Tag: pemasaran destinasi

TRAVEL MEET ASIA DAN ASITA TANDA TANGANI MOU STRATEGIS, PERKUAT KEHADIRAN PARIWISATA INDONESIA DI KAWASAN REGIONAL

TRAVEL MEET ASIA DAN ASITA TANDA TANGANI MOU STRATEGIS, PERKUAT KEHADIRAN PARIWISATA INDONESIA DI KAWASAN REGIONAL

Tourism for Us – Travel Meet Asia dan ASITA telah menjalin kemitraan strategis untuk memajukan sektor pariwisata dan MICE Indonesia. Kolaborasi ini menggabungkan jangkauan B2B global Travel Meet Asia dengan jaringan domestik ASITA yang kuat untuk meningkatkan visibilitas dan peluang bisnis Indonesia di seluruh kawasan. [more]

PROMOSIKAN PRODUK DAN ACARA ANDA SEKARANG!

PROMOSIKAN PRODUK DAN ACARA ANDA SEKARANG!

Kami menyediakan platform yang efektif untuk mempromosikan produk dan acara yang akan membawa mitra bisnis potensial kepada Anda. Kami menjangkau pelaku industri perjalanan dan pariwisata di seluruh Indonesia Kami menghubungkan pelaku pariwisata mikro dengan pelaku industri menengah dan besar dan sebaliknya Anda bisa menjangkau lebih [more]

JAKARTA AKAN TETAP JADI DESTINASI PARIWISATA DAN MICE TERPENTING DI INDONESIA

JAKARTA AKAN TETAP JADI DESTINASI PARIWISATA DAN MICE TERPENTING DI INDONESIA

Tourism for Us – Jakarta akan tetap menjadi destinasi pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) terpenting di Indonesia. Sejarah panjang dan infrastruktur serta geliat bisnis tidak akan menghentikan daya tariknya. Walaupun kota megapolitan ini tidak lagi menyandang status ibukota negara Republik Indonesia.

Penyelenggaraan ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM) tahun 2024 menjadi sangat penting. Ini mengingat Peraturan Pemerintah (PP) atas pencabutan status Daerah Khusus Ibukota (DKI) telah dikeluarkan oleh Pemerintah.

(Foto: ASITA Jakarta Chapter)

ASITA Jakarta Travel Mart berlangsung pada 20-22 Mei 2024 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat. Penyelenggaraan AJTM tahun ini memasuki edisi ke-9. Dengan mengusung tema “Realizing Tourism Potential’’ menegaskan bahwa Jakarta sebagai destinasi tidak lagi berbicara mengenai potensi pariwisata tetapi sudah mengejawantahkan dan mengimplementasikan potensinya menjadi peluang bisnis.

AJTM adalah kegiatan Business to Business (B-to-B) bagi pelaku industri pariwisata, baik pasar domestik maupun internasional. AJTM bertindak sebagai payung yang menyatukan pembeli korporasi dengan para pengambil keputusan utama pemasok kebutuhan di industri pariwisata.

Dengan format Table Top business-dealing, para peserta mempunyai peluang besar memperkenalkan perusahaan dan layanannya secara komprehensif.

Semakin maraknya pameran serupa serta bisnis perjalanan wisata sudah mulai berkembang kembali, AJTM diproyeksikan dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan geliat pariwisata di Jakarta.

Sellers yang berpartisipasi di AJTM 2024 ialah parapelaku pariwisata dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Sellers terdiri dari Biro Perjalanan Wisata (BPW), obyek dan daya tarik wisata, dinas pariwisata, juga industri pendukung pariwisata terkait seperti asuransi perjalanan, perbankan, transportasi dan pendukung pariwisata lainnya

BPW yang hadir di AJTM 2024 diantaranya Komodo Fantastika Labuan Bajo, Flores Adventure, dan pendatang baru dari Indonesia timur Welcome Manado Tour.

Dari akomodasi hadir grup-grup hotel seperti Aston, 101, Holiday Inn, Harris, dan Java Lotus Hotel Jember.

Mewakili usaha transportasi wisata ada White Horse dan pendatang baru Egatrans Wisata Bali.

Usaha penunjang pariwisata yang hadir diantaranya Asuransi Zurich dan Great Eastern General Insurance, Le IRAS Chocolate, The Grand Outlet Karawang dan Jakarta Tourisindo (salah satu BUMD milik Pemerintah Provinsi Jakarta) dan lain-lain.

Sedangkan buyers yang hadir dan mengikuti AJTM 2024 ialah anggota ASITA Daerah Khusus Jakarta, termasuk diantaranya pemilik BPW & APW, para pelaku atau pengambil keputusan dalam industri terkait di bidang pariwisata, dan para tour operators mancanegara terseleksi.

Jakarta sebagai tujuan wisata memiliki kelengkapan mulai dari  sejarah kota, keindahan alam, pusat perbelanjaan, pusat-pusat konvensi hingga gaya hidup urban sebuah kota metropolitan.

‘’Kekuatan terbesar destinasi Jakarta adalah bukti sejarah untuk leisure dan fasilitas dan infrastruktur untuk MICE,’’ ujar Jongki Adiyasa, Ketua AJTM 2024.

Lalu, bagaimana Jakarta sebaiknya mengkapitalisasi kekuatan tersebut pasca posisinya bukan lagi sebagai ibukota negara?

‘’Selama Kepala Dinas Pariwisata di Jakarta mau berbuat baik dan benar. Saya yakin, Jakarta berpeluang menjadi destinasi nomor 2 setelah Bali,’’ imbuh Jongki.

Penyelenggaraan AJTM sempat tertunda satu kali pada tahun 2020 karena pandemi COVID-19. Kemudian salah satu pasar pariwisata B-to-B di Jakarta itu dilaksanakan secara daring (online) pada tahun 2021. Dan penyelenggaraan secara tatap muka mulai dilakukan kembali pada September 2022.

AJTM 2024 disponsori dan didukung oleh Asuransi Zurich, CITILINK, Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, NAM Air, Uzbekistan Airlines, Bank DKI, Bank Mandiri, portal online Via dot Com, dan CRS seperti Sabre dan lain-lain. Selain itu juga ada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DK Jakarta dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).***(Yun Damayanti)

LANGKAH STRATEGIS JAWA BARAT MEMPROMOSIKAN PARIWISATA DAN MENGHADAPI ISU KESELAMATAN BERWISATA DI DESTINASI

LANGKAH STRATEGIS JAWA BARAT MEMPROMOSIKAN PARIWISATA DAN MENGHADAPI ISU KESELAMATAN BERWISATA DI DESTINASI

Tourism for Us – Pemangku kepentingan pariwisata di Jawa Barat mengambil langkah strategis untuk kembali mempromosikan destinasi. Dan pada saat yang sama provinsi ini menghadapi isu keselamatan berwisata di destinasi. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata [more]

PEMERINTAH TARGETKAN 14 JUTA WISMAN PADA 2024, LIFESTYLE-CENTRIC AKAN JADI KUNCI PEMASARAN DESTINASI

PEMERINTAH TARGETKAN 14 JUTA WISMAN PADA 2024, LIFESTYLE-CENTRIC AKAN JADI KUNCI PEMASARAN DESTINASI

Tourism for Us – Pemerintah memproyeksikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dapat mencapai antara 11 juta hingga 11,5 juta pada akhir tahun 2023. Oleh karena itu, pemerintah optimis menargetkan 14 juta wisman pada 2024. Dan lifestyle-centric yang menawarkan keindahan lansekap dan kuliner akan menjadi kunci pemasaran [more]

BANDARA KERTAJATI SIAP MENJADI HUB UDARA UTAMA JAWA BARAT, PEMDA PERLU GERCEP MANFAATKAN INFRASTRUKTUR

BANDARA KERTAJATI SIAP MENJADI HUB UDARA UTAMA JAWA BARAT, PEMDA PERLU GERCEP MANFAATKAN INFRASTRUKTUR

Tourism for Us – Semua penerbangan jet dari Bandara Husein Sastranegara Bandung akan dipindahkan ke Bandara Internasional Kertajati secara bertahap mulai 29 Oktober 2023. Pemindahan ini akan dilakukan setelah izin penerbangan untuk Winter Schedule resmi dikeluarkan.

Terminal penumpang di Bandara Internasional Kertajati. (Foto: BIJB Kertajati)

Saat ini, penerbangan internasional di Bandara Kertajati (kode internasional bandara KJT) baru dilayani oleh AirAsia dengan rute Kuala Lumpur-Kertajati. Penerbangan itu dilayani seminggu dua kali pada hari Rabu dan Minggu. Bila tingkat ketirisian meningkat, bukan tidak mungkin maskapai akan menambah frekuensi layanan setelah Winter Schedule dikeluarkan.

Adapun penerbangan lainnya adalah penerbangan charter ke Jeddah oleh Garuda Indonesia.

Hasil dari pertemuan DPD ASITA Jawa Barat dengan Bandara Kertajati (1/8/2023) diketahui, sampai saat ini tidak ada penerbangan tambahan dari dan ke Bandara Kertajati sampai tanggal 29 Oktober 2023 sehubungan dengan akan berakhirnya Summer Schedule oleh maskapai-maskapai penerbangan. Sementara untuk penerbangan tambahan, selain pindahan dari Bandara Husein Sastranegara juga belum diagendakan.

Ketua ASITA Jawa Barat Budijanto Ardiansyah dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pelaku pariwisata berharap segera ada penambahan rute baru baik domestik maupun internasional.

‘’Kita berharap, Bandara Kertajati akan semakin berkembang baik kawasan maupun jumlah dan rute penerbangannya sehingga memudahkan mobilisasi masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya serta menjadi bandara kebanggaan Jawa Barat,’’ ujar Budi.

Dengan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) telah beroperasi waktu tempuh Bandung-Bandara Kertajati selama 1 jam 30 menit. Pintu tol Ujungjaya di ruas tol Cisumdawu dan pintu tol Kertajati di ruas tol Cipali menjadi gerbang utama menuju dan dari Bandara Kertajati.

Dilansir dari BIJB Kertajati, berikut ini transportasi umum yang mengoperasikan rute dari/ke bandara:

  1. Bis DAMRI. Rute: Bandung-Kertajati; Cirebon-Kertajati; Kuningan-Kertajati
  2. Shuttle City Trans Utama. Rute: Bandung-Kertajati; Tasikmalaya-Kertajati
  3. Shuttle BHISA. Rute: Bandung-Kertajati; Cirebon-Kertajati; Indramayu-Kertajati
  4. Shuttle ARNES.  Rute: Jatinangor-Kertajati; Sumedang-Kertajati
  5. PO Bus BUDIMAN. Rute: Tasikmalaya-Kertajati
  6. Bluebird Group all route
  7. Shuttle P Trans. Rute: Purwakarta-Kertajati; Subang-Kertajati
  8. Shuttle Sobat Trans. Rute:Cimahi-Kertajati
  9. Shuttle MS. Rute: Majalengka-Kertajati; Karawang-Kertajati; Bandung-Kertajati

Di tahap awal, biaya transportasi umum dari dan ke Bandara Kertajati diturunkan menjadi Rp 100.000,00 per trip dari awalnya dibandrol Rp 150.000,00. Selain itu juga direncanakan menambah beberapa hub di tempat peristirahatan (rest area) Ujungjaya. Hub ini akan dibangunn kemudian.

Gercep Pemda untuk memaksimalkan manfaat infrastruktur

Sebuah bandar udara (bandara) tidak akan berfungsi tanpa infrastruktur yang menunjang menuju berbagai daerah di sekitarnya. Urusan penumpang belum selesai setelah dia mendarat di bandara. Mereka membutuhkan ketersediaan beragam pilihan alat transportasi dan rute. Ini juga merupakan salah satu faktor yang dilihat dan dipertimbangkan oleh maskapa-maskapai penerbangan.

Saat ini, antara tol Padaleunyi yang berfungsi sebagai Bandung Raya Ring Road dan tol Cipali telah tersambung dengan adanya tol Cisumdawu. Ketiga tol ini membuka sekaligus menambah akses menuju berbagai daerah di hinterland Jawa Barat terutama di timur Priangan.

Pemerintah daerah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota mesti bergerak cepat menanggapi infrastruktur yang sudah ada. Ini bisa dimulai dengan mendukung menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dan memudahkan penumpang transportasi udara. Dan pelaku bisnis akan mengikutinya.

Selain infrastruktur yang menunjang mobilitas, bandara juga perlu didukung promosi destinasi di mana dia berada. Bila ingin mempromosikan dan memaksimalkan potensi Bandara Internasional Kertajati dan pariwisata Bandung and Beyond, pemda-pemda di Jawa Barat perlu memahami bahwa industri pariwisata dibangun dengan hubungan antarbisnis (B-to-B) dan bisnis-konsumen (B-to-C). Relasi B-to-B tidak bisa diremehkan karena mempunyai peran sama pentingnya dengan hubungan B-to-C dalam mendatangkan dan menggerakan mobilitas wisatawan.

Informasi yang viral di media sosial tidak cukup untuk membangun dan merawat relasi B-to-B. Karena mereka butuh informasi yang jelas dan pasti serta akurat. Pariwisata adalah tentang menjual pengalaman. Untuk menciptakan pengalaman pun memerlukan data presisi. Itulah gunanya program perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) dalam pemasaran destinasi.

Famtrip yang tampaknya seperti cost sebenarnya merupakan bagian dari investasi pariwisata. Output-nya baru dirasakan dalam jangka menengah dan panjang. Karena begitulah perdagangan pariwisata berlangsung.

Dengan membawa maskapai-maskapai penerbangan, agen-agen perjalanan, event organizers  dalam sebuah famtrip, mereka akan melihat dan mengalami sendiri apa yang ditawarkan oleh daerah-daerah yang dapat dijangkau dari bandara. Beri mereka inspirasi, apa yang dapat dilihat dan dilakukan dalam perjalanan ke Bandung sebagai puncak perjalanan liburan di Jawa Barat.

Pariwisata itu sangat sensitif dengan isu. Bawalah para jurnalis dalam sebuah famtrip dan jejali mereka dengan informasi yang akurat mengenai program, capaian bahkan rencana dan impian pemda. Gunakan momen famtrip untuk mengklarifikasi isu-isu yang beredar. Karena salah satu tanggung jawab moral seorang jurnalis adalah menyebarluaskan informasi yaang benar sekaligus mengedukasi publik.

Pemasaran pariwisata melalui media sosial sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan. Media sosial hadir sebagai bentuk digitalisasi promosi dari-mulut-ke-mulut. Pemasaran pariwisata secara digital melalui para pemengaruh (influencers) efektif dalam membangun dan merawat relasi B-to-C.

Tetapi, sekali lagi, relasi antarbisnis jangan dilupakan. Relasi ini juga perlu dibangun dan dirawat karena itu akan menyumbang pada pendapatan asli daerah (PAD) pada akhirnya.***(Yun Damayanti)