Tourism for Us – Pendakian gunung semakin meningkat, namun kesadaran akan pentingnya menjadi pendaki yang bertanggung jawab dan menghormati kelestarian lingkungan masih tergolong rendah. Untuk menjadikan pendakian yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan, kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku pariwisata gunung, organisasi [more]
Tourism for Us – Deep and Extreme Indonesia 2023 (DXI), pameran selam, bahari dan petualangan terbesar di Asia, menawarkan pengalaman untuk mencoba extreme sport di venue pameran. Pengunjung tidak hanya dapat melihat-lihat dan membeli beragam produk untuk kegiatan selam dan kegiatan petualangan lainnya, tetapi juga [more]
Tourism for Us – Pariwisata pegunungan di Indonesia semakin berkembang. Peminat wisata gunung tidak lagi sebatas komunitas para pecinta alam. Melihat perkembangan itu, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) menetapkan akan membuat Klasifikasi/Grading Jalur Pendakian Gunung di Indonesia. Grading ini ditujukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan setiap orang selama berada di gunung juga menjaga kelestarian ekosistem yang ada di pegunungan.
Pemuteran di Buleleng,Bali,dikitari perbukitan yang menawarkan pemandangan menawan.(Foto: Santai Warung Pemuteran)
APGI baru saja selesai menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia VIII pada 16-17 Februari 2023. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan Pelatihan Tenaga Pelatih/Training of Trainer Pemandu Wisata Gunung pada 18-19 Februari 2023 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Ketua Umum APGI Rahman Mukhlis dalam keterangan tertulisnya mengatakan, APGI memasuki usia ke-7 tahun ini. Organisasi profesi pemandu gunung pertama dan satu-satunya di Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas di segala aspek organisasi menuju level yang lebih baik dan lebih tinggi bagi organisasi, anggota, profesi pemandu gunung dan industri pariwisata.
‘’Karena tantangan ke depan semakin dinamis dan meningkat,’’ kata Rahman.
Rakernas APGI menghasilkan tujuh aspek program kerja organisasi pada tahun 2023 dan dua hal strategis yang akan dilaksanakan.
Ketujuh aspek program kerja tahun 2023 meliputi: pengembangan standar kompetensi pemandu wisata gunung; peningkatan kapasitas SDM baik untuk pengurus, anggota, maupun instruktur dan asesor; penyelenggaraan kepengurusan/tata kelola organisasi; pengelolaan keuangan; hubungan kerja sama antarlembaga; pengelolaan media informasi dan komunikasi; dan pengabdian masyarakat dan lingkungan.
Adapun dua hal strategis yang akan dilaksanakan adalah menetapkan Klasifikasi/Grading Jalur Pendakian Gunung di Indonesia yang diharapkan dapat memberikan referensi bagi para pemangku kepentingan terkait pengembangan wisata gunung di Indonesia. Dan menetapkan Mars APGI.
Program kerja DPP APGI 2022-2025 adalah salah satu cara mewujudkan visi besar organisasi ‘’APGI Juara Indonesia Jaya’’. Untuk itu, APGI selaku organisasi profesi juga membutuhkan kerja sama dari semua pihak baik di internal organisasi maupun dengan para pemangku kepentingan terkait.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2022 sukses menggaet total 44.951 pengunjung selama empat hari. Event tahunan yang diusung sebagai ‘Lebarannya Anak Outdoor’ telah berlangsung pada 1-4 September 2022 di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Menurut catatan panitia, pengunjung tidak hanya [more]
Tourism for Us – Pada masa lampau, masyarakat Sasak melalui jalur Tetebatu menuju puncak Gunung Rinjani. Kini, jalur pendakian tertua itu direaktivasi. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani telah merestui jalur tersebut sebagai jalur resmi pendakian kelima setelah Sembalun, Senaru, Air Berik dan Timbanuh. Tetebatu adalah [more]
Tourism for Us – Gunung Rinjani, salah satu gunung tertinggi di Indonesia, dikitari perbukitan yang menawan. Selain puncaknya, ada enam puncak bukit yang dipersiapkan sebagai alternatif pilihan menikmati kawasan Rinjani.
Dari puncak-puncak bukit di Sembalun pemandangannya juga spektakuler.(Foto: Birkom Publik Kemenparekraf)
Komite Sembalun Seven Summits pertama kali mencetuskan branding Sembalun Seven Summits pada 25 Oktober 2020. Ketujuh puncak di Rinjani itu adalah Bukit Raon Ritif (1.500 mdpl), Bukit Pergasingan (1.806 mdpl), Bukit Anak Dara (1.923 mdpl), Bukit Kondo (1.937 mdpl), Bukit Lembah atau Gedong 2.200 (mdpl), Bukit Sempana (2.329 mdpl), dan puncak Rinjani (3.726 mdpl).
Keenam bukit merupakan pilihan lain menikmati kawasan Rinjani dengan medan yang tidak terlalu sulit dan level kesulitan sedang. Dari puncak bukit-bukit tersebut juga menanti pemandangan spektakuler.
Untuk mengembangkan dan memperkuat branding Sembalun Seven Summits dibutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di antaranya dapat melalui pendampingan dan pelatihan kemudian berlanjut dengan sertifikasi profesi. Hal ini agar ada standardisasi, terutama untuk kepemanduan pendaki, sebagai bentuk pelayanan yang baik bagi wisatawan.
Yuseta Wanisaritani, perwakilan dari Female Geotourism Guide, pada kesempatan berdiskusi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Kamis (6/5/2021) lalu di Lombok, menerangkan, Sembalun punya bentang alam yang unik. Secara geologis, kaldera-kaldera yang membentuk bukit-bukit di Seven Summits merupakan bentukan dari gunung purba.
“Kami harap wisatawan tidak hanya sekedar berswafoto saja. Ke sini ada tujuannya. Bisa olahraga, mendaki gunung, menikmati keindahan alam yang indah dan unik. Dan agar mereka mau tinggal lebih lama,“ kata Yuseta.
Geopark Rinjani sudah diakui oleh UNESCO pada 2018 dan termasuk ke dalam jaringan taman bumi global.*** (Yun Damayanti)