PARIWISATA TUMBUH POSITIF, PEMPROV INGIN DATANGKAN LEBIH BANYAK WISATAWAN KE JAWA BARAT

Tourism for Us – Pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat menunjukkan tren positif, pemerintah provinsi berkomitmen untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk promosi ke luar daerah dan luar negeri akan diperkuat.

Kereta cepat Jakarta Bandung. (Foto: KCIC)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, hingga September 2025, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) mencapai 158,53 juta perjalanan, meningkat 29,25 persen dibandingkan periode yang sama 2024. Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bandung menjadi tujuan dengan kontribusi terbesar.

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan kereta cepat Whoosh tercatat 19.867 orang pada bulan September 2025. Total kunjungan wisman melalui Whoosh mencapai 144.217 orang pada periode Januari-September 2025. Sementara itu, wisman yang datang melalui pintu Bandara Internasional Kertajati tercatat hanya 263 orang pada September 2025 dan sebagian besar berasal dari Singapura.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kini membidik arus wisatawan yang datang ke Jawa Barat. Tren kenaikan mobilitas wisatawan domestik dan internasional ini menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi Jawa Barat sebagai destinasi prioritas.

‘’Promosi daerah, kerja sama lintas negara, dan kegiatan pemasaran pariwisata menjadi strategi yang dipersiapkann untuk mengoptimalkan potensi tersebut,’’ kata Iendra.  

DPD ASITA Jawa Barat menyambut baik arah kebijakan pemprov ini. Hal tersebut juga sejalan dengan program asosiasi yang menggeber kegiatan promosi pariwisata Jawa Barat secara intensif.

‘’Tidak ada akhir tahun. Kami terus berpromosi di bulan Desember ini. Januari, Februari, Maret tahun depan pun kita sudah siap bergerak untuk berpromosi,’’ ujar Daniel G. Nugaraha, Ketua DPD ASITA Jawa Barat.

‘’Supaya pertumbuhan ekonomi berjalan melalui pariwisata, tidak ada pilihan lain, harus mendatangkan wisatawan mancanegara. Kalau wisatawan Nusantara selalu mengeluhkan harga tiket pesawat domestik yang mahal, kita berharap bisa lebih baik dengan kehadiran wisman,’’ tambahnya.  

Selain itu, promosi pariwisata Jawa Barat yang intensif saat ini diharapkan dapat menyampaikan kondisi sebenarnya di Indonesia, terutama bahwa destinasi di pulau-pulau lain, seperti Jawa, tetap aman untuk dikunjungi. Hal ini penting untuk dilakukan di tengah berita mengenai bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

‘’Jangan sampai wisatawan membatalkan rencana perjalanannya atau takut bepergian ke Indonesia,’’ kata Daniel.

Dukungan atas upaya promosi pariwisata Jawa Barat yang digerakkan oleh pelaku industri tidak hanya datang dari Pemprov Jawa Barat melalui Disparbud, tetapi juga dari perwakilan Indonesia di luar negeri seperti KBRI di Kuala Lumpur, KJRI di Johor dan Pulau Penang, serta Bank Indonesia. ***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *