Tag: sustainable tourism

INVESTASI TERBAIK APA UNTUK PARIWISATA BALI YANG BERKUALITAS DAN BERKELANJUTAN?

INVESTASI TERBAIK APA UNTUK PARIWISATA BALI YANG BERKUALITAS DAN BERKELANJUTAN?

Tourism for Us – Bali menyambut baik kehadiran talenta, inovasi, dan investasi global yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Untuk itu, Pulau Dewata memerlukan investor yang memiliki visi jangka panjang, menghargai budaya Bali, menjaga kelestarian lingkungan, menciptakan lapangan kerja, dan menjalin kemitraan dengan komunitas [more]

NOVOTEL DORONG HIDANGAN LAUT BERKELANJUTAN DI LEBIH DARI 600 HOTEL DI SELURUH DUNIA

NOVOTEL DORONG HIDANGAN LAUT BERKELANJUTAN DI LEBIH DARI 600 HOTEL DI SELURUH DUNIA

Tourism for Us – Dua tahun setelah meluncurkan komitmennya terhadap laut dan menjalin kemitraan global dengan WWF Prancis, Novotel terus mencatat kemajuan nyata di seluruh jaringan globalnya yang mencakup lebih dari 600 hotel. Kemajuan ini terlihat melalui transformasi operasional, konservasi laut, praktik pangan berkelanjutan, serta [more]

SELAMATKAN RAJA AMPAT: WARISAN LAUT YANG TAK TERNILAI

SELAMATKAN RAJA AMPAT: WARISAN LAUT YANG TAK TERNILAI

Tourism for Us – Raja Ampat telah dikenal luas di kalangan peneliti internasional dan wisatawan mancanegara (wisman) jauh sebelum tahun 2003, saat resmi menjadi kabupaten. Pada bulan Oktober 2015, Provinsi Papua Barat mengumumkan diri sebagai provinsi konservasi pertama di Indonesia dan di dunia, sebuah langkah yang ditandantangani oleh Gubernur Papua Barat saat itu, Abraham O. Ataruri, dan disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Penting untuk dicatat bahwa wilayah konservasi yang dicanangkan tidak hanya mencakup Raja Ampat, melainkan juga area lainnya di provinsi tersebut. Gubernur Papua Barat pada waktu itu menekankan bahwa deklarasi ini bertujuan untuk membantu provinsi dalam menjaga dan mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Bukit Botak, Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat Daya. (Foto: Yun Damayanti)

Raja Ampat merupakan kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Kabupaten kepulauan di barat daya kepala burung Pulau Papua ini merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia dengan sejumlah predikat, yakni Kawasan Konservasi Perairan Nasional, Pusat Terumbu Karang Dunia hingga UNESCO Global Geopark (UGGp).

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu saat bertemu dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (4/6/2025), menekankan pada pentingnya komitmen dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Raja Ampat.

“Kami di daerah memiliki kewenangan yang terbatas. Melalui komunikasi, kami berharap destinasi Raja Ampat dapat menjadi atensi pemerintah pusat. Bersama-sama kita memastikan Raja Ampat dapat menjadi kekayaan bukan hanya Indonesia, tapi juga dunia,” ujar Gubernur Elisa Kambu.

Oleh karena itu, investasi terbaik di Raja Ampat adalah investasi pada konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Jika dikelola dengan bijak, Raja Ampat dapat menjadi model destinasi di dunia yang menyeimbangkan ekonomi dan ekologi dengan selaras.

Menteri Pariwisata Widiyanti dalam pertemuan itu mengatakan bahwa pihaknya mencermati dengan serius salah satu kegiatan industri ekstraktif khususnya terkait ekspansi tambang nikel di wilayah Raja Ampat, yang lokasinya relatif berdekatan dengan Kawasan Wisata UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkomitmen menjadikan Raja Ampat sebagai simbol pariwisata berkualitas yang berbasis konservasi, edukasi, masyarakat, kualitas, dan keberlanjutan. Selain itu juga mendukung pendekatan whole of government dalam penyelarasan kebijakan antara sektor pariwisata, lingkungan hidup, energi, dan mineral.

Untuk itu, Menpar Widiyanti mendukung adanya evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin pertambangan di wilayah sensitif, terutama yang bersinggungan dengan destinasi wisata konservasi.

“Setiap kegiatan pembangunan di kawasan ini harus berpijak pada prinsip kehati-hatian, menghormati ekosistem, serta keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu (kiri) saat bertemu dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (4/6/2025). (Foto: Birkompublik Kemenpar)

Tiga langkah strategis Kementerian Pariwisata menangani isu tambang nikel di Raja Ampat, yaitu:

1.        Kunjungan dan Dialog DPR Bersama Masyarakat

Kemenpar bersama anggota DPR-RI melakukan kunjungan langsung ke Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kunjungan ini dilakukan guna menyerap aspirasi masyarakat, terutama masyarakat adat.

Dalam kunjungan tersebut, masyarakat menyampaikan penolakan terhadap rencana pemberian izin pertambangan baru. Mereka menegaskan bahwa ekosistem dan identitas Raja Ampat yang harus dijaga sebagai kawasan wisata, bukan wilayah industri ekstraktif.

Sebagai hasil dari kunjungan tersebut, Komisi VII DPR berkomitmen membawa aspirasi mengenai pencemaran lingkungan akibat tambang nikel ke DPR RI. Selain itu, Komisi VII DPR juga meminta evaluasi izin tambang oleh pemerintah pusat sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem Raja Ampat.

2.        Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya

Menpar Widiyanti telah menerima kunjungan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Rabu (4/6/2025). Dalam pertemuan tersebut, baik Kementerian Pariwisata dan Gubernur Papua Barat Daya berkomitmen untuk menjaga ekologi Raja Ampat.

Pemerintah daerah menegaskan agar kawasan Raja Ampat tetap diarahkan sebagai kawasan konservasi laut, taman bumi UNESCO, dan destinasi unggulan pariwisata Indonesia, tanpa dikompromikan dengan aktivitas pertambangan.

3.        Koordinasi Strategis Lintas Sektor

Kemenpar juga menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada Kamis (5/6/2025), untuk menguatkan langkah perlindungan jangka panjang terhadap Raja Ampat.  Salah satu inisiatif utama yang sedang dikaji, yaitu mendorong Raja Ampat berfokus pada pariwisata berkualitas, dengan mengedepankan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dan investasi hijau yang berpihak pada masyarakat dan lingkungan.

Raja Ampat adalah surga terakhir di bumi, sebuah tempat yang memukau dengan keindahan dan keajaibannya, mulai dari kedalaman laut hingga permukaan di pulau-pulau atol yang menakjubkan. Setiap orang yang pernah menginjakkan kaki di sana pasti merasakan pesona yang tak tertandingi.

Namun, ada rasa sakit dan kemarahan yang mendalam ketika melihat bagian-bagian dari surga ini dipotong untuk diambil bijih nikel, yang digunakan sebagai bahan baku untuk baterai kendaraan listrik yang dianggap ramah lingkungan.

Sementara itu, terumbu karang yang merupakan hewan mikroskopis hanya mampu tumbuh kurang dari 10 cm setiap tahunnya, dan pertumbuhan mangrove pun tidak sebanding dengan laju pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan. Apa yang terjadi di Raja Ampat bukan hanya masalah lokal tetapi juga memiliki dampak yang luas, mempengaruhi Indonesia dan dunia secara keseluruhan. ***(Yun Damayanti)

IINTOA UNGKAP PROYEKSI KENAIKAN WISMAN 2025: INI YANG PERLU DIKETAHUI

IINTOA UNGKAP PROYEKSI KENAIKAN WISMAN 2025: INI YANG PERLU DIKETAHUI

Tourism for Us – Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) memproyeksikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) naik antara 10 persen sampai 15 persen pada 2025. Pemberitaan negatif terhadap pariwisata Indonesia pada akhir tahun 2024 dan awal 2025 tidak terlihat mempengaruhi pemesanan yang diterima oleh para operator [more]

SAUPON MANGROVE HOMESTAY, HIDDEN GEM DI TELUK MAYALIBIT, RAJA AMPAT

SAUPON MANGROVE HOMESTAY, HIDDEN GEM DI TELUK MAYALIBIT, RAJA AMPAT

Tourism for Us – Berada di dalam hutan mangrove yang masih alami di Teluk Mayalibit, Saupon Mangrove Homestay sudah menjadi destinasi itu sendiri. Kelompok Tani Hutan Waifoi yang mengelola pertanian hutannya dengan mengedepankan kearifan lokal telah menjadikan homestay bukan sekedar penginapan biasa. Kelompok tani hutan [more]

