Inspirasi dari Banyuwangi Hadapi Kenormalan Baru Pariwisata
Pada bulan Juni 2020 dilaksanakan uji coba protokol keamanan dan kesehatan baru dengan membuka 5 hotel, 5 obyek daya tarik wisata, dan 5 restoran sebelum pariwisata dibuka kembali di Banyuwangi. Simultan dengan uji coba itu diadakan pertemuan business-to-business antara hotel-hotel dan agen-agen perjalanan lokal agar dapat membuat paket-paket perjalanan ke Banyuwangi dengan harga menarik dan terjangkau.

Dalam menghadapi kenormalan baru di sektor pariwisata, sebanyak 150 pemandu wisata lokal, 250 pengemudi lokal, dan 30 agen perjalanan lokal Banyuwangi telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan protokol Clean, Health and Safety baru. Mereka mengenakan pin sebagai bukti telah disertfikasi oleh pemda dan bebas Covid-19.
Baik wisatawan maupun pelaku industri pariwisata dari luar Banyuwangi bisa melihat dan mencari produk-produk dan usaha-usaha lokal resmi dan tersertifikasi melalui aplikasi banyuwangi tourism.
Melalui aplikasi yang sama, wisatawan bisa memberikan rating pada jasa lokal yang digunakannya. Rating yang diberikan tersebut merupakan salah satu alat pengawasan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap komitmen dan konsistensi pelaku usaha pariwisata lokal melaksanakan protokol keamanan dan kesehatan baru. Reward dan Punishment pun berlaku.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M. Bramudya mengatakan, setiap tamu ke daya tarik wisata ada asuransi melalui tiket masuk. Kemudian, setiap tamu yang selama di Banyuwangi juga diasuransikan. Asuransi yang di-cover adalah asuransi kecelakaan dan sakit di rumah sakit.
“Hanya wisatawan yang menggunakan jasa agen perjalanan lokal akan di-cover asuransi. Sedangkan FIT tidak,” ujar Bramudya kepada sejumlah operator tur peserta seminar daring yang diselenggarakan oleh IINTOA, Jumat (21/8/2020).
Setelah pariwisata dibuka kembali, Banyuwangi menerima sekitar 60.000 wisatawan. Dan sekitar 60 persennya ialah wisatawan lokal.***(Yun Damayanti)
