MENGASAH KESADARAN LINGKUNGAN DI TANJUNG UMA, BATAM
Tourism for Us – Ada beragam cara merayakan Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April. Seperti Ascott Regional Batam yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih di Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Acara ini melibatkan perusahaan-perusahaan, termasuk perhotelan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Mereka bersama-sama membersihkan pantai dan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

BatamOn Global Group sebagai inisiator, bersama dengan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Sekretaris Lurah Tanjung Uma, membuka kegiatan perayaan Hari Bumi 2025 di Tanjung Uma. Sebanyak 25 orang perwakilan dari properti-properti Ascott di Batam turut hadir dan berbaur bersama 175 peserta lainnya dari berbagai lapisan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ascott Regional Batam, termasuk Oakwood Hotel & Apartments Grand, YELLO Hotel Harbour Bay Batam, HARRIS Waterfront Batam, dan HARRIS Batam Center.
Rangkaian kegiatan perayaan Hari Bumi tahun ini meliputi aksi bersih-bersih (Clean Up Day), edukasi anak melalui pertunjukan boneka tentang pengelolaann sampah, pengumpulan barang bekas (waste to go), serta pemeriksaan kesehatan gratis yang dibayar dengan menggunakan sampah sebagai media edukasi tentang nilai daur ulang.
Partisipasi ini merupakan wujud nyata dari keseriusan program Ascott Care, sebuah inisiatif global dari The Ascott Limited yang menginitegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam operasional dan pengembangan bisnisnya.
Komitmen Ascott terhadap keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melaluil kegiatan sosial seperti Hari Bumi, tetapi juga tertanam dalam manajemen operasional sehari-hari, mulai dari pengelolaan limbah, efisiensi energi, hingga keterlibatan komunitas lokal. Melalui program ini, Ascott terus memperkuat perannya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan menciptakan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan serta komunitas tempat mereka beroperasi.
Wilayah pesisir Pulau Batam menghadapi tantangan lingkungan yang tinggi. Tanjung Uma dipilih sebagai lokasi kegiatan perayaan Hari Bumi karena kawasan ini menjadi lokasi penumpukan sampah dari berbagai penjuru kota. Kegiatan itu menandai komitmen bersama dalam menangani permasalahan sampah di kawasan tersebut. ***(Yun Damayanti)
