TREKKING TRAIL KEREN DI BUKIT KURSI PEMUTERAN

Tourism for Us – Pemuteran tidak hanya indah di bawah permukaan lautnya saja tetapi daratannya juga keren. Desa di Gerokgak, Buleleng, ini dikelilingi barisan perbukitan berselimut padang rumput. Perbukitan di desa itu semakin populer di kalangan traveler penyuka trekking beberapa tahun belakangan.

Pemuteran di Buleleng,Bali,dikitari perbukitan yang menawarkan pemandangan menawan.(Foto: Santai Warung Pemuteran)

Orang-orang suka trekking di Bukit Kursi karena mempunyai pemandangan indah, jalur trekking mudah, dan belum ramai wisatawan. Berada di utara Pulau Bali, trekker bisa melihat matahari terbit atau menikmati momen matahari terbenam dari puncak bukit setinggi sekitar 800 meter dari permukaan laut. Pagi atau sore hari merupakan waktu terbaik menyusuri punggung-punggung bukit di sini. Selama musim penghujan bukit menghijau dan pada musim kemarau berubah jadi kecokelatan. Perahu-perahu nelayan menghiasi laut Teluk Pemuteran.

Trekking trail di Bukit Kursi Pemuteran awalnya adalah jalan setapak yang dibuat warga untuk mencapai Pura Bukit Kursi. Pura suci ini berada dekat dengan sebongkah batu besar berbentuk seperti kursi di puncak bukit. Pura itu dipercaya sebagai tempat khusus untuk berdoa terkait pekerjaan dan jabatan. Pura tersebut juga jadi penyangga Pura Pemuteran yang lebih besar. Oleh karena itu, jalan setapak dibuat permanen. Sebagian berupa anak-anak tangga yang cukup mudah dilalui. Trekking trail yang dilalui trekker di beberapa bagian masih alami namun relatif cukup mudah dijalani.

Trail di Bukit Kursi. [Foto; Santai Warung Pemuteran]

Sebagai tempat yang disucikan, umat yang beribadah maupun trekker dihimbau tidak membuang sampah sembarangan di kawasan bukit. Sisa-sisa bungkus makanan dan minuman yang dibawa saat trekking dihimbau untuk dibawa kembali ke bawah dan dibuang pada tempatnya. Trekker yang ingin memasuki kawasan pura mesti mengenakan pakaian adat yang sopan dan mematuhi peraturan pura.

Bukit Kursi sudah dilengkapi lahan untuk parkir kendaraan, toilet umum, dan warung-warung. Lokasinya juga tidak jauh dari kantong akomodasi para penyelam di Pemuteran. Trekking bisa menjadi kegiatan alternatif di sini. Selain mengisi jeda waktu untuk menstabilkan kondisi tubuh selepas menyelam.*** (Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *