PERUBAHAN DI PASAR WISATAWAN TIMUR TENGAH YANG PERLU DICERMATI PELAKU INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA

Tourism for Us – Minat wisatawan dari kawasan Timur Tengah (Timteng) berlibur ke Indonesia tinggi. Terutama setelah kebijakan pelonggaran masuk ke sini, jumlah kunjungan wisatawan dari kawasan itu terus bertambah walaupun belum mencapai tingkat sebelum pandemi COVID-19. Dan pemerintah optimis menargetkan total 124.800 wisatawan dari Timteng dengan 74.800 wisatawan berasal dari Arab Saudi untuk berkunjung ke Indonesia.

Peserta media famtrip untuk pasar Arab Saudi pasca kunjungan Raja Salman ke Indonesia antusias menikmati rintik hujan di perkebunan teh menuju Sari Ater. (Foto: Yun Damayanti)

Perubahan yang perlu dicermati dari pasar wisatawan Timteng

Puncak, Jawa Barat, masih menjadi destinasi primadona bagi wisatawan Timteng terutama dari Arab Saudi. Kawasan pegunungan di antara Jakarta dan Bandung ini bahkan telah menjadi rumah kedua bagi wisatawan Arab Saudi.

Ratih Afsarina, Director of Sales Le Eminence Puncak Hotel Convention & Resort, Ciloto, Puncak, mengungkapkan, ada beberapa perubahan dari pasar wisatawan Timteng. Perubahan pertama yang terlihat adalah masa libur yang mengikuti kebijakan pemerintah di negara-negara di kawasan Timteng.

Sebelum tahun 2019 atau sebelum pandemi, waktu liburan mereka bisa mencapai lebih kurang 90 hari. Namun, masa libur berubah setelah pandemi. Waktunya dipecah menjadi 1-2 minggu atau satu bulan untuk setiap sesi.

‘’Hal itu berpengaruh pada Lenght of Stay tamu-tamu dari Timteng yang berwisata di Indonesia. Sebelumnya, mereka bisa menghabiskan 90 hari liburan di Indonesia. Tetapi, dikarenakan waktu libur sekarang dipisah menjadi beberapa waktu, mereka ingin mencoba pergi ke negara-negara berbeda untuk menghabiskan masa liburannya,’’ ujar Ratih.

‘’Daya beli mereka tetap tinggi. Tetapi, mereka sekarang lebih memperhatikan harga-harga. Mereka ingin mencari harga terbaik. Secara umum preferensi akomodasi masih tetap memilih hotel bintang 5. Namun dengan keinginan mencari harga terbaik tadi, pilihan mereka bergeser ke hotel bintang 4,’’ lanjutnya.

Dikutip dari toppandigital.com, wisatawan dari Uni Emirat Arab (UEA) memiliki sekitar 30 hingga 40 hari liburan dalam setahun. Rata-rata mereka bepergian selama 14 malam. Tetapi sepertiga dari perjalanan wisatawan UEA lebih lama dari ini. Tidak jarang mereka melakukan satu perjalanan internasional panjang serta beberapa perjalanan pendek setiap tahun. UEA merupakan salah satu sumber pasar utama wisatawan di kawasan Timteng.

Dadang Purnama, Direktur Beringin Tour,operator tur spesialis pasar Arab Saudi berbasis di Cianjur, menerangkan, setelah pandemi, terutama pasar Arab Saudi, masih menunjukkan minat yang tinggi untuk berkunjung ke Indonesia.

‘’Terbukti, waktu masih pandemi ada kebijakan pelonggaran masuk ke Indonesia, tamu dari Arab Saudi langsung yang pertama kali datang. Setelah pandemi, alhamdulillah, mulai berangsur ada peningkatan kunjungan. Walaupun belum normal seperti yang diharapkan. Apalagi tolak ukurnya jumlah kunjungan mereka di tahun 2017,’’ kata Dadang.

Menurut pengalamannya menangani wisatawan Arab Saudi di masa pemulihan pascapandemi, pola dan minat mereka untuk berkunjung ke Indonesia tidak banyak berubah seperti sebelum pandemi.

‘’Jakarta, Puncak, Bandung dan Bali masih menjadi destinasi primadona. Di Bali, sekarang mereka mulai masuk ke Nusa Penida. Tetapi, ada penurunan minat ke Lombok. Padahal sebelum pandemi, Lombok pernah menjadi primadona setelah Bali terutama di kalangan wisatawan keluarga,’’ tutur Dadang.

Jakarta masih menjadi tujuan transit dan belanja. Di Puncak untuk menikmati alam dan hawa udara sejuk yang pas bagi mereka selain atraksi wisata. Taman Safari di Cisarua pun masih merupakan atraksi wajib didatangi saat berada di kawasan Puncak.  

Sedangkan di kawasan sekitar Bandung, selain di kotanya sendiri untuk wisata kuliner dan belanja, Sari Ater, Floating Market, kebun stroberi, dan Kawah Putih juga termasuk beberapa atraksi wisata favorit.

Di Bali, mereka menikmati hawa sejuk dan alam yang hijau di kawasan Kintamani dan Ubud. Benoa dan Jimbaran merupakan kawasan pantai pilihan untuk menikmati olahraga air dan matahari terbenam sambil makan malam dengan menu boga bahari.

‘’Mereka juga datang ke berbagai spot Instagramable tapi ya, tidak seperti pasar domestik,’’ tambahnya.

Dikutip dari hub.wtm.com, menurut analisis data yang dilakukan oleh YouGov untuk Reed Exhibitions, penyelenggara ATM Dubai pada tahun 2021, menunjukkan, wisatawan mewah dari Timteng tertarik pada destinasi dengan keindahan alam yang luar biasa (34%), liburan pantai (34%), iklim yang kondusif  (29%), dan konektivitas (28%).

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa wisatawan mewah dari Timteng paling mengkhawatirkan risiko kesehatan perjalanan sebesar 43% dan keselamatan sebesar 35%. Namun, satu dari tiga responden juga mengatakan bahwa harga yang sebenarnya dan mewakili nilai uang yang baik (good value for money) masih sangat penting.

Meskipun survey tersebut dilakukan dua tahun lalu, tetapi itu masih cukup relevan untuk menjadi referensi bagi para pelaku industri pariwisata di Indonesia.

Junior Suite, tipe kamar favorit tamu Timteng di Le Eminence Puncak Hotel Convention and Resort. [Foto; le-eminencepuncak.com]

Riyadh Travel Fair 2023

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berpartisipasi dalam Riyadh Travel Fair (RTF) 2023 yang telah berlangsung pada 22-24 Mei 2023 di Riyadh International Convention & Exhibiton Center (RICEC), Riyadh, Arab Saudi.

Deputi Pemasaran Kemenparekraf/Bapareraf Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Senin (22/5/2023), mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asal Arab Saudi ke Indonesia. Kemenparekraf berkolaborasi dengan industri pariwisata Indonesia dan Kedutaan Besar RI di Riyadh, Arab Saudi. Dengan adanya kolaborasi ini diharapkan bisa tercipta orkestrasi dan langkah kolektif dalam memasarkan pariwisata Indonesia termasuk memperkenalkan 5 Destinasi Super Prioritas.

Peserta sellers dari Indonesia yang berpartisipasi di RTF 2023 adalah Le Eminence Puncak Hotel Convention & Resort, Ciloto, Puncak, Jawa Barat; Voyaz Group Indonesia, Jakarta; Luxury Palace Tourism, Oman; dan PT Fanadiq Indonesia Jaya, Bogor, Jawa Barat. Voyaz Indonesia adalah agen spesialis luxury wisata phinisi di Labuan Bajo.

Ini yang dilakukan Pemerintah untuk menyasar pasar Timteng

Direktur Pemasaran Regional II Kemenparekraf/Baparekraf Cecep Rukendi mengatakan, sebelum pandemi COVID-19, Arab Saudi adalah salah satu pasar utama penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Jumlah kunjungan asal Arab Saudi mencapai 157.512 wisatawan pada 2019.

Selama pandemi, jumlah kunjungan menurun hingga 31.906 wisatawan pada tahun 2020 dan 2.053 wisatawan pada 2021. Jumlah kunjungan dari Arab Saudi mulai meningkat pada 2022 mencapai 46.508 wisatawan.

Menurut Ratih, belum signifikannya kenaikan kunjungan dari pasar Timteng antara lain, Indonesia baru membuka perbatasan pada bulan Juli 2022 dan kebijakan Visa on Arrival (VoA) untuk beberapa negara Timteng.

‘’Jadi kita tidak dapat membandingkan dengan nilai pada tahun 2019 atau tahun-tahun sebelumnya,’’ kata Ratih.

Delegasi Indonesia di Riyadh Travel Fair 2023. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)

Cecep menerangkan, berbagai aktivasi telah dilakukan oleh Kemenparekraf di kawasan Timur Tengah. Diantaranya dengan mengikuti Arabian Travel Market dan Riyadh Travel Fair.

Selain itu, ada perjalanan sosialisasi untuk pasar kawasan Timteng. Seperti mengundang YouTuber asal Uni Emirate Arab Khalid Al Ameri untuk mempromosikan salah satu destinasi prioritas yaitu Mandalika, Lombok. Terakhir, Kemenparekraf mengundang asosiasi duta besar Timteng, Afrika Utara dan sekitarnya ke Danau Toba.

Untuk meningkatkan aksesibilitas, Kemenparekraf baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan dua maskapai penerbangan terbesar di kawasan Timteng yakni Emirates dan Qatar Airways.

Kemenparekraf memetakan tiga kawasan untuk ditawarkan ke pasar Timteng. Ketiga kawasan itu adalah Kawasan Hijau, Kawasan Pantai, dan Pusat Perbelanjaan.

Untuk memperkenalkan Kawasan Hijau, Kemenparekraf telah beberapa kali menyelenggarakan famtrip ke Batu, Malang, untuk dijadikan destinasi alternatif kawasan hijau. Karena Puncak telah menjadi destinasi prioritas wisatawan Timteng sejak lama.

Bali masih menjadi highlight untuk kawasan pantai yang ditawarkan. Beberapa pantai di Pulau Dewata bisa menjadi alternatif atraksi pantai prioritas di kalangan wisatawan Timteng. Pulau Lombok, destinasi wisata ramah muslim, juga ditawarkan menjadi destinasi pantai lainnya.

Sebagai target wisata mewah, wisatawan Timteng sangat suka berbelanja. Beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta bisa menjadi alternatif sebagai daya tarik. Selain Jakarta merupakan kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan Timteng.

Dengan melihat pola perjalanan wisatawan Timteng khususnya dari Arab Saudi, di mana mereka tinggal lebih lama di Jawa Barat, Dadang berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih peduli melihat potensi ini dan menggarapnya bersama-sama dengan pelaku industri pariwisata.

‘’Tidak bisa dipungkiri, ekonomi global telah bergeser. Timteng adalah pasar yang seksi sekarang seiring melemahnya ekonomi di Eropa. Puncak masih menjadi rumah kedua untuk Arab Saudi,’’ pungkas Dadang.

Indonesia juga perlu memperhatikan perubahan-perubahan sosial dan demografi yang terjadi di kawasan Timteng. Generasi muda lebih banyak. Keterbukaan membuat kaum perempuan dari kawasan ini berani memulai perjalanannya sendiri (solo traveling).

Mereka mencari berbagai aktivitas luar ruang yang sebelumnya mungkin hampir tidak pernah dilakukan oleh wisatawan dari kawasan ini seperti yang kita tahu. Bagi para operator tur itu adalah peluang baru selain mempersiapkan produk-produk perjalanan ramah muslim dan ramah keluarga yang lebih atraktif dan inovatif. Kita sekarang mesti mulai berpikir inklusif untuk memperkenalkan Wonderful Indonesia sebagai destinasi yang ramah bagi pejalan perempuan.***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *