LABUAN BAJO BERSIAP SAMBUT 1 JUTA WISATAWAN MULAI TAHUN 2024

Tourism for Us – Kota pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersiap untuk menyambut satu juta wisatawan pada tahun 2024. Salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) itu akan mengaktifkan penerbangan charter untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas menuju destinasi. Selain itu juga akan mendapat pasokan tambahan akomodasi dengan tiga hotel siap beroperasi tahun depan.

Penerbangan charter ke Labuan Bajo

Pemerintah menetapkan target satu juta wisatawan baik domestik maupun mancanegara datang ke Labuan Bajo pada 2024. Untuk mencapai target tersebut maka aksesibilitas menuju destinasi akan ditingkatkan.

Salah satu cara yang diupayakan adalah dengan mengaktifkan layanan penerbangan langsung ‘’on demand’’ atau penerbangan yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Upaya ini seiring dengan masuknya permintaan dari maskapai-maskapai asing untuk melayani rute ke Labuan Bajo. Permintaan tersebut diajukan karena, berdasarkan laporan dari maskapai, pola permintaan penerbangan langsung cenderung bersifat fluktuatif.

‘’Upaya ini dilakukan sehingga target satu juta penumpang yang dilayani Bandara Komodo, yang kita rencanakan, bisa tercapai tahun depan. Dengan penambahan penerbangan-penerbangan dan ketersediaan kursi,’’ kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno usai meninjau Bandara Komodo, Selasa (5/12/2023).

Menurut keterangan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), charter flight direncanakan datang ke Labuan Bajo pada bulan Februari 2024 melalui Singapura, Malaysia dan Australia. Sementara untuk saat ini, Bandara Komodo belum menerima permintaan slot charter flight dari luar negeri.

Bandara Komodo sempat dioperasikan sebagai bandara internasional selama ASEAN Summit pada bulan Mei 2023 lalu yang dihelat di Labuan Bajo. Bandara ini menerima pesawat-pesawat yang membawa kepala-kepala negara dan delegasi ASEAN.

Beberapa maskapai penerbangan dari Australia, Singapura dan Malaysia menunjukkan minat dan tengah menjajaki pembukaan rute penerbangan langsung ke Labuan Bajo. Namun, untuk membuka suatu rute penerbangan langsung secara reguler ada banyak faktor yang dipertimbangkan oleh maskapai. Di antaranya, tingkat keterisian pesawat PP, kesiapan infrastruktur udara dan darat dan perangkat CIQP di bandara tujuan, fasilitas publik untuk para penumpangnya dari dan menuju bandara dan lain sebagainya. 

Sedangkan dari sisi percepatan pembangunan di sektor pariwisata, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Bandara Komodo akan segera ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional. Alih status menjadi bandara internasional menunggu keputusan resmi kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Dan pengelolaan alih status bandara oleh Angkasa Pura.  

Abed Frans, Ketua DPD ASITA NTT, juga owner Flobamor Tours & Travel , mengatakan, permintaan penerbangan charter ke Labuan Bajo dari pasar domestik cukup banyak.

‘’Biro perjalanan kami sendiri menangani cukup banyak charter domestik selama 2023. Sampai akhir tahun kami pun masih menangani tamu dengan charter pesawat dari Denpasar. Tahun lalu kami ada dua grup charter dari Jakarta dan Bandung. Itu belum dihitung yang dilayani oleh operator tur/agen perjalanan lainnya. Makanya saya berani katakan, charter domestik itu sudah cukup banyak yang ke Labuan Bajo,’’ ujar Abed. 

Penerbangan charter wisatawan domestik menggunakan jenis pesawat yang lebih kecil seperti Caravan. Jumlah wisatawan yang ditangani per perjalanan memang tidak besar namun bersifat privat dan ekslusif.

‘’Saya belum dengar secara pasti apakah memang ada permintaan charter flight dari luar negeri. Karena jangan lupa juga, ada Bali yang dekat sekali. Dan itu menjadi pertimbangan wisatawan mancanegara sebagai final destination,’’ tambahnya.

Bandara Komodo melayani 408.151 penumpang selama Januari-November 2023. Di mana bulan Juni hingga September merupakan periode puncaknya.

Golo Mori Convention Center, venue terbaru di Labuan Bajo yang diresmikan oleh Menkomarves Ad Interim Erick Tohir di sela-sela agenda Rakornas Percepatan Pengembangan 5 DPSP Semester II- 2023. [Foto; Birkompublik Kemenparekraf]

Pasokan kamar dan venue untuk event terus bertambah

Menurut data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPC Manggarai Barat, sampai saat ini ada 118 hotel dan 250 homestay serta 111 rumah makan dan restoran di Labuan Bajo. Jumlah kamar yang tersedia lebih dari 3000 rooms.

Kota pelabuhan di bagian barat Pulau Flores ini akan mendapat pasokan tambahan kamar tahun depan. Menurut rencana, JW Marriott, Catamaran Hotel dan Kaliwatu Resort adalah beberapa hotel yang akan segera beroperasi.

 ‘’Saya belum tahu persis berapa jumlah tambahan kamar dari ketiga hotel baru tersebut,’’ kata Silvester Wanggel, Ketua DPC PHRI Manggarai Barat.

Sedangkan venue untuk kegiatan pertemuan, konferensi dan eksibisi ada tujuh hotel yang mempunyai ruang pertemuan dengan kapasitas cukup besar yaitu Hotel La Prima, The Jayakarta, Komodo Suite Hotel, Sylvia Hotel, Ayana Hotel, Bintang Flores Hotel, dan Meruorah Hotel. Masing-masing venue di hotel-hotel tersebut bisa menampung mulai dari 500 orang. 

Menurut Abed, Labuan Bajo bisa mengakomodasi satu juta wisatawan dalam satu tahun dengan fasilitas yang ada sekarang.

‘’Fasilitas transportasi darat untuk di dalam kota Labuan Bajo saya kira cukup. Daya tarik-daya tariknya kan dekat-dekat. Tetapi, kalau bicara transportasi darat untuk overland ke bagian lain Pulau Flores, itu yang masih kurang. Sedangkan transportasi laut, saat ini memang perlu penambahan baik itu phinisi, kapal pesiar, kapal-kapal PELNI maupun feri penyeberangan ASDP. Termasuk transportasi untuk menyeberang ke Taman Nasional Komodo,’’ tutur Abed.

Water front Labuan Bajo. (Foto: Birkompublik Kemenprekraf)

Labuan Bajo 6 tahun mendatang

Dalam Rapat Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Rakornas Parekraf) yang berlangsung pada 12-13 Desember 2023 di Bandung, Jawa Barat, Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina memaparkan, faktor kritikal untuk mencapai kesuksesan yang hendak dicapai pada 2019-2024 khususnya di sisi aksesibilitas adalah mempersiapkan Bandara Komodo menjadi bandara internasional. Untuk memenuhi persiapan tersebut maka landas pacu diperpanjang 250 meter dan mereduksi Bukit Kelumpang.

Di sisi layanan penumpang, persiapan pengelolaan Bandara Komodo oleh konsorsium CAS-Changi dan pembukaan rute penerbangan internasional ke Labuan Bajo.

Pada 2025-2030, atau dalam enam tahun mendatang, kota Labuan Bajo diproyeksikan menerima 1,53 juta wisatawan per tahun. Lama tinggalnya 6,5 hari. Dan rata-rata pengeluaran belanja wisatawan sebesar USD 2,000.

Kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo akan didukung 3.000 kursi pesawat per hari. Dan di sisi akomodasi diharapkan dapat mencapai 70 persen tingkat hunian, 50 persen di hotel.

Persoalan interkonektivitas menjadi salah satu yang dibahas dalam Rakornas Percepatan Pengembangan 5 DPSP Semester II- 2023, Rabu (6/12/2023), di Golo Mori Convention Center Labuan Bajo.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) Ad Interim Erick Tohir mengatakan, akan meningkatkan konektivitas dengan fokus di 13 bandara. Ketiga belas bandara tersebut akan menjadi hub untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, termasuk Bandara Komodo.

‘’Di sinilah kenapa pertumbuhan ekonomi nasional ke depan tidak hanya bergantung pada sumber daya alam tetapi tentunya dengan yang namanya pariwisata, industri kreatif dan  ekonomi digital menjadi hal-hal yang kita dorong bersama,’’ kata Erick Tohir yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN.***(Yun Damayanti) 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *