Tourism for Us – The 12th Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 baru saja berlangsung. Selama tiga hari mulai 28 hingga 30 Mei 2026, lebih dari 407 buyer dari 44 negara bertemu dengan 286 seller dari 4 negara yang mewakili Indonesia, Malaysia, Cina, dan [more]
Tourism for Us – Pacific Asia Travel Association (PATA) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan TOP25 Restaurants, sebuah sistem pemeringkatan perjalanan berbasis kecerdasan buatan yang menyediakan panduan perjalanan untuk berbagai atraksi wisata. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Noor Ahmad Hamid, CEO PATA, dan Bernard Metzger, Pendiri dan [more]
Tourism for Us – Pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat menunjukkan tren positif, pemerintah provinsi berkomitmen untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk promosi ke luar daerah dan luar negeri akan diperkuat.
Kereta cepat Jakarta Bandung. (Foto: KCIC)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, hingga September 2025, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) mencapai 158,53 juta perjalanan, meningkat 29,25 persen dibandingkan periode yang sama 2024. Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bandung menjadi tujuan dengan kontribusi terbesar.
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan kereta cepat Whoosh tercatat 19.867 orang pada bulan September 2025. Total kunjungan wisman melalui Whoosh mencapai 144.217 orang pada periode Januari-September 2025. Sementara itu, wisman yang datang melalui pintu Bandara Internasional Kertajati tercatat hanya 263 orang pada September 2025 dan sebagian besar berasal dari Singapura.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kini membidik arus wisatawan yang datang ke Jawa Barat. Tren kenaikan mobilitas wisatawan domestik dan internasional ini menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi Jawa Barat sebagai destinasi prioritas.
‘’Promosi daerah, kerja sama lintas negara, dan kegiatan pemasaran pariwisata menjadi strategi yang dipersiapkann untuk mengoptimalkan potensi tersebut,’’ kata Iendra.
DPD ASITA Jawa Barat menyambut baik arah kebijakan pemprov ini. Hal tersebut juga sejalan dengan program asosiasi yang menggeber kegiatan promosi pariwisata Jawa Barat secara intensif.
‘’Tidak ada akhir tahun. Kami terus berpromosi di bulan Desember ini. Januari, Februari, Maret tahun depan pun kita sudah siap bergerak untuk berpromosi,’’ ujar Daniel G. Nugaraha, Ketua DPD ASITA Jawa Barat.
‘’Supaya pertumbuhan ekonomi berjalan melalui pariwisata, tidak ada pilihan lain, harus mendatangkan wisatawan mancanegara. Kalau wisatawan Nusantara selalu mengeluhkan harga tiket pesawat domestik yang mahal, kita berharap bisa lebih baik dengan kehadiran wisman,’’ tambahnya.
Selain itu, promosi pariwisata Jawa Barat yang intensif saat ini diharapkan dapat menyampaikan kondisi sebenarnya di Indonesia, terutama bahwa destinasi di pulau-pulau lain, seperti Jawa, tetap aman untuk dikunjungi. Hal ini penting untuk dilakukan di tengah berita mengenai bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
‘’Jangan sampai wisatawan membatalkan rencana perjalanannya atau takut bepergian ke Indonesia,’’ kata Daniel.
Dukungan atas upaya promosi pariwisata Jawa Barat yang digerakkan oleh pelaku industri tidak hanya datang dari Pemprov Jawa Barat melalui Disparbud, tetapi juga dari perwakilan Indonesia di luar negeri seperti KBRI di Kuala Lumpur, KJRI di Johor dan Pulau Penang, serta Bank Indonesia. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kunjungan wisatawan asal Perancis ke Bali masih menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun pertumbuhan penjualan paket wisata ke Bali mengalami penurunan pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Beberapa faktor telah berkontribusi terhadap melambatnya pertumbuhan penjualan paket wisata ini. [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan kampanye baru ‘‘Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’ untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kampanye ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi merek Wonderful Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang otentik, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi. Inisitatif itu juga [more]
Kami menyediakan platform yang efektif untuk mempromosikan produk dan acara yang akan membawa mitra bisnis potensial kepada Anda.
Kami menjangkau pelaku industri perjalanan dan pariwisata di seluruh Indonesia
Kami menghubungkan pelaku pariwisata mikro dengan pelaku industri menengah dan besar dan sebaliknya
Anda bisa menjangkau lebih banyak mitra bisnis potensial dengan cepat
Produk dan acara Anda akan ditampilkan kepada audiens yang tepat
Apa yang bisa Anda promosikan bersama kami?
Paket-paket perjalanan umum, trip minat khusus, tailor-made/customized tour, perjalanan insentif
Daya tarik dan pengalaman wisata
Produk-produk terkait perjalanan [koper, aksesoris, dll.], MICE dan ekonomi kreatif
Acara khusus [festival, konser, pameran, KTT, seminar/workshop dll.]