INDONESIA ECOTOURISM FAIR 2024: ETALASE PRAKTIK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN OLEH MASYARAKAT, BANGKITKAN KEBANGGAAN LOKAL

INDONESIA ECOTOURISM FAIR 2024: ETALASE PRAKTIK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN OLEH MASYARAKAT, BANGKITKAN KEBANGGAAN LOKAL

Tourism for Us – Dengan artificial intelligent (AI) orang mudah sekali mendapatkan informasi. Tetapi dalam lansekap pariwisata, khususnya di subsektor ekowisata, kemudahan itu tidak serta merta membuat wisatawan menemukan orang yang baik dan tepat untuk pengalaman ekowisata sesungguhnya. Maka ajang pameran khusus ekowisata Indonesia Ecotourism Fair 2024 (IEF) menjadi platform untuk menghubungkan calon wisatawan dengan para pengelola lokal yang bertanggung jawab dan akuntabel.

Indonesia Ecotourism Fair 2024 dengan highlight Explore Kalimantan Fair 2024 (XKF) telah berlangsung pada 2-3 November 2024 di Sarinah Thamrin Jakarta. Pameran khusus ekowisata pertama ini diikuti oleh 35 komunitas yang menempati 22 booth. Komunitas-komunitas bergotong-royong dan saling mendukung untuk dapat mengikuti pameran. Mereka berbagi biaya agar dapat hadir dan bertemu langsung dengan calon wisatawan. 

‘’Kami melihat animo saat ini. Kemajuan teknologi semakin pesat. Sehingga banyak wisatawan sudah datang dan mereka deal sama orang lokal. Di sisi lain, teknologi itu membawa banyak orang baru tapi sebenarnya kurang paham. Sampai sini accountability dan reliability-nya masih kurang. Sehingga kalau mereka (wisatawan, red.) bisa bertemu dengan orang-orang lokal yang sudah dilatih, punya tanggung jawab, sudah punya accountability, tentu mereka akan merasa nyaman, kan? Jadi itu alasan diadakannya IEF ini,’’ ujar Ary S. Suhandi, Chairman, Executive Director INDECON.

Indonesia Ecotourism Fair 2024 merupakan penyelenggaraan pertama kali. Sementara Explore Kalimantan Fair memasuki penyelenggaraan kedua tahun ini.

Peserta pameran XKF tahun lalu melaporkan bahwa mereka memperoleh transaksi kunjungan wisatawan ke destinasi tidak lama setelah pameran. XKF memberi inspirasi bagi komunitas-komunitas lain mau ikut berpameran. Mereka mendorong agar pameran diperluas meliputi komunitas-komunitas di seluruh Indonesia. Dan berangkat dari kesuksesan tersebut, tidak hanya penyelenggaraan XKF yang berlanjut tetapi juga mendorong digelarnya Indonesia Ecotourism Fair.

‘’Indonesia Ecotourism Fair ini yang pertama. Sedangkan Explore Kalimantan Fair yang kedua kali. Indonesian Ecotourism Network (INDECON) menginisiasi sekaligus mengorganisasi penyelenggaraan XKF dan IEF. Tujuan kami menyelenggarakan IEF agar calon wisatawan menemukan operator lokal yang reliable dan accountable. Jadi IEF adalah pameran B-to-C,’’ tutur Ary.  

Penyelenggaraan XKF 2024 didukung oleh Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Kalimantan. TFCA adalah Divisi Program dari Yayasan Kehati. Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Berau turut menjadi kontributor pengisi konten pameran.

INDECON mengkurasi peserta pameran. Penilaiannya terutama pada mereka yang menjalakan prinsip-prinsip kegiatan wisata bertanggung jawab yang mengarah pada pariwisata berkualitas (quality tourism) dan pariwisata hijau (green tourism).  

Untuk XKF 2024, INDECON membantu mengkurasi produk dan memilih operator tur lokalnya. Di Pulau Kalimantan INDECON membina enam operator tur lokal. 

Pembinaan terhadap operator tur lokal supaya sejalan antara pengelola orang lokal dan operator tur selaku penjual. Kedua pihak ini harus bergerak bersama-sama untuk menghasilkan pariwisata berkualitas.

‘’Kalau pariwisata itu dikelola dengan baik justru dia akan memberikan manfaat banyak. Tetapi kalau pariwisata tidak dikelola maka dia akan memberikan dampak negatif yang tinggi pula. Kami di sini bukan untuk membuat tur keseluruhan tapi mengkoneksikan daya tarik ekowisata lokal, pengelola orang lokal dengan operator-operator tur lokalnya,’’ terang Ary.

Lanjutnya kemudian, ‘’Bagaimana kita mengarahkan mereka untuk mengharmonisasi kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan serta budaya sebagai aset. Sehingga kita selalu mengarahkan untuk mencintai alam, mengapresiasi alam, kemudian mengajak pemerintah untuk mengelola destinasinya dengan mekanisme yang baik dan benar.’’

Ary mencotohkan komunitas lokal pengelola pantai Tiga Warna di Malang Selatan. Salah satu peserta IEF 2024 asal Jawa Timur itu mengelola kawasan pantainya dengan menerapkan reservasi, pengunjung yang mau masuk dicek dulu sampahnya dan sebagainya. Mereka benar-benar menerapkan prinsip-prinsip ekowisata.

Kemudian komunitas Waerebo di Flores, Nusa Tenggara Timur. Ary mengungkapkan, kampung adat yang mendapatkan pengakuan dunia itu baru  saja menetapkan kuota. Saat ini mereka menetapkan kuota 50 orang per hari. Kuota itu hanya berlaku di kampung yang ada di bawah. Sedangkan kampung yang berada di atas disterilkan. Dan untuk mengunjungi Waerebo wisatawan akan diminta untuk medaftar reservasi terlebih dahulu.

Penetapan kuota di kampung adat Waerebo tidak diputuskan oleh satu pihak saja. Dalam prosesnya ada perhitungan berapa jumlah warga yang tinggal di sana. Kemudian didiskusikan jumlah kunjungan dikali jumlah pendapatan. Dari situ dibuat rancangan reservasi dan berapa biaya yang pantas dibayarkan oleh wisatawan. Untuk mendukung rencana aksi tersebut, pengelola lokal menggunakan jaringan internet dari Starlink. Dan semua itu akan dilalui oleh komunitas Waerebo secara bertahap.

‘’Prinsip ecotourism-nya diterapkan. Karena itu pemain baru tidak bisa sekaligus menerapkannya. Itu memang berat. Tapi kita bina step by step agar semua prinsip bisa diterapkan,’’ kata Ary.  

Yusdi N. Lamatenggo, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan IEF 2024. Menurutnya, komunitas ekowisata jarang diangkat. Kalaupun ada di pameran porsinya kecil. Dia berharap IEF bisa menjadi lebih besar lagi.

‘’Kita bisa lihat. Di sini menampilkan bagaimana praktik-praktik ekowisata di masyarakat. Teman-teman di sini bisa saling belajar dengan teman-teman yang lain. Ini masing-masing daerah kan beda-beda nih. Ada spesifiknya masing-masing. Paling tidak bisa belajar. Harapan kita, teman-teman dari Papua Barat Daya pulang bawa banyak teman, jaringan, info baru. Dan kembali kita ke Papua bisa lebih mengembangkan lagi dengan apa yang mereka lihat di sini. Yang penting adalah mereka bisa memperluas jaringan,’’ kata Yusdi.

Yusdi, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, juga menyampaikan, Raja Ampat sekarang sudah masuk dalam destinasi pariwisata prioritas. Pemerintah daerah terus menggenjot 3A terutama amenitas dan atraksi di sana.

‘’Provinsi Papua Barat Daya bukan hanya Raja Ampat. Kami punya tempat-tempat lain. Ada Kabupaten Sorong, Tambraw. Mereka juga punya keindahan alam yang luar biasa. Semuanya itu ekowisata. Dan tugas kami di pemerintahan adalah terus menyempurnakan, terus membangun 3A, akses, amenitas dan memperbaiki atraksi yang dimiliki,’’ pungkasnya. 

Sehari sebelum IEF 2024 dan XKF 2024, digelar Temu Jaringan Ekowisata Indonesia (TJEI) di Tebet Eco Park, Jumat (1/11/2024). TJEI tahun ini merupakan pertemuan ke-10. Pertemuan jaringan ekowisata Indonesia itu adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh INDECON.***(Yun Damayanti) 

PROF. I NYOMAN SUNARTA: TEMPATKAN ALAM SEBAGAI STAKEHOLDER DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA DAN TINGKATKAN KUALITAS SDM LOKAL

PROF. I NYOMAN SUNARTA: TEMPATKAN ALAM SEBAGAI STAKEHOLDER DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA DAN TINGKATKAN KUALITAS SDM LOKAL

Tourism for Us – Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia sebagai destinasi belum mengalami overtourism. Karena kunjungan wisatawan belum tersebar merata ke seluruh pulau. Tetapi benar, di destinasi-destinasi pariwisata tertentu, terutama di destinasi-destinasi primadona, sudah mengalami gejala-gejala dan/atau memasuki overtourism. Dan destinasi-destinasi pariwisata baru yang [more]

PARIWISATA INDONESIA 2025: GEJALA OVERTOURISM, TANTANGAN MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP BERKELANJUTAN DAN KEGAMANGAN HADAPI DISRUPSI AI/GENAI

PARIWISATA INDONESIA 2025: GEJALA OVERTOURISM, TANTANGAN MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP BERKELANJUTAN DAN KEGAMANGAN HADAPI DISRUPSI AI/GENAI

Tourism for Us – Pariwisata Indonesia beserta industrinya akan menghadapi tiga issue besar pada tahun 2025 yaitu beberapa destinasi favorit sudah menghadapi gejala-gejala overtourism, tantangan untuk menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan (sustainability) dalam membangun destinasi wisata dan mengembangkan bisnis, serta kegamangan pelaku industri pariwisata menghadapi disrupsi artificial [more]

‘WONDERFUL INDONESIA’ KEMBALI HADIR DI IFTM TOP RESA 2024 PERANCIS, KOLABORASI DIASPORA INDONESIA DI PARIS DAN PELAKU INDUSTRI PARIWISATA TANAH AIR

‘WONDERFUL INDONESIA’ KEMBALI HADIR DI IFTM TOP RESA 2024 PERANCIS, KOLABORASI DIASPORA INDONESIA DI PARIS DAN PELAKU INDUSTRI PARIWISATA TANAH AIR

Tourism for Us – ‘Wonderful Indonesia’ akan kembali hadir di IFTM Top Resa 2024. IFTM adalah pameran pariwisata B-to-B terbesar di Perancis. Pameran akan berlangsung pada 17-19 September 2024 di Parc des Expositions Porte de Versailles, Paris. Kehadiran stand ‘Wonderful Indonesia’ di IFTM 2024 merupakan kolaborasi antara seorang diaspora Indonesia yang bermukim di Paris dengan beberapa pelaku industri pariwisata dari Tanah Air.

Partisipasi Indonesia di pameran IFTM Top Resa tahun ini diinisiasi oleh La Maison De L’Indonesie (House of Indonesia) yang didirikan oleh Eka Moncarre (ex Country Manager VITO Perancis). Inisiasi ini disambut baik oleh beberapa mitra sekaligus stakeholders pariwisata Tanah Air yaitu Panorama Tours, Archipel Contact, Bali Tropic Resort & Spa dan B&L Conseil. Mereka akan bekerja sama untuk mempromosikan paket-paket perjalanan terkait lifestyle, sustainable tourism hingga paket-paket wisata terkait halal tourism yang ada di Indonesia.

Dalam keterangan tertulis Eka menerangkan, ada tiga alasan kuat Indonesia harus hadir di IFTM Top Resa 2024. Pertama, Indonesia termasuk dalam TOP 20 destinasi 2024 di pasar Perancis (berada di urutan ke-15). Indonesia akhirnya dapat mengalahkan Thailand. Data yang dihimpun oleh komunitas pelaku industri pariwisata di Perancis menunjukkan, wisatawan Perancis yang berlibur ke Indonesia selama bulan Juli 2024 saja meningkat 40,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023.

Alasan kedua, data yang dirilis oleh Bali Tourism Board (GIPI Bali)  menunjukkan Perancis termasuk dalam TOP 20 negara yang paling banyak berlibur ke Bali. Statistik bulan Agustus 2024 mencatat sebanyak 36.996 wisatawan Perancis berkunjung ke Bali dan menempatkannya di urutan ke-4 setelah Australia, China, dan India.   

Total wisatawan Perancis yang datang ke Bali di puncak musim liburan tahun ini (Juli-Agustus) mencapai 140.086 orang. Dan ini menempatkanya menjadi pasar Eropa nomor 1 yang berkunjung ke Bali.

Alasan berikutnya yang juga sangat penting adalah jumlah kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia pascapandemi belum mencapai tingkat kunjungan sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai sekitar 300.000 wisatawan.

‘’Total turis Perancis yang datang ke Indonesia sekarang masih di bawah total sebelum pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, promosi pariwisata Indonesia harus berlanjut. Karena banyak tantangan yang besar untuk mempromosikan destinasi Indonesia di Perancis,’’ kata Eka.  

Semenjak Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) dibubarkan, tidak ada lagi kejelasan strategi dan program promosi untuk pariwisata Indonesia ke depannya. Khusus di pasar Perancis, pelaku industri pariwisata di negeri ini ‘’buta’’ informasi dan tidak tahu apa yang ditawarkan dan sedang dikerjakan oleh destinasi Indonesia. Maka baru mendengar kabarnya saja banyak tour operator dan travel agent di Perancis menyambut baik kehadiran Indonesia di IFTM TOP RESA 2024.

‘’Sudah banyak yang meminta meeting request sebelum event,’’ ungkap Eka.

Stand Indonesia berlokasi strategis di zona Asia dan berdampingan dengan Thailand, Vietnam, India dan Malaysia. Walaupun tampil dengan stand kecil, Indonesia akan berusaha tampil beda dari negara-negara lain.

Dengan keahlian La Maison De L’Indonesie (LMDI), juga seperti namanya, stand Indonesia tidak hanya akan dipenuhi pertemuan-pertemuan bisnis antara pelaku-pelaku industri pariwisata dari Tanah Air dengan para pelaku industri pariwisata di Perancis. LMDI akan mengadakan ‘’Indonesian Coffee Tasting’’. Mereka juga akan diajak mencicipi kopi yangmana bijinya didatangkan langsung dari Indonesia dan di-roasting oleh tim LMDI di Paris.

Selain itu juga disiapkan pojok massage bali bagi pengunjung. Dan atelier massage untuk belajar massage bali bekerja sama dengan sekolah massage bali di Perancis, Bali Zen.

Pada tanggal 18 September 2024, LMDI akan menggelar cocktail reception di stand ‘Wonderful Indonesia’. Pengunjung stand dapat mencicipi snack Indonesia dan kue-kue jajanan pasar yang disiapkan sendiri oleh LMDI. Dan untuk menambah pengalaman, pengunjung juga bisa membeli langsung produk-produk Indonesia seperti kopi, jamu, teh dan rempah-rempah di counter yang juga telah disiapkan secara khusus.

Ada sekitar 50.000 profesional pariwisata dari seluruh Perancis datang ke IFTM Top Resa. Sehingga hadir di pameran pariwisata ini merupakan salah satu strategi pemasaran yang mesti diaktifkan lagi.

‘’Semoga dengan kehadiran Indonesia di IFTM Top Resa 2024 akan membantu meningkatkan nilai pariwisata Indonesia dan devisa untuk Indonesia. Dan yang lebih penting, semoga ke depannya promosi pariwisata Indonesia di luar negeri akan kembali diperhatikan dan diarahkan secara strategis oleh Pemerintah Indonesia,’’ tuturnya.  

Dan La Maison De L’Indonesie (House of Indonesia Paris) siap untuk terus mendukung promosi Indonesia di Perancis secara konkrit dan konsisten. ***(Yun Damayanti) 

IBIS STYLES JAKARTA MANGGA DUA SQUARE NAIKAN LEVEL INISIATIF HIJAU TERBARUNYA

IBIS STYLES JAKARTA MANGGA DUA SQUARE NAIKAN LEVEL INISIATIF HIJAU TERBARUNYA

Tourism for Us – Keberadaan water dispenser merupakan bagian dari pengurangan penggunaan botol plastik di hotel. Di ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square, inisiatif hijau tersebut dinaikkan levelnya. Hotel mengolah sumber air yang ada di properti untuk keperluan konsumsi operasional maupun tamu-tamu hotel. Air yang [more]