akan digelar pada Minggu, 26 April 2026, di Royal Residence Kedutaan Besar Mesir di Perancis. Acara penghargaan diyakini akan menghadirkan suasana elegan bagi para tamu undangan dan pecinta kuliner.
Food Influencers Awards dikenal sebagai salah satu acara bergengsi di Perancis yang memberikan penghargaan kepada para influencer dan kreator konten (content creator) terbaik di bidang gastronomi, digital, dan gaya hidup (lifestyle). Ajang ini menjadi titik temu para tokoh berpengaruh di industri kuliner dan media sosial, sekaligus ruang ekslusif untuk merayakan inovasi, kreativitas, dan tren terbaru di dunia gastronomi.
LMDI akan menghadirkan pengalaman rasa khas Indonesia melalui sajian kopi Nusantara dan jamu tradisional. Kesempatan itu akan dimanfaatkan untuk menunjukkan kekayaan kopi dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki karakter unik, serta minuman herbal tradisional yang telah diwariskan turun-temurun, seperti kunyit asam, beras kencur, dan jahe.
Eka Moncarre, Founder La Maison De L’Indonesie, dalam pernyataan tertulis mengatakan bahwa partisipasi LMDI di ajang ini diharapkan dapaat menjadi jendela budaya yang memperkenalkan cita rasa otentitk Nusantara kepada masyarakat internasional, khususnya publik Perancis yang dikenal memiliki apresiasi tinggi terhadap seni kuliner.
Kehadiran kopi dan jamu Indonesia di Food Influencers Awards Paris juga menjadi simbol semakin luasnya pengakuan dunia terhadap warisan kuliner Indonesia. Melalui momentum ini, LMDI menujukkan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan dalam menembus pasar global. Dengan tampil di salah satu acara kuliner paling bergengsi di Perancis, kopi Nusantara dan jamu tradisional Indonesia siap memikat para tamu undangan sekaligus memperkuat citra Indonesia di kancah internasional.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Buku masak ‘’Indonesia at Home’’ (L’Indonesie a la Maison) meraih tiga penghargaan sekaligus di The Gourmand World Cookbook Awards 2025. Pengumuman dan penyerahan penghargaan tersebut berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, di Riyadh, Arab Saudi. Penghargaan dari ajang bergengsi ini semakin [more]
Tourism for Us – Indonesia at Home menjadi solusi bagi mereka yang mencari buku masak Indonesia yang mendalam, terutama di kalangan orang-orang asing. Kontennya tidak hanya mencakup 100 resep masakan keluarga yang otentik, tetapi juga menyajikan perjalanan cerita dan budaya masyarakat Indonesia. Buku ini akan [more]
Tourism for Us – Seiring dengan jumlah pengunjung yang luar biasa ke Village International de la Gastronomie (VIG) 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengunjung yang datang ke tenda Indonesia juga luar biasa banyaknya. Ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia semakin di kenal oleh masyarakat internasional.
Tenda Indonesia di VIG 2025 tidak hanya dikunjungi masyarakat tetapi juga pejabat dari lembaga/organisasi internasional. (Foto: LMDI)
‘’Tahun ini luar biasa pengunjungnya, jauh lebih baik dan lebih banyak yang beli. Bagus sekali,’’ kata Eka Moncarre, pendiri La Maison De L’Indonesie (LMDI) di Paris.
Village International de la Gastronomie 2025 baru saja berlangsung pada 11-14 September 2025 di bawah Menara Eiffel, tepatnya di Quai Jacques Chirac di tepi Sungai Seine, Paris, Perancis. Pada keikutsertaan di tahun ke-7, Indonesia yang diwakili oleh La Maison De L’Indonesie di Paris, kembali menghadirkan Indonesian street food dan produk-produk terbaik dari Indonesia seperti kopi, cokelat, teh, dan rempah-rempah, serta kerajinan tangan.
Pada akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu, pengunjung VIG menikmati penampilan budaya Nusantara yang dibawakan oleh diaspora Indonesia di Perancis. Penampilan budaya yang ditampilkan tahun ini adalah tari Burung Enggang dari Dayak, tari Lengger Sekat Melati dari Banyumas, Jawa Tengah, dan silat kalimantan yang diperagakan oleh kelompok Pukulan Patikaman Borneo Perancis. Selain itu, peragaaan busana yang menampilkan kebaya dan kain-kain tradisional dari berbagai daerah, diantaranya kain tenun dari Nusa Tenggara Timur.
Penampilan budaya itu merupakan hasil kolaborasi LMDI dengan Asosiasi Khatulistiwa, yakni asosiasi budaya Indonesia di Paris yang dibentuk oleh Ary Drean, seorang diaspora Indonesia di Perancis, dan Pukulan Patikaman Borneo Perancis.
VIG adalah satu-satunya acara gastro-diplomasi internasional terbesar di Perancis yang didedikasikan untuk masakan tradisional dan populer dari setiap negara. Setiap tahun acara ini menyambut lebih dari 40.000 pengunjung untuk mencoba produk-produk terbaik dari setiap negara dan mencicipi makanan tradisionalnya.
VIG 2025 diikuti oleh 62 negara. Selain itu, institusi gastronomi dan kuliner daerah Perancis turut hadir sehingga membuat VIG tahun ini lebih semarak dan menarik untuk dikunjungi. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Masyarakat Perancis telah berhasil menciptakan budaya konsumsi kopi dan cokelat yang unik, yang kemudian diadopsi oleh banyak negara lain dan menjadi bagian dari gaya hidup global. Meskipun, Perancis bukanlah negara dengan konsumsi kopi dan cokelat terbesar di dunia. Banyak orang di [more]