Tourism for Us – Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah tidak hanya mengganggu perjalanan internasional, tetapi juga berdampak pada perjalanan domestik. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat sektor perjalanan domestik melalui dukungan yang tepat dan stimulus yang efektif. Selain itu, intensifkasi promosi dan penciptaan permintaan [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak 16 juta hingga 17,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan devisa pariwisata sebesar 22 hingga 24,7 miliar dolar AS pada 2026. Sementara itu, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) di dalam negeri ditargetkan 1,18 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan [more]
Tourism for Us – Setiap sub sektor dalam industri pariwisata di Indonesia telah mengembangkan produk-produk uniknya sendiri. Namun, produk-produk ini belum sepenuhnya terintegrasi satu sama lain. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan kolaborasi dalam penyusunan paket perjalanan agar potensi masing-masing sub sektor dapat dimaksimalkan.
Sesi Table Top di FTTI 2025 di Jakarta. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menginisiasi dan mengorganisasikan Forum Table Top Industri (FTTI): Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) pada Jumat (15/8/2025) di Lumire Hotel and Convention Centre, Jakarta Pusat. Forum dan Table Top menitikberatkan pada produk dari pariwisata wellness, gastronomi dan bahari.
Table Top diikuti oleh 15 sellers dan 45 buyers yang semuanya berasal dari dalam negeri. Sellers di antaranya, Gaya Spa, Martha Tilaar, dan Mustika Ratu; Salaya Yacht dan Sepa Resort; Desa Wisata Pecinan Glodok; Wisata Sekolah, agen perjalanan yang khusus menangani wisata edukasi; Djalanin.com dan Aladin.com (OTA); serta Hotel Borobudur dan PT KAI. Sementara buyers yang hadir merupakan perwakilan dari ASTINDO, ASPPI, ASITA, dan AITTA.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan produk dan paket wisata dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri, khususnya pada masa libur Natal dan tahun baru mendatang.
“Melalui forum ini, kami ingin meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya untuk memasarkan produk dan paket wisata berkualitas,” kata Made.
FTTI diawali dengan sesi pemaparan dari sejumlah perwakilan asosiasi pelaku pariwisata terkait potensi pariwisata berkualitas di Indonesia. Sesi ini dipandu oleh ASTINDO selaku moderator. Forum kemudian dilanjutkan dengan kegiatan business-to-business (B-to-B) dalam sesi Table Top.
Tanggapan buyers yang hadir di FTTI pada umumnya bahwa mereka sedang dalam tahap awal untuk mengeksplorasi apakah ide ini layak dan bermanfaat untuk dilaksanakan. Mereka menemukan konsep ini sangat menarik karena produk yang ditawarkan berbeda, dan ini bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan produk baru. Contohnya, mengadakan pertemuan di pulau dan menyeberang dengan menggunakan yacht, atau menawarkan paket tur yang mencakup layanan spa dengan diskon hingga 20% berkat kontrak yang sudah ada. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan tur menggunakan kereta api sebagai alternatif menarik.
FTTI terselenggara berkat kolaborasi antara Kemenpar dengan Indonesia Tours & Travel Association (ASTINDO) serta asosiasi pelaku pariwisata lainnya. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Musim liburan sekolah tiba. Pemerintah menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berwisata di musim liburan sekolah. “Saya mengimbau kepada seluruh keluarga yang akan menggunakan masa libur sekolah pada tahun ini agar tetap mengutamakan keselamatan sehingga liburan sekolah kali ini [more]
Tourism for Us – Pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) meningkat antara 10 hingga 20 persen selama libur akhir pekan panjang (long weekend) Hari Raya Idul Adha 1445 H. Tren peningkatan perjalanan wisnus diperkirakan juga akan berada di kisaran yang sama selama periode libur sekolah yang akan [more]
Tourism for Us – Libur sekolah sebentar lagi tiba. Guna menyambut masa liburan sekolah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menghimbau kepada seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dan wisatawan untuk mengedepankan keselamatan dan keamanan saat berwisata nanti.
Pantai Ancol merupakan salah satu tujuan wisata keluarga favorit di Jakarta, (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Selama periode liburan sekolah tahun 2024 diprediksi akan terjadi peningkatan perjalanan domestik 10 hingga 20 persen daripada hari-hari biasa di berbagai destinasi wisata. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dalam ‘’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Rabu (19/6/2024), di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, mengingatkkan, pelaku industri pariwisata, terutama para pengelola daya tarik wisata, untuk melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan dalam rangka menerima kunjungan wisatawan. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menparekraf Nomor SE/9/DI.01.01/MK/2022 tentang Penyelenggaraan Berwisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan di Daya Tarik Wisata.
Kemenparekraf menekankan kepada para pengelola daya tarik wisata untuk memperhatikan faktor keselamatan dan kenyamanan pengunjung dengan senantiasa menerapkan standar prosedur operasional (SOP), keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat, dan selalu menerapkan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE).
Selain itu, para pengelola daya tarik wisata diminta untuk memperhatikan dan memastikan penggunaan wahana atau atraksi wisata sesuai kapasitas daya dukung; menyediakan jalur evakuasi dengan memasang papan-papan petunjuk seperti arah evakuasi yang jelas dan titik kumpul untuk mengantisipasi bila terjadi bencana; dan memperhatikan perubahan cuaca dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi bencana alam dan menginformasikan hal tersebut kepada wisatawan, petugas, dan masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Kemudian, Nia juga mengingatkan agar para pengelola daya tarik dan penyelenggara event untuk menjalankan manajemen alur pengunjung. Sehingga tidak terjadi penumpukan pengunjung di suatu tempat. Penumpukan orang dalam jumlah besar di satu tempat pada satu waktu berpotensi menimbulkan insiden/kecelakaan.
‘’Bisnis pariwisata itu bisnis persepsi. Karena ketika orang-orang itu betul-betul merasakan suatu pengalaman, ketika tidak bagus pengalamannya, orang akan share tentang pengalamannya yang tidak enak itu,’’ ujar Nia.
Kepada para orang tua juga dihimbau untuk jeli dalam memilih tempat wisata bagi anak-anak mereka ketika berlibur. Utamakan keselamatan dan kesehatan putra-putri mereka. Dan mengawasinya dengan baik agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Bagi wisatawan yang hendak menggunakan bus untuk berwisata, kelayakan armada bus dapat dicek melalui https://spionam.dephub.go.id/
Seperti tren perjalanan yang ditunjukkan selama akhir pekan panjang (long weekend), perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) didominasi wisatawan keluarga. Ini merupakan salah satu tipikal orang Indonesia dalam berwisata. Dan tren itu juga yang akan berlangsung selama periode liburan sekolah.
‘’Memang spending wisnus kecil tidak seperti wisatawan mancanegara wisman (wisman), tetapi volumenya besar sehingga memberikan dampak pada perekonomian,’’ tutup Nia.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pergerakan masyarakat secara nasional pada periode libur Lebaran 2024 berpotensi mencapai 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan pergerakan masyarakat pada masa libur Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang. Demikian menurut hasil survey yang [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyatakan optimis bahwa capaian kerja pada tahun 2023 akan melampaui target. Dari capain-capaian yang ada, beberapa hal akan dikaji ulang seperti indikator penghitungan wisatawan Nusantara (wisnus). Sampai Oktober 2023, wisatawan mancanegara [more]
Tourism for Us – Pemerintah memprediksi 123,8 juta orang bergerak pada libur Lebaran 2023. Pergerakan yang utamanya adalah pulang ke kampung halaman itu juga akan mendorong kunjungan ke sejumlah destinasi wisata, terutama di wilayah Pulau Jawa.
Ilustrasi: Abah Adhifa via Vecteezy
Hasil survey Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan, lebih dari 90 persen pemudik tahun ini akan berwisata. Hal ini diungkapkan pada ’The Extended Weekly Brief With Sandi Uno’’ di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2023).
Preferensi daya tarik wisata para pemudik: wisata pantai menempati urutan pertama. Diikuti dengan mengunjungi pusat-pusat kuliner dan healing di area pegunungan atau danau. Dan mereka rata-rata mempersiapkannya antara satu minggu hingga satu bulan sebelum berangkat.
Jumlah kunjungan ke destinasi wisata selama momentum libur Lebaran 2023 diprediksi tumbuh sebesar 25 persen. Oleh karena itu, Kemenparekraf mengeluarkan Surat Imbauan Pemantauan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2023 kepada seluruh dinas pariwisata provinsi di Indonesia. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan destinasi dan lokasi daya tarik wisata untuk menerapkan protokol keselamatan dan kesehatan yang baik.
Dinas pariwisata juga diimbau untuk dapat memantau ke lapangan, melakukan monitoring dan evaluasi kesiapan sarana dan prasarana di seluruh kawasan obyek wisata.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak pelaku usaha yang bergerak di industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) memanfaatkan momen libur lebaran 2023 untuk meningkatkan penjualan dan memberikan pelayanan terbaik agar wisatawan dapat menikmati aktivitas wisata dengan aman, nyaman dan menyenangkan.
Namun dia mengingatkan, ‘’Jangan sampai harga naik namun kualitas dan pelayanannya masih kurang. Perlu juga memperhatikan kemampuan masyarakat. Meskipun dalam momen liburan Lebaran, jangan sampai memberatkan keuangan masyarakat yang ingin berlibur.’’
Perputaran ekonomi di sektor parekraf saat momen mudik libur Lebaran 2023 diproyeksikan dapat mencapai Rp 240,1 triliun. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dari libur Lebaran tahun lalu.
Jumlah itu dengan asumsi pengeluaran rata-rata pemudik (wisatawan Nusantara/wisnus) sebesar Rp 1,94 juta per orang (rata-rata pengeluaran wisnus pada periode 2019-2021). Transportasi, akomodasi, dan makan dan minum merupakan pengeluaran terbesar wisnus.
Adapun faktor pendukung kenaikan pergerakan mudik tahun ini karena jumlah hari libur lebih panjang. Dan relaksasi kebijakan pembatasan perjalanan.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) menjadi andalan memulihkan pariwisata nasional tahun 2022. Pemerintah menargetkan 260 sampai 280 juta pergerakan wisnus tahun ini. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional 2022 diharapkan dapat mencapai 4,3 persen. ‘’Di tengah pandemi ini, terdapat secercah harapan yaitu [more]