Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak 16 juta hingga 17,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan devisa pariwisata sebesar 22 hingga 24,7 miliar dolar AS pada 2026. Sementara itu, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) di dalam negeri ditargetkan 1,18 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan [more]
Tourism for Us – Kinerja pariwisata inbound Indonesia dari Januari hingga Agustus 2025 mencapai rekor tertinggi sejak pandemi, menandakan pemulihan sektor ini berada di jalur yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode Januari-Agustus 2025 mencapai 10,04 juta wisatawan, [more]
Tourism for Us – Asosiasi operator tur inbound, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), berkomitmen untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Anggotanya tidak pernah berhenti memasarkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia.
Munas IINTOA ke-2 di Yogyakarta, Minggu (2/2/2025), (Foto: IINTOA)
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2024 mencapai 13,90 juta, naik 19 persen dibandingkan kunjungan wisman tahun 2023 sebanyak 11,68 juta. Kontribusi pelaku operator tur inbound dalam mendatangkan wisman diperkirakan antara 30 persen hingga 40 persen.
Dr. Paul Edmundus Talo, Ketua Umum Indonesia Inbound Tour Operators Association, pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IINTOA ke-2 di Yogyakarta, Minggu (2/2/2025), menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban asosiasi yang dipimpinnya untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan jumlah wisman ke Indonesia, dengan kontribusi sebesar 30 persen dari total kedatangan wisman pada tahun 2024. IINTOA juga mendorong anggotanya menuju kepariwisataan inbound Indonesia yang kompetitif, berkualitas, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Adapun salah satu hasil dari Munas ke-2 IINTOA adalah terpilihnya kembali Paul Edmundus Talo untuk periode jabatan 2025 – 2029. Di periode keduanya, ada empat program prioritas IINTOA.
Program prioritas pertama adalah bekerja sama dengan organisasi-organisasi outbound travel agents/tour operators dari negara-negara asal wisatawan. Termasuk di dalam kerja sama tersebut adalah menggelar Table Top, sebuah program ‘jemput bola’ di sumber pasar.
Program ini sudah dijalankan tahun lalu di Thailand dan Vietnam dan akan terus ditingkatkan ke depannya, tidak hanya di kawasan regional ASEAN dan Asia tetapi juga hingga Eropa. Kerja sama ini diharapkan dapat lebih mudah mendatangkan wisman, khususnya dari segmen B-to-B.
Program prioritas berikutnya adalah memberikan pelatihan kepada anggota tentang bagaimana mencapai pasar dan berjualan. Di samping itu, menyiapkan produk ini dalam bentuk kursus online.
Program prioritas ketiga adalah menambah anggota di luar Bali, dan program prioritas keempat adalah melaksanakan kegiatan Table Top untuk semua kalangan industri pariwisata.
Dia juga mengungkapkan bahwa anggota IINTOA tidak pernah berhenti memasarkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia. Mereka juga mengeluarkan biaya untuk pemasaran dan promosi ke negara-negara asal wisatawan asing yang menjadi target pasarnya. Pada saat mempromosikan produknya, maka otomatis mempromosikan destinasinya.
Bagaimanapun, pemerintah memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan swasta dalam memasarkan seluruh destinasi wisata di Indonesia. Bila mengandalkan upaya sektor swasta dalam memasarkan dan mempromosikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata, maka hasilnya tidak akan optimal.
Kontribusi sektor pariwisata dalam pembangunan semakin diakui. Harapan pelaku industri pariwisata adalah pemerintah menggunakan sebagian dari devisa dari sektor ini untuk mendukung kegiatan pemasaran dan promosi. Dengan begitu, kolaborAksi yang digaungkan dalam beberapa tahun terakhir ini betul-betul tercapai.
‘’Kami tidak meminta-minta, begging, untuk selalu dibantu biaya promosi. Tapi, devisa negara dari 13 juta lebih wisman yang datang tahun lalu, ada kontribusi dari operator tur inbound di situ. Wisatawan asing datang tidak hanya lewat online travel agents (OTA). Ada grup-grup seri yang ditangani oleh operator-operator tur besar seperti Panorama, Pacto, Aneka Kartika, Triuma, Marintur, Pegasus, TUI dan lain-lain. Operator tur yang lebih kecil saja bisa melayani lebih dari 4000 wisatawan dalam setahun,’’ ujar Paul.
Operator tur inbound yang aktif di Indonesia saat ini diperkirakan lebih dari 200 perusahaan. Anggota IINTOA sendiri meliputi 133 biro perjalanan wisata (BPW) yang tersebar di 10 daerah, yakni DPD Sumatera, Jakarta dan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.
Pada kesempatan lain, Paul mengatakan bahwa capaian 13,90 juta wisman ke Indonesia tahun 2024 sudah sesuai target. Apalagi mengingat konektivitas langsung dari negara-negara asal wisatawan ke Indonesia sangat kurang.
‘’Dengan keadaan infrastruktur serta kondisi pemasaran dan promosi pariwisata Indonesia seperti sekarang, kami masih optimis hasilnya bisa naik. Saya memperkirakan bisa meningkat antara 15 persen sampai 20 persen. Indonesia tetap merupakan daya tarik bagi wisatawan dunia. Jikalau kita lebih gencar lagi berpromosi, national air carrier kita, Garuda Indonesia, serta maskapai-maskapai penerbangan nasional seperti grup Lion Air dan lain-lain bisa lebih go international lagi, hasilnya pasti bisa lebih besar. Kita mungkin bisa mencapai kenaikan sampai 30 persen,’’ tambahnya.
Tidak ada salahnya pemerintah melihat kembali apa yang pernah dikerjakan untuk kemudian disesuaikan dengan strategi pemasaran yang berkelanjutan. Karena untuk menarik wisatawan berkualitas pun memerlukan pemasaran yang efektif. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) memproyeksikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) naik antara 10 persen sampai 15 persen pada 2025. Pemberitaan negatif terhadap pariwisata Indonesia pada akhir tahun 2024 dan awal 2025 tidak terlihat mempengaruhi pemesanan yang diterima oleh para operator [more]
Tourism for Us – Kepulauan Riau (Kepri) memiliki peran dan posisi strategis dalam menunjang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Provinsi kepulauan ini merupakan satu dari tiga pintu masuk terbesar wisman setelah Bali dan Jakarta. Fasilitas kemudahan perjalanan baik bagi warga negara Singapura maupun warga [more]
Tourism for Us – Pemerintah Indonesia memberikan fasilitas bebas visa kunjungan (BVK) bagi Permanent Resident (PR) di Singapura. Fasilitasi perjalanan itu guna menarik minat warga negara asing di sana mau berkunjung ke Kepulauan Riau (Kepri). Kebijakan baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan weekenders ke Batam, Bintan dan Karimun.
Bintan Resort.(Foto: Bintan Resort)
Wisatawan asing yang menggunakan fasilitas BVK ini diberikan masa tinggal paling lama empat hari sejak kedatangan. Izin itu tidak bisa diperpanjang dan dialihstatuskan. Dan hanya berlaku untuk kunjungan ke Batam, Bintan dan Karimun.
Bilamana wisatawan tersebut ingin melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia maka dia harus kembali ke Singapura dan mengajukan visa yang sesuai.
PR Singapura bisa memanfaatkan fasilitasi BVK melalui perlintasan di Pulau Batam, Pulau Bintan dan wilayah Kabupaten Karimun. Pelabuhan-pelabuhan yang melayani BVK untuk PR Singapura adalah Nongsa Terminal Bahari, Marina Teluk Senimba, Batam Centre, Citra Tri Tunas, Sekupang, Sri Bintan Pura, Bandar Bentan Telani Lagoi dan Tanjung Balai Karimun.
Anggit Suhandono, Analis Hukum Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian, yang hadir sebagai narasumber mewakili Imigrasi pada kesempatan weekly press briefing yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (sekarang Kementerian Pariwisata), Senin (14/10/2024), menjelaskan, BVK ke Kepri berlaku bagi semua kewarganegaraan yang tinggal di Singapura. Tetapi, fasilitas BVK ini tidak berlaku bagi warga negara asing yang termasuk subyek Calling Visa (rawan) meskipun dia memiliki PR.
Kemudian dia menegaskan, sementara ini Pemerintah Indonesia belum memberikan fasilitasi perjalanan kepada warga negara asing pemegang izin kerja di Singapura.
Tidak ada batasan jangka waktu bagi PR Singapura untuk mengajukan BVK lagi ke Kepri. Seketika dia keluar dari wilayah Indonesia, pada hari yang sama atau esok harinya, dia bisa kembali masuk ke Kepri.
Profil potensi pasar WNA di Singapura bagi pariwisata Kepri
Badan data statistik nasional Singapura dalam situs resminya (singstat.gov.sg) mempublikasikan, jumlah penduduk Singapura sampai dengan pertengahan tahun 2024 diperkirakan sebanyak 6,0369 juta jiwa. Warga negara Singapura sendiri sebanyak 3,6359 juta jiwa. Dan populasi warga negara asing pemegang Permanent Resident (PR) sebanyak 544,9 ribu jiwa.
Selain PR, warga negara asing yang bekerja di Singapura banyak. Menurut data Kementerian Tenaga Kerja Singapura (Ministry of Manpower), warga negara asing yang memegang izin kerja sampai Juni 2024 sebanyak 1.545.200 orang. Ada beberapa jenis izin kerja yang dikeluarkan oleh Pemerintah Singapura yaitu Employment Pass, S Pass, Work Permit dan izin kerja lainnya (other works passes).
Seorang agen perjalanan Singapura mengapresiasi kebijakan BVK bagi PR di Singapura. Dia pun berharap, Indonesia akan memberikan kebijakan yang sama kepada warga negara asing pemegang izin kerja (work permit) di Singapura di masa mendatang. Menurutnya, kebijakan itu akan disambut antusias oleh para pekerja asing dan bakal menarik kunjungan wisman lebih banyak lagi ke Kepri.
Baik warga negara Singapura maupun orang-orang asing selalu mencari tujuan keluar negeri untuk menghabiskan akhir pekan. Kepri, Indonesia dan Johor Bahru, Malaysia menjadi destinasi terdekat.
Sampai sekarang, mereka melihat Pulau Bintan sebagai destinasi sun, sea and sand dan quick getaway. Sedangkan Pulau Batam sebagai destinasi wisata kuliner, belanja dan destinasi yang mudah dijangkau.
Itu karena jadwal penyeberangan kapal ferry ke Batam yang banyak sehingga mereka bisa merencanakan liburan mendadak dan membeli tiket langsung di konter di menit-menit terakhir. Dan mencari dan membeli tiket penerbangan pun tidak sulit.
Banyak tempat wisata dan hotel baru di Batam menarik perhatian warga Singapura. Kehadiran transportasi online Grab membuat pengalaman perjalanan di pulau ini lebih baik.
Harga-harga makanan dan minuman serta tempat menginap relatif tidak banyak perbedaan sekalipun dibandingkan dengan sebelum pandemi. Jadi tidak mengherankan setiap akhir pekan panjang di Singapura, Batam selalui dipenuhi oleh wisatawan dari Singapura.
Ada dua tantangan terbesar yang dihadapi Kepri untuk mengembalikan jumlah kunjungan ke tingkat sebelum pandemi atau bahkan untuk melampauinya. Tantangan pertama adalah harga tiket ferry Singapura-Batam yang naik dua kali lipat pascapandemi. Dari sebelumnya antara S$35 – S$40 per trip sekarang harganya menjadi S$76 per trip.
Johor Bahru, tetangga sekaligus kompetitor Kepri, tidak hanya memiliki penyeberangan ferry tetapi juga jembatan antarnegara. Meskipun penyeberangan ferry hanya ke destinasi Desaru Coast, kota Johor Bahru dan sekitarnya bisa dicapai dengan berkendara sendiri dan bis. Harga tiket bis PP hanya sekitar S$5.
Tantangan kedua adalah sepinya kegiatan pemasaran langsung destinasi Kepri di Singapura pascapandemi dibandingkan dengan destinasi-destinasi kompetitor. Sementara Malaysia, Thailand dan Vietnam begitu sibuk mempromosikan destinasinya. Dengan Bandara Changi sebagai ibukota hub udara di Asia Tenggara, warga Singapura dan warga asing sangat mudah untuk bepergian ke destinasi-destinasi itu.
Bagaimanapun, pelaku industri pariwisata di Kepri khususnya di Pulau Batam dan Bintan menunggu-nunggu kebijakan BVK bagi PR Singapura. Dan mereka bersyukur pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dinanti tersebut.
Yossie, Public Relations Hotel Santika Batam, sangat senang dan mengapresiasi kebijakan ini akhirnya diterbitkan. Walaupun tamu terbanyak di hotel ini tamu domestik, tamu-tamu asing mulai menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun lalu.
‘’Dari awal tahun ini program-program untuk tamu-tamu asing memang sudah berjalan. Sudah ada kenaikan daripada tahun lalu. Ini merupakan salah satu hasil dari pameran internasional yang kami ikuti, social media marketing, kerja sama B-to-B dengan operator kapal ferry dan pendekatan ke travel agents,’’ ujar Yossie.
Untuk menyambut musim liburan akhir tahun, manajemen hotel masih akan menjalankan program yang sama seperti tahun sebelumnya.
