BOGOR MENGGELIAT JADI TUJUAN SPORT & TOURISM
Tourism for Us – Bogor sebagai salah satu kota penyangga Ibukota DKI Jakarta semakin siap untuk menjadi tuan rumah perhelatan even-event olahraga. Tempat dan sarana penyelenggaraan event olahraga di Kota Hujan dibangun dengan mengacu pada standar internasional. Sarana-sarana itu ada yang dikelola oleh pemerintah daerah maupun swasta. Dan venue-venue olahraga di kota ini ditunjang dengan aksesibilitas yang baik serta dekat dengan tempat-tempat wisata menarik dan legendaris.

Kompleks Olahraga Pakansari
Bogor punya fasilitas kompleks olahraga yang mengacu pada standar internasional di Pakansari, Cibinong. Kompleks olahraga Pakansari yang berada di wilayah Kabupaten Bogor itu sudah menjadi venue perhelatan event olahraga tingkat nasional dan internasional.
Stadion Pakansari adalah stadion multi-fungsi. Stadion ini digunakan untuk cabang olahraga sepak bola dan atletik. Cabang-cabang atletik yang bisa dilakukan di sini adalah lari, lempar lembing, dan lompat jauh. Kapasitas di dalam stadion bisa menampung sampai dengan 30.000 penonton.
Event-event olahraga internasional yang pernah digelar di stadion yang diresmikan pada 2014 ini di antaranya, kejuaraan sepak bola Asia AFF 2015 dan venue cabang olahraga sepak bola pria Asian Games 2018. Stadion yang sama juga merupakan markas klub sepak bola Persikabo 1973.
Fasilitas-fasilitas penunjang di dalam stadion tiga lantai tersebut: Hall Utama/Lobby, Hall Atlet dan Official, Ruang Tunggu Atlet dan Ruang Pemanasan, Ruang Pelatih, Ruang Ganti Pemain, Ruang Wasit, Ruang Ganti Wasit, Ruang P3K, Ruang Dokter dan Ruang Tes Dopping, Ruang Panitia Penyelenggara yang dilengkapi meja konferensi, Ruang Media Center/ Confrence, dan Ruangan Khusus VIP dan VVIP. Dan di setiap lantai ada toilet dan mushola serta ruang-ruang penunjang lainnya.
Sedangkan di luar stadion tersedia lapangan parkir yang bisa menampung 69 unit bis, 919 kendaraan roda empat dan 2.395 roda dua.
Selain stadion, kompleks ini dilengkapi dengan Gedung Laga Tangkas dan Gedung Laga Satria. Gedung Laga Tangkas diperuntukan bagi cabang olahraga beladiri dengan kapasitas 1.625 penonton. Sedangkan Gedung Laga Satria untuk cabang olahraga bulutangkis, voli dan basket. Kapasitas penonton di gedung ini pun sama yakni 1.625 penonton. Di halaman di luar stadion juga sudah berdiri arena untuk panjat dinding.
Kompleks olahraga Pakansari diproyeksikan tidak hanya untuk menyelenggarakan kompetisi olahraga prestasi yang dipertandingkan di Olimpiade. Dalam perencanaannya, kompleks itu dirancang juga untuk dapat menggelar event olahraga ekstrim seperti panjat dinding (wall climbing), skateboard, sepatu roda, dan sepeda BMX, serta menjadi tujuan olahraga keluarga. Nah, kompleks olahraga tersebut sudah menjadi tujuan olahraga rekreasi keluarga khususnya bagi warga Cibinong dan sekitarnya setiap akhir pekan.
Sirkuit Balap dan Lapangan Golf
Bogor juga mempunyai sirkuit balapan untuk gocart, motor dan mobil. Sirkuit-sirkuit itu dimiliki dan dikelola oleh swasta. Semuanya berada di daerah Sentul yang terus berkembang. Kompetisi maupun event-event otomotif rutin digelar di sana.
Lapangan-lapangan golf di Bogor tersebar di wilayah kabupaten dan kotamadya. Lapangan-lapangan golf di sini dirancang oleh pemain-pemain golf dunia yang dihormati. Lapangan-lapangan itu berada di dataran tinggi berudara sejuk dan di tengah lingkungan asri dengan gunung-gunung yang mengelilinginya, Gunung Salak, Gunung Gede dan Gunung Pangrango.
Event-event olahraga otomotif dan golf mulai dari skala daerah, nasional dan regional pernah dilaksanakan di Bogor. Ketua Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor H. Zainal Syafrudin, M.Si, mengatakan, pertandingan-pertandingan golf dalam skala yang lebih kecil tidak berhenti begitu saja selama pandemi.

Olahraga Rekreasi Murah Meriah
Selain itu, di Bogor juga bisa melakukan berbagai aktivitas luar ruang atau olahraga rekreasi. Selama pandemi, aktivitas trekking jadi kegemaran baru. Jalur trekking pada umumnya melintasi pemukiman kampung-kampung di tengah kota, lahan-lahan kebun dan sawah milik warga, sampai melintasi aliran anak-anak sungai dan curug (air terjun). Selama pandemi, bermunculan pengelola-pengelola trekking. Jalur-jalur trekking di antaranya di sekitar Desa Mulyaharja, Kota Bogor, dan Sentul, Kabupaten Bogor.
Setelah pedestrian di sepanjang Kebun Raya Bogor diperlebar dan diperbaiki kualitasnya, lebih banyak lagi warga yang berlari maupun bersepeda pada pagi dan sore hari di jalur ini setiap hari. Terlebih setiap akhir pekan, jalur di tepi paru-paru utama kota dan sekitarnya selalu ramai oleh warga dan wisatawan yang berolahraga maupun melakukan kegiatan luar ruang lainnya. Apalagi di sepanjang jalur itu akomodasi hotel, restoran, kafe, hingga kuliner kaki lima terus tumbuh. (kegiatan apapun di jalur pedestrian ini dihentikan sementara selama PPKM, red.)
Sebagai penunjang wilayah Ibukota, aksesibilitas di Bogor berkembang pesat. Jaringan jalan raya non tol, jalan tol dan kereta terus ditingkatkan. Untuk menuju kompleks olahraga Pakansari, lapangan golf, sirkuit dan jalur-jalur trekking semua terkoneksi dengan infrastruktur jaringan perhubungan darat. Fasilitas-fasilitas pendukung lain seperti rumah sakit, akomodasi berbintang dan non-bintang, hingga fasilitas rekreatif pusat perbelanjaan, restoran, penjual oleh-oleh dan tempat-tempat wisata juga relatif mudah dijangkau.
Dengan jaringan jalan saat ini, Bandara Halim Perdanakusumah bisa ditempuh sekitar 60 menit dan Bandara Internasional Soekarno Hatta berjarak 90-130 menit dari Bogor. Ada banyak pilihan pemberhentian stasiun kereta. Misalnya untuk ke Pakansari bisa melalui stasiun terdekat Stasiun Cibinong atau Stasiun Bojonggede. Untuk menuju jalur trekking di Mulyaharja bisa turun di Stasiun Besar Bogor. Dalam beberapa tahun ke depan jaringan kereta LRT akan sampai ke Bogor.
Walaupun dari sisi kapasitas dan kelengkapan yang ada baru setengah daripada yang tersedia di Jakarta, satu kelebihan lain yang ditawarkan Bogor adalah suhu udara yang lebih sejuk sehingga pertandingan olahraga lebih nyaman dilakukan.***(Yun Damayanti)
