DPD ASITA NTT DAN KADIN SIAP BAHAS KOLABORASI PARIWISATA PASCAFAMTRIP TOUR OPERATOR DAN INFLUENCER PORTUGAL KE LABUAN BAJO

Tourism for Us – Perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) operator tur (tour operator) dan influencer Portugal ke Labuan Bajo pada awal Desember 2024 menjadi momen penting untuk memperkenalkan destinasi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke pasar Portugal dan wilayah Eropa selatan pada umumnya.

Perjalanan pengenalan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo, NTT, merupakan kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Portugal dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bilateral Komite Portugal. Famtrip sudah berlangsung pada 6-8 Desember 2024. Peserta famtrip menjelajahi kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dan sekitarnya dengan kapal phinisi. Dari NTT, peserta famtrip melanjutkan perjalanan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Yogyakarta.

Peserta famtrip terdiri dari satu orang operator tur spesialis perjalanan mewah dan dua orang influencer Portugal. Mereka ditemani oleh dua orang perwakilan dari KBRI Portugal.  

KBRI berharap melalui perjalanan pengenalan kepada operator tur dan influencer dapat mendorong popularitas Labuan Bajo di Portugal. Labuan Bajo berpeluang besar menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah Eropa Selatan dengan promosi yang intensif.

Hasyifawaty Wargangegara, anggota Kadin Bilateral Portugal menjelaskan kepada Detik, kegiatan famtrip ini merupakan kelanjutan dari kunjungan mereka ke KBRI Portugal di Lisabon pada Februari 2024.

Sebelumnya, mereka menghadiri Bolsa de Turismo de Lisboa, pameran wisata terbesar di Portugal, yang diadakan pada 28 Februari hingga 3 maret 2024. Di situ mereka menemukan kenyataan tidak ada satupun operator tur asing yang memasarkan Labuan Bajo

Ketua DPD ASITA NTT juga anggota ASITA Bilateral Eropa Abed Frans menyampaikan potensi besar dari kerja sama ini. Dengan tindak lanjut yang strategis bersama operator tur Portugal diharapkan kunjungan wisatawan dari negara itu ke NTT semakin meningkat.  

‘’Kita mau mencari waktu yang baik untuk menggelar kegiatan B-to-B dengan mereka. Entah itu di Portugal atau NTT. Ini masih perlu dibahas bersama Kadin dahulu bagaimana mekanismenya. Pasar wisatawan Portugal yang berkunjung ke NTT masih sedikit sekali,’’ ujar Abed.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkenalkan keindahan dan keberagaman budaya NTT kepada pasar internasional sehingga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Apalagi jejak Portugis masih cukup kental di provinsi kepulauan Sunda Kecil paling timur itu. ***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *