OUTBOUND INDONESIA SEMESTER I/2024 CAPAI 4,4 JUTA WISATAWAN, PEMERINTAH OPTIMIS PARIWISATA MASIH SURPLUS

Tourism for Us – Wisatawan nasional (wisnas) atau wisatawan asal Indonesia yang bepergian keluar negeri pada periode Januari-Juni 2024 tercatat sebanyak 4,469 juta. Pemerintah tampak optimis neraca pariwisata Indonesia masih akan surplus tahun ini. Dan ini baru pertama kali Indonesia mengungkapkan jumlah perjalanan outbound-nya.  

‘’Jadi, wismannya tadi 6,4 juta. Itu yang kita terima atau ekspor kita. Tapi, orang Indonesia yang keluar atau impor 4,4 juta dan masih surplus. Semoga surplusnya makin lama makin besar. Itu harapan kita tentunya,’’ ujar Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) pada ’’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (5/8/2024), di Jakarta.

Selama Juni 2024, pergerakan wisnas keluar negeri mencapai 900,06 ribu. Jumlah tersebut naik 43,63 persen bila dibandingkan dengan bulan Mei 2024 (M-to-M) dan naik 77,09 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2023 (Y-on-Y).

Pada Juni 2024, Malaysia merupakan negara tujuan utama wisatawan Indonesia (32,05%). Kemudian berturut-turut, Arab Saudi (16,05%), Singapura (13,23%), dan Thailand (5,83%).

Tingkat hunian hotel di Indonesia naik tipis

Tingkat hunian hotel tampak naik meskipun tipis. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel berbintang pada Juni 2024 mencapai 54,69 persen. TPK naik 1,02 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Y-on-Y) dan naik 0,66 poin (M-to-M) daripada Mei 2024. Dan rata-rata tamu menginap selama 1,61 malam di hotel berbintang.

Sementara, TPK hotel non-bintang pada Juni 2024 mencapai 27,65 persen atau naik 3,07 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Y-on-Y) dan naik 0,54 poin daripada bulan Mei 2024 (M-to-M).

‘’Ketika berbicara TPK, ini adalah blend, dicampur antara wisman dan wisatawan Nusantara (wisnus). Ini bicara rata-rata sektiar 54,69 persen. Kemudian secara spasial, TPK paling tinggi di Kalimantan Timur. Ini mungkin berkaitan dengan IKN. Kemudian diikuti oleh Bali dan Kepulauan Riau masing-masing 65,78 persen dan 64,78 persen,’’ kata Nia.

Dan Nia menambahkan, ‘’Dan secara spasial Bali mancata TPK hotel non-bintang tertinggi di bulan Juni 2024.’’ ***(Yun Damayanti)  



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *