YOGYAKARTA INGIN OPTIMALKAN PASAR WISATAWAN DOMESTIK
Tourism for Us – Yogyakarta ingin mengggarap pasar wisatawan domestik (wisdom) sampai maksimal. Karena itulah pasar yang ada di depan mata. Melalui satu kampanye Visiting Jogja di berbagai kanal mulai dari situs resmi, media sosial seperti Instagram dan lain-lain, sampai aplikasinya, para pemangku kepentingan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta ingin memaksimalkan pemasaran destinasi.

“Wisatawan domestik di depan mata. Kita serbu dong pasar wisatawan domestik, “ ujar Kepala Dinas Pariwisata D.I. Yogyakarta Singgih Raharjo.
Yogyakarta mengoptimalkan pemasaran digital untuk memasarkan destinasi. Salah satu inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) adalah dengan membuat landing tool website yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk melakukan promosi. Penamaannya dipilih Visiting Jogja. Dan nama itu digunakan di semua platform digital baik di website, media sosial dan aplikasi.
Pemda mengambil langkah ini dalam rangka memberikan informasi sekaligus menjadikannya wadah bagi pelaku industri pariwisata lokal bisa sampai ke tahap penjualan (selling). Situs Visiting Jogja pun sedang dipersiapkan dalam bahasa Inggris, Jepang, dan Korea selain bahasa Indonesia. Sehingga para buyers dari seluruh daerah di Indonesia maupun di luar negeri juga bisa memanfaatkannya. Agar jaringan pemasaran destinasi Yogyakarta menjangkau publik yang lebih luas.
Selain pemasaran digital, kegiatan pemasaran dan hard selling yang dilakukan secara offline seperti travel mart dan road show pun termasuk dalam rencana program kerja tahun 2022. Untuk mengoptimalkan pemasaran destinasi Yogyakarta di mancanegara, pemda dan badan promosi pariwisata daerah akan melanjutkan kerja sama yang melibatkan kedutaan-kedutaan besar dan diaspora Indonesia di luar negeri. Karena kegiatan-kegiatan tersebut akan merekatkan suppliers dari Yogyakarta dengan existing buyers maupun membangun jejaring bisnis baru.
“Seperti yang kami lakukan belum lama ini di Dubai, Uni Emirat Arab. Kami dibantu oleh KBRI. Kami dapat melakukan kegiatan offline dengan jalan seperti itu, “ kata Singgih.

Visiting Jogja
Visiting Jogja adalah aplikasi untuk pembelian tiket di atraksi, serta reservasi dan pembelian tiket event. Pengunjung atraksi wisata di Yogyakarta sementara dibatasi hingga 25 persen. Jadi pengunjung sangat disarankan untuk melakukan reservasi di muka. Aplikasi dibuat memang diperuntukan bagi wisatawan.
Melalui aplikasi Visiting Jogja, pengunjung bisa mengetahui kondisi di atraksi: ada berapa jumlah pengunjung saat ini dan berapa kapasitas di atraksi. Semuanya real time. Aplikasi juga terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi tersedia di Playstore dan dapat diunduh gratis.
Pemda bekerja sama, di antaranya, dengan DPD ASITA DIY dan PHRI DIY. Para penyedia jasa (suppliers) di dalam Visiting Jogja melibatkan pelaku industri pariwisata lokal. Paket-paket perjalanan yang ada telah diadaptasikan dengan menekankan pada pelaksanaan standar protokol kesehatan CHSE dan memberikan pengalaman budaya lebih mendalam.
Kepala Dinas Pariwisata DIY menjelaskan, bagi suppliers lokal yang ingin memasukkan produknya ke dalam Visiting Jogja bisa berkoodirnasi dengan dinas pariwisata. Syarat dan ketentuan utama yang harus dipenuhi adalah memiliki legalitas. Setelah itu, lokasi dan atraksi/aktivitasnya jelas. Dispar menerima suppliers yang sudah memiliki sertifikat CHSE maupun yang belum. Bagi yang belum mempunyai sertifikat CHSE akan dikoordinasikan dengan Satgas COVID-19 kabupaten/kota.***(Yun Damayanti)
