LABUAN SAIT, PANTAI DI ULUWATU YANG BUAT TRAVELER JATUH HATI
Tourism for Us – Pantai-pantai di kawasan Uluwatu unik. Pada umumnya berupa pantai sempit di bawah tebing karang. Pasir kuning keemasannya muncul ketika air laut pasang surut. Pantai-pantai di sana sangat dikenal di kalangan peselancar karena memiliki ombak tinggi dan panjang. Namun, asal tahu tempat dan waktunya, wisatawan umum pun bisa menikmati pantai-pantai itu.

Satu di antaranya adalah pantai Labuan Sait. Nama lainnya Padang-padang. Pantai ini mempunyai bagian landai dan terbuka tempat wisatawan menikmati mandi sinar matahari beralas kain. Di sisi kiri dan kanannya ada pantai-pantai sempit dan berada di celah-celah antara karang dan dinding tebing. Celah-celah tersebut menjadi ‘goa sembunyi’ bagi sebagian pengunjung. Perairan di sekitar pantai juga aman direnangi bahkan bagi pengunjung anak-anak di bawah pengawasan orang tua.
Karang-karang di bibir pantai membentuk cekungan-cekungan yang akan menjadi kolam-kolam kecil saat pasang surut. Menurut situs-situs informasi jadwal ombak yang biasa digunakan oleh para peselancar, waktu pasang surut di pantai ini antara pukul 13.00 hingga 17.00 atau 18.00, tergantung pada cuaca. Kolam-kolam kecilnya terbentuk antara pukul 13.00-14.00. Lewat dari itu air laut mulai meninggi dan ‘menenggelamkan’ kolam-kolam kecil tadi.
Pengunjung mesti meniti lagi anak tangga setelah dari pintu masuk sampai ke pantai. Tangga ini berada di celah tebing karang sepanjang sekitar 60 meter dan lebar kurang dari 1 meter. Warga pengelola pantai telah membangun anak tangga yang ramah pengunjung.
Pantai Labuan Sait sudah dilengkapi fasilitas toilet dan tempat bilas. Letaknya di pantai dan di pelataran pura atau di bawah loket pembelian karcis masuk. Fasilitasnya cukup bersih dan terawat.
Biaya masuk ke pantai juga murah, Rp 5.000,00 per orang dewasa pengunjung domestik, Rp 10.000,00 per orang dewasa pengunjung asing, dan Rp 5.000,00 per anak. Parkir dikenai biaya sebesar Rp2.000,00 untuk motor dan Rp5.000,00 untuk mobil. Di depan pintu masuk disediakan zona drop off dan pick up untuk kendaraanpengantar dan penjemput wisatawan. Jadi walaupun pengunjung sedang ramai tetapi cukup teratur.
Pantai Labuan Sait dibuka untuk umum sejak tahun 1985. Konon menurut cerita warga lokal, pantai ini pernah dijadikan sebagai pelabuhan kapal niaga dan kapal perang pada masa penjajahan. Pantai itu semakin dikenal setelah dijadikan lokasi film Eat, Pray, Love dan video musik Michael Learns to Rock.
Pantai Padang-padang berada di Jalan Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Lokasinya 32 kilometer dari Kota Denpasar atau 6 kilometer ke arah utara kawasan Luar Pura Uluwatu. Di sekitar pantai ada banyak pilihan akomodasi mulai dari homestay, resor hingga vila. Pedestrian menghubungkan pantai dengan berbagai tempat kuliner mulai dari warung, kafe dan restoran.*** (Yun Damayanti)
