Tourism for Us – Pelari dari tiga negara mengikuti event orienteering pertama di Dieng, Jawa Tengah. Dieng Orienteering Race 2022, Discover Energy Above The Cloud sukses digelar pada 27-29 Mei 2022. Peserta memulai race dari Candi Arjuna, Banjarnegara dan berakhir di Taman Syailendra, Wonosobo. Sebanyak [more]
Tourism for Us – Dataran tinggi Dieng akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana Dieng Orienteering Race 2022. Event olahraga petualangan ini akan berlangsung pada 27-29 Mei 2022. Orienteering lebih menantang daripada lari trail. Karena orienteering tidak hanya membutuhkan keterampilan berlari di alam bebas dan stamina [more]
Tourism for Us – Pertanyaan pasca MotoGP Mandalika 2022 usai digelar 18-20 Maret lalu adalah bagaimana event ini berkelanjutan dan sirkuit bertaraf internasional itu tidak terbengkalai. Event pertama menciptakan kesan. Ujian sebenarnya pada penyelenggaraan kedua dan ketiga. Apakah event yang sama dapat menarik pengunjung lebih banyak atau malah tidak menarik sama sekali.
Pertamina Mandalika International Street Circuit. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Tidak ada yang meragukan Dorna Sports SL selaku promotor olahraga sepeda motor MotoGP. Raksasa promotor olahraga otomotif roda dua ini pemilik merek-merek balapan ternama dan paling berpengaruh di muka bumi. Penonton MotoGP Mandalika 2022 tidak menyesali balapannya. Diperkirakan, setengah dari penonton yang hadir di Lombok ialah penggemar setia MotoGP yang telah menonton di sirkuit-sirkuit di berbagai belahan dunia. Mereka tahu apa yang diharapkan dari menonton sebuah seri MotoGP.
Tetapi, hal kontradiktif terjadi terhadap venue Sirkuit Mandalika. Penonton tidak menangkap kesan sebuah sirkuit internasional. Setengah dari mereka hadir di MotoGP Malaysia. Extended roof yang dipasang di tribun sirkuit di Sepang membuat penonton menyaksikan balapan dengan nyaman baik saat cuaca cerah ataupun hujan. Sedangkan di Lombok, sebagian penonton memilih berteduh di kolong tribun. Karena bertahan di bangku penonton bukan pilihan yang aman untuk menghindari hujan dan petir.
Penonton balapan sudah tahu akan ada bagian di sirkuit yang mesti dilalui dengan berjalan kaki ketika menuju tribun. Mereka juga siap parkir kendaraannya tidak berada di dekat area penonton. Dengan papan-papan petunjuk yang cukup jumlahnya dan dipasang di titik-titik strategis dan mudah dilihat, ada shuttle di dalam venue yang cukup jumlahnya dan tepat waktu, zonasi dan alur kendaraan yang terencana dengan baik, serta petugas-petugas yang tegas dan sigap membantu mengarahkan, itu bisa membuat mereka tertib. Sayangnya, ini tidak tampak di perhelatan MotoGP Mandalika 2022.
MotoGP merupakan event olahraga high-end. Penonton MotoGP Mandalika pasti merasa shock mendapati diri mereka harus berdiri di atas lumpur untuk menunggu shuttle berjam-jam dan melewati genangan-genangan air menuju lapangan parkir. Ditambah lagi, kekacauan alur kendaraan di dalam venue hingga keluar ke jalan-jalan raya ketika puluhan ribu orang bergerak bersamaan.
Indonesia tidak kekurangan talenta lokal yang mampu mengatur alur kendaraan dan penonton di event-event olahraga yang mengumpulkan ribuan orang pada satu waktu. Dengan demikian, hal yang sama mestinya tidak berulang di event-event berikutnya di Sirkuit Mandalika.
Walaupun Lombok dikenal sebagai destinasi wisata sejak lama, pulau resor tetangga Bali itu memiliki aksesibilitas udara terbatas. Dengan frekuensi penerbangan berkurang selama pandemi COVID-19, calon penonton maupun operator tur/agen perjalanan yang mau menjual paket-paket MotoGP Mandalika sempat kesusahan mencari tiket pesawat (walaupun pada akhirnya frekuensi penerbangan ditambah). Calon penonton pada umumnya akan memilih transportasi udara daripada moda transportasi lainnya. Maka sedari awal hal ini sudah diperhitungkan. Hal tersebut sangat bisa sekali dikolaborasikan antara transportasi, operator tur, dan penyedia akomodasi sebagai gimmick pemasaran bersama destinasi dan event. Lombok sudah punya pengalaman bagaimana berkolaborasi dengan maskapai penerbangan dalam memasarkan destinasi sehingga itu mestinya bukan hal baru dan menjadi kendala.
Selain transportasi udara, aksesibilitas laut ke dan dari Lombok cukup baik. Hanya saja, kekurangan moda transportasi ini sangat bergantung pada kondisi perairan dan waktu tempuh yang lebih lama. Penyeberangan Bali (Padangbai) – Lombok (Lembar) dengan kapal cepat selama dua jam. Sedangkan penyeberangan dengan kapal feri selama empat jam. Akses jalan Padangbai bukan jalan raya besar. Selama periode perhelatan MotoGP Mandalika 2022, kendaraan mengantri antara lima sampai tujuh jam agar dapat menyeberang. Kendaraan yang mau menyeberang saat itu tentu bukan hanya membawa penonton MotoGP tetapi juga untuk berbagai keperluan lainnya. Hal tersebut sungguh tidak nyaman. Penonton tidak akan memilih pergi-pulang Mandalika, Lombok-Bali. Begitupun dengan akses laut ke tiga gili, Trawangan, Meno dan Air. Jadi berbagai skenario antisipasi sudah harus dirancang dan diujicobakan jauh hari sebelum event dilaksanakan.
Sport tourism is a business. Keberlanjutan event MotoGP di Lombok bergantung apakah secara bisnis menguntungkan atau tidak. Olahraga otomotif seperti MotoGP sarat konten high-end dan punya citra tinggi. Negara-negara yang menjadi tuan rumah perhelatan seri MotoGP menjadikannya mercusuar pemasaran destinasi karena nilai prestisenya. Di dalam ranah olahraga sebagai daya tarik wisata maka di situ ada hospitality dan travel trade bekerja. Dan digitalisasi sebagai alat boosting kinerja yang dilakukan oleh pelaku industri pariwisata.
Indonesia telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Dorna Sports dari lima tahun menjadi 10 tahun untuk menggelar MotoGP dan Superbike di Sirkuit Mandalika. Dengan perpanjangan kontrak maka kedua event balapan tersebut akan digelar di Sirkuit Mandalika setiap tahun hingga tahun 2031. MotoGP Mandalika bukan event satu kali selesai.
Inilah yang mesti dipahami pelaku bisnis lokal. Event MotoGP merupakan kesempatan memperoleh pemasukan multitahun bukan demi mendapat keuntungan sekali dan sesaat. Kenaikan harga-harga karena permintaan meningkat pasti terjadi di manapun untuk event apapun. Tetapi, jika kenaikannya terjadi secara tidak wajar, ditambah lagi dengan prakti-praktik yang kurang baik, malah menciptakan persepsi negatif di benak calon penonton maupun pelaku industri pariwisata dari luar Lombok bahkan sebelum event dimulai. Bagaimanapun, dalam komunitas travel trade ada etika-etika yang mesti dihormati, bukan?
Sport tourism is an attraction. Agar atraksi itu hidup maka butuh melibatkan dan bekerja sama lebih erat dengan para pelaku operator tur. Mereka ini yang menghidupkan suatu event olahraga dengan pengalaman (experience) selama berada di destinasi. Mereka juga yang mengisi slot penjual dan suppliers di berbagai platform online travel agent.
Contoh riil dan terdekat adalah MotoGP Malaysia. Sejak diumumkan secara resmi bahwa MotoGP Malaysia digelar kembali pada 21-24 Oktober 2022, setelah terhenti karena pandemi COVID-19, operator tur di Malaysia langsung mulai bergerak memasarkan event dan paket-paket perjalanannya dari sekarang. Dengan pemerintah Malaysia telah mengumumkan pembukaan perbatasan negara secara penuh bagi pejalan internasional mulai 1 April 2022, syarat-syarat perjalanan masuk ke Negeri Jiran dipermudah, mereka optimis penonton MotoGP akan datang lagi berbondong-bondong ke Sepang.
Keluhan-keluhan juga datang dari para operator tur/agen perjalanan dari berbagai daerah di Indonesia, selain keluhan-keluhan dari penonton. Operator tur/agen perjalanan dari luar itu mitra-mitra pelaku bisnis pariwisata lokal Lombok. Ada yang datang bersama klien, ada juga yang datang sendiri untuk merasakan pengalaman langsung.
Menurut pengakuan satu operator tur yang membawa grup wisatawan domestik sebanyak 64 orang dari Surabaya ke Lombok untuk nonton MotoGP Mandalika 2022, feedback yang didapat dari kliennya, mereka tidak mau lagi nonton MotoGP Indonesia selama dilaksanakan di Mandalika. Setengah dari kliennya terbiasa dengan kesiapan dan ketertiban menyaksikan MotoGP Malaysia di sirkuit Sepang.
Operator tur lain, dengan klien utamanya pasar wisatawan mancanegara berbahasa Spanyol (Spanish speaking), datang langsung menyaksikan MotoGP Mandalika 2022. Dia mengatakan tidak mungkin menjual paket kepada klien-kliennya dengan pengalaman yang diperolehnya. Dia menggambarkannya,’’99 percent nightmare, 1 percent benefit.’’
Antusiasme penggemar olahraga otomotif domestik terhadap penyelenggaraan MotoGP di Indonesia besar. Seorang penonton berkebangsaan Italia mengungkapkan, kalau lebih banyak penonton domestik hadir atmosfernya bisa menyaingi Mugello. Menurutnya, harga tiket perlu diturunkan agar terjangkau oleh penonton lokal (dikutip dari GridOto.com).
Pemangku kepentingan MotoGP Mandalika harus memahami dahulu siapa pangsa pasar penontonnya. Sehingga pendekatan pelayanannya disesuaikan. Ini perlu sebelum mendatangkan lebih banyak penonton, terutama dari luar negeri. Dengan relaksasi syarat perjalanan inbound ke Indonesia ke depannya, mendatangkan fans MotoGP dari luar negeri bukan hal mustahil.
Keberadaan sirkuit balap internasional dan telah diakui pula oleh badan yang menaungi olahraga otomotif dunia merupakan kesempatan untuk menggembleng talenta-talenta pebalap lokal. Untuk itu juga dibutuhkan dukungan dari komunitas-komunitas dan pabrikan-pabrikan otomotif yang berada di Indonesia.
Lesandri Adnan, seorang otomotif enthusiast, berpendapat, ‘’Bagaimana agar keberadaan Sirkuit Mandalika mendorong melahirkan bibit-bibit pebalap baru berprestasi. Talenta-talenta kita jangan tersia-sia, hanya kebut-kebutan di jalan. Angka kecelakaan roda dua masih tinggi dan paling tinggi di Indonesia.’’ Lesandri yang juga pengusaha operator transportasi darat melihat, Lombok cukup punya potensi mendukung Bali and Beyond terutama di antara dua destinasi super hot Bali dan Labuan Bajo.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Event akan menggeliatkan kembali pariwisata di Pulau Belitung. Bahkan event telah mulai diselenggarakan sejak paruh akhir 2021. Sepanjang tahun 2022 pulau penghasil bijih timah ini akan menjadi tuan rumah event nasional dan internasional. Dalam kunjungan kerja selama dua hari di Belitung [more]
Tourism for Us – Pecinta olahraga lari bersiap-siaplah mengikuti Pocari Sweat Sport (Run) Tourism 2022. Event ini siap digelar di tujuh destinasi wisata yang berbeda dari tahun lalu. Destinasi yang dipilih akan menyesuaikan dengan agenda Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Belitung menjadi destinasi pertama yang [more]
Tourism for Us – Penjualan tiket MotoGP Mandalika sampai dengan 20 Februari 2022 baru mencapai sekitar 36 persen. Respon atas paket-paket MotoGP Mandalika yang ditawarkan pun tampaknya di bawah ekspetasi pelaku industri pariwisata.
Jumlah penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika) di Pertamina Mandalika International Street Circuit yang akan berlangsung pada 18-20 Maret 2022 telah ditetapkan jadi 60 ribu dalam tiga hari. Namun, berdasarkan data yang diungkapkan oleh Sekda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Ariadi pada ’Konferensi Pers Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022’’ secara hybrid, Selasa (1/3/2022), penjualan tiket MotoGP Mandalika sampai dengan 20 Februari 2022 baru mencapai 21.530 tiket (36 persen). Untuk itu, Pemprov NTB berinisiatif, sebanyak 35.000 tiket akan digunakan guna memobilisasi penonton lokal, termasuk ASN dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
Penonton MotoGP
MotoGP merupakan event yang berkaitan erat dengan hobi dan minat. Maka penontonnya rata-rata bisa dikatakan punya hobi otomotif terutama yang berkaitan dengan kendaraan roda dua. Bagi mereka berada langsung di sirkuit balap yang panas, raungan suara mesin menderu-deru, bau oli dan bahan bakar serta menyaksikan langsung persaingan antar pebalap saling menyalip di tikungan adalah pemompa adrenalin dan pengalaman yang dicari.
Penonton utama MotoGP ialah mereka yang datang untuk menyaksikan dan mendukung tim dan pebalap kesayangannya. Level kefanatikan mereka tidak kalah dari penggemar klub dan tim nasional sepak bola.
Penonton berikutnya ialah rider enthusiast. Mereka yang gemar bepergian di atas motor. Mereka mungkin kurang mengenal pebalap-pebalap yang berlaga tetapi menikmati pemandangan motor-motor balap keren dengan kecepatan bisa lebih dari 200 kilometer/jam. Bagi mereka menonton balapan menjadi pengalaman selain mengendarai motor di jalan raya.
Golongan penonton lainnya ialah motorbike enthusiast, para penggemar motor. Mereka bisa jadi karyawan yang bekerja di salah satu merek pabrikan yang berlaga di sirkuit, para pencipta motor modifikasi, atau yang suka dengan segala sesuatu tentang motor. Selain itu, ada juga teman-teman, istri dan anak-anak para penggemar balap motor yang ikut menemani.
Komunitas menjadi kunci untuk melakukan pendekatan dan menarik penonton ke area balap. Mereka semua merupakan penonton potensial untuk digarap dalam kerangka pariwisata olahraga.
BPW dan agen perjalanan gercep membuat dan memasarkan paket-paket MotoGP Mandalika 2022 sejak tahun lalu. Namun responnya tidak seperti yang diharapkan. [Sumber GD Tour]
Kenaikan harga 200% – 400%
Kenaikan harga-harga akomodasi, transportasi dan makanan di Lombok, NTB, antara 200% – 400% telah terjadi sejak sebelum perhelatan tes pra-musim pada Februari 2022 dimulai. Seperti yang ramai diberitakan, hotel-hotel, katanya, telah penuh jauh sebelum perhelatan yang sebenarnya dimulai.
