APA YANG BISA DIPELAJARI DARI PHUKET SANDBOX DAN STRATEGI MEMBANGKITAN INDUSTRI PARIWISATA DI ASEAN
Tourism for Us – Thailand mulai membuka pariwisata internasionalnya. Phuket Sandbox menandai pembukaan itu sejak 1 Juli 2021. Phuket Tourists Association (PTA) mengungkapkan, salah satu pulau resor global tersebut telah menerima 5.473 wisatawan internasional dan 2.408 room nights sejak dibuka atau selama 14 hari program berlangsung. Bahkan untuk bulan Agustus diperkirakan, akan menerima lebih dari 30.000 kunjungan wisatawan.

Siripakorn Cheawsamoot, Deputi Governor for International Marketing Europe, Africa, Middle East and America Tourism Authority of Thailand, menerangkan, Phuket Sandbox merupakan awal yang bagus bagi pariwisata Thailand. Ide dan inisiatif program ini berasal dari komunitas lokal, pelaku bisnis swasta, dan pemerintah daerah di Phuket. Tourism Authority of Thailand (TAT) berperan sebagai koordinator. Programnya sendiri terinspirasi dari inisiatif-inisiatif dari berbagi belahan dunia. Diakuinya, Phuket Sandbox juga mendapat dukungan dari Inggris.
Phuket Sandbox bisa dilaksanakan semenjak tingkat kasus positif COVID-19 sangat rendah dalam tiga bulan terakhir di Phuket. Kasus positif baru antara 0-3 per hari, atau maksimum 8-9 kasus baru per hari. Vaksinasi juga telah mencapai standar herd immunity untuk komunitas lokal. Selain itu, Phuket belum akan melonggarkan restriksi-restriksi dalam waktu dekat. Restriksi harus dipatuhi oleh warga lokal maupun wisatawan domestik dan wisatawan internasional selama berada di Phuket.
“We have to proof Phuket is a safe travel destination. So, please visit TAT website to get the right information,“ ujar Siripakorn pada kesempatan seminar daring ‘Welcome Back Home’, An Interactive Online Tourism Event, Every Thing You Need to Know about Thailand’s Phuket Sandbox, Kamis (15/7/2021).
Wisatawan internasional paling banyak berasal dari Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Inggris dan Israel.
Bhummikitti Ruktaengam, President Phuket Tourists Association, menambahkan, PTA telah meminta kepada Pemerintah Thailand untuk menerima vaksin Sputnik. Sehingga wisatawan asal Rusia yang telah memperoleh vaksin Sputnik juga bisa berkunjung ke Phuket.
“This is to encourage Russian travelers to come to Phuket. Russia and China are among top markets for the island. Sinovac vaccinated travelers can enter Phuket now,“ kata Bhummikitti pada kesempatan yang sama.
Wisatawan internasional yang datang di bawah aturan Phuket Sandbox pada umumnya memberikan respon positif. Mereka senang selama tinggal di resor. Karena ini menjadi kali pertama dapat bepergian kembali setelah menjalani lockdown berbulan-bulan.
“Keep the infection rate low. Looking for more comfortable procedures. Add more direct flights. So, customers will trust the destination,“ saran Ravi Chandran, Managing director Laguna Phuket and Executive Vice President.
Thai Airways, salah satu maskapai yang melayani penerbangan langsung ke Phuket dari kota-kota besar dan utama di Eropa dan Asia, bekerja sama dengan akomodasi dan restoran lokal. Kerja samanya dalam bentuk memberikan penawaran harga-harga khusus. Hal tersebut disampaikan oleh Executive Director Customer, Brand and Marketing Thai Airways International Kittiphong Sansomboon.
Sedangkan untuk aktivitas dan tur selama berada di Phuket, Peter Weibel, Director of Sales and Marketing International Markets JTB Thailand, menegaskan, operator tur harus mengimplementasikan semua standar prosedur. Mulai dari SOP transportasi, mengatur tempat duduk tamu, dan lain-lain.
Jumlah wisatawan yang datang ke Phuket saat ini belum akan mencapai level sebelum pandemi. Namun, dengan adanya program Phuket Sandbox, komunitas dan pelaku industri pariwisata di sana optimis jumlahnya akan tumbuh terus.
“Phuket will not see mass tourism at anytime soon. But, it will grow steady,“ kata Bill Barnett, Managing Director C9hotelworks.

Standardisasi SOP perjalanan di ASEAN
Salah satu usulan strategi dan rencana untuk membangkitkan kembali industri pariwisata di kawasan Asia Tenggara adalah dengan menetapkan standardisasi SOP perjalanan di antara negara-negara anggota ASEAN. Sementara ini, setiap negara menjalankan kebijakannya masing-masing.
Pada sesi Strategies and Plan for Revival of Tourism Industry in ASEAN dalam Halal in Travel Global Summit 2021, Rabu (14/7/2021), Pauline Soeharno, Ketua Umum ASTINDO, mengusulkan, sudah waktunya bagi ASEAN mempunyai standar prosedur perjalanan digital seperti yang telah dilakukan oleh IATA.
“ASEAN sebaiknya menstandardisasi digital travel. Sehingga setiap negara mempunyai standar SOP yang sama. Salah satunya, penggunaan aplikasi keamanan dan kesehatan. Hal ini juga demi pembukaan kembali pariwisata yang berkeadilan di kawasan Asia Tenggara,“ ujar Pauline.
Eddy Krismeidi Soenawilaga, Presiden ASEANTA, menyampaikan, ASEANTA telah meminta konsultasi kepada Sekretariat ASEAN mengenai standardisasi digital travel di dalam kawasan Asia Tenggara.
Menurut Mohamed Ismail Hussain, Executive in Residence (Internationalization) Singapore Malay Chamber of Commerce, ASEAN sebaiknya tidak terlalu bergantung pada pasar long haul dari Eropa. Karena kawasan Uni Eropa juga terdampak.
“We have to prepare inter-ASEAN travel. The market in South East Asia is more than 100 million travelers,“ kata Ismail Hussain.
Samson Tan, CEO GTMC Travel Singapore berpendapat, membuka pariwisata mungkin mudah tetapi tidak untuk membawa kembali wisatawan mau datang berkunjung. Vaccinated traveler, wisatawan yang sudah tervaksinasi, menjadi istilah umum sekarang. Ini pun bukan hanya mengenai wisatawan dan pelaku industri pariwisatanya saja yang sudah divaksin, tetapi juga keseluruhan komunitas/warga lokal di destinasi telah menerima vaksin sehingga kekebalan komunal (herd immunity) betul-betul sudah siap di sana.*** (Yun Damayanti)
