Tourism for Us – Dikelilingi pegunungan Karakoram, termasuk Gunung Ultar Sar dan Passu, Hunza menawarkan pemandangan menakjubkan dengan gunung-gunung berselimut salju abadi, bahkan di musim panas. Salah satu distrik di Provinsi Gilgit-Baltistan di utara Pakistan, kaya akan gletser, sungai, dan danau glestser, serta puncak-puncak yang [more]
Tourism for Us – Dari area camping yang terletak antara tiga dan empat kilometer dari kawah Gunung Dukono di Halmahera Utara, wisatawan dapat merasakan langsung pengalaman unik berada di dekat gunung berapi yang sedang erupsi. Semburan lava pijar berwarna merah yang menyala di bawah langit [more]
Tourism for Us – Indonesia akan memiliki sistem klasifikasi gunung untuk pertama kalinya. Sistem ini diharapkan dapat menjadi pijakan nasional dalam penyusunan standar prosedur operasional (SOP) kegiatan, pengelolaan destinasi, dan keselamatan dan keamanan di gunung.
Danau kawah Segara Anak dilihat dari Plawangan Sembalun,TN Gunung Rinjani. (Foto: Yun Damayanti)
Pengurus Besar Federasi Mountaineering Indonesia (PB FMI) secara resmi meluncurkan Indonesia Mountain Grade System (IMGS) dalam Musyawarah Nasional (Munas) III FMI yang digelar di Komplek TNI AL, Kodamar, Jakarta Utara, Jumat (25/7/2025). IMGS adalah sistem klasifikasi gunung pertama di Indonesia yang berbasis objektivitas ilmiah dan prinsip keselamatan pendakian. Sistem ini diharapkan dapat menjadi pijakan nasional dalam penyusunan standard operational procedure (SOP), pelatihan pendakian, hingga pengelolaan destinasi secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Peluncuran ditandai dengan penandatanganan bersama oleh unsur Federasi Mountaineering Indonesia sebagai simbol pengesahan dan komitmen internal terhadap implementasi sistem ini secara nasional, sekaligus pengenalan perangkat pendukung (IMGS Tools).
Saat ini, PB FMI juga tengah menyusun SOP nasional pendakian gunung serta mempersiapkan pelatihan mountain rescue berstandar internasional di Gunung Rinjani, di mana FMI berperan sebagai mitra teknis dari Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) Wisata Alam pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Dalam Munas III FMI, Mayjen Mar (Purn) TNI Buyung Lalana kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Mountaineering Indonesia (PB FMI) periode 2025–2029.
“Kami mendorong pendakian gunung di Indonesia yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Ke depan, FMI akan lebih aktif menjalin sinergi lintas sektor, meningkatkan kapasitas SDM, serta memperkuat standar keselamatan di setiap jalur pendakian. IMGS dan pelatihan rescue hanyalah awal dari langkah besar kita bersama,” ujar Buyung Lalana.
Sebagai bagian dari langkah strategis, PB FMI akan memperluas kolaborasi dengan KLHK, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan berbagai instansi lintas sektor lainnya untuk mendukung transformasi sistem pendakian gunung yang berbasis sains, mitigasi risiko, dan nilai konservasi.
Munas III juga menghasilkan mandat untuk memperkuat kelembagaan FMI, penguatan regulasi internal, serta perluasan kemitraan strategis demi menjawab tantangan dunia pendakian ke depan, termasuk isu keselamatan, digitalisasi data pendaki, dan pelestarian kawasan pegunungan.
Munas ini dihadiri oleh perwakilan dari 18 pengurus provinsi (pengprov) FMI dari seluruh Indonesia secara luring maupun daring. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pendakian gunung semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Aktivitas luar ruang (outdoor) ini kemudian berkembang menjadi aktivitas rekreasi atau wisata. Dan perkembangannya sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan yang pesat itu memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat dan perekonomian lokal. [more]
Tourism for Us – Konferensi pertama pariwisata gunung Indonesia mengungkapkan, betapa besar volume dan nilai (value) wisata minat khusus ini. Pariwisata gunung semakin diminati oleh wisatawan yang datang ke gunung untuk melakukan aktivitas pendakian (hiking, trekking). Perkembangannya diprediksi meningkat hingga tiga kali lipat dari sebelum [more]
Tourism for Us – Pariwisata pegunungan di Indonesia semakin berkembang. Peminat wisata gunung tidak lagi sebatas komunitas para pecinta alam. Melihat perkembangan itu, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) menetapkan akan membuat Klasifikasi/Grading Jalur Pendakian Gunung di Indonesia. Grading ini ditujukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan setiap orang selama berada di gunung juga menjaga kelestarian ekosistem yang ada di pegunungan.
Pemuteran di Buleleng,Bali,dikitari perbukitan yang menawarkan pemandangan menawan.(Foto: Santai Warung Pemuteran)
APGI baru saja selesai menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia VIII pada 16-17 Februari 2023. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan Pelatihan Tenaga Pelatih/Training of Trainer Pemandu Wisata Gunung pada 18-19 Februari 2023 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Ketua Umum APGI Rahman Mukhlis dalam keterangan tertulisnya mengatakan, APGI memasuki usia ke-7 tahun ini. Organisasi profesi pemandu gunung pertama dan satu-satunya di Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas di segala aspek organisasi menuju level yang lebih baik dan lebih tinggi bagi organisasi, anggota, profesi pemandu gunung dan industri pariwisata.
‘’Karena tantangan ke depan semakin dinamis dan meningkat,’’ kata Rahman.
Rakernas APGI menghasilkan tujuh aspek program kerja organisasi pada tahun 2023 dan dua hal strategis yang akan dilaksanakan.
Ketujuh aspek program kerja tahun 2023 meliputi: pengembangan standar kompetensi pemandu wisata gunung; peningkatan kapasitas SDM baik untuk pengurus, anggota, maupun instruktur dan asesor; penyelenggaraan kepengurusan/tata kelola organisasi; pengelolaan keuangan; hubungan kerja sama antarlembaga; pengelolaan media informasi dan komunikasi; dan pengabdian masyarakat dan lingkungan.
Adapun dua hal strategis yang akan dilaksanakan adalah menetapkan Klasifikasi/Grading Jalur Pendakian Gunung di Indonesia yang diharapkan dapat memberikan referensi bagi para pemangku kepentingan terkait pengembangan wisata gunung di Indonesia. Dan menetapkan Mars APGI.
Program kerja DPP APGI 2022-2025 adalah salah satu cara mewujudkan visi besar organisasi ‘’APGI Juara Indonesia Jaya’’. Untuk itu, APGI selaku organisasi profesi juga membutuhkan kerja sama dari semua pihak baik di internal organisasi maupun dengan para pemangku kepentingan terkait.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Dengan apa yang akan menantinya di Bali, wisatawan Nepal lalui semua rintangan. Mereka tersenyum bersama pendaki dari seluruh dunia. Sementara para pendaki merayakan pencapaiannya menggapai titik tertinggi di muka bumi di Sagarmatha, mereka melihat ke arah lain. Mereka mencari garis putih [more]
Tourism for Us – Federasi Moutaineering Indonesia (FMI) memprediksi, pasca pandemi COVID-19 kegiatan pendakian gunung bisa meningkat sampai 100 persen. Karena selama pandemi kegiatan pendakian ditutup. Tidak ada kegiatan di gunung pada periode April 2020 hingga awal tahun 2021. Sejak paruh akhir tahun lalu beberapa [more]