Adapun yang sebenarnya terjadi, kamar-kamar hotel di Lombok banyak yang diblok. Ada perbedaan antara blocking, booking dan occupancy. Blocking dilakukan untuk mengamankan jumlah kamar yang hendak direservasi namun belum terjadi booking (pemesanan). Kamar yang sudah diblok bisa dijual lagi dengan harga berbeda dari published rate. Sedangkan booking atau reservasi sudah jelas dengan identitas dan jumlah tamu yang akan menginap. Occupancy atau keterisian baru bisa dihitung setelah tamu check-in dan menginap di hotel.
Karena blocking tersebut mengakibatkan harga kamar naik berkali-kali lipat dan status ‘kamar penuh’. Sehingga tidak sedikit operator tur/agen perjalanan dari luar Lombok mengeluhkan kesulitan melakukan reservasi bagi klien-kliennya yang hendak menonton MotoGP Mandalika 2022. Penawaran akomodasi di gili-gili tidak menarik karena selain jarak yang lebih jauh juga resiko hambatan cuaca saat hendak menyeberangi laut. Meskipun baru-baru ini Gubernur NTB mengeluarkan Peraturan Gubernur mengenai batas atas dan batas bawah tarif akomodasi, yang mana kenaikan paling tinggi sebesar tiga kali lipat dari tarif normal, kenaikan tarif akomodasi sudah terlanjur mempengaruhi persepsi calon penonton.
Event olahraga otomotif di Indonesia, termasuk balapan, dikategorikan bagi kelas menengah atas. Tiket paling murah untuk hari pertama, Jumat, 18 Maret 2022, dibanderol Rp 115.000,00. Pada hari ini biasanya menampilkan dua sesi Free Practice (FP). Harga tiket hari kedua, 19 Maret 2022, atau sesi kualifikasi sebesar Rp 287.500,00. Dan pada Race Day, Minggu, 20 Maret 2022, harga tiketnya Rp 575.000,00.
Harga tiket MotoGP Mandalika 2022 memang lebih rendah dibandingkan harga tiket di seri Eropa. Seperti San Marino MotoGP di Italia di mana tiket termurah dibanderol EUR 27 atau Rp 440.000,00. Sementara di kawasan Asia Tenggara, harga tiket termurah nonton MotoGP Sepang Malaysia sebesar RM 44 atau Rp 150.000,00. Namun, dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini, khususnya masyarakat lokal, harga tiket sebesar itupun tidak bisa dikatakan murah.
Bahriansyah, Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) berpendapat, agar event MotoGP lebih menarik perlu dibuat bundling antara tiket nonton dengan akomodasi misalnya homestay, dengan penyedia jasa transportasi lokal, dan pengalaman lokal lainnya misalnya bersantap di tempat makan lokal. Karena aksesibilitas transportasi udara ke Lombok pun masih terbatas maka bundling tiket transportasi laut, tiket nonton, transportasi darat dan akomodasi diyakini akan efektif untuk menarik minat penonton.
‘’Libatkan biro perjalanan wisata (BPW). Kemudian manfaatkan pola distribusi ‘digital’, sinkronkan bersama-sama, masukkan dalam ekosistem pemasaran digital secara luas. Pandemi membuat semua pola baru, distribusi dan lebih baik pola kolaborasi yang dijalankan. Agar masyarakat lokal terlibat langsung dan meningkatkan tingkat rasa ikut memiliki event ini. Pengalaman akan memiliki nilai lebih ketika ada semacam rasa tanggung jawab sosial dari konsumen kepada masyarakat lokal di destinasi. BPW sudah pasti akan melibatkan usaha-usaha lokal dalam item rencana perjalanan yang dipaketkan. Jadi dalam hal ini kita tidak melulu bicara soal tiket nonton MotoGP. Satu lagi yang perlu diingat, ini adalah hobi. Tidak semua orang punya hobi nonton balapan,’’ ujar Bahriansyah.
Wishnu Arimbawa dari GD Tour, operator tur berbasis di Bali, berharap, pada event pertama harga tiket nonton MotoGP paling tinggi Rp 400.000,00 untuk mengangkat gaung event ini. Masyarakat lokal bisa merasakan dampak event dari persewaan akomodasi, transportasi lokal dan lain-lain.
‘’Di masa pandemi, sulit orang beli meski dengan harga segitu. Kalau mereka beli, mereka harus menginap di Lombok. Hotelnya yang mahal. Bahkan sampai kekurangan hotel. Itu yang buat kami mengerem, promosinya tidak gencar. Perusahaan kami mencoba membuat paket overland Bali-Lombok untuk MotoGP Mandalika 2022 tetapi responnya tidak terlalu besar. Sampai akhir Februari kemarin pun tidak banyak yang booking,’’ kata Wishnu.
Ricky Setiawanto dari Panorama Destination cukup optimis paket-paket MotoGP akan ramai dicari 10 hari menjelang perhelatan dimulai. Karena seretnya penjualan paket MotoGP tidak melulu terkait dengan harga tiket nonton, akomodasi dan daya beli masyarakat.
‘’Biasa kan, pasar domestik last minute. Mungkin baru ramai 10 hari menjelang hari H. Tapi kita tidak bisa pungkiri juga tarif hotel di Lombok masih cukup tinggi,’’ ucap Ricky.
Mencontek Sepang
Jumlah penonton MotoGP Sepang Malaysia termasuk stabil sebelum pandemi. MotoGP berlangsung selama dua hari pada akhir pekan bisa menarik lebih dari 100.000 penonton.
Penyelenggaraan MotoGP Sepang menggandeng BPW dan agen perjalanan sebagai mitra sekaligus salah satu saluran penjualan. Alokasi tiket MotoGP untuk BPW dan agen perjalanan sekitar 70 persen dari total tiket yang disediakan. BPW dan agen perjalanan sudah pasti tidak hanya menjual tiket nonton MotoGP tetapi juga item perjalanan lainnya yakni akomodasi, transportasi dari akomodasi menuju sirkuit, hingga tur.
BPW dan agen perjalanan di Malaysia membuat konsorsium-konsorsium untuk menjual paket-paket MotoGP Sepang. Melalui jejaring mitra BPW dan agen perjalanan Indonesia paket-paket itupun segera dipasarkan dan dijual di sini. Harga tiket nonton yang berlaku adalah harga agen di mana harganya tidak sama dengan published rate. Harga agen lebih rendah daripada harga tiket normal. Sehingga harga paket yang di-bundling dengan akomodasi dan transportasi dari hotel ke sirkuit jadi terjangkau dan terlihat menarik bagi wisatawan yang ingin menonton sekaligus jalan-jalan di Malaysia.
Harga paket MotoGP Sepang Malaysia yang dijual di Indonesia pada umumnya berkisar Rp 4,5 juta per orang dengan durasi paket selama 3 hari 2 malam. Harga itu termasuk tiket dua kali menonton balapan pada hari kedua (sesi kualifikasi, penentuan pole position) dan hari ketiga, sesi utama Race Day; biaya akomodasi selama 3 hari 2 malam dan transportasi akomodasi-sirkuit. Dengan biaya tambahan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta untuk tiket pesawat PP, di luar biaya paket, nilainya masih dirasakan lebih terjangkau.
Daniel Nugraha dari Exotic Java Trails, operator tur berbasis di Bandung, melihat, harga paket MotoGP Mandalika menjadi tidak terjangkau dibandingkan paket MotoGP Sepang. Selain itu, tarif hotel di Sepang selama perhelatan MotoGP tidak ada yang naik.
‘’MotoGP Sepang Malaysia dijual dengan dukungan dari konsorsium tour operator/travel agent di sana. Komparasi dengan harga tiket untuk BPW/agen perjalanan lokal dan domestik di MotoGP Mandalika mungkin hanya sekitar 5 persen di bawah harga tiket normal,’’ kata Daniel.
Tour operator/travel agent di Malaysia yang menjual paket-paket MotoGP Sepang paling banyak mendapat penghargaan. Hal itu membuat mereka bersemangat dan berlomba-lomba memasarkan dan mempromosikan event sekaligus paket perjalanannya.
Di Indonesia ada asosiasi-asosiasi BPW dan agen perjalanan dengan masing-masing kekuatannya. ASITA yang memiliki anggota meliputi 34 provinsi hingga kabupaten dan kota, ASPPI dengan kekuatan di pasar domestik dan anggotanya hingga mencapai akar rumput atau pelaku di level mikro, IINTOA dengan kekuatan jejaring pasar internasionalnya, serta ASTINDO yang beranjak dari penjualan tiket kemudian berkembang hingga mumpuni menjual paket-paket perjalanan outbound dan domestik.
Agar event maupun paket MotoGP Mandalika lebih efektif menjangkau penonton tahun depan, fokus feeding dan dukungan kepada BPW dan agen perjalanan selaku pemilik produk. Mereka ini yang akan mengisi platform online travel agent (OTA) dan marketplace selain mempunyai saluran pemasaran dan penjualannya sendiri. BPW dan agen perjalanan bukan sekedar mitra menyusun rencana perjalanan yang dipaketkan. Dalam hal produk perjalanan/wisata, OTA dan marketplace tidak bisa berdiri dan berjalan sendiri. Di balik setiap produk perjalanan ada operator yang menciptakan dan mengoperasikannya.
Pertamina Mandalika International Street Circuit. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Up Date dari MotoGP Mandalika 2022
Pada ’Konferensi Pers Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022’’, Irjen Pol.[Purn] Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menjelaskan, salah satu yang menjadi perhatian adalah pemenuhan sarana transportasi sehingga penonton yang akan hadir dapat terlayani dengan baik dan nyaman. Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas agar menjadi lebih baik di sekitar kawasan dan juga termasuk koridor di sekitar kota Mataram.
‘’Salah satunya adalah optimalisasi penggunaan angkutan umum. Artinya angkutan umum akan menjadi backbone utama transportasi yang ada di Mataram sampai dengan kawasan. Terutama pada saat kegiatan MotoGP Mandalika 2022 berlangsung,’’ kata Budi.
Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 278 unit bis untuk angkutan antarmoda guna membawa penonton dari beberapa simpul transportasi yakni Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gili Mas, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Kayangan, dan Bandara Internasional ZAM ke pusat kota Mataram dan lokasi lainnya.
Kemudian, telah disiapkan juga 184 unit bis sedang untuk membawa wisatawan atau masyarakat dari pusat kota Mataram dan lainnya menuju lokasi kawasan Sirkuit Mandalika.
Bis shuttle dalam kawasan Mandalika melayani tujuh rute yaitu Parkir Barat dan Parkir Timur, Gate 1, Gate 2 dan Gate 3. Bis shuttle berfungsi mengantar penonton yang akan masuk dan keluar dari kawasan sirkuit.
Kendaraan pribadi dan sepeda motor menuju kawasan Mandalika akan dibatasi. Jadi sudah disiapkan juga lahan parkir di luar kawasan Mandalika sehingga potensi kemacetan bisa dihindari. Semua layanan disiapkan secara gratis.
Aksesibilitas dari laut, lintasan yang sudah berjalan seperti Pelabuhan Padangbai-Pelabuhan Lembar (26 kapal feri), Surabaya-Lembar (2 kapal), Ketapang-Lembar (6 kapal), dan Kayangan-Poto Tano (2 kapal feri). Ada usulan baru yakni menambah lintas Tanjung Benoa-Kuta Lama Mandalika.
Sekda Provinsi NTB Lalu Gita menambahkan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika mengakselerasi pembangunan di Lombok. Di antaranya, pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan guna mengakomodasi lebih banyak wisatawan di masa depan seiring dengan Lombok semakin dikenal sebagai destinasi pariwisata baik di pasar domestik maupun internasional.
Panjang landas pacu di BIZAM sudah mencapai 3.400 meter. Bandara internasional di Pulau Lombok itu sekarang bisa menerima pesawat berbadan lebar. Lalu, jalan bypass yang menghubungkan bandara ke kawasan Mandalika sepanjang 17 kilometer pun sudah rampung dan menyisakan proses beautifikasi saja.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Event wisata olahraga tidak hanya membuat wisatawan lebih sehat secara fisik tetapi juga sekaligus menikmati keindahan alam di destinasi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno usai mengikuti Pocari Sweat Sport (Run) Tourism di Kabupaten [more]
Tourism for Us – Bogor sebagai salah satu kota penyangga Ibukota DKI Jakarta semakin siap untuk menjadi tuan rumah perhelatan even-event olahraga. Tempat dan sarana penyelenggaraan event olahraga di Kota Hujan dibangun dengan mengacu pada standar internasional. Sarana-sarana itu ada yang dikelola oleh pemerintah daerah [more]
Tourism for Us – Potensi pariwisata olahraga di Indonesia masih sangat besar untuk dikembangkan. Dan pemerintah bermaksud mendorong dan memajukan konsep pariwisata berkualitas melalui berbagai kegiatan olahraga yang dikemas dalam event olahraga prestasi maupun yang bersifat rekreasional.
Indonesia merupakan salah satu destinasi golf.Berbagai paket golf di Bintan,Jakarta,Jawa Barat,Surabaya,Bali cukup diminati para antusias golf dari mancanegara.(Foto: Hole 4 di Stone hill,Rainbow Hills Golf Course)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencoba untuk fokus mengembangkan event-event wisata olahraga pada tiga bulan ke depan. Tentu penyelenggaraannya dilaksanakan dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dengan pendekatan inovatif, banyak event olahraga masih bisa diselenggarakan di masa pandemi. Diantaranya, pelaksaaan event secara hybrid.
Hal ini disampaikan pada saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kepala Baparekraf) Sandiaga Uno bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Selasa (5/1/2021), di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, di kawasan Senayan, Jakarta.
Kegiatan-kegiatan olahraga yang jadi sasaran fokus adalah golf dan triatlon. Golf direncanakan diselenggarakan di Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Kepulauan Riau. Sedangkan triatlon direncanakan digelar di Danau Toba dan Labuan Bajo. Berbagai cabang olahraga lainnya pun dipertimbangkan.
Bintan Triathlon,even tahunan yang telah mempunyai penggemar dan menarik minat antusias trathlon baru lainnya. [Sumber; Kemenpareraf]
Dari pertemuan kedua menteri itu diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan membuat satu kerangka mengenai kerja sama, perizinan dan lainnya untuk penyelenggaraan berbagai event olahraga.
Pertemuan Menparekraf dan Menpora tersebut juga merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah dilakukan antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi dan Kreatif dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Perindustrian di Hari Olahraga Nasional ke-37 pada September 2020 lalu. Di dalam nota kesepahaman ada tiga tema yang hendak dikembangkan yakni sport science, sport tourism, dan sport industry.
Beberapa ajang balap sepeda di Indonesia juga menarik perhatian pebalap sepeda mancanegara mengikutinya. [Sumber; Kemenparekraf]
Dengan adanya nota kesepahaman tersebut diharapkan dapat mengembangkan potensi wisata olahraga dan menciptakan sport event yang dapat menarik kunjungan wisatawan mau datang ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Penyelenggaraan sport tourism juga diyakini, dan telah terbukti, mampu mendorong sektor ekonomi kreatif lokal.
Ekosistem pariwisata berbasis olahraga banyak berkaitan dengan wellness atau kesehatan. Pemerintah bermaksud mendorong dan memajukan konsep pariwisata berkualitas melalui berbagai kegiatan olahraga yang dikemas dalam event olahraga prestasi maupun yang bersifat rekreasional pada masa sekarang ini maupun yang akan datang.*** (Yun Damayanti)