‘’Kami tetap confidence dengan tingkat kunjungan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Meskipun jumlah turis yang masuk tetap harus digenjot. Ini mengingat perkembangan akomodasi (perhotelan, apartemen, dan homestay) di Batam sangat pesat,’’ kata Yossie.
Ditambahkannya lagi, ‘’Jadi sambil meng-grab pasar luar negeri, kita juga harus mempertahankan pasar lokal.’’ ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Performa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menunjukkan tren positif selama separuh pertama tahun 2024. Kunjungan wisman secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2024 mencapai 9,09 juta atau atau naik 20,38 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Nia [more]
Tourism for Us – Performa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia semakin menunjukkan sinyal positif. Jumlah kunjungan wisman pada bulan Juli 2024 naik 9,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu meningkat 16,91 persen. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif [more]
Tourism for Us – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada semester I tahun 2024 naik 21,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Secara akumulatif, kunjungan wisman selama Januari-Juni 2024 mencapai 6.413.201. Pada periode yang sama tahun lalu jumlahnya 5,299 juta wisman.
Kunjungan wisman ke Indonesia selama bulan Juni 2024 sebanyak 1,17 juta. Jumlah ini naik 2,05 persen dibandingkan dengan bulan Mei 2024 (M-to-M) dan naik 9,99 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2023 (Y-on-Y).
Adapun wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Juni 2024 didominasi oleh wisatawan Malaysia (16,11%), Singapura (13,44%), Australia (12,3%), Tiongkok (8,4%), dan India (6,43%).
Pintu masuk utama wisman tercatat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Soekarno Hatta Banten. Kemudian Pelabuhan Batam dan Tanjung Uban di Kepulauan Riau (Kepri).
Selama Juni 2024, wisman yang menggunakan moda transportasi udara mencapai 798,79 ribu. Sedangkan yang menggunakan moda transportasi laut sebanyak 173,61 ribu wisman. Dan 24,86 ribu wisman menggunakan moda transportasi darat.
‘’Rata-rata length of stay sekitar 7,13 hari di bulan Juni. Dan rata-rata pengeluaran wisman di triwulan II tahun 2024 sebesar 1.440 dolar AS per kunjungan,’’ ujar Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) pada ’’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (5/8/2024), di Jakarta.
Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Bintan, Kepulauan Riau, merupakan salah satu pintu utama masuknya wisman ke Indonesia. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Kepri siap gaspol tarik wisman dengan kebijakan visa baru
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan oleh provinsi yang bertetangga langsung dengan Singapura dan Malaysia. Mulai dari pengembangan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas seperti revitalisasi bandara, pembukaan penerbangan langsung, hingga infrastruktur jalan yang dapat memberi kemudahan akses dan kenyamanan wisatawan.
‘’Artinya, apa yang dikerjakan oleh pemerintah, swasta, hingga masyarakat menunjukkann kemajuan dan peningkatan daya saing untuk pariwisata kita. Dan event-event sport tourism sedang diminati atau ‘menyala’ banget,’’ kata Guntur.
Lebih lanjut, Guntur mengungkapkan, dalam waktu dekat akan ada skema relaksasi kebijakan visa pendek. Kebijakan ini diproyeksikan lebih kompetitif baik dari segi jenis maupun tarif.
Skema visa baru itu akan menjadi kekuatan yang sangat powerful dan impactful bagi Kepri sebagai cross border destination. Kebijakan baru tersebut diluncurkan agar bisa menghadirkan lebih banyak kunjungan wisman ke Indonesia, peningkatan devisa negara dan menggairahkan investasi.
‘’Insya Allah. Dengan skema regulasi visa baru nanti, kita akan bisa mengejar target kunjungan yang jauh lebih besar. Dan potential market yang jauh lebih banyak,’’ tutur Guntur.
Diterangkannya lebih lanjut, Singapura disusul Malaysia sebagai penyumbang wisman terbesar ke Kepri. Di kedua negara tetangga tersebut juga ada pasar potensial yakni Tiongkok, India dan Filipina. Pemerintah menetapkan target tiga juta wisman melalui pintu masuk di Kepri tahun 2024. Menurut data BPS, sampai dengan bulan Juli, wisman yang masuk ke Kepri baru mencapai 763.406. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Perkembangan sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sudah mencapai 5.244.213 pada periode Januari-Mei 2024 atau naik 23,78 persen daripada periode yang sama tahun 2023. Pada bulan April 2024 kunjungan mencapai 1.145.499 wisman atau meningkat 7,36 persen [more]