Profil usaha dan personal
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjangkau mitra bisnis potensial baru dan meningkatkan penjualan Anda. Mulailah memanfaatkan setiap momen untuk mempromosikan produk dan acara Anda.
Kami siap membantu untuk mewujudkan impian Anda. Hubungi kami di sini.
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali berpartisipasi di World Travel Market (WTM) London 2024 dan memfasilitasi 46 usaha jasa pariwisata meliputi biro perjalanan wisata dan usaha jasa akomodasi yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Bursa pariwisata tahunan terbesar di penghujung tahun itu [more]
Tourism for Us – ‘Wonderful Indonesia’ akan kembali hadir di IFTM Top Resa 2024. IFTM adalah pameran pariwisata B-to-B terbesar di Perancis. Pameran akan berlangsung pada 17-19 September 2024 di Parc des Expositions Porte de Versailles, Paris. Kehadiran stand ‘Wonderful Indonesia’ di IFTM 2024 merupakan [more]
Tourism for Us – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) pada edisi kesepuluh tahun ini semakin memantapkan posisinya sebagai pasar pariwisata terdepan penarik pelaku industri pariwisata (buyers) internasional untuk datang ke Indonesia. BBTF telah berlangsung pada 12-14 Juni 2024 di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali.
Travex B-to-B di BBTF 2024 semakin menarik perhatian buyers internasional untuk menghadirinya.(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
BBTF ke-10 mempertemukan 282 perusahaan sebagai penjual (sellers) dari delapan negara yaitu Indonesia, Nepal, Timor Leste, Cina, Amerika Serikat, Malaysia, Afrika Selatan dan Iran. Pasar pariwisata internasional yang semakin besar ini dihadiri oleh 460 pembeli (buyers) dari 45 negara. Pembeli terbesar berasal dari India, Malaysia, Rusia, Turki, Thailand, Singapura dan Arab Saudi.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh penyelenggara, BBTF 2024 berhasil mengumpulkan transaksi potensial sebesar Rp 7,61 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan capaian pada BBTF tahun lalu sebesar Rp 6,7 triliun.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di acara penutupan Bali & Beyond Travel Fair 2024, Jumat (14/6/2024), mengatakan, ‘’Tahun lalu kita berhasil mencapai 11,7 juta wisatawan mancanegara (wisman). Tahun ini kami memproyeksikann 14 juta kunjungan wisman. Kami percaya, dengan dukungan dari semua (BBTF), kita bahkan bisa mencapai kembali angka capaian sebelum pandemi.’’
Menparekraf juga berharap, wisatawan yang datang adalah wisatawan berkualitas yakni wisatawan dengan masa tinggal lebih lama juga nilai pengeluarannya yang lebih tinggi.
‘’Bahwa wisatawan yang berkunjung ke Bali dan Indonesia adalah yang menghargai budaya setempat juga memberikan dampak ekonomi kepada UMKM dan para pelaku ekonomi kreatif lokal,’’ kata Menparekraf Sandiaga.
Ketua BBTF 2024 yang juga Ketua ASITA BALI I Putu Winastra mengatakan, selama dua hari penyelenggaraan BBTF 2024 mendapat respon sangat positif baik dari sellers maupun buyers.
‘’Karenanya kami berkomitmen untuk melanjutkan BBTF sebagai travel fair tahunan terdepan di Indonesia,’’ kata Putu Winastra.
Ia juga mengumumkan, BBTF ke-11 akan digelar pada 4 hingga 6 Juni 2025. BBTF tahun depan akan mengusung tema pariwisata berkelanjutan. Ini sejalan dengan cita-cita pariwisata Indonesia yakni pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Terkait sorotan terhadap perilaku wisman yang belakangan banyak melanggar aturan di Bali, membatasi kunjungan bukanlah solusinya.
Menparekraf menjelaskan, ‘’Perilaku wisatawan yang melanggar hukum itu bukan hanya terjadi di Bali atau Indonesia. Saya baru pulang dari Barcelona dan wali kotanya menyampaikan bahwa hal yang mereka hadapi juga sama. Tentu caranya bukan dengan membatasi kunjungan tapi lebih melakukan sebuah kebijakan yang secara natural akan memastikan wisatawan di Bali atau Indonesia tinggal lebih lama.’’
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama pihak-pihak terkait akan terus memberikan pemahaman dan edukasi bagi wisatawan, termasuk juga kepada pelaku usaha pariwisata untuk turut memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada wisatawan di lapangan.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menerbitkan tata tertib yang berisikan tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan wisatawan selama di Bali, baik yang berkaitan dengan hukum maupun budaya di Pulau Dewata. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Radio France Bleu dan TV France 3 mempromosikan pariwisata Indonesia dan product of Indonesia terbaik setiap hari mulai tanggal 4 sampai 11 September 2023. Promosi di dua media besar di Perancis selama satu minggu akan mendukung kehadiran Indonesia di Village International